Jingga Di Hati Jupiter

Jingga Di Hati Jupiter
Bab 57


__ADS_3

Malam ini Jingga menginap di hotel bersama Yuki,karena besok sudah bertanding,tapi dia tidak tenang bukan karena gugup menghadapi pertandingan besok tapi karena Piter terus mengirim pesan padanya.


*Jangan buat onar.


Jangan tidur malam-malam.


Jangan ngobrol sama laki-laki yang nggak di kenal.


Jangan teriak-teriak*.


dan masih banyak lagi kata jangan di pesan.


"Errrrr ini orang kenapa sih cerewet banget"Jingga kesal sendirian.


Yuki hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Jingga.


Tak lama Piter menelpon.


"Hah...dia nelpon lagi"Jingga malas menjawabnya tapi kalau tidak di angkat Piter pasti mengirim pesan beruntun lagi.


"Ya...halo..."jawab Jingga pelan.


"Kenapa tidak membalas pesan ku"semprot Piter.


Jingga langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya.


"Baru aku mau balas tapi kakak sudah menelpon"mencari alasan padahal malas membalas,bukan membalas saja yang membuatnya malas membacanya saja malas.


"Jangan macam-macam kamu disana"kata Piter.


"Apaan sih,emangnya gue mau apa disini coba gue cuma bertanding"


"Hei.....jawab"


"Iya...kak...lagi kenapa sih sensi amat"


"Apa...apa kata mu sensi?"Piter gelagaban sendiri.


"Iya...ya udah ya kak telponnya aku mau tidur kata kakak tidak boleh tidur malam-malam,udah ya...met malam hoam..."Jingga pura-pura menguap padahal bohong.


Jingga mematikan telpon dan menaruh Ponselnya di samping bantalnya.


Yuki tersenyum melihat itu.


"Nona Tuan muda itu sayang sama nona jadi dia memang sedikit over protektif sama nona"jelas Yuki yang melihat Jingga jengah menghadapi sikap Piter.


"Hehe sensei dia itu bukan tunangan aku lagi"kata Jingga sambil melihat langit-langit kamarnya.


"Tapi dia masih mencintai nona"

__ADS_1


"Hemf.....hahahha nggak mungkin"Jingga tertawa.


"Dia bukan cinta dia cuma pengen gangguin aku saja sensei soalnya nggak ada mainan"Jawab Jingga asal.


Jingga masih belum percaya kalau Jupiter itu mencintai dia,karena prilaku Jupiter yang selalu membuatnya kesal.


Yuki hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya saja.dia menganggap Jingga memang gadis yang masih polos,belum mengerti perhatian dari seseorang.


Aku mengerti kenapa tuan muda sangat mencintai gadis ini,dia memang berbeda dari gadis kebanyakan yang sering saya temui.


batin Yuki.


Ke esokan harinya pertandingan di mulai Jingga sudah bersiap-siap bertanding,begitu banyak atlet yang mendaftar dari berbagai daerah dan lawan Jingga kali ini adalah atlet-atlet yang sudah berpengalaman bertanding,tapi entah kenapa dirinya tidak merasa gugup sama sekali saat berada di lapangan.


Jingga lolos ke semi final,dia ijin pada Yuki untuk beristirahat di luar arena,saat dirinya beralari dirinya menabrak seaeorang hampir saja dia terjatuh.karena orang yang ditabrak bertubuh tinggi besar.


"Eh...maaf tuan"kata Jingga saat dia menabrak orang itu.


"Lain kali hati-hati"kata pria itu dingin.


Jingga lalu memperhatikan wajah pria dingin itu,pria berkulit putih bersih wajahnya pun tampan.


Jingga pergi dari hadapan pria itu.


Kenapa ya orang ganteng rata-rata sombong,ya contohnya ajah kaya hehehe kok gue jadi mikirin kak Piter ya...


Apa orang yang tadi itu atlet judo juga.ah bodo ah...ngapain gue mikirin orang asing.


Jingga kembali kedalam arena,dan dirinya mulai bertanding lagi,lawannya kali ini lebih hebat dari sebelumnya,tapi Jingga tak gentar melawannya.dan dalam hitungan detik Jingga bisa menyelasaikan pertandingan dengan nilai sempurna.dan seperti biasa tanpa ekspresi yang berlebihan Jingga meninggalkan lapangan di dampingi sensei Yuki.


