
5 tahun kemudian.
Pagi menjelang siang Al sudah menunggu kedatangan sahabatnya yang cukup lama meninggalkan tanah air.
Tak lama Jupiter tiba dengan koper yang di geretnya.
"Selamat datang kembali kawan..."Peluk Al menyambut sahabatnya.
"Terima kasih kawan sudah mau menjemput ku,oia kau sendirian Anton mana?"tanya Piter.
"Dia masih ada pasien di rumah sakit jadi tidak bisa ikut menjemput"jelas Al.
"Oh...begitu ya sudah kita langsung saja"kata Piter.
"Langsung kemana?"tanya Al bingung.
"Ya ke rumah dulu besok baru ke kantor"ucap Piter.
"Ooo hehe baiklah bos"
"Apaan sih kau ini"Piter tersenyum dan merangkul pundak Al.
Al dan Piter pun berjalan menuju mobil,Al yang mengemudi dan Piter duduk di samping kemudi Al.
Mobil pun mulai berjalan.
Di perjalanan.
"Pit...apa kau pulang karena ibu mu memanggil mu?"tanya Al.
"Hem..."
"Kau menerima perjodohan itu?"tanya Al penasaran.
"Tidak"jawab Piter singkat.
"Lalu kenapa kau kembali?"tanya Al semakin penasaran.
"Karena aku merasa sudah waktunya kembali itu saja" Piter mengangkat tangannya dan menopangkan dagunya di kedua jarinya.
Al melihat Piter masih mengenakan gelang merah buatan Jingga lima tahun yang lalu.
"Kau masih memakai gelang itu Pit?"
"Ah...oh ini iya...ini di buat sendiri olehnya,tak akan aku lepaskan dan tak akan aku ganti dengan yang lain"Piter menatap gelang itu.
Saat mereka sedang asik berbincang tiba-tiba ada yang menghadang mobil mereka,seorang gadis berhenti membentangkan kedua tangannya di depan mobil yang Al kendarai.
Al langsung menginjak rem mendadak Al dan Piter membelalakan matanya ketika melihat seorang gadis yang nekat memberhentikan mobilnya.
"Hei...apa kau gila"teriak Piter sambil melongokan wajahnya dari kaca mobil.
Wanita itu langsung berlari ke arah samping mobil dan menghampiri Piter,tapi saat wanita berkacamata tebal itu mendekat jantungnya berdegub dengan kencang.
__ADS_1
Kak...Piter (katanya dalam hati).
"Hei...apa maksud mu menghentikan mobil kami"omel Piter.
Ah...dia masih sama saja tukang ngomel.
"Al jalan saja"pinta Piter karena wanita itu sudah berada di samping mobil.
Ketika Al ingin menginjak gas mobil wanita itu berteriak dan menarik kaca spion mobil itu hingga kaca spion pun rusak dan itu membuat Piter naik pitam dan akhirnya turun dari dalam mobil.
"Apa yang kau lakukan hah...kau cari masalah ya?"Piter marah.
Haduh...bagaimana ini dia beneran marah.
"Maaf pak sebelumnya tapi bisakah anda menolong saya karena teman saya akan melahirkan pak"
Piter tertegun mendengar suara wanita itu.
"Pak...pak...tolong saya pak"wanita itu memegang tangan Piter hingga membangunkan lamunan Piter.
Piter melihat tangannya yang telah di pegang wanita itu,ada sesuatu rasa yang selama ini dia rindukan.
"Dik...Jingga"ucapnya kecil.
"Bisa ya...pak tolong kami teman ku akan melahirkan pak kasihan dia sudah kesakitan pak"wanita itu memohon dengan sangat kepada Piter.
Al yang mendengar hal itu langsung menyetujui menolong mereka.
"Pit...kita tolong saja mereka kasihan wanita mau melahirkan"kata Al bijak.
"Ah....baiklah"Piter pun langsung menyetujui membantu mereka.
Wanita itu memapah temannya sambil membawa tas agak besar,Al tidak tinggal diam di dalam mobil dia pun ikut membantu mereka berdua memasuki mobil.
"Terima kasih atas tumpangannya"kata wanita yang ingin melahirkan itu.
"Edel...terima kasih karena kau mau repot-repot menemani ku huft..huft...."
"Kak Lita kakak tenang ya....dek...jangan keluar dulu ya...nanti saja pas di rumah sakit jangan di mobil orang keluarnya"kata Edel pada perut Lita yang besar.
