
Jingga ditarik tangannya oleh Piter dan di paksa masuk kedalam mobilnya.
Di dalam mobil.
Piter sudah pasang wajah cemberut.
"Jangan dekat-dekat dengan pria itu"kaya Piter ketus.
"Kak...tuan Go itu detectiv dia guru aku sama seperti kakak dulu melatih ku judo dan mengajari ku matematika"jelas Jingga lembut dia tidak mau memancing pertengkaran dirinya sudah dewasa kini jadi fikirannya pun lebih dewasa tidak seperti saat masih remaja yang mudah tersulut emosi.
"Tapi dia menyukai mu dik"Piter kesal.
"Kak...biarkan saja dia menyukai ku,itu tidak ada salahnya kan?asal aku tidak menyukainya kakak seharusnya berfikir kesitu"Jingga berusaha berbicara sebijak mungkin dengan Piter saat ini.
"Kak...bukankah kakak tahu siapa orang yang paling aku cintai selama ini?meski berpisah lama tapi perasaan itu tak pernah berubah dan tak pernah terfikir kan oleh ku untuk berpaling pada yang lain".
Deg.....
Jantung Piter berdegub kencang saat Jingga mengatakan itu.
"Di akademi aku belajar kak dan hanya belajar dan berlatih dengan keras tak ada fikiran untuk mengenal cinta lagi,aku hanya fokus ke tujuan utama ku kak itu saja"jelas Jingga.
Tiba-tiba Piter memeluk kepala Jingga,dia merasa bersalah karena terlalu terbawa cemburu,dan dia juga menyadari kalau gadis remaja ini kini telah tumbuh dewasa,bukan hanya fisiknya yang dewasa tapi fikirannya pun ikut dewasa juga.
"Maafkan aku,aku cemburu pada mu"bisiknya di telinga Jingga saat memeluk kepala Jingga.
Jingga hanya mengelus tangan Piter yang memeluk kepalanya.
"Tidak apa-apa kak aku senang karena kakak masih kak Piter yang dahulu"kata Jingga lembut.
Piter melonggarkan pelukannya dan menatap Jingga yang tersenyum padanya,Piter melepaskan kaca mata tebal yang dipakai Jingga dan membelai lembut wajah itu.
"Kau pun masih Jingga ku yang dulu,Jingga yang selalu memberikan warna baru dalam setiap hari-hari ku"kata Piter lembut sambil menatap Jingga lembut.
Jingga pun hanya tersenyum saja pada Piter.
"Kita pulang ya"Piter pun melepaskan tangannya yang tadi membelai wajah Jingga dan kini dia menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya menuju Apartemen milik Jingga.
Tiga bulan kemudian.
Naina sudah semakin besar dan gemuk,Lita masih tinggal di rumah Alan,sejak Lita tinggal di sana Alan lebih sering berada di rumah menghabiskan waktu bersama Lita dan Naina.
Tapi siang ini Lita meminta ijin pada Al untuk pulang kekampungnya karena orang tuanya memanggilnya,dengan berat hati Al pun mengijinkannya pulang kampung,entah kenapa perasaannya tidak enak saat membiarkan Lita pulang kampung bersama anaknya.
Di kantor Al banyak melamum Piter yang melihat itu langsung memintanya datang keruangannya.
Al duduk di sofa dan Piter pun duduk di hadapannya.
"Kenapa?"tanya Piter langsung ketika melihat wajah sahabatnya kusut sejak tadi pagi.
__ADS_1
"Tidak"Al mencoba menutupinya tapi tetap tidak bisa.
"Sudah jangan bohong,ada masalah dengan Lita?"tanya Piter.
Al lalu mengangguk.
"Kenapa apa dia menolak mu?"
"Bukan"
"Lalu apa?"
"Dia disuruh orang tuanya pulang ke kampungnya hari ini,tapi entah kenapa perasaan ku nggak enak ya Pit buat membiarkan dia pergi,aku takut dia nggak balik lagi Pit"Al terlihat putus asa.
"Kamu sih...kelamaan orang mah langsung di lamar ajah,lagian kenapa kamu tidak mengantarnya ke kampung sekalian kamu melamar dia disana"
"Aku takut dia belum siap Pit"
"Sudah sana kejar dia"
"Kemana?"
"Ya...ke kampunya ngaco kemana lagi"Piter sewot.
"Tapi aku tidak tahu kampungnya dimana?"
"Ya kamu minta dia sharelok dong"
Piter langsung menepuk jidatnya,kenapa dengan sahabatnya yang satu ini dia bisa jadi sebodoh ini dalam hal cinta.
"Kenapa tidak kau belikan bodoh..."Piter kesal.
