
Ckrek
Pintu kamar di buka Jingga langsung menjatuhkan dirinya di atas kasurnya,dirinya benar-benar lelah di tambah lagi ada beberapa luka memar yang di tinggalkan Go di wajah dan beberapa bagian tubuhnya.
"Hadeuh....dasar gorila gila dia itu melatih ku menjadi detectiv atau menjadi tentara militer sih"keluhnya sambil tengkurap di kasurnya.
Tiba-tiba ada suara tawa kecil,Jingga langsung terperanjat dan bangun dari posisinya,dia terkejut ternyata dikamarnya ada orang lain.saat dirinya masuk kedalam.kamar tadi dia sama sekali tidak menyadari ke beradaan orang tersebut.
"Siapa kamu?sejak kapan kau berada di sana?"tanya Jingga.
"Hihi aku membuat mu kaget ya?"
Jingga hanya bengong saja.
"Kau pasti habis latihan dengan detectiv Go"katanya.
"Kok kau tahu?"
"Terlihat dari luka memar di wajah mu itu"
"Ah....ini iya....ah kau belum menjawab pertanyaan ku siapa kau?"
"Perkenalkan aku Ryuna teman sekamar mu,aku baru kembali setelah menyelesaikan misi beberapa hari yang lalu"
"Ah....iya detectiv Go pernah bilang kalau sebenarnya dikamar ini ada senior ku,ternyata itu kau hehe salam kenal aku Jingga"kata Jingga.
"Salam kenal juga semoga kita bisa berteman dengan baik"
Jingga hanya tersenyum.
Tok...tok...
Suara ketukan pintu tiba-tiba terdengar.
"Biar aku saja"kata Jingga yang langsung beranjak dari tempat tidurnya.
Jingga langsung membuka pintu dan di lihatnya ternyata detectiv Go.
"Ini obati luka mu"Go memberikan salep untuk menghilangkan memar di tubuh Jingga.
Jingga bengong saat menerima salep tersebut,Go menyadari kalau di kamar Jingga ada orang lain dia melihat ke arah dalam.
"Kau sudah kembali Ryu?"tanya Go dingin.
"Iya...guru saya sudah kembali"
"Tolong bimbing anak ini beberapa hari lagi akan di adakan ujian masuk beri arahan padanya agar dia lulus ujian"
__ADS_1
"Baik guru"
Jingga bengong.
"Kenapa kau bengong seperti itu?"tanya Go dingin.
"Ah...tidak detectiv tapi sepertinya akan ada badai sebentar lagi"Jingga asal bicara.
Go bingung karena cuaca sepertinya cerah tapi kenapa Jingga bilang akan ada badai.
"Terima kasih anda repot-repot mengantarkan obat untuk ku"Jingga tersenyum.
Tapi Go langsung berjalan keruangannya.
Jingga langsung menutup pintu kamarnya.
"Akan ada badai sebentar lagi sepertinya,karena anda tiba-tiba begitu baik pada ku gorila gila"gumam Jingga.
Jingga tak menyadari gumamanya terdengar oleh Ryu hingga membuat Ryu tertawa.
"Hahaha kau sepertinya sangat membenci detectiv Go,awas jangan benci berlebihan nanti jatuh cinta loh"ledek Ryu.
"Apa cinta?tidak mungkin"Jingga mengelak.
"Tapi kau benar juga sih ada apa dengan guru ya tumben banget perhatian begitu,biasanya dia tidak seperti ini sampai repot mengantarkan obat ke kamar siswa"
"Hehehe tuh kan benar kan pasti sebentar lagi akan ada badai nih hahaha"Jingga tertawa sambil mengoleskan salep di lukanya.
Fikir Ryu.
Di ruangan lain.
Go juga mengolesi lukanya tadi dia pun terkena beberapa pukulan dan tendangan oleh Jingga hingga meninggalkan memar.
"Anak itu boleh juga pantas dia menjadi juara judo tak terkalahkan dalam beberapa pertandingan yang di ikutinya"Go tersenyum sambil mengolesi lukanya.
Tiba-tiba ada yang masuk ke dalam ruangannya.
"Kenapa kau tersenyum seperti itu Go?apa luka itu sangat menyenangkan hingga kau tersenyum sendiri saat mengobati luka mu?"tanya Ryan bingung.
