Jingga Di Hati Jupiter

Jingga Di Hati Jupiter
Bab 42


__ADS_3

Piter cemberut pada Jingga dan Akbar.


"Kak kenalkan ini drh.Akbar dia asisten kakek"Jingga memperkenalkan Akbar pada Piter.


Akbar mengulurkan tangan pada Piter untuk bersalaman tapi Piter tidak menghiraukannya.


"Kak...dr. Akbar mau berkenalan dengan kakak"Jingga menyenggol tangan Piter.


"Tapi aku tidak mau berkenalan dengannya"Piter sewot sambil matanya mendelik sinis pada Akbar.


Jingga jadi merasa tidak enak dengan dr. Akbar.


"Aih...aih...tunangan mu sepertinya cinta berat sama kamu sayang..."


"Hei...tutup mulut mu jangan panggil calon istri orang dengan sebutan sayang begitu di depan calon suaminya"Piter ngotot.


"Kakak...ih...jangan seperti itu sih"Jingga malu dan bingung kenapa Piter sebegitu marahnya dengan Akbar.


"Hahaha"Akbar malah tertawa melihat kecemburuan di wajah Piter.


"Perkenalkan saya drh.Akbar"Akbar memeperkenalkan dirinya.


"Nggak nanya lagi pula siapa yang mau bekenalan dengan mu"Piter ketus.


"Saya asisten dari drh.Cahya"Akbar terus memeperkenalkan dirinya.


sementara Piter masih cemberut.


Jingga yang bingung.


Tiba-tiba ponsel dr.Akbar berdering panggilan video call masuk.di angkat oleh Akbar.


"Ya...sayang..."


Hih...semua di panggil sayang olehnya,laki-laki macam apa orang ini.


Piter geram dalam hatinya.


"Kamu sudah sampai?"tanya wanita yang ada disana.


"Iya baru saja sampai"


"Fajar menanyakan mu"


"Ooo anak ayah mana anak ayah".


Hah ayah...jadi dia sudah punya anak dan istri tapi kenapa dia panggil Jingga juga sayang...sayang dasar laki-laki kurang ajar.


Piter geram lagi.


"Sayang ada kakak Ji...nih...bersama tunangannya"Akbar menberitahukan kepada anak dan istrinya.


Jingga melongok ke arah ponsel dan melambaikan tangan.


"Halooo Fajar...halo kak Jen..."kata Jingga.


"Hai..sayang apa kabar lama tidak bertemu,sepertinya kamu sibuk sekolah ya?"tanya Jen.


"Hehe iya kak"


"Iya sayang dia kan sudah besar sekarang sudah punya tunangan bukan adik kecil kita lagi,ya kan Ji sayang...Ji sekarang sudah ada yang menjaga dan sepertinya kesayangan kita ini sangat di cintai oleh calon suaminya"


Piter bingung mendengar penjelasan Akbar di telpon.


" mana calonnya Ji.."tanya Jen.


Akbar mengarahkan kamera ke arah Piter.

__ADS_1


"Wah...tampan betul calon suami mu sayang...kamu beruntung tapi sesuai sih dengan kamu yang cantik sayang"


"Apaan sih?"Jingga malu.


Hah mereka ini suami istri macam apa sih kok bisa-bisanya memuji pasangan orang lain di mata pasangannya sendiri apa mereka benar-benar saling mencintai?


Piter berdebat dengan hatinya sendiri.


"Sudah ya sayang...sepertinya Fajar mau minum susu"kata Jen.


Panggilan video call pun berakhir.


"Sudah ya sayang abang mau ke klinik dulu sepertinya wahyu sudah datang"Akbar pamit pada Jingga.


Tapi langkahnya terhenti karena tiba-tiba Piter memanggilnya.


"Hei...tunggu"panggil Piter.


"Ya...kau bicara dengan ku?"tanya Akbar.


"Iya siapa lagi"Piter sewot.


Akbar tersenyum.


"Apa kau dan istri mu saling mencintai?"Piter penasaran.


Jingga bingung karena tiba-tiba Piter bertanya seperti itu pada Akbar.


"Ya tentu kami saling cinta dong"


"Apa kamu tidak cemburu istri mu memuji pria lain di hadapan mu?begitu pun dia apa dia tidak cemburu bila kau memanggil Jingga itu sayang di hadapannya?"Piter penasaran.


