
Pertandingan Judo tingkat SMA sekota madya awal dari karir judo Jingga,Piter yang selama ini melatihnya ingin menyaksikan langsung pertandingan perdana murid kesayangannya.
"Apa dia mampu,aku rasa dia mampu aku yang melatihnya langsung aku tau karakternya"gumam Piter di tribun penonton.
Piter melihat Jingga menuju tengah lapangan.
"Wajahnya tidak terlihat tegang bagus awal yang bagus"Fikir Piter.
Jingga bersiap menghadapi lawannya dan saat wasit mengatakan.
Ajime...
keduanya memulai menyerang,dan Jingga begitu mudahnya menemukan celah dan langsung menjatuhkan lawan dengan bantingan seoi nage.
Ipon.....kata wasit.
Jingga mendapat nilai sempurna.
Saat dirinya mendapatkan nilai sempurna,Ekspresi Jingga biasa saja dia tidak berjingkrak atau berteriak kesenangan.bagi Jingga ini hanya awal dia tahu kedepannya akan menghadapi lawan yang lebih sulit lagi jadi dia tidak ingin terlalu berbangga diri dengan pencapaian awal.
Yuki menepuk pundak Jingga.
"Awal yang baik nona"
"Terima kasih sensei"Jingga tersenyum.
Akira mengahmpiri Jingga.
"Aaaa gila kamu hebat banget Ji...dalam waktu kurang satu menit menghasilkan ipon"Akira antusias.
"Ah...apaan sih hebatan juga kamu"
"Nggak nggak ini serius kamu hebat banget,ternyata murid sensei Piter memang tidak bisa di anggap remeh ya walau masih newbee"
"Apaan sih"Jingga malu karena Akira terlalu memujinya.
Jingga tidak sadar kalau di bangku tribun ada yang hatinya panas karena melihatnya akrab dengan laki-laki lain.
"Apa-apaan anak itu,kemana Yuki bukannya mengawasinya kenapa membiarkannya Ngobrol dengan laki-laki disana,tidak bisa di biarkan nih"Piter langsung turun dari tribun dan berjalan cepat ke arah Jingga dan Akira yang asik mengobrol di luar arena.
"Adik..."tegurnya dengan suara dingin.
Jingga menoleh kebelakang saat mendengar suara Piter memanggilnya.
"Eh...sensei"Jingga menundukan kepalanya.
Astaga benar ini sensei Piter sang legend,gila benar Jingga dilatih olehnya wah hebat betul dia ini.
Fikir Akira.
"Sedang apa disini mana Yuki?"tanya Piter dingin.
"Sensei Yuki..."Jingga mencari keberadaan Yuki matanya berputar mencari keberadaan Yuki,tapi tidak menemukannya.
__ADS_1
Piter menarik tangan Jingga dan membawanya pergi dari hadapan Akira.
Piter membawa Jingga keluar arena.
"Adik....disini kau itu bertanding bukan tebar pesona dengan anak laki-laki"perkataan Piter dingin.
Jingga bingung.
"Aku tidak tebar pesona pada siapa pun?"Jingga bingung dengan sikap Piter.
"Terus kenapa kamu malah mengobrol tadi bukan duduk diam memperhatikan calon lawan mu berikutnya" Piter sewot.
"Akira itu teman ku saat SMP dulu,lama kami tidak bertemu,apa salah kalau kami hanya mengobrol saja"tanya Jingga polos.
"Salah....disini bukan tempat kamu reunian bersama teman-teman mu tapi disini tempat mu bertanding mengerti?"nada Piter masih dingin.
"Iya mengerti"Jingga tertunduk.
"Bagus"Piter mengelus kepala Jingga.
Saat mereka sedang berdua ada beberapa orang yang memperhatikan mereka dan berbisik-bisik.
Bukankah itu sensei Piter,ihhh dia tampan sekali ya bila berpakain formal.
iiihhh saat pakai baju judo saja dia sangat tampan apa lagi dengan berpenampilan seperti itu.
eeehh bukannya dia itu anak baru ya...kenapa dia bisa bersama sensei Piter ya....
iiiihhh aku iri...aku iri...
Membuat telinga Piter panas.dia akhirnya memilih meninggalkan ruangan tersebut dan keluar bersama Jingga.
