
Sabtu pagi setelah selesai latihan judo Jingga bersiap ke sekolah,dia menuju meja makan dan mengambil buah untuk sarapan,Piter melihat heran kepadanya karena Jingga berdandan tidak seperti biasanya.hari ini Jingga memakai baju kebaya dan rok batik rambutnya di gulung dengan pita hairnet,dan bibirnya pun mengenakan lipstik berwarna pink dan wajahnya mengenakan bedak tipis.
"Adik mau kemana pagi-pagi dengan dandanan begitu?"tanyanya bingung.
"Sekolah,kak aku pinjam sepeda yang ada di garasi ya..."
Piter bengong.
"Kak...kakak..."Jingga menggoyangkan tangannya di depan wajah Piter hingga membangunkan lamunannya.
"Eh...apa kamu mau kesekolah dengan berpenampilan seperti ini?"
"Iya setiap minggu kedua di sekolah mewajibkan muridnya memakai pakaian tradisional kak"jelas Jingga.
"Tapi apa kamu harus berdandan seperti itu juga?"Piter sewot.
"Apaan sih aku nggak ngerti"Jingga bingung.
"Adik...kamu itu masih sekolah kalau sekolah dandan seperti biasa saja tidak usah pakai pewarna bibir seperti itu"masih Sewot tidak suka melihat Jingga terlalu cantik bila kesekolah.
"Ooo ini hihi"Jingga tertawa kecil.
"Hapus itu"Piter cemberut.
Jingga mengambil tisu di meja dan menghapus lipstik di bibirnya.kemudian dia menyalami tangan Piter dan berjalan keluar.
"Hei mau kemana kamu?"tanya Piter.
"Sekolah kak kan kalau hari sabtu aku harus sekolah kalau PKL kan hanya sampai hari jum'at"Jingga kesal karena Piter menahannya terus.
Piter berdiri dari bangku dan menghampiri Jingga dia menarik tangan Jingga dan membawanya ke garasi Piter membuka pintu mobil dan menyuruh Jingga masuk.
"Kakak antar"Kata Piter.
Jingga pun hanya menurut.
Mobil pun di nyalakan dan keluar dari pekarangan rumah Piter di perjalanan Jingga terdiam,dan Piter tidak sengaja melihat ke arah tangan Jingga.dia tidak melihat Jingga mengenakan cincin pertunangannya.
"Hei kemana cincin kamu?"tanyanya kesal ketika melihat jari manis kiri Jingga polos.
"Ada kak di rumah"Jawab Jingga polos.
"Kenapa adik lepas?"tanyanya sewot.
"Aku lepas kan karena akhir-akhir ini latihan judo kak aku takut cincinnya rusak kalau aku pakai sambil latihan"
"Tapi kalau kemana-mana mestinya kamu pakai"Piter sewot.
Jingga melihat jari Piter dia memang selalu memakai cincin tunangannya meski pun sedang latihan.
"Iya kak lain kali Ji akan selalu pakai"Jingga tersenyum.
"Dimana adik meletakan cincinnya?"
"Di dalam laci meja samping tempat tidur kak,di kotak cincinnya,kenapa memanganya?"Tanya Jingga polos.
"Nanti kakak ambil ya nanti kamu pakai hari ini ibu meminta kakak datang bersama adik ke rumah"
"Ooo begitu jadi selesai pulang sekolah adik langsung di ajak kerumah orang tua kakak gitu?"
"Iya..."
__ADS_1
"Tapi adik tidak bawa baju ganti kak"
"Nanti kakak bawakan sekalian baju ganti mu,nanti ganti baju saja di rumah ibu"
"Ooo begitu maaf jadi merepotkan kakak"Jingga tersenyum.
Mobil pun tiba di tempat tujuan,Jingga menyalami tangan Piter sebelum ia turun dari mobil.Piter melihat Jingga berlari ke arah seorang temannya dan mereka pun masuk.ke dalam gerbang bersamaan.
"Ji...kamu di antar si bos?"tanya Anita yang melihat Jingga saat turun dari mobil tadi.
"Iya..."
Piter kembali melajukan mobilnya dan kembali ke rumahnya dia lalu berlari ke kamar yang di tempati Jingga,dia lalu mencari kotak cincin di dalam laci meja tempat tidur kemudian dia membuka lemari pakaian di lihatnya baju-baju Jingga semuanya hanya baju kaos dan celana jeans atau setelan baju tidur.
"Anak ini tidak membawa baju yang lebih bagus apa ya?pakainnya seperti ini semua dia memakai rok bila sekolah saja,astaga..."Piter tersenyum dan menggelengkan kepalanya saja.
Siang pun tiba Piter sudah menunggu Jingga tak jauh dari sekolahnya.Jingga pun langsung masuk kedalam mobil tersebut,Piter langsung memberikan kotak cincin pada Jingga tapi di ambil lagi olehnya Jingga bingung.
Piter membuka kotak cincin tersebut dan memakaikan cincin itu di jari manis Jingga.
Ooo jadi begitu maksudnya hihi dia memang aneh ya...
Fikir Jingga.
"Baju adik mana kak?"Jingga tidak melihat Piter membawa bungkusan apa pun.