"Hah...aku tersenyum?tidak mungkin kau salah melihat"Go mengelak
Hari terus berlalu.
Hari ini ujian masuk akademi detectiv tim khusus telah di laksanakan di mulai dari tes fisik yang para peserta harus berlari mengelilingi sebuah hutan dengan rute yang sudah di tentukan.
Begitu banyak yang mengikuti ujian masuk ke akademi ini,Jingga pun di buat takjub dengan pata peserta yang hadir.
__ADS_1
Wah....ternyata banyak juga orang yang ingin masuk ke akademi ini ya...
Fikirnya.
Dan ujian tahap pertama pun di mulai,Jingga berlari bersama peserta yang lain,jarak tempuh yang harus mereka lalui cukup panjang yaitu 10km,belum lagi di peetengahan perjalanan mereka ada halang rintang yang harus mereka lewati,ujian pertama yang cukup menguras fisik.
Saat di kilo meter ke lima saat Jingga sedang berlari tiba-tiba ada seorang kakek yang meminta pertolongannya.Jingga pun menghentikan laju larinya dan menolong kakek tersebut.
"Apa yang kakek lakukan di tengah hutan seperti ini?"tanya Jingga bingung.
"Kakek sedang mencari bahan untuk makanan sapi kakek".
"Oooo apa kakek sendirian kesini?"tanya Jingga.
"Tidak kakek di temani cucu kakek tapi entah kemana dia sekarang"
"Ya sudah aku temani kakek sampai cucu kakek kembali kesini ya kek"kata Jingga sambil membantu kakek itu bersandar di sebuah pohon besar karena tadi sang kakek terjatuh kesandung akar pohon besar.
"Tidak usah...bukan kah kamu sedang mengikuti ujian?"
"Tidak apa-apa kek,aku takut meninggalkan kakek sendirian takut kakek terjatuh seperti tadi lagi"
"Bagaimana kalau kamu sampai tidak lulus ujian karena kakek?"
"Hehe tidak apa-apa kek,bila tidak lulus ujian sekarang aku bisa mengikutinya tahun depan lagi tenang saja"
"Hehe anak baik,nah...itu cucu kakek sudah datang kamu lekaslah kembali ke tempat ujian mu"kata kakek itu saat melihat cucunya datang menghampirinya.
"Ya...kakek hati-hati ya....kek..."Jingga langsung berlari ke arena ujiannya lagi.
Dan saat Jingga berlari di kilometer 7 ada salah satu peserta yang terjatuh dan kakinya terluka,Jingga pun membantunya memapahnya berjalan,tapi mengingat sangat lama waktu yang terbuang akhirnya Jingga memutuskan untuk menggendongnya di belakang punggungnya mengingat peserta itu berbadan lebih kecil darinya,Jingga pun berlari sambil menggendong peserta yang terluka tersebut.Jingga terbiasa latihan fisik yang berat hingga dia terbiasa melakukan hal-hal yang berat.
Jingga menggendong peserta yang terluka itu sampai ke tempat akhir ujian,Go yang melihat aksi Jingga hanya terdiam dan menatap dingin,tapi hatinya berbicara.
Anak ini benar-benar berbeda dari peserta kebanyakan yang hanya mementingkan diri sendiri agar lulus ujian.
Jingga membawa peserta yang terluka itu ke pada tim medis yang ada disana.
"Terima kasih ya....kalau tidak kau gendong mungkin aku tidak akan sampai kesini,kau kuat sekali"kata peserta itu.
"Hehe tidak masalah aku terbiasa latihan berat,mungkin ujian selanjutnya mungkin aku akan butuh bantuan mu karena sepertinya kau ini sangat pintar,di ujian tertulis nanti bantu aku ya"pinta Jingga sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Hihi iya pasti ku bantu"kata peserta itu tersenyum.
Go yang mendengar hal itu hanya menggelengkan kepalanya saja.
Dia fikir akan semudah itu mencontek saat ujian ini di laksanakan dasar gadis bodoh.
__ADS_1
Fikir Go saat mendengar pembicaraannya dengan peserta yang ia tolong tadi.
...*************** ...