
Mobil memasuki area parkir kantor,Piter dan Al langsung berlari ka arah lift dan menuju ke ruangannya,Al membuka pintu di lihatnya Jingga tertidur pulas di sofa.
"Dasar gadis bodoh apa dia ini tidak bisa kembali lagi besok untuk meminta tanda tangan ku"keluh Piter.
Al menoel-noel lengan Jingga dan membangunkannya,tapi Jingga tidak juga membuka matanya.
Brak...Piter menggebrak meja dan Jingga langsung terbangun karena terkejut,dia membuka matanya yang masih berat.saat dia melihat Piter ada di depannya dirinya langsung terlihat senang.
"Kak..."Jingga memanggil Piter dengan sebutan kakak kembali karena masih belum terbiasa.
Wajah Piter dingin tapi hatinya seolah berjingkrak kegirangan karena Jingga masih memanggilnya kakak.
"Kenapa malah tidur disini apa kamu tidak punya rumah?"tanya Piter sewot.
"Aku menunggu kakak eh bos maksud ku"Jingga merubah panggilannya lagi.
Jingga memberikan Jurnal PKLnya pada Piter.
Piter mengambilnya dengan kasar hingga terdengar suara lembaran kertas saling bergeser.
Piter membaca jurnal kegiatan yang di tulis Jingga.wajahnya berubah ubah saat membaca jurnal tersebut.
"Kau mau membuat ku bangkrut ya!?"Piter tiba-tiba ngomel.
"Hah...tidak kok aku hanya menulis apa saja yang aku kerjakan dan memasukan beberapa contoh pekerjaan ku untuk di masukan ke laporan uji kompetensi ku itu saja"
"Tapi contoh yang kau masukan ini adalah rahasia perusahaan kau fikir yang kau kerjakan selama ini itu pekerjaan remeh,itu termasuk rahasia perusahaan ku tahu"Piter membanting jurnal Jingga ke atas meja.
"Ya...terus bagaimana dong...yang aku kerjakan kan memang itu disini"masih mengantuk.
"Hadeuh...susah memang berurusan dengan anak kecil minim pengalaman"keluh Piter.
"Kau ubah semua ini baru aku akan tanda tangani"
"Tapi kak...eh bos...aku membuat ini selama aku PKL disini berarti dua bulan"
"Hei...gadis bodoh apa otak mu itu hanya sebesar biji kacang hijau.kau kan bisa mengarangnya atau mengambil beberapa contoh milik kawan mu"Piter mulai ngomel lagi.
"Iya sih...tapi kalau sama persis tidak bisa kak...gimana dong..."Jingga merengek.
Piter memalingkan wajahnya sebenarnya ingin sekali dia mencubit pipi gadis itu karena gemas.
Piter mengambil jurnal yang masih tergeletak di atas meja,dia lalu mencoret-coret bagian mana saja yang harus di rubah.
"Ini hanya bagian itu yang harus kau rubah dan jangn kau sebarkan kemana pun"Piter melempar jurnal itu ke atas meja lagi.
"Lalu bagaimana aku harus menyelesaikan ini,ini contoh yang akan membantu ku membuat laporan nanti kak..."
"Kemarilah"Piter menyuruh Jingga duduk disampingnya.
"Dasar bodoh"Piter menunjuk kening Jingga dengan telunjuknya saat Jingga duduk di sampingnya.
Piter akhirnya mengajarinya dan memberitahukan apa saja yang seharusnya dia tulis disana hanya untuk kegiatannya saat PKL di ruangannya.
__ADS_1
Saat Piter menjelaskannya Jingga sempat beberapa kali menguap.
"Lihat dan perhatikan baik-baik jangan tertidur"Piter sewot.
Jingga mengangguk dan memperhatikan Piter.tapi matanya sungguh berat hingga dia tertidur di bahu Piter.
"Astaga anak ini"Piter geram walau sebenarnya dia senanh Jingga bersandar di bahunya.
Al melihat itu hanya tersenyum.
Piter menggoyangkan bahunya hingga Jingga terjatuh di pangkuannya.
"Kak...bisa nggak sih nggak marah-marah terus"Jingga menginggau.
Piter terkejut mendengarnya.
"Boleh kah aku terus memanggil mu kakak"masih mengoceh dan matanya masih terpejam.
"Hiks..."tiba-tiba Jingga memeluk pinggang Piter dan menangis dalam tidur.
Piter lalu membelai kepala Jingga lembut.
