Jingga Di Hati Jupiter

Jingga Di Hati Jupiter
Bab 59


__ADS_3

Jingga masuk kedalam kelasnya menaruh kepalanya di atas mejanya,dia lemas dan lega karena berhasil melalui ujian ini.


Tiba-tiba salah satu teman dari kelas putra menghampiri mejannya.


"Ji..."tegurnya.


"Ada apa cup..."jawab Jingga malas masih di posisi yang sama.


"Pinjem ponsel mau kirim pesan pulsa gue habis"Kata Ucup.


Jingga mengeluarkan ponselnya dari dalam laci mejanya dan memberikannya pada Ucup.


Ucup menerima ponsel Jingga dan membuka ponsel tersebut karena tidak di kunci,terlihat gambar di layar utama foto Jingga bersama Piter saat di kebun binatang.


"Ji....ini pacar elu?"tanya Ucup.


Jingga langsung mengangkat kepalanya yang tadi di taruh di atas meja,dia berusaha merbut Ponselnya.


"Balikin"


"Eits....eits tunggu dulu,wah...diem..diem ya...lu"ledek Ucup.


"Ucup balikin"Jingga berteriak.


Tapi Ucup bukannya mengembalikan Ponsel Jingga dia malah berlari keluar kelas.


"Gengs....mau tahu pacarnya Jingga nggak"Ucup malah bertariak di lorong kelas pada teman-temannya.


Piter yang akan menaiki mobilnya langsung menoleh ketika Ucup berteriak,bukan karena teriakan Ucup yang membuatnya berhenti melangkah ke dalam mobil tapi karena Ucup meneriakan nama Jingga.


"Ucup balikin"Jingga mengejar Ucup sambil berteriak.


"Astaga ternyata julukan Plu padanya itu bukan bualan semata ya,suara dia memang kencang"Piter bergumam sambil bersandar di badan mobilnya memperhatikan Jingga berkejaran dengan Ucup.


Ucup berlari ke area parkir dan tiba-tiba menabrak seorang temannya yang sedang berjalan dan mereka pun terjatuh dan Ponsel yang di pegang Ucup pun terpental dan jatuh di bawah kaki Piter,Piter langsung memungut ponsel milik Jingga dan melihat layar depan ponsel tersebut Jingga langsung menghentikan laju larinya ketika melihat Piter memegang ponselnya.


Jingga merebut ponsel yang dipegang Piter.dan berlari ke arah kelasnya,sedangkan Ucup dan temannya mengaduh kesakitan karena bertabrakan.


Piter tersenyum melihat tingkah laku Jingga yang malu karena memasang foto layar depan poselnya dengan foto mereka berdua.


Piter langsung masuk kedalam mobilnya,dan meminta Al melajukan mobilnya.di tengah perjalanan dirinya tidak berhenti tertawa keras hingga air matanya keluar.


"Astaga...hahaha dia lucu sekali Al...andai itu bukan di sekolahnya sudah ku cium pipinya"


"Ya...yang ada kau langsung di tampar seperti dulu saat kau mencium bibirnya hahaha"kata Al mengingatkan.


"Ah..sial kau mengingatkan ku saja,kau lihat tadi Al wajahnya berubah merah saat dia merebut ponselnya dari tangan ku hahaha lucu"Piter sampai memukul-mukul kursi di sampingnya.


Al hanya menggelengkan kepalanya saja,tapi dia senang melihat kebahagiaan di wajah sahabatnya itu.


Sedangkan di kelas Jingga kesal sendiri.


"Ahhhh Ucup nyebelin lu...gara-gara elu dia pasti makin besar kepala nantinya dan ada ajah caranya buat gue kesel,iiiihhhh nyebelin"Jingga ngomel-ngomel sendiri.


Tiga hari kemudian.


Siang ini saat pulang sekolah Pluto menunggu di depan sekolah Jingga,dia menunggu Jingga karena di minta kakak nya untuk memberikan sesuatu pada Jingga yang tidak ada kabar tiga hari ini,ponselnya tidak bisa di hubungi bila ke rumahnya dia takut Jingga terkena masalah dengan kakek dan neneknya.

__ADS_1


Dan yang ditunggu Pluto pun muncul.


"Heh toa mesjid"tegur Pluto.


Jingga langsung menoleh ke arah suara panggilan itu.


Jingga kesal melihat Pluto,tapi menghamipirinya juga.


"Ada apa lagi?"tanya Jingga kesal.


"Nih...titipan kakak gue"Pluto melempar tas kecil pada Jingga.


Jingga langsung menangkapnya.


"Apaan ini"Jingga melihat isi tas tersebut.


"Ponsel"Jingga bingung saat melihat isi tas tersebut.


"Iya buat elu kata kak Piter elu kemana ajah nggak ada kabar dan nggak bisa di hubungin dia nebak ponsel lu rusak mangkanya dia beliin yang baru"jelas Pluto.


Jingga mengeluarkan kardus ponsel itu dari dalam tas,matanya terbelalak ketika dia melihat merek dari ponsel itu.


"Balikin gue nggak mau"Jingga memberikan kembali tas kecil itu pada Pluto.