"Ikut kakak"bisiknya.
Jingga pun menurutinya.
Piter mengajak Jingga keluar gedung arena.
"Kak apa tidak apa-apa aku disini,aku masih ada pertandingan lagi loh"tanya Jingga.
"Tidak apa-apa babak kedua belum di mulai"jelas Piter.
"Didalam terlalu bising aku kesal jadinya"kata Piter.
Jingga memahami itu.
Setelah agak lama mereka berdua dan hanya terdiam tiba-tiba Yuki menghampiri mereka berdua dengan nafas ngos-ngosan.
"Jingga giliran mu,tuan muda maaf bisa saya membawanya"masih dengan nafas ngos-ngosan,sepertinya dia mencari-cari Jingga berlari kesana kemari.
Piter menganggukan kepalanya menandakan memperbolehkan Yuki membawa Jingga kembali ke arena.
Jingga bersedia di tengah lapangan dan saat wasit memberikan instruksi Jingga dan lawannya pun saling serang dan Jingga langsung menemukan celah dan membanting lawan dan nilai sempurna didapatnya kembali.
__ADS_1
beberpa juri pertandingan melihat aksinya dua kali Jingga mendapatkan ipon dengan waktu singkat,hingga namanya menjadi pusat perhatian.
Bahkan Jingga dengan mulusnya meraih kemenangan di babak final.
"Dari klub mana anak ini?"tanya seorang panitia.
"Siapa gurunya"tanya panitia yang lainnya.
dan betapa terkejutnya para panitia pertandingan ketika mengetahui siapa sosok yang melatih Jingga.
"Pantas saja...tapi sepertinya anak ini memang mempunyai bakat yang luar biasa mangkanya dia mau melatihnya,karena selama ini baru kali ini dia melatih seorang murid secara langsung"
"Benar"
Jingga menjadi obrolan para panitia penyelenggara pertandingan.
"Ji...selamat ya...gila baru ikut bertanding kamu sudah menjadi juara saja"Akira antusias menghampiri Jingga yang sedang didampingi Yuki dan Piter.
"Ini belum apa-apa ini adalah awal dari karir mu,jangan besar kepala"Piter mengacak-acak rambut Jingga.
"Iya..."jawab Jingga malas.
"Ji...berapa nomor ponsel mu"Tanya Akira tiba-tiba.
Membuat Piter semakin kesal.
"Tidak ada bertukar nomor ponsel"katanya tegas.
Dia memang dingin seperti kata orang ya.
fikir Akira.
Akh...dia ini kenapa sih...aku nggak boleh bertukar nomor ponsel dengan teman ku sendiri.
Jingga kesal tapi hanya hatinya saja yang berani berontak.
"Sepertinya hari ini pertandingan sudah selesai ayo kita pulang"ajak Piter yang langsung menarik tangan Jingga.
"Dah...Akira"Jingga melambaikan tangan pada Akira dia tidak enak hati pada temannya karena sikap Piter yang sulit di mengerti ini.
Piter membuka pintu mobil dan membiarkan Jingga masuk kedalam mobilnya.
Jingga duduk di samping kemudi dan memakai sabuk pengaman,Piter pun mengambil posisi di belakang kemudi dan mulai menyalakan mesin mobil setelah dirinya menggunakan sabuk pengaman.
Mobil pun berjalan dan mereka hanya terdiam,sebenarnya sejak kejadian dia kebun binatang beberapa hari yang lalu Jingga jadi jarang bicara dengan Piter meskipun itu di dalam kantor atau saat di klub judo.
Sikapnya berubah pada Piter sejak dirinya tahu kalau dirinya hanyalah pengganti dari saudara sepupunya.apa lagi beberapa hari lagi kakek dan neneknya akan kembali dari luar negeri,mereka pasti akan membahas masalah hubungan perjodohan ini.
Jingga pasrah melepaskan Piter,mengingat apa lagi dirinya memang sebenarnya tidak mau di jodohkan di usia muda seperti ini.walau dirinya sekarang sudah mulai mencintai Piter.
Piter terus melajukan mobilnya tapi bukan ke arah rumah Jingga.
"Kita akan kemana kak?"tanya Jingga saat dia menyadari Piter membawanya ke jalan yang bukan menuju rumahnya.
__ADS_1
...*********** ...