"Aku mencintai mu kak...aku mencintai kak Jupiter"tertidur dan tidak sadar dengan apa yang di lakukannya dan di kataknnya
Tangan Piter berhenti membelai kepala Jingga,dia lalu memeluk kepala gadis itu mencium rambut hitam dan panjang itu.
"Aku pun mencintai mu dik"
Al terharu melihat itu.
Piter lalu menggendong Jingga hingga masuk kedalam mobil. yang di kemudikan Al.Piter dan Al mengantar Jingga sampai ke rumahnya.
Piter memberikan pesan pada Jingga di ponselnya.
datanglah ke kantor besok temui Indah dia akan mengajari mu dan meberikan beberapa contoh pekerjaan pada mu untuk membantu mu mengerjakan laporan mu ke sekolah.
begitu lah pesan yang di kirimkan Piter.
Piter melamun di dalam mobil sesekali dia tersenyum sendirian,Al senang melihatnya melihat senyum di wajah sahabatnya.
"Sayangnya itu di ucapkannya saat dia tidak sadar"gumam Piter.
"Kalau dia sadar...dia tidak akan berani bilang seperti itu pada mu kawan,kalian itu tipe yang sama tipe orang yang sulit mengutarakan perasaan di hati masing-masing"
"Aku sudah pernah bilang padanya aku mencintainya tapi dia tidak percaya dan malah marah pada ku"Piter sewot.
"Dia tuh yang bodoh dia mencintai ku tapi malah melepaskan ku"
"Hehehe dia ingin kau berusaha lebih keras lagi kawan"Al menasehati.
"Aku kurang keras apa semua sudah aku lakukan untuknya"
"Ooo ya...kurasa belum kau hanya mencari perhatiannya dengan mengomel padanya dan melatihnya dengan keras"
__ADS_1
"Iya sih..."Piter menyetujui perkataan Al.
"Kau dengar tadi dia bilang apa?bisa nggak kamu tidak marah-marah terus"
"Kamu marah-marah saja dia mencintai mu apa lagi kamu lembut padanya Piter...."
Piter tersenyum mendengar perkataan sahabatnya.
Mobil pun berjalan menembus angin malam itu.
Ke esokan paginya Jingga terkejut saat mendapati dirinya sudah berada di kamarnya dan mendi selimuti jas milik Piter.
"Aaaaa apa yang aku lakukan"teiaknya "Dia pasti menggendong ku sampai sini,dia pasti minta pertanggung jawaban karena membuat tangannya pegal"
Jingga mengisi batre ponselnya yang sudah habis semalam saat ponselnya menyala dia membaca pesan Piter.
"Tuh...kan...dia tidak akan melepaskan aku begitu saja karena kejadian semalam hadeuh Jingga kenapa kamu itu selalu ketiduran sih bila berasama dia"keluhnya.
Mungkin karena pelukan Piter terlalu nyaman untuk Jingga hingga Jingga sering sekali tertidur bila di dekatnya.
Jingga turun dari kamarnya dan bertemu dengan neneknya di meja makan.
"Kamu itu semalam dari mana saja,Piter sampai mengantar mu pulang"omel nenek.
"Kemarin aku menunggunya dinkantor untuk meminta tanda tangannya di jurnal kegiatan PKL ku nek tapi dia sedang sibuk meeting jadi aku menunggunya hingga malam dan aku ketiduran di kantornya"jelas Jingga.
"Jangan seperti itu lagi,sekarang dia itu bukan calon suami mu lagi Ji..."
"Iya..."Jawab Jingga malas.
Perkataan nenek sungguh menusuk hati Jingga.
Jingga menghabiskan sarapannya di meja makan,lalu dia mengirim pesan pada Piter.
terima kasih semalam sudah mengantar ku pulang,dan maaf merepotkan anda,oia aku akan kesekolah dulu,setelah itu aku akan menemui kak Indahdan sekali lagi terima kasih ya bos...
Piter membacanya dan langsung membalasnya.
Panggil aku seperti biasanya,panggil aku KAKAK faham!!.
"Apaan sih orang ini"
Jingga tak sadar bahwa dirinya sendiri lah yang mengutarakan agar dirinya di perbolahkan memanggil Piter dengan sebutan kakak.
Jingga membalas pesan Piter.
ya...(Jingga).
apaan ya?(Piter meledek).
iya...kak Piter...(jawab Jingga).
Piter tersenyum membaca pesan Jingga.
__ADS_1
"Lihat saja kau tidak akan ku lepaskan begitu saja dik"gumam Piter sambil menghabiskan susu di gelasnya.
...**************...