Jingga Di Hati Jupiter

Jingga Di Hati Jupiter
Bab 72


__ADS_3

Di sebuah kampus.


Seorang gadis sedang berjalan terburu-buru karena dirinya hampir telat masuk kelas,tapi kecerobohannya yang tidak bisa di ubahnya membuatnya kadang susah sendiri.


Brugh...srak....


Tubuhnya menabrak seseorang wanita lain bersama dua orang lainnya hingga beberapa buku yang mereka pegang berserakan di lantai.


"Elu itu gimana sih kalau jalan itu lihat-lihat,dasar....lihat nih buku gue jadi berantakan semua"ucap wanita itu ketus.


"Maaf maafkan aku Dinda aku terburu-buru"Alisa meminta maaf.


"Maaf...maaf..."Dinda masih ketus.


Alisa membantu Dinda membereskan bukunya tapi tubuhnya malah di dorong oleh Dinda hingga dirinya terjatuh lagi.


Pluto yang saat itu lewat langsung menghampiri Alisa dan membantu Alisa berdiri.


"Elu keterlaluan Din....nggak perlu sekasar itu kali"Pluto ketus.


Dinda yang melihat Pluto selalu membela Alisa terlihat kesal.


"Elu kenapa sih selalu jadi pembela buat dia,apa sih menariknya dia?"


"Eh...elu yang udah keterlaluan sama dia dan gue emang ga bisa tinggal diem ajah,kalo elu tanya apa menariknya dia,banyak.... dia cantik,baik,pinter nggak kaya elu menang gaya doang"Pluto langsung menarik tangan Alisa pergi dari hadapan Dinda dan kedua kawannya.


Dinda yang di tinggalkan seperti itu dengan Pluto merasa benar-benar kesal.


"Lis...bisa nggak elu itu lawan mereka sekali-kali jangan diam ajah bila di tindas,sebentar lagi gue lulus dan nggak bisa jagain elu terus"


"Maaf kak aku menyusahkan kakak terus"


"Bukan itu maksud gue,maksud gue itu elu harus bisa menjaga diri elu sendiri,karena sebenatar lagi gue udah nggak bisa ngejagain elu terus disini jangan mau di tindas mulu"


Alisa terdiam mendengar ucapan Pluto.


"Elu inget alm Jingga?kalau dia apa yang akan dia lakukan bila berada di posisi elu?"


Pluto tiba-tiba membicarakan Jingga.


"Dia pasti sudah melawan mereka dengan telak dan mereka tidak akan mengganggunya lagi"kata Alisa lembut.


"Nah...gitu lawan lah seperti Jingga bila dia masih ada,Jingga memang berisik kaya toa mesjid tapi dia berani"


"Tapi aku bukan kak Ji"


"Siapa yang nyuruh elu jadi Jingga,nggak bisa lah nggak akan ada yang bisa gantiin dia,elu cukup jadi diri elu sendiri tapi contoh ke beranian Jingga itu buat melindungi diri elu sendiri di saat gue nggak ada"


"Kakak masih menyukai kak Ji"


Medengar Alisa mengatakan hal itu membuat Pluto tertawa.


"Apa gue suka Jingga haha becanda lu,nggak lah kalau kak Piter iya kan kamu tahu sendiri bagaimana perasaan kak Piter sama Jingga,sudah lah bukannya elu ada kelas masuk lah nanti telat lagi"


"Aaaa iya untung kakak mengingatkan ku,aku pergi kelas dulu ya kak"Alisa berlari ke kelasnya.


Pluto menatap punggung Alisa hingga hilang di balik pintu kelasnya.Pluto berjalan ke kantin kampus dia membuka kembali laptopnya dan mengerjakan skripsinya,Pluto sedang tahap membuat skripsi dirinya sebentar lagi akan lulus dari universitas,yang kebetulan dirinya bisa satu kampus dengan Alisa adik kelasnya saat SMP dulu.


Dan sama seperti saat SMP Alisa itu gadis yang lembut dan jarang bicara dan juga ceroboh,mangkanya dirinya agak khawatir bila meninggalkannya sendirian di kampus,andai ada temannya yang seperti Jingga mungkin dirinya tidak akan sekhawatir ini pada Alisa.


"Hehe kenapa gue jadi inget si toa mesjid ya...tapi emang sih kangen juga sama dia,sejak dia nggak ada rasanya sepi juga setiap bertanding basket hehe Ji...semoga elu tenang ya di alam sana"guman Pluto.


"Ooo iya kak Piter bukannya udah balik ya,kok dia belum kasih kabar sih dan nggak balik-balik kerumah nemuin ibu,ah nanti mampir ah ke kantornya pas balik kampus"

__ADS_1


Siang pun menjelang matahari bersinar dengan sinar yang sangat terang dan bersuhu sangat panas.


Pluto menaiki motornya saat melihat Alisa berjalan sendirian dirinya menawarkan tumpangan.


"Lis...bareng yuk naik lah"


Alisa terlihat kebingungan.


"Udah...naik panas nih,oia kita ke kantor kak Piter yuk sejak dia balik dari luar negeri dia belum balik ke rumah tahu sibuk ngapain sih tuh orang"oceh Pluto.


"Ooo begitu"


"Iya mangkanya cepet naik"


"Eh...iya"Alisa pun segera naik di boncengan motor gede Pluto.


