Jingga Di Hati Jupiter

Jingga Di Hati Jupiter
Bab 70


__ADS_3

Malam itu Piter mampir ke restoran Uranus restoran milik adik keduanya.Malam itu setelah lima tahun kepergiannya ke luar negeri dia ingin makan malam bersama seorang wanita disana.


"Edel ada pelanggan tolong kamu layani"pinta senior Edel.


"Baik kak"


Edel menurut apa lagi hari ini dia datang terlambat jadi dia harus menuruti semua perintah senior-seniornya.


Edel menghampiri meja yang telah di duduki oleh Piter dengan seorang wanita.Edel alias Jingga cukup terkejut melihat hal itu,langkahnya berat saat menuju meja tersebut tapi dia berusaha seprofesional mungkin,dan menyeret kakinya sampai pada meja Piter.


"Selamat malam Tuan...Nona ini menu restoran kami"Edel memberikan buku menu pada Piter dan pasangannya.


Cantik...hehe ya...ya...lima tahun Jingga apa yang kau harapkan dari dia,dia ini pria dewasa yang tampan dan mapan mana mungkin tidak ada wanita yang tidak mudah dia dapatkan.


Keluhnya dalam hati.


Edel lalu mencatat semua yang di pesan Piter dan pasangannya. dan memberikan catatan pesanan itu ke bagian dapur,dan Edel pun menunggu hingga masakan yang di buat juru masak matang dan siap di hidangkan.


Makanan pun siap di hidangkan Edel pun membawa makanan pesanan Piter dengan pasangannya ke mejanya.


Siang tadi Piter sempat bertanya pada Lita dimana Edel bekerja dan Lita mengatakan kalau Edel bekerja di restoran Uranus.


Dan Piter mendapatkan sebuah ide untuk mencari tahu siapa Edel yang sebenarnya.


"Silahkan Tuan Nona"kata Edel lembut.


Edel pun segera pamit dari hadapan mereka berdua,tapi langkahnya di hentikan Piter.


"Mau kemana kau?"tanya Piter.


"Kembali ke belakang tuan"kata Edel polos.


"Jangan kemana-mana diam lah disini"Pinta Piter.


"Ap...apa?"tanya Edel ragu.


"Kenapa kau pasang tampang seperti itu?"tanya Piter ketus.


"Maaf tuan tapi saya masih banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan"jawab Edel lembut.


"Biarkan yang lain mengerjakan pekerjaan mu"nada Piter dingin.


"Tapi tuan"Edel masih berusaha pergi dari meja Piter.


"Kau tahu siapa aku?"tanya Piter dingin.


Edel menggeleng polos.


Dia pura-pura tidak tahu padahal dia tahu pria di hadapannya ini siapa dan memiliki hubungan apa dengan sang owner restoran ini.


"Panggil maneger mu"Piter menyuruh Edel memanggil menager restorannya.


"Baik Tuan"Edel pun menurutinya.


Edel pun memanggil managernya.dan meneger itu pun menghampiri meja Piter.


"Tuan Jupiter maafkan pelayan baru kami dia masih baru bekerja disini jadi dia belum tahu anda itu siapa"katanya penuh sopan santun.


"Beri tahu padanya siapa aku"katanya sombong.

__ADS_1


"Edel tuan ini adalah kakaknya tuan Uranus pemilik restoran ini"kata maneger itu.


"Aku ingin dia tetap menemaniku makan bersama pasangan ku"Piter semakin seenaknya saja.


"Baik tuan,Edel tolong temani tuan Piter bersama pasangannya ya"kata meneger itu lembut.


"Baik pak"Edel menurut dia lalu berdiri di samping Piter.


Kenapa dia masih tidak berubah ya...masih saja seenaknya sendiri.


Edel alias Jingga mengeluh dalam hatinya.


Piter melihat ke arah Edel yang berdiri terdiam disana.


"Apa kau tidak lelah berdiri disana seperti itu?"tanya Piter iseng.


"Tidak tuan saya sudah terbiasa"kata Edel santai.


"Duduklah aku lelah melihat mu"


Kenapa dia yang lelah aku saja tidak lelah,yang lelah memang bukan kaki ku tapi hati ku melihat mu bersama wanita lain hiks...nyebelin kenapa sih ada misi disini.


Jingga menangis dalam hatinya.


"Duduklah"


"Tidak usah Tuan lanjutkan saja makannya"


"Masih keras kepala apa mau ku panggil adik ku kesini"Piter mengancam.


Hiiih mulai deh kebiasaannya yang suka mengancam.


Edel pun akhirnya duduk disamping Piter dan dia hanya terdiam.


"Makan lah bersama kami"


"Tidak tuan terima kasih"Edel menolak.


"Kenapa makan saja ini terlalu banyak buat kami benarkan sayang?"