"Tidak sebab kami saling percaya dan kami tahu di hati kami hanya ada satu cinta,lagi pula kalau dengan Ji dia tidak akan cemburu kalau aku panggil dia sayang tapi kalau dengan wanita lain ya dia sudah murka hahaha"


"Ooo begitu ya..."


"Hemmm"Piter terlihat seperti berfikir kemudian dia mengukurkan tangannya "Jupiter"katanya saat mengulurkan tangannya.


Akbar pun menyambut uluran tangan Piter.


"Senang berkenalan dengan mu aku senang karena kau sangat mencintai Ji"


"Tahu dari mana kau sok tahu"Piter salah tingkah.


"Hah...kamu nggak sadar apa dengan kelakuan kamu tadi?"Akbar bingung.


"Memang tadi aku kenapa?" dia tidak sadar dengan tingkah kekanakannya tadi.


"Ya...ampun orang ini sudah lah semoga kalian langgeng ya,sepertinya sudah ada pasien datang"


Akbar pun pergi dari halaman rumah Jingga sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya karena tak habis fikir dengan kelakuan Piter.


Di Klinik.


Wahyu sang kasir melihat Akbar tersenyum sendiri jadi penasaran.


"Kenapa dok kok senyum-senyum sendiri?"tanya Wahyu.


"Hemf....itu tunangannya Ji lucu"


"Oh...ada?"tanya Wahyu.


"Iya...ada tuh di depan"Akbar memberi tahu Wahyu.


Wahyu penasaran dia ingin melihat Piter tapi langkahnya terhenti ketika Akbar mencegahnya.


"Jangan sembarangan orangnya cemburuan soalnya"kata Akbar.

__ADS_1


"Serius dok?"


Akbar mengangguk.


"Itulah cinta bisa membuat buta hihi"


Wahyu mencoba mengintip dari jendela klinik dia ingin melihat sosok Piter.dan dia akhirnya melihat Piter.


"Itu calon suaminya Ji dok?"tanya Wahyu.


"Iya"


"Gila ganteng banget keren putih mulus begitu,serius dia cinta banget sama Ji?Ji kan begitu?"


"Begitu apaan?"


"Ya Ji kan tomboy dok,apa selera macam orang seperti itu perempuan macam Ji? nggak kan?"


"Sok tahu kamu kalau kamu tidak percaya temui saja Ji disana saat ada dia kalau nggak di plototi sama dia kamu"


"Ah...masa sih"Wahyu penasaran dan malah menghampiri Jingga di halaman yang sedang menjemur Jojo dan Momo.


"Ji...sedang apa?"tanyanya.


"Eh...mas Wahyu ini lagi ngejemur Jojo dan Momo"


"Ooo kelihatannya Jojo makin gede ya?"Wahyu berjongkok di samping Jingga sambil melihat Jojo.


Piter langsung menghampiri mereka berdua,dengan wajah tidak bersahabat menatap Wahyu.


"Dik..."panggil Piter.


"Ya...kak"Jingga menoleh pada Piter.


Aish...kenapa lagi wajahnya begitu lagi.


Fikir Jingga.


"Siapa dia?"tanya Piter yang langsung memegang tangan Jingga dan mengajaknya berdiri dari jongkoknya.


"Ooo ini mas Wahyu dia kasir di klinik kakek"jelas Jingga.


"Oooo ayo masuk kenapa di luar terus"ajak Piter.


"Apa kakak pusing?"tanya Jingga polos.


"Iya aku pusing karena kamu di kelilingi laki-laki sedari tadi"


"Hah...apa maksud kakak?"Jingga bingung.


"Tidak fikiran mu belum sampai ke arah sana"Piter merangkul pundak Jingga.


"Kau bukankah seharusnya kembali bekerja kenapa masih disini"kata-kata Piter dingin.


Membuat Wahyu merinding.


Wahyu sebenarnya ingin tertawa mendengar hal itu,tapi di tahannya karena sepertinya orang yang di hapannya ini bukan orang yang mudah di ajak bercanda.


Wahyu pun kembali kedalam klinik,dia baru melepaskan tawanya disana.


"Tuh kan?lucu kan?percayankan kamu?"kata dr. Akbar.


"Iya...dok gila itu orang serem banget dok,merinding tadi pas dia bicara dingin banget itu manusia apa vampir sih hahaha"Wahyu tertawa.


drh. Akbar pun tertawa.


...********************...

__ADS_1


__ADS_2