Jingga Di Hati Jupiter

Jingga Di Hati Jupiter
Bab 9


__ADS_3

Siang hari setelah selesai meeting Piter berlari keluar kantor dan memacu motornya,dia ingin menjemput Jingga di sekokahnya, dia tak tega membiarkannya berjalan kaki sedangkan kakinya sakit karena dia.


Motor pun sampai didepan sekolah Jingga,Piter menunggu pintu gerbang sekolah terbuka,semua murid pun berhamburan keluar sekolah, Anita yang berjalan bersama Jingga melihat sosok Piter sedang duduk di atas motor gedenya.


"Ji... orang itu"Tunjuk Anita dengan matanya.


Jingga melihat ke arah yang di maksud Anita.


"Aih....ngapain sih... dia di situ"Jingga jadi serba salah.


Tiba-tiba Jingga melihat Andra temannya yang semalam Mengantarnya ke rumah Piter dia langsung nebeng di boncengan sepeda motor Andra, Jingga meminta di antar ke kantor Piter.


Piter kesal meliahat itu dia langsung mengejar motor Andra dan mencegatnya. Piter turun dari motornya dan menarik tangan Jingga.


"Turun"Katanya kesal.


"Lepasin"Jingga berontak.


"Ayo turun"Nada Piter mulai naik.


Jingga pun turun dari motor Andra.


Andra yang melihat itu hanya bengong saja.


Piter naik ke atas motor diikuti oleh Jingga. Motor pun melaju kencang hingga Jingga spontan refleks langsung memeluk badan Piter dari belakang.


Motor sampai di tempat parkir kantor Petugas keamanan melihat Jingga memeluk Piter dari boncengan motor.


Ya... ampun si bos...


Fikirnya.


Piter turun dari motornya,dia masih kesal dengan kelakuan Jingga tadi di sekolah,Piter masuk kedalam kantor di iringi Jingga.


Saat di dalam ruangannya.


"Hei... kamu itu benar-benar tidak tahu di untung ya, aku sudah menjemput mu ke sekolah mu panas-panasan menunggu mu disana kamu malah boncengan dengan laki-laki lain"Piter marah.


Jingga menciut takut.


"Hei... kamu dengar tidak"bentak Piter.


"Dengar... "Suara Jingga kecil.


"Apa keraskan sedikit suara mu aku tidak dengar"Piter kesal.


"Aku dengar lagian siapa suruh bapak menjemput ku, sudah aku bilang jangan kesekolah ku aku bisa terkena masalah bila teman-teman ku salah faham"Jingga akhirnya sewot.


"Sudah aku bilang jangan panggil aku bapak"Bentak Piter.


Dan Jingga terperanjat.


"Sudah sana kerja"Piter menyuruhnya langsung bekerja.


Jingga pun langsung duduk di meja kerjanya.


Kalau bukan karena aku harus menghanti rugi aku malas melihat wajah orang ini setiap hari, nyebelin banget,lagi pula siapa yang nyuruh dia jemput panas-panasan, itu kan salahnya sendiri.


Gerutu Jingga dalam hatinya.


Jingga pun mulai bekerja dan Piter juga sudah menatap layar komputernya,walau tadi dia kesal dia tidak bisa mengabaikan pekerjaannya.

__ADS_1


Tak lama Al menelpon keruangannya memberitahukan Sandra datang ingin menemuinya, Piter pun menyuruhnya masuk kedalam ruangannya.


Sandra masuk keruangan Piter dia terkejut karena mendapati Jingga juga berada di ruangan yang sama dengan kekasihnya.


"Sayang... sibuk ya... "Sandra manja dan mengecup pipi Piter tanpa malu di hadapan Al.


Jingga yang mendengar hal itu menoleh ke arah Piter dan dia pun tak sengaja melihat Sandra mengecup pipi Piter.


Siapa dia? apa dia istrinya si bos cantik juga.


Fikir Jingga.


Piter masih menatap layar komputer nya.


Sandra melihat telinga Piter lebam.


"Sayang... telinga mu kenapa kok lebam begini? "tanyanya cemas .


"Oh... ini semalam aku di gigit anak monyet"Piter asal bicara.


Al yang mengetahui kejadian asalnya hanya menahan tawanya.


Lain dengan Jingga dia kesal karena di bilang anak monyet oleh Piter.


Kalau aku anak monyet lantas dia apa gorila yang seenaknya membanting-banting aku.


Jingga kesal.


Jingga ijin keluar pada Al,Piter yang melihat itu menghentikannya.