"Nanti kamu beli saja di butik,pakain mu semua modelnya begitu,tidak ada dress sama sekali"Piter sewot.
"Ya...kak adik merasa lebih nyaman berpakaian seperti itu"
"Ya...masa kamu mau bertemu calon mertua dengan gaya santai mu terus"Piter sewot lagi.
Piter mengajak Jingga menjemput Pluto dulu baru setelah itu mengajaknya ke butik pakaian.
"Kita jemput Plu dulu ya tadi kakak janji akan menjemputnya saat pulang sekolah"
Hadeuh...pasti reseh deh...kalau ada dia.
Fikir Jingga.
Mobil pun berhenti di depan sekolah Pluto,saat Pluto keluar dari gerbang sekolah dia langsung menghampiri mobil Piter dan membuka pintu bagian belakang.
"Eh...ada toa mesjid"ledek Pluto saat melihat Jingga duduk di samping kakaknya.
Jingga diam saja menahan kesal.
Tuh kan reseh kan dia selalu mulai duluan kalau di layani kakaknya pasti juga ikut marah nantinya hadeuh...kenapa aku harus masuk ke keluarga ini sih...
Fikir Jingga.
"Plu kita mampir ke butik dulu ya...Jingga tidak bawa baju ganti"kata Piter saat adiknya sudah di dalam mobil.
"Hah...mau beli baju? di rumah juga banyak baju ku"Pluto meledek dia benar-benar menganggap calon kakak iparnya ini bukan perempuan.
"Ngaco kamu pakain mu kan pakain anak laki-laki semua"
Ya...sama seperti yang aku lihat di lemari tadi.
"Sudah...ikut saja jangan banyak protes"
"Iya...kak..."Pluto menurut.
__ADS_1
Piter pun melajukan mobilnya menuju ke daerah sebuah mal dan mengajak mereka ke sebuah butik,saat sampai di butik yang memang langganan keluarga Piter seorang pelayan toko menghampiri mereka.
"Selamat datang...tuan Piter lama tidak mampir"pelayan itu tersenyum pada mereka bertiga.
"Tolong carikan dress untuk dia"Pinta Piter sambil menunjuk Jingga.
"Ohh baik lah sini nona ikut saya,Nona pacarnya tuan muda Plu ya?"pelayan itu menebak Jingga adalah pacarnya Pluto karena melihat mereka seumuran.
"Bukan..."jawab Pluto dan Jingga bersamaan.
"Aku mana suka tipe cewe setangah laki-laki kaya dia mba..."kata Pluto.
"Heh...elu fikir gue demen sama cowo yang mulutnya ceriwis kaya perempuan model elu"Jingga menanggapi Pluto karena sejak tadi sudah menahan emosi.
"Hei...kenapa jadi berdebat sih?"Piter langsung melerai mereka berdua.
"Habis dia duluan tuh dari tadi"Jingga kesal.
"Jangan bertengakar terus nanti suka beneran loh...dari benci jadi cinta"ledek pelayan itu pada Pluto dan Jingga.
"Hah...nggak mungkin"Jingga dan Pluto bersamaan.
"Mba...dia ini calon istri saya bukan pacarnya Pluto"jelas Piter.
"Hah..."pelayan tersebut terkejut dengan pernyataan Piter.
"Bukannya pacar Tuan itu..."
Pelayan itu tidak meneruskan kata-katanya saat Piter menempelkan jari tekunjuknya di bibir,pelayan itu hanya mengangguk faham dan mengerti yang di maksud Piter.
Pelayan itu akhirnya memilihkan dress berwarana merah marun untuk Jingga dan Piter pun memilihkan sandal sepatu flat berwarna hitam untuk di kenakan Jingga,Piter tidak memilih sepatu atau sandal berhak tinggi karena tahu Jingga tidak bisa menggunakan sepatu atau sandal model seperti itu.
Selesai memilih Jingga pun langsung mengenakan dress tersebut dan sandal tersebut.
Dia beda ya...kalau berpenampilan begini imut banget gitu...eh...apa sih Plu...dia itu calon kakak ipar elu...bisa mati luh di cekik kakak tertua elu berani ngedemenin calon istrinya hhhiii
Pluto merinding sendiri membayangkan amukan kakaknya kalau dia berani main hati sama Jingga.
Buang jauh...jauh...Plu fikiran elu...dia itu luarnya doang perempuan dalamnya mah laki-laki.
Pluto masih berdebat dengan hatinya sendiri.
"Mba...bisa tolong rapihkan dandannya,dan oia jangan di pakaikan pewarna bibir ya...dia masih sekolah belum pantas berpenampilan seperti wanita dewasa"Pinta Piter.
"Baik...tuan"pelayan itu pun menuruti Piter.
Jingga di dandani minimalis oleh pelayan tersebut memakai bedak tipis dan melepaskan pita hairnet yang Jingga pakai tadi dan membiarkan rambut hitam panjang itu terurai.
"Rambut nona indah sekali"kata pelayan itu.
Jingga hanya tersenyum.
Setelah selesai di dandani agar terlihat rapih Jingga pun berjalan ke arah Piter dan Pluto.
Pluto bengong melihat penampilan Jingga yang tidak seperti biasanya.
Astaga...dia cantik banget...
kata Pluto dalam hati.
...***************...
__ADS_1