Jingga Di Hati Jupiter

Jingga Di Hati Jupiter
Bab 31


__ADS_3

Sore hari Jupiter dan Jingga sudah menyelesaikan pekerjaannya mereka pun pulang bersama dengan Al sedangkan mobil yang mengantar mereka tadi pagi di bawa pulang lebih dulu oleh supir pribadi Piter.


Dengan santai Al membawa mobil tersebut sampai tiba di rumah Piter,Al belum mengetahui kalau Jingga juga menginap di rumah Piter untuk beberapa hari.


Saat mereka masuk kedalam rumah Jingga langsung berlari ke arah taman belakang,dia ingin melihat binatang peliharaannya dan memberikan mereka makan,Al sempat bingung saat melihat Jingga berlari ke belakang rumah dan karena penasaran dia pun mengikuti Jingga dan dia terkejut saat melihat di belakang taman ada dua kandang berisi hewan peliharaan kesayangan Jingga.


"Kenapa peliharaannya ada di sini?"fikirnya bingung.


setelah memberi makan Jojo dan Momo Jingga berlari ke dalam untuk menuju kamarnya dan Al hanya memperhatikannya dan dia terkejut lagi saat melihat Jingga masuk ke kamar di sebelah kamar Piter.


"Apa yang dia lakukan disana,kenapa dia masuk ke kamar itu"Al bingung.


Saat Al kebingungan Piter keluar dari kamarnya dan turun lalu duduk di sofa ruang utama Al langsung menghampirinya,dan menanyakan semua kebingungan yang dia rasakan saat ini.


"Dia menginap disini sudah beberapa hari"jawab Piter santai.


"Apa!?"Al terkejut.


Piter tersenyum melihat reaksi Al.


"Kakek dan neneknya sedang ada pekerjaan di luar negeri dan mereka menitipkan dia disini"jelas Piter lagi.


Al bengong.


Wajahnya langsung di lempar bantal sofa oleh Piter.


"Jangan berfikir kotor bodoh aku tidak akan melakukan seperti yang ada difikiran mu itu"Piter sewot.


"Tidak Pit...aku tidak menyangka saja hehe".


Jingga pun sudah selesai dan bersiap pergi ke klub.mereka bertiga pun pergi bersama dengan mobil yang sama.di dalam mobil mereka hanya terdiam tak ada yang bicara.tapi tiba-tiba Piter berbicara memecah kesunyian.


"Oia Al di klub belum ada yang tahu kalau kami itu bertunangan,aku sengaja merahasiakannya agar mereka tidak iri dengan Jingga"


"Heh iya juga ya...aku yakin mereka pasti sangat iri karena kamu melatih Jingga langsung,apa lagi kalau mereka tahu Jingga adalah calon istri mu bisa-bisa dia di musuhi oleh ehmm"Al berdehem di ujung kata-katanya.


Jingga tertawa melihat reaksi Al yang seperti itu.


"Kenapa adik tertawa?"Piter bingung.


"Tidak aku tidak apa-apa hihi"Jingga masih tertawa kecil.


"Hei...kamu ini kenapa?"Piter kesal.


"Sudah aku bilang aku tidak kenapa-kenapa kak"Jingga langsung menghentikan tawanya walau dia masih ingin tertawa.


Di area parkir Jingga turun bersama Piter dan Al dan mereka bertiga berjalan beriringan,dan tak sengaja Meya melihat mereka bertiga turun dari satu mobil yang sama,rasa penasaran Meya dia langsung mengejar Piter dan menanyakan kenapa dia bisa bersama Jingga di dalam mobil.


"Sensei...."tegur Meya dari belakang.


Piter dan Al menghentikan langkahnya sedangkan Jingga terus berjalan kedalam karena sudah mengenali si pemilik suara tersebut.


Piter malas menanggapi dia pun berjalan kedalam tanpa menghirukan Meya.tapi Meya yang masih penasaran terus mengejarnya.


"Sensei kenapa kalian bisa satu mobil dengan anak baru itu?"tanya Meya sambil berlari menyusul langkah Piter dan Al.

__ADS_1


"Kami tidak sengaja bertemu di jalan dan aku memberikannya tumpangan"kata Al.


sedangkan Piter diam saja.


"Memberikan tumpangan pada wanita dia"Meya menunjuk Piter seolah tak percaya.


Al mengangguk tapi Meya tidak percaya begitu saja,dia langsung berjalan menuju ruang ganti,disana dia bertemu Jingga dia langsung bertanya pada Jingga.


"Hei...kenapa kamu bisa satu mobil dengan sensei Piter?"tanyanya ketus.


Dan para anggota yang lain melihat tidak suka ke arah Meya yang tib-tiba datang dan langsung melabrak Jingga.tapi Jingga cuek saja tidak menanggapi sikap Meya.


Jingga tak menggubris perkataan Meya dia malah berjalan ke pintu untuk keluar dan menghindari pertengkaran.tapi Meya tidak terima di perlakukan seperti itu dia lalu menarik rambut Jingga yang panjang hingga Jingga mundur ke arahnya dan Meya memojokannya di tembok.


Wajah Meya sudah terlihat marah tapi Jingga masih terlihat santai saja,beberapa anggota pergi keluar dan meloporkan kejadian di ruang ganti pada sensei Yuki.


Sensei Yuki pun langsung berlari ke dalam ruang ganti wanita,di lihatnya Jingga sedang terpojok.