Motor pun berjalan dan langsung menuju kantor Piter,sampai di kantor Piter Pluto langsung menuju kantor kakak tertuanya itu bersama Alisa.


Indah memberitahu pada Piter kalau adiknya datang bersama temannya dan Piter mempersilahkan merka berdua masuk.


Pluto masuk ke dalam ruangan Piter bersama Alisa,Piter tersenyum menggoda adiknya.


"Akhirnya jadian kamu sama dia?"ledek Piter.


"Heh...kakak aku kan sekarang sudah dewasa kak jalan sama teman perempuan boleh kali"Pluto menimpali.


"Kakak kenapa sejak kembali dari luar negeri belum kembali ke rumah apa kakak tidak rindu ibu?"


"Kau pasti tahu alasan kakak tidak ke rumah kan?"


"Kakak takut di jodohkan?"


Piter mengangguk.


"Ck...sudah diam lah bila kau ingin menikah dengan dia lebih dulu silahkan kakak tidak menghalangi tapi jangan paksa kakak menikah dengan wanita lain"ucap Piter ketus.


"Hah...kok jadi aku yang akan nikah?lulus kuliah saja belum"Pluto bingung.


"Kak Jingga itu sudah tiada kenapa kakak terus seperti ini sih kak"


Brak....


Piter menggebrak meja kerjanya hingga semua barang yang ada disana bergetar.


Mata Piter terlihat marah pada adiknya Alisa langsung terperanjat kaget mendengar suara gebrakan tersebut.


Tak lama ponsel Piter berdering di lihatnya nomor asing dan tak di hirukannya,tapi penelpon itu terus menelpon hingga ketiga kalinya akhirnya diangkat pula oleh Piter.


"Siapa?"tanya Piter dingin.


"Ini aku kak"


"Kau....kau masih menyimpan nomor ku"wajah Piter berubah cerah ceria seketika membuat Pluto dan Alisa bingung dan saling pandang.


"Tidak aku tidak menyimpannya aku hanya ingat hehe"


"Apa kau...kau...ingat nomor ku?"wajahnya tambah berbinar lagi.


Semakin takut Pluto melihat tingkah laku kakaknya.


Apa kakak sudah menemukan pengganti Jingga ya?tapi siapa dan seperti apa pengganti si toa mesjid jadi penasaran.


Fikir Pluto.

__ADS_1


"Kak boleh aku pinjam mobil?aku mau mencari kak Lita kasihan dia di usir dari kontrakan karena nunggak bayar sewa"


"Ooo boleh?tapi memanganya kamu bisa mengendarai mobil?"Poter bingung.


"Bisa kak waktu di akademi aku di ajari semuanya kak"


"Ooo begitu...tapi kau kemari saja ya...aku sedang ada tamu ini"


"Ooo baik lah terima kasih ya kak"


"Ya...ku tunggu ya"ucap Piter senang.


Wajah Piter yang ceria membuat Pluto panasaran.


"Kak...senang betul sepertinya? siapa kak?,itu juga kalau boleh aku tahu"


Piter masih tersenyum saja.


"Itu ra-ha-si-a...."Piter seperti anak kecil.


Pluto langsung cemberut.


"Kakak seperti anak SD saja"keluh Pluto.


"Masa bodo"Piter semakin seperti anak kecil.


Membuat Pluto semakin kesal.


Lima belas menit kemudian Jingga sudah tiba di depan pintu ruangan Piter.


Jingga memberitahu Indah kalau dia ingin bertemu Piter dan Indah pun memberitahu kalau ada seorang gadis ingin bertemu Piter.


"Maaf siapa nama anda nona?"tanya Indah saat menghubungi Piter.


"Edel"jawab Jingga singkat.


Indah pun memberitahukan Piter kalau yang ingin bertemu dengannya bernama Edel.kemudian Piter pun menyuruhnya masuk.


Dan Indah pun mempersilahkan Edel alias Jingga masuk kedalam.


"Sepertinya suara gadis ini pernah aku dengar tapi dimana ya?"fikir Indah saat Jingga melangkah masuk.


saat dirinya masuk dia terkejut karena disana ada Pluto dan Alisa,Jingga tersenyum pada keduanya.


Aih...mereka jadian juga ternyata.


Fikir Jingga ketika melihat keduanya duduk bersebelahan di sofa.


Pluto memperhatikan penampilan Jingga dari atas sampai kebawah,wanita dengan penampilan yang benar-benar jauh dari kata feminim,berambut pendek,berkacamata tebal,memakai celana levis ketat,memakai jaket yang ada topi kupluknya.


Astaga apa kakak ku benar-benar merubah seleranya ya semakin hari dia semakin aneh.


Fikir Pluto.


Jingga yang merasa dirinya di perhatikan Pluto sebenarnya sudah gatal ingin bicara dengannya tapi di tahan karena dirinya masih dalam misi yang belum selesai.


Tak lama Al masuk ke ruangan Piter dan melihat Jingga yang ada disana.


"Eh...kamu disini?"tanya Al dan Jingga hanya mengangguk.


"Iya dia datang ingin pinjam mobil mau mencari Lita katanya"Piter menjelaskan.


Pluto dan Al sempat terkejut saat mendengar ucapan Piter.

__ADS_1


...***************...


__ADS_2