"Iya...makan lah"kata wanita itu ramah.


Cantik,baik dan ramah memang cocok dengan mu.


Batin Jingga.


"Tidak tuan terima kasih saya masih kenyang"


"Makanlah kenapa dari tadi aku harus memaksa mu melakukan sesuatu sih?"Piter kesal.


"Maaf tuan bila pelayanan ku tidak baik,tapi sungguh aku sudah kenyang"


"Makan"Piter menyodorkan potongan daging sapi ke wajah Jingga.


Jingga menyingkirkan tangan Piter dengan perlahan.


"Maaf tuan maafkan saya tapi saya tidak makan itu"kata Edel alias Jingga ragu.


"Apa kau vegetarian?"tanya Piter ragu.

__ADS_1


Edel mengangguk ragu.


Piter menaruh garpu dan pisau di piringnya dan dia berhenti makan dia lalu menggulung lengan kemejanya yang panjang dan terlihatlah gelang merah yang selalu ia gunakan selama lima tahun terakhir ini.


Jingga membelalakan matanya saat melihat gelang itu melingkar di pergelangan tangan Piter.


"Sayang kau masih mengenakan itu?"tanya wanita cantik itu.


"Iya sayang,aku tidak bisa melepaskannya karena ini buatan seseorang yang sangat aku cintai di dunia ini"dengan santai Piter mengatakan hal itu.


Mendengar itu Jingga langsung refleks menatap wajah Piter.


Piter melihat reaksi di wajah Edel reaksi yang memang ingin dia lihat.


"Maaf Tuan saya permisi dulu"Edel pamit dari meja Piter.


Di kamar mandi.


"Apa?apa dia itu gila dia menyebutkan wanita lain wanita yang paling di cintainya pada wanita yang sekarang bersamanya apa dia itu masih waras?"Jingga berkata sendirian sambil menatap cermin di kamar mandi tersebut.


"Ahhhh kenapa sih harus ada misi di tempat ini dan aku harus sendirian lagi"gumamnya kesal.


Jingga mengatur nafasnya yang tadi sempat tidak karuan.


"Tapi...dia memakai kado pemberian ku"Jingga lalu membuka kancing kemeja atasnya dan mengeluarkan sebuah liontin separuh bunga berukiran huruf J di gengemnya liontin itu karena separuh liontin itu ada di gelang yang di kenakan Piter.


Tiba-tiba air matanya menetes saat dia menggenggam liontin tersebut.


"Maafkan aku kak"katanya sedih masih menggenggam liontin tersebut.


Jingga lalu membersihkan air matanya dan mengatur nafasnya berusaha menjadi senormal mungkin seperti biasanya.


"Ayo Ji...jangan cengeng misi elu sebenarnya belum selesai,selesaikan misi disini dan selesaikan misi besar elu jangan cengeng jangan tunjukan kelemahan elu bangkit Jingga bangkit"Jingga terus menyemangati dirinya sendiri.


"Ingat apa tujuan elu sebenarnya saat elu memutuskan menjadi detectiv dan bergabung dengan tim khusus ingat tujuan lu Ji ingat itu"Jingga berbicara dengan dirinya sendiri di cermin.


Membuat semangatnya kembali berkobar lagi.


Jingga keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah normal.


"Edel...tolong kamu rapihkan meja pak Piter dia sudah pergi tadi dan nanti tolong bersihkan dan bereskan semuanya setelah tutup karena itu hukuman mu karena tadi datang terlambat"kata seniornya.


"Baik kak"Edel pun segera kemeja Piter dan membersihkan semua yang tersisa di meja tersebut.


Malam semakin larut dan restoran pun telah tutup Jingga pun membersihkan semua yang ada disana,membersihkan dan merapihkan semua yang ada disana.


"Gorila gila itu kenapa memilih aku untuk misi ini sih apa dia sengaja dia tidak mungkin tidak tahu kan kalau kak Ranus itu adik kandungnya kak Piter,pasti dia sengaja deh aku tahu dia pasti sengaja"Jingga kesal dan meremas dan menekuk sapu di tangannya.


Kerek...


"Aaaa sapunya patah aduh gimana ini gara-gara gorila gila itu aku jadi kelepasan"Jingga jadi panik sendiri.


Dirinya tidak sadar ada yang memperhatikan tingkah lakunya dari kejauhan.


Dan batang sapu yang patah tersebut dia pukul-pukul ke kursi yang di duduki oleh Piter,dia melakukan itu karena kesal mengingat kejadian saat dia sedang makan malam dengan wanita lain.


"Apa yang dia lakukan disana dasar aneh"Piter memperhatikan tingkah Jingga yang aneh tapi dia tersenyum melihat itu.


...*****************...

__ADS_1


__ADS_2