Jingga Di Hati Jupiter

Jingga Di Hati Jupiter
Bab 28


__ADS_3

Jingga menunggu Piter di parkiran cukup lama dia menunggu tapi Piter belum keluar juga,Jingga akhirnya masuk.kembali keruang latihan di lihatnya Meya yang sudah berganti pakaian mengg.elendot di tangan Piter.


Piter kesal sudah berkali-kali dia menolaknya tapi Meya masih saja berprilaku sama.


"Heeh aku lelah menunggu di depan dia malah asik pacaran"Jingga kesal.


Jingga akhirnya meninggalkan tempat latihan dan pergi berjalan kaki menuju rumahnya walau pun jarak rumahnya cukup jauh dan hari semakin larut dia terpaksa berjalan kaki karena sensei Yuki yang mengantar dia ke klub pun sudah pulang lebih dulu.


Bila menunggu Piter entah sampai kapan dirinya akan selesai dengan Meya.


Heeeeh berapa banyak wanita ya yang di kencani


Fikir Jingga sambil berjalan menelusuri malam yang semakin larut.sudah agak jauh dia berjalan tiba- tiba dia di kejutkan oleh suara klakson mobil.


Jingga terperanjat dan menoleh ke arah mobil yang berhenti di sampingnya.


"Naik"Piter menyuruh Jingga masuk kedalam mobil.


Jingga pun masuk.


"Kenapa tidak menunggu?"tanyanya sewot.


"Aku menunggu sedari tadi dan kakak malah malah asik pacaran di dalam,dari pada kelamaan nggak tahu kakak selesainya kapan lebih baik aku pulang jalan kaki"Jingga mejelaskan dengan malas.


"Aku tidak pacaran Meya itu memang begitu dia manja,tapi prestasinya luar biasa"Piter menjelaskan.


"Nggak nanya"Jingga ketus.


"Astaga kamu cemburu?"Piter tersenyum.


"Siapa yang cemburu,aku benar kan aku tidak menanyakan si Meya itu berprestasi apa tidak kakak yang langsung menjelaskan pada ku padahal aku tidak bertanya"Jingga protes.


"Kalau cemburu bilanga saja dik"


"Nggak beneran aku nggak cemburu kok,aku sih terserah kakak saja"


Piter masih belum menjalankan mobilnya karena berdebat dengan Jingga.


"Dik aku ini calon suami mu loh,masa tidak ada sedikit pun rasa cinta di hati mu?kita bertunangan sudah lebih dari dua bulan loh tidak ada cinta kah yang tumbuh di hati mu?"tanya Piter nadanya mulai serius.


Tapi Jingga malah tertawa mendengar kata-kata Piter.

__ADS_1


"Hahaha kak kakak ngomong apa sih?aku nggak ngerti?"


Piter kesal.dia lalu menarik tangan Jingga hingga tubuh Jingga mendekat padanya.tatapanya begitu tajam dan serius.


Jingga menjadi takut dia berusaha melepaskan tangan yang di pegang Piter.


"Kakak kenapa sih?"Jingga bingung dan ketakutan.


"Apa kamu tidak mencintai ku?"tanya Piter.


"Memangnya kakak cinta sama aku?"tanya Jingga sewot.


Piter melepaskan tangan Jingga setelah Jingga bertanya balik padanya.


"Tuh kan dia sendiri ajah nggak cinta sama tunangannya,sudahlah kak mau sampai kapan kita disini ini sudah malam besok kan kita harus ke kantor"kata Jingga.


Piter pun menjalankan mobilnya,Jingga membuka sedikit kaca mobil agar udara masuk karena rambutnya lepek dengan keringat,tapi tiupan angin malam yang sejuk membuatnya tak bisa menahan kantuk hingga dia pun tertidur sambil memeluk tasnya.


"Dasar tukang tidur"kata Piter saat melihat Jingga tertidur di samping kemudinya.


Mobil Piter sampai di depan gang sempit rumah Jingga,Piter tidak tega membangunkan Jingga hingga dia menggendong Jingga sampai ke rumahnya.


Nenek Jingga yang melihat Piter menggendong cucunya mengantarnya sampai ke kamar Jingga.


"Ayah...Ji rindu ayah"Jingga mengigau.


Piter langsung bangun saat Jingga melepaskan pegangan di bajunya.