"Boleh juga anak itu"kata pria yang bertabrakan dengan Jingga tadi.


Jingga tak sengaja melihat ke arah tribun penonton dan melihat pria itu disana,dia sempat menanyakan pada Yuki siapa pria itu,tapi Yuki tidak mengenal pria itu.


"Apa dia atlet judo juga sensei?"tanya Jingga.


"Bukan nona sepertinya dia hanya penonton saja,nona ingat pesan tuan muda kan?"Yuki mengingatkan Jingga salah satu pesan Piter.


"Hah...iya aku ingat jangan kenalan dengan laki-laki lain,kenapa aku nggak boleh kenalan sama laki-laki lain coba emang aku masih tunangannya,kalau dia....ah...malas mikirin orang itu nggak jelas"Jingga kesal sendiri.


"Nona bersiaplah lawan nona nanti adalah juara bertahan selama tiga tahun berturut-turut dia sudah merambah ke dunia atlet profesional jadi jangan anggap enteng"Yuki mengingatkan Jingga.


"Iya...aku memang tidak pernah mengangap enteng lawan kok,oia sensei kalau aku kalah apa kak Piter akan menghukum ku?"tanya Jingga tiba-tiba.


"Pastinya latihan anda akan di perketat lagi nona"jawab Yuki santai


"Ya...ampun..."Jingga tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Pemenang pertandingan ini akan di ikut sertakan ke pertandingan berikutnya menuju atlet profesional nona"kata sensei Yuki.

__ADS_1


Tapi Jingga tidak mendengarkan Yuki dia memikirkan hukuman Piter bila dia kalah,dia berfikir pasti dirinya akan habis-habisan di kerjai oleh Piter bila dirinya kalah.


Pertandingan final pun di mulai Jingga berusaha tenang di arena.


tenang Jingga elu pasti bisa.


"Ajime"wasit memberikan aba-aba.


Jingga dan lawannya pun mulai menyerang,lawannya kali ini memang tidak mudah seperti lawan-lawan sebelumnya,Jingga mencari celah dan dia mulai mendapatkan celah dari lawannya dan dia pun langsung membanting lawannya,tapi sayang itu tidak di tengah lapangan jadi nilai belum sempurna.


"Ah...sayang sekali,sepertinya kali ini lebih lama dari sebelumnya"kata pria itu yang memperhatikan pertandingan Jingga.


Jingga dan lawannya bersiap di tengah lapangan lagi,Jingga sudah bisa membaca pergerakan lawannya tadi dan dia langsung melakukan serangan dan menjatuhkan lawan di tengah lapangan dan mendapatkan nilai sempurna.


Dan seperti biasa tanpa ekspresi yang berlebihan dirinya keluar dari arena pertandingan.


"Anak itu boleh juga,dia menang dengan mudah padahal lawannya cukup sulit,berbakat dan tidak sombong"Pria itu terus memperhatikan Jingga.


Setelah penyerahan mendali Yuki langsung melakukan panggilan video call dengan Piter memberitahukan Jingga menang dan masuk ke pertandingan berikutnya.


"Kemana dia"tanya Piter antusias.


Yuki mengarahkan kamera ponselnya pada Jingga.


"Adik...selamat ya...atas kemenangannya"Piter mengucapkan selamat.


"Iya...kak terima kasih"ucap Jingga biasa saja.


"Kok nggak semangat begitu kenapa?"tanya Piter bingung.


"Nggak apa-apa"Jingga tersenyum"cuma nggak nyangka ajah bisa menang"kata Jingga .


"Ooo jadi kaget gitu ceritanya"


"He'eh hehehe aneh ya"Jingga cengengesan.


Piter gemas melihat ekspresi Jingga.


"Ya sudah dulu ya kakak masih banyak pekerjaan"


"Ya..."


"Ingat semua pesan ku baik-baik ya..."


"Iyaaaaaa"Jingga malas.


Piter mengakhiri penggilan video tersebut dia tersenyum sendirian saat meletakan ponselnya di samping laptopnya.


"Kasih hadiah apa ya buat kemenangannya"fikir Piter.

__ADS_1


...**************...


__ADS_2