"Kenapa?elu ajah lah sendiri nanti yang ada gue kena omel sama dia"


"Ya udah anter gue sekalian ke kantor kakak lu"pinta Jingga se enaknya.


"Ogah ah...elu ajah sendiri"Pluto menolak.


saat mereka sedang berdebat tiba-tiba ada Alisa.


"Eh...Alisa ikut yuk"Jingga tiba-tiba mengajak Alisa.


"Ikut kemana?"Alisa bingung.


"Udah ikut ajah"Jingga memaksa dan menarik tangan Alisa.


"Apaan sih toa mesjid ngajak-ngajak dia segala"Pluto protes lagi.


"Udah tolongin gue napa,kan ada Alisa juga sekalian buat elu pedekate"bisik Jingga.


Pluto awalnya menolak mengantar Jingga akhirnya mau mengantarnya juga,entah kenapa dia mau melakukan itu,sepertinya karena Jingga mengajak Alisa dia jadi tidak keberatan mengantar Jingga ke kantor kakaknya.


Mereka akhirnya berboncengan bertiga Alisa di tengah-tengah karena Pluto yang menyuruh bisa murka kakaknya bila melihat wanitanya di himpit oleh badannya,sekalian dia mencari kesempatan agar lebih dekat dengan Alisa.


Bisa ajah ya...alasan lu Plu...pinter bener...


fikir Jingga.


Motor akhirnya tiba di area parkir kantor Piter,para petugas keamanan yang sudah mengenal mereka pun tidak mencegah mereka masuk ke dalam kantor.


Mereka bertiga masuk kedalam dan menuju ruangan Piter.yang bingung sekarang itu Alisa dia bingung dimana ini,dan kenapa Jingga dan Pluto membawanya kesini.


Mereka bertiga tiba di depan ruangan Piter di sana ada Indah yang sedang duduk di meja depan.


"Permisi kak Indah..."sapa Jingga.

__ADS_1


"Eh...Jingga dan eh....adiknya bos..."kata Indah saat melihat kedatangan mereka.


"Tumben ada apa ini?kok kalian bisa bareng-bareng kesini?"tanya Indah bingung.


"Hehe kak Piter ada mba?"tanya Pluto pada Indah.


"Ada....di dalam sebentar saya beri tahu beliau kalau kalian datang ya"kata Indah yang tidak langsung membiarkan mereka langsung masuk karena dia tetap harus mengikuti prosedur yang di terapkan perusahaan.


Indah langsung menelpon ruangan Piter.


"Bos di luar ada Jingga dan adik bos"kata Indah yang tak lama langsung menaruh gagang telpon dan mempersilahkan mereka masuk.


Jingga dan Pluto pun permisi pada Indah untuk masuk dan tanpa Pluto sadari saat dia melangkah masuk keruangan Piter tangannya menggandeng tangan Alisa.


Alisa sempat kebingungan dengan tingkah Pluto,sedangkan Jingga tertawa kecil dibelakangnya.


Piter yang duduk di kursi kerjanya menoleh ke arah pintu ketika mereka membuka pintu,Piter di kejutkan oleh adiknya karena datang ke kantornya menggandeng tangan seorang wanita.


Piter terus menatap Pluto,hingga Pluto bertanya.


"Kenapa kak?"tanya Pluto bingung.


Piter tidak berbicara dia hanya menunjuk ke arah tangan Pluto.


Pluto menoleh ke arah tangannya dan baru menyadarinya dan langsung melepaskan pegangannya dari tangan Alisa.


"Eh...maaf ya Lis"Pluto salah tingkah.


"Elu sih ngapain sih ngajak-ngajak dia"Pluto malah menyalahkan Jingga.


"Apaan sih kok nyalahin gue"Jingga mengelak.


"Sudah....sudah mau apa kalian kemari"Piter mulai pusing melihat mereka mulai bertengkar.


"Ini nih yang ngajakin kesini"Pluto menunjuk Jingga.


Piter menatap Jingga dengan pandangan penuh tanya.Jingga menghampiri Piter dan memberikan tas berisi ponsel baru.


"Kenapa nggak suka modelnya?"tanya Piter.


"Bukan begitu kak,aku terima kasih banget kakak perhatian sama aku,tapi aku nggak pantes nerima itu"kata Jingga pelan.


"Kenapa siapa yang bilang nggak pantes"Piter ketus.


Jupiter presedir...dia ini kakaknya kak Pluto ya...dan apa hubungan dia dengan kak jingga,apa dia ini pacarnya kak Jingga.


Alisa bertanya-tanya dalam hatinya.


"Kata aku kak"Jingga ragu mengatakannya.


Brak...


Piter menggebrak meja,hingga membuat mereka bertiga terperanjat.


"Pasti begitu kamu ini kenapa sih?"Piter mulai emosi"Apa harganya kurang mahal?"tanya Piter kesal.


"Justru karena harganya terlalu mahal bagi ku kak"Jingga memberanikan diri berbicara.

__ADS_1


"Apa?"Piter seolah tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


...**************** ...


__ADS_2