
Jingga dan Pluto duduk bersimpuh di sisi lapangan tempat latihan judo,di rumah kakek ternyata di sediakan juga tempat untuk latihan judo,Piter dan Kakek melakukan sparing.
"Emanganya elu bisa apa main judo?"tanya Pluto sinis.
"Nggak"Jawab Jingga singkat.
"Terus kenapa elu mau ikut kesini?gue paling males latihan judo apa lagi sama kak Piter dia kalo udah latihan judo sama kakek ngga inget waktu"kata Pluto setengah berbisik.
"Kabur ah..."Pluto sudah ingin menggeser posisinya dan bangun.
"Plu mau kemana?"tanya Piter.
"Hehe ke toilet kak"
"Alasan ayo sparing dengan Jingga"perintah Piter.
"Hah...dia kan tidak bisa judo,aku tidak mau melawan perempuan ah kak"Pluto beralasan.
"Sudah...latihan saja sekalian kamu ajarin dia"
"Atau mau sama kakak sparingnya?"
"Nggak nggak ya sudah,Ji...ayo"Pluto akhirnya mau untuk berlatih judo bersama Jingga.
"Dia calon kakak ipar mu panggil dia kakak"Piter sewot.
"Iya...iya...kak Jingga"katanya malas.
Jingga tersenyum karena Pluto sangat patuh dengan Piter.
Jingga dan Pluto pun bersiap di posisinya masing-masing dan mereka pun bersiap,Pluto menyerang Jingga lebih dulu berharap bisa langsung menjatuhkan Jingga dengan sekali serang dan dia pun segera keluar dari ruang latihan.tapi bukan Jingga yang terjatuh malah Pluto yang jatuh dengan sekali bantingan seoi nage yang di lakukan Jingga.
Kakek yang melihat hal itu takjub ternyata calon cucu mantunya diam-diam mempunyai bakat judo.
Pluto shock karena jatuh dengan sekali serangan oleh Jingga.
"Elu bohong ya katanya elu nggak bisa judo,ah...nyabelin lu"Pluto bangun dan menyerang Jingga lagi.
Jingga langsung menghindar dan menepis serangan Pluto dan di saat ada celah Jingga menyerang Pluto dan melakukan tekhnik uchi mata hingga pluto terjatuh kembali.
Piter yang disisi lapangan tersenyum melihat Pluto kesal karena dia tidak bisa mengalahkan Jingga.
"Apa kamu yang melatihnya Pit?"tanya kakek.
"Bukan tapi Yuki,dia tidak mau di latih oleh ku,hihi"Piter tersenyum.
Kakek sedikit terkejut melihat cucu kesayangannya ini tersenyum tulus seperti ini karena sudah lama sekali dia tidak melihat cucunya ini tersenyum setulus ini.
"Kenapa dia tidak mau di latih oleh mu?"tanya Kakek.
Piter tersenyum lagi karena mengingat kejadian waktu itu.
"Kata dia kalau aku yang melatih aku hanya car kesempatan agar bisa pegang-pegang dia hihi"
"Apa jadi itu alasannya hahaha"kakek tertawa.
"Mangkanya aku minta Yuki melatih dia karena aku melihat ada bakat dalam dirinya karena waktu itu saat pertama kali aku mengajaknya latihan mengunci dia langsung bisa membalikan kuncian ku kek padahal aku belum mengajarinya"
"Wah...berita bagus ini"
__ADS_1
"Iya...Yuki juga mengajaknya latihan di klub agar dirinya bisa ikut turnamen hingga bisa mengasah kemampuannya"
Pluto habis di banting-banting oleh Jingga.
"Huh dasar animal girl"Pluto kesal dan memberikan julukan pada Jingga.
Jingga kesal dan ingin menyerang Pluto,Piter langsung melerai keduanya.
"Hei...sudah...sudah"kata Piter.
tiba-tiba kakek meminta Jingga latihan bersamanya.
"Jingga ayo latihan bersama kakek"ajak kakek .
"Baik kek"Jingga menurut.
"Perhatikan mangkanya jangan main-main terus"kata Piter pada Pluto.
Kakek dan Jingga pun bersiap dan memulai melawan kakek lebih sulit dari pada melawan Pluto karena kakek adalah guru besar judo dan Jingga belum mengetahui hal itu.
Jingga berusaha bertahan dari serangan kakek Jingga belum menemukan celah untuk menyerang kakek.
"Ayo...dik..."Piter menyemangati dari sisi lapangan.
Dan Jingga pun menemukan celah tapi kakek tidak semudah itu di kalahkan, kakek masih bisa menghindarinya bahkan menyerang balik dan Jingga pun terjatuh,tapi kakek masih belum puas kakek masih terus mengajak Jingga latihan beberapa kali Jingga terjatuh dan kakek pun begitu hingga akhirnya Jingga menjatuhkan kakek dengan tekhnik bantingan seoi nage,kakek merasa sangat senang bisa berlatih dengan Jingga.
"Ah...kakek maaf"kata Jingga saat membanting tubuh kakek dengan keras.