"Mau kemana kamu?"tanya Piter.


Dia lalu berjalan ke arah pintu.


"Kaki mu masih sakit? "tanya Al.


"Sudah mendingan pak Al"jawabnya.


"Kenapa kakinya?"Sandra ingin tahu.


"Hehe semalam habis di ajak gelut sama gorila Nona"Jingga asal bicara.


Merasa dirinya tersinggung Piter langsung bicara.


"Hei... apa kau bilang aku gorila! "Piter sewot.


"Memangnya bos merasa anda itu gorila?"tanya Jingga santai.


"Tidak"Piter sewot.


"Kalau tidak merasa ya sudah diam,aku saja diam waktu anda bilang aku ini anak monyet"Jingga kesal.


"Anak ini ya... pandai sekali membuat orang kesal"Piter langsung bangun dari kursinya dan tidak mempedulikan kehadiran Sandra dia malah menghampiri Jingga.


Dia menarik tangan Jingga dengan keras.


"Aw... pak... pak... sakit... "Jingga meronta karena Piter mengenggam tangannya keras.


"Pak lepasin"Jingga meronta.


"Sudah aku bilang berapa kali jangan panggil aku bapak"Piter menahan kesal dan makin memperkencang genggamannya.

__ADS_1


"Aaaa iya... iya... bos... lepasin bos sakit bos nggak enak tuh di lihat istrinya,pegang-pegang anak gadis orang".


Al tertawa tanpa suara mendengar ucapan polos Jingga.


"Apa... istri dia bukan istri ku,dia kekasih ku"Piter melepaskan tangan Jingga.


"Ya sudahlah apa pun hubungan kalian nggak penting juga buat ku permisi aku mau cari makan"Jingga meninggalkan ruangan.


"Hei... "Piter berteriak.


Sandra yang melihat Piter sangat berbeda dari biasanya hanya terdiam.


"Sayang... kenapa kamu meladeni anak kecil itu? "


"Akh... menyebalkan Piter kembali ke meja kerjanya,dia kembali menatap layar komputernya.


"Sayang... aku ada disini"Sandra minta di perhatikan.


"Iya aku tahu"Kata Piter sambil menatap layar komputernya.


"Sayang....kenapa kau tidak menghirukan aku,tapi kau malah asik ribut dengan anak kecil itu"


"Kau cemburu ?"tanyanya sambil mengetik keyboard.


"Jelas aku cemburu aku tidak kau hiraukan sedangkan dengan anak itu hanya dengan sekali dia berkata saja kau langsung meninggalkan perkerjaan mu dan menghampirinya"Sandra cemberut.


Piter tertawa dia lalu bangun dari kursinya dan menghampiri Sandra yang sedang duduk di atas meja kerjanya.


Piter memdekatkan wajahnya dengan wajah Sandra di belainya pipi yang putih halus itu, Sandra tersenyum.


Tiba-tiba Jingga membuka pintu dia tak sengaja melihat adegan itu. dia fikir Piter akan mencium Sandra. Jingga menutup pintu kembali dan tidak jadi masuk.


"Astaga apa itu tadi... aku melihat apa tadi"Jingga yang masih polos ketakutan sendiri melihat adegan itu.


Piter pun kembali duduk di kursinya, Sandra kesal karena Piter mengabaikannya lagi karena Jingga.


Anak itu benar-benar mengganggu.


Ucapnya kesal dalam hati.


Sandra pun keluar dari ruangan Piter tanpa pamit dan Piter tidak mengejar atau menghentikannya.


Sandra mencari Jingga,di dapati jingga sedang duduk sendirian di kantin. di hampirinya Jingga,Jingga bingung kenapa Sandra menghampirinya.


"Bisa kita bicara? "tanya sandra lembut.


Jingga hanya mengangguk.


Sandra pun duduk di hadapan Jingga.


"Kau jangan coba-coba mendekati Piter, dan menggodanya,bila kau tidak ingin sakit hati"


"Asal kau tahu sekarang ini dia memang sedang asik dengan mu sebagai mainan barunya,tapi itu tidak akan berlangsung lama bila dia bosan dia akan melupakan mu dan membuang mu ke tempat sampah"


"Nona tenang saja urusan saya dengan pak Piter itu hanya urusan hutang piutang,dan saya juga tidak ada niat untuk mendekati dia, lagi pula siapa yang mau dengan orang menyebalkan seperti dia"


"Maksud mu"


"Hehe ya mungkin berbeda dengan anda hehe maaf anda jadi tersinggung"


...***...

__ADS_1


__ADS_2