Al dan Piter tertawa kecil melihat gaya Edel berbicara dengan perut besar itu.
"Edel...bukan kah kamu akan pergi bekerja hari ini maafkan aku ya...aku jadi membuat mu repot kau akan terlambat nanti bagaimana?"kata Lita.
"Tidak apa-apa Kak paling aku akan di hukum senior ku kalau telat tidak usah di fikirkan ya"kata Edel menenangkan.
Piter terus mendengarkan pembicaraan mereka dan terus mendengarkan suara Edel.
Mobil akhirnya sampai di depan rumah sakit,tapi Edel menghentikan laju mobil tersebut.
"Pak tunggu apa anda tidak salah membawa kami ke rumah sakit ini?"tanya Edel.
"Ya...hanya ini rumah sakit terdekat"kata Al.
__ADS_1
"Bukan begitu pak ini rumah sakit mahal pak kak Lita mana sanggup membayar tagihannya,kak Lita ini Single mom suaminya baru meninggal beberapa bulan yang lalu"jelas Edel.
"Bisakah kita ke rumah sakit milik pemerintah saja"usul Edel.
"Apa?kau gila ya itu masih jauh bisa-bisa bayinya lahir sebelum sampai sana"Piter marah-marah.
"Tapi..."Edel ragu dan sedih melihat ke arah Lita.
"Masalah biaya tidak perlu di fikirkan akan ku tanggung karena dia single mom"kata Piter.
"Anda serius pak"Edel langsung merangsek ke bangku depan.
Piter hanya mengangguk.
"Terima kasih pak semoga tuhan membalas semua kebaikan mu"Edel memegang tangan Piter dan mencium tangan tersebut.
"Kak...kakak dengar kita beruntung karena bertemu orang baik seperti mereka"kata Edel pada Lita.
Lita tersenyum dan menahan sakit.
Mobil pun masuk kedalam rumah sakit dan berhenti di depan IGD dan Edel langsung loncat ke dalam dan mengambil kursi roda dan membantu Lita membawanya menemui perawat disana mengatakan kalau Lita akan segera melahirkan dan perawat itu pun langsung membawa Lita ke ruangan persalinan.
Al membawa tas Lita dan mereka bertiga menunggu di depan ruang persalinan.
Tapi diam-diam Piter memperhatikan Edel yang terlihat cemas menunggu di depan ruangan.dan tak lama terdengar suara tangisan bayi.
"Keluarga ibu Lita"kata perawat itu.
Edel langsung menghampiri perawat itu.
"Bayinya lahir selamat berjenis kelamin perempuan"kata perawat itu.
"Ah...syukurlah"Edel bersyukur dia lalu melihat ke arah Piter dan Al kemudian dia menghampiri mereka berdua.
"Pak...terima kasih karena bantuan kalian mereka bisa selamat terima kasih sekali semoga tuhan membalas kabaikan kalian"Edel berkaca-kaca dan mengusap air mata yang keluar sedikit di sudut matanya hingga dia tidak harus melepas kaca matanya.
"Ya...sama-sama Al uruslah administrasinya tempatkan bayi dan ibunya di ruangan terbaik di rumah sakit ini"kata Piter.
"Baiklah"Al tersenyum.
Edel langsung menemui Lita setelah semua tindakan selesai,Edel pamit pada Lita setelah melihat kondisi Lita dan bayinya.
"Kak...selamat ya kak,maaf aku tidak bisa menemani lama-lama aku harus bekerja"kata Edel.
"Ya...Edel aku sangat berterima kasih pada mu dan pada kedua pemuda itu semua berkat kalian aku dan bayi ku jadi selamat"kata Lita.
Edel pun pergi dari ruangan Lita dan berjalan cepat keluar rumah sakit Piter yang menunggu Al yang sedang mengurus administrasi melihat Edel dan mengikutinya,Piter mengikuti Edel sampai dia melihat Edel menaiki bus yang berhenti di depan halte bus rumah sakit.
Ini hanya perasaan rindu ku saja atau dia benar-benar Jingga ku?ah...tidak mungkin kan?tapi perasaan itu saat dia menyentuh tangan ku perasaan yang pernah hilang dulu.
Piter berfikir sambil melihat tangannya yang tadi di pegang Edel.
Edel ya...namanya.
__ADS_1
Fikir Piter masih memandangi tangannya.
...***************** ...