"Hahaha tidak apa-apanJingga kakek senang bisa latihan bersama mu,bagaimana kalau kamu latihan bersama kakek disini setiap minggu"
Jingga melihat ke arah Piter.
"Kakek guru judo kah?"tanya Jingga polos.
"Ya kakek itu guru besar semua anggota judo pasti kenal guru besar Andromeda"celetuk Pluto.
"Ooo begitu"gumam Jingga.
"Pantas kakak menyukai mu ternyata gadis impian kakak selama ini memang bersembunyi di tubuh mu hihi"Pluto mulai ngawur.
Piter memukul kepala adikanya tapi tidak keras.tapi Pluto masih cekikikan sendiri setelah di pukul Piter.
Jingga yang bingung.
Maksud Pluto adalah Piter itu sangat suka judo dan Jingga itu sangat berbakat dalam judo mangkanya Piter bisa jatuh hati padanya selain karena paras Jingga yang manis bakat Jingga juga mendukung hingga bisa membuat kakaknya jatuh hati padanya.
"Jadi bagaimana Jingga mau berlatih disini setiap minggu bersama kakek?"tanya kakek.
Jingga mengangguk dan tersenyum,dan kakek tertawa senang karena Jingga menerima tawarannya.
latihan pun selesai Ranus yang tidak ikut latihan judo sudah menyiapkan makan siang di meja makan,semuanya pun berkumpul di meja makan setelah membersihkan diri dan berganti pakaian.
Ranus mengetahui kalau Jingga itu vegetarian oleh karena itu dia juga menyediakan beberapa menu vegan di meja makan agar Jingga bisa makan bersama.
"Kak Jingga ini aku buat khusus buat kakak,ini terbuat dari olahan kentang dan sayuran,dan yang ini juga terbuat dari jamur di padukan dengan bumbu rempah cobalah"kata Ranus.
Jingga pun memakannya,dia lalu tersenyum.
"Enak kak"Kata Jingga pada Ranus.
__ADS_1
Piter tersenyum padanya.Jingga melihat ke arahnya dan menyodorkan sendok ke arahnya.
"Cobalah kak enak tahu"kata Jingga polos.
Piter sempat ragu.dan Jingga baru menyadari kalau sendok yang dia gunakan ini bekas mulutnya.
"Eh...maaf aku seharusnya mengganti sendoknya dulu ya"Jingga menurunkan tangannya.
Tapi Piter menahannya dan hap...Piter memakan makanan yang ada di sendok Jingga.
Jingga bengong.
Kok dia mau sih sendoknya kan bekas mulut ku.
Fikir Jingga
Kakek dan Pluto pun sempat terkejut melihat tingkah laku Piter.
"Iya enak memang adik ku yang satu ini benar-benar pandai memasak tidak sia-sia sekolah tata boga mu,pantas restoran mu selalu ramai "kata Piter.
Ranus tersenyum mendengar pujian kakaknya.
"Kalau bisa kamu sediakan menu vegan di restonmu jadi orang vegetarian seperti Jingga bisa menikmati makanan di sana juga"
"Boleh juga usul kakak"kata Ranus antusias.
Jingga pun melanjutkan makan dengan sendok bekas Piter tadi walau sebenarnya dia ingin mengganti sendok itu tapi dia takut Piter tersinggung dan marah karena setahu Jingga ya itu Piter itu aneh kadang baik kadang marah-marah nggak jelas.
Selesai acara makan Jingga berjalan dan duduk di taman dekat kolam di temani Ranus sedangkan Pluto tiduran di sofa ruang keluarga sambil bermain game.
Kakek mengajak Piter berbincang diruang keluarga.kakek menanyakan bagaimana awalnya Piter mengenal Jingga dan Piter pun menceritakan semuanya mulai dari awal sampai akhir hingga akhirnya bertemu lagi di perjodohan itu.
"Jadi kau benar-benar mencintainya?"tanya kakek.
Piter terdiam.
"Pit...sudah lama kakek tidak melihat senyum tulus di wajah mu,dan tadi kakek lihat kau selalu tersenyum bila membahas soal Jingga"kata kakek lembut.
"Ahahhaha kakak jatuh cinta lagi"Pluto meledek kakaknya.
"Anak ini ya..."Piter.melempar bantal sofa ke arah wajah Pluto.
Jingga dan Ranus penasaran kenapa di ruang keluarga sepertinya ramai sekali,mereka berdua akhirnya ikut bergabung disana.Ranus menayakan ada apa ramai sekali padahal yang berisik itu hanya Pluto.
"Itu loh kak, kak Piter ja...hemm..hemm"Pluto tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena Piter tiba-tiba membekap wajahnya dengan bantal sofa.
Jingga dan Ranus bingung dengan tingkah mereka berdua.
"Dik...pulang yuk takut kesorean"ajak Piter tapi masih membekap Pluto.
"Iya...tapi lepaskan dulu dia,nanti dia tidak bisa bernafas kak"kata Jingga panik.
Piter melepaskan bekapannya dan memeluk Pluto.
"Jangan bicara apa pun pada Jingga mengerti kamu"bisik Piter mengancam.
"Iii iya ka"Pluto menurut ketakutan.
...*************...
__ADS_1