"Dia tidak mau sudah aku belikan tapi tidak pernah di pakainya".
"Hah itu juga sama saja,tapi menurut mu Lita menyukai mu juga tidak?"tanya Piter penasaran.
"Tidak tahu Pit mangkanya aku tidak berani menahannya atau mengatakan perasaan ku padanya"
"Hadeuh...pusing dah jadinya kepala ku,sebaiknya begini saja,kita susul saja dia masalah nanti di terima atau di tolak masalah belakangan lah biar kamu nggak penasaran ajah"
"Tapi bagaimana kita bisa kesana kita nggak tahu alamatnya"
"Tenang saja ada yang bisa kita andelin sekarang ini"
"Siapa?"
"Sebentar aku telpon dulu orangnya"
Piter lalu menelpon Jingga meminta bantuannya untuk melacak keberadaan Lita,Jingga pun meminta bantuan temannya di akdemi yang sekarang sudahnmenjadi tim khusus bagian IT,untuk melacak kebradaan Lita dengan GPS yang terpasang di kartu sim Ponsel Lita.setelah mendapatkan lokasinya Jingga langsung memacu mobil milik akademi,karena sekarang ini dirinya sedang berada di akademi dan akan menjalankan misi,Jingga pun ke kantor Piter dia pun akan mengantar Al ke kampung halaman Lita.
__ADS_1
"Kak aku sudah di depan kantor ayo aku antar kalian ke kampung kak Lita"kata Jingga menelpon Piter.
Piter yang sudah menerima kabar dari Jingga langsung turun dan menemui Jingga di area parkir.
"Pit itu bukannya Edel ya?"tanya Al.
"Iya..."
"Jadi orang yang bisa di andelin maksud mu itu Edel?"
Piter hanya mengangguk.
"Memangnya dia siapa sih?"tanya Al penasaran.
"Dia detectiv"
"Hah...apa?"Al terkejut.
"Sudah ayo...nanti keburu malam loh"Ajak Piter mempercepat langkahnya.
Al dan Piter masuk kedalam mobil Edel alias Jingga.Jingga langsung memacu mobilnya.
"Jaraknya agak jauh dari kota ini jadi kita memburu waktu ya pak berpegangan dan pasang sabuk pengaman kalian"kata Jingga yang membuat Piter dan Al tercengang.
Jingga memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi dia blingsatan membawa mobil memburu waktu yang tersisa di hari itu.
"Dik...pelan sedikit"Piter agak khawatir.
"Tenang saja kak,aku biasa berkejaran dengan mafia dan penjahat lainnya di jalan jadi ini tidak ada apa-apanya hehe"kata Jingga santai.
Piter menggelengkan kepalanya saja.sedangkan Al bingung kenapa Piter memanggil Edel dengan sebutan dik dan edel juga memanggil Piter dengan sebutan kak,seperti dulu Piter dengan Jingga fikir Al.
Mobil melaju dengan cepat Piter dan Al merasakan ketegangan yang cukup ekstreem saat di dalam mobil Jingga sudah seperti pembalap saja,waktu yang di tempuh seharusnya 4 jam bila dengan kecepatan standar tapi saat dengan Jingga waktu tempuh lebih singkat hanya dua jam saja perjalanan mereka sudah sampai di lokasi tujuan.
Saat sampai di kampung Jingga turun dari mobil dan menanyakan pada warga sekitar dimana letak rumah Lita.dan warga tersebut pun menunjukan sebuah rumah yang sudah terpasang tenda seperti adanya acara disana.
"Maaf bu...sepertinya akan ada acara ya disana?acara apa ya?"tanya Jingga penasaran.
"Oh...itu Lita mau nikah lagi"kata ibu tersebut.
Deg...
Al dan Piter yang ikut turun dengan Jingga saat itu mendengar hal itu,betapa terkejutnya Al mendengar hal tersebut,dirinya segera berbalik arah menuju mobil lagi,tapi langkahnya terhenti ketika Jingga menarik tangannya.
"Tunggu pak Al,sebaiknya kita tanya pada kak Lita apa pernikahan ini benar-benar di inginkannya sebab aku merasa aneh baru tadi pagi dia di minta pulang oleh orang tuanya,tapi kenapa besok harus segera menikah aneh bukan?"
"Iya benar kata Edel Al sebaiknya kita selidiki dulu ini semua kemauan Lita atau paksaan"
"Pak Al dan kak Piter tolong tunggu disini biar aku yang masuk kesana dan memastikan semuanya"Jingga pun masuk kedalam rumah Lita.sedangkan Al dan Piter menunggu tak jauh dari sana.
__ADS_1
...****************...