Nenek meninggalkan Piter di kamar Jingga,nenek menunggu di bawah di ruang utama.


"Tidur lah dik..."Piter diam-diam mencium kening Jingga.


Piter pun meminggalkan kamar Jingga dia menutup pintu kamar perlahan,agar Jingga tidak terganggu.saat Piter turun dari kamar Jingga Piter bertemu dengan kakek dan nenek Jingga.


Mereka berdua berbincang sebentar sebelum Piter pulang.


"Piter...minggu depan kakek dan nenek akan keluar negri ada undangan untuk penelitian hewan langka disana dan entah berapa lama kami disana,bisa kah kami menitipkan Jingga pada mu kasihan dia bila di rumah sendirian"kata kakek.


"Ooo begitu baik kek,saya akan menjaganya baik-baik"kata Piter.


"Syukurlah...kau baik sekali Ji beruntung dijodohkan oleh mu"

__ADS_1


Piter tersenyum,dirinya juga merasa beruntung di jodohkan oleh Jingga karena Jingga memberi warna baru dalam hidupnya.


Piter pamit pulang.


Sampai di rumah Piter setelah memasukan mobil ke garasi dia lalu berjalan menaiki tangga menuju kamarnya,sampai di kamar dirinya menjatuhkan diri di atas kasur.


Brugh...


Piter menghela nafas,dirinya sangat lelah hari ini,mengahadapi pekerjaan dan tiga wanita yang salah satunya adalah tunangannya sendiri,yang belum bisa dia pastikan perasaannya.


"Kapan kau akan membuka hati mu untuk ku dik"gumamnya.


Piter menatap langit-lagit kamarnya yang bergambar langit biru awan putih,menatapi itu hingga dia pun tertidur tanpa mematikan lampu kamarnya.


Keesokan harinya Piter menjemput Jingga dirumahnya,dan mereka pun berangkat bersama ke kantor.


di dalam mobil.


"Kak...semalam maaf kakak jadi harus menggendong aku sampai ke kamar,lagian kenapa kakak tidak membangunkan aku saja"kata Jingga.


"Aku sudah membangunkan mu tapi kamu tidur seperti orang mati"Piter sewot.padahal dia memang tidak tega membangunkan Jingga.


Dan wajahnya merona saat mengingat kejadian semalam di kamar Jingga,kejadian saat Jingga menarik bajunya hingga dia terjatuh di atas tubuh kecil gadis ini dan kejadian saat dia diam-diam mencium kening Jingga.


Jingga tidak menyadari kalau wajah Piter merona,dia cuek saja melihat ke arah luar jendela.


tak lama mobil Piter pun tiba di area parkir kantor,mereka berdua pun turun dari mobil Jingga dan Piter pun berjalan beriringan sampai mereka memasuki ruangan Piter.


Di ruangan Piter Al sudah menunggu untuk memberitahu jadwal hari ini,dan hari ini Piter ada pertemuan di luar kantor.


"Dik....kakak tinggal ya hari ini ada pertemuan di luar kantor,kamu kalau perlu sesuatu bilang saja pada Indah"kata Piter lembut.


"Ah...iya...kakak hati-hati ya..."Jingga tersenyum.


"Iya"Piter pun memakai jasnya,jas yang jarang dipakainya saat didalam kantornya,setiap hari dirinya membawa jas yang berbeda tapi jarang dipakainya bila dia di dalam kantor,kecuali bila ada pertemuan atau meeting di kantor dia baru mengenakan jas kerjanya yang sesuai dengan warna kemeja yang ia gunakan.


Jingga selesai mengerjakan pekerjaannya,dia lalu bermain dengan ponselnya untuk menghilangkan rasa jenuh.


Saat dirinya mengutak atik ponselnya dia melihat tutorial membuat gelang dari benang kur,dan sepertinya Jingga tertarik untuk membuatnya hingga dia menonton tutorial tersebut dengan serius.


"Aku mau buat ah...nanti,bila ada waktu nanti aku belanja tali kurnya dulu ya...ah belanja online saja lah karena tidak akan sempat bila belanja sendiri akhir-akhir ini aju sibuk"

__ADS_1


Jingga pun membuka aplikasi online shop di ponselnya dan memesan beberaoa barang yang dia butuhkan disana.


...***************...


__ADS_2