"Mau mu apa sih kak?"tanya Jingga santai.


"Kurang ajar kau kenapa sesantai itu dengan ku?"bentak Meya.


"Ya terus aku harus bagaimana?"Jingga masih santai dan tidak takut sama sekali.


"Kau ini belum menjawab pertanyaan ku,kenapa kau bisa satu mobil dengan sensei Piter"Meya kesal.


"Ooo itu dia memberikan ku tumpangan,kakak mau ikut numpang juga?bukankah kakak punya mobil sendiri?"kata-kata Jingga makin membuat Meya kesal.


"Sebenarnya apa sih yang menarik perhatian sensei Piter terhadap mu kamu langsung di latih olehnya dan sekarang dia memberikan mu tumpangan"Meya kesal.


"Kakak tanya saja padanya kenapa dia tertarik pada ku"Jingga tersenyum dia lalu menyingkirkan tangan Meya yang menghalangi jalannya tapi Meya tidak memberikan Jalan pada Jingga hingga akhirnya mereka adu kekuatan sensei Yuki langsung melerai mereka.


Jingga langsung berjalan kekuar ruangan dan Meninggalkan Meya bersama sensei Yuki.saat Jingga membuka pintu dia terkejut karena Piter berdiri disana.Jingga melengos Piter memegang lengannya Jingga menurunkan tangan Piter yang memegang lengannya dengan pelan.


Mata Jingga terlihat kesal menatap Piter.


"Urus pacar kakak"katanya pelan tapi ketus sambil menunjuk dada Piter.


Jingga kesal dengan Piter karena dia tidak tegas pada Meya,kalau tidak suka seharusnya dia tegas pada Meya begitu fikiran Jingga.


Tapi Jingga belum tahu Piter sudah sering sekali menolak Meya tapi Meya masih saja berharap dan menggodanya terus bila mereka bertemu.


Al membaca gelagat wajah Piter yang kebingungan dengan para wanita,dia lalu menepuk pundak Piter.


Saat di ruang latihan porsi latihan fisik Jingga ditambah oleh Piter kemarinnya lari 15 kali keliling lapangan sekarang Jingga harus berlari 20 kali keliling lapangan,dan Jingga pun menurut.


Sementara Al ikut latihan bersama anggota tim yang lain.dia melihat Piter sangat serius melatih Jingga.


Pantas Meya marah dan tidak menyukai Jingga ternyata seperti ini toh Piter melatihnya.


Fikit Al saat melihat satu fakta di hadapannya.


Meya menghampiri Piter.


"Sensei...latihan bersama ku ya..."Meya merengek seperti anak kecil.

__ADS_1


"Aku sedang melatihnya kau dengan yang lain saja lah"Piter ketus.


"Sensei kenapa sensei memperlakukannya spesial seperti itu"Meya merengek lagi.


"Ya karena dia memang spesial bagi ku"kata-kata Piter tajam pada Meya.


"Apa spesialnya dia bertanding saja belum pernah"Meya ketus.


"Kau ingin coba berlatih tanding dengannya?"Piter memancing.


"Boleh tapi kalau dia kalah sensei harus melatih ku dan berhenti melatihnya"


"Oke...Dik...kamu siap melawan dia?"


Piter keceplosan memanggil Jingga dengan panggilan sayangnya.


Dik...dia memanggilnya dik...se sepsial itu kah dia di mata sensei Piter.


Semuanya berkumpul di pinggir lapangan untuk menyaksikan pertarungan antara Jingga dan Meya sensei Mike yang menjadi wasitnya.


Jingga dan Meya bersiap di tengah lapangan,Meya menganggap enteng Jingga karena setahu Meya Jingga hanya baru latihan fisik dan belum menguasai tehnik.


Pertarungan antara Jingga dan Meya bukan hanya di saksikan para anggota tapi juga di saksikan oleh pengurus klub.


"Ajime..."kata sensei Mike untuk memulai pertarungan.


Meya langsung menyerang Jingga,Jingga sempat melangkah mundur dan langsung menepis tangan Meya yang akan mencengkram bajunya.


Meya terkejut dengan refleks Jingga,dan lebih terkejut lagi saat Jingga menyerangnya dengan cepat dan langsung membantingnya di tengah lapangan dengan bantingan Seoi nage.


"Ipon...seoi nage"teriak sensei Mike.


Nilai sempurna di dapatkan Jingga.


Semua anggota klub bengong melongo melihat aksi Jingga,sedangkan Meya tidak percaya kemampuan Jingga sejauh itu jauh di atasnya.


"Siapa kamu sebenarnya?"tanya Meya penasaran.


Piter menghampiri Meya dan berkata padanya.


" dia murid kesayangan sensei Andro".


dan semua yang mendengar hal itu langsung takjub tak menyangka murid guru besar Andromeda berlatih bersama disini.


Meya pun tak menyangka Jingga adalah murid guru besar Andro.


Pantas kemampuannya melebih ku ternyata dia di latih langsung oleh guru besar.


Fikir Meya.


"Tapi kenapa disini dia hanya latihan fisik?"tanya Meya penasaran.


"Karena dia sudah menguasai tehknik"Piter ketus"Dan kamu jangan mengganggunya terus"Piter langsung menarik tangan Jingga dan membawa Jingga untuk latihan lagi.


Sebenarnya Meya masih penasaran ingin bertanding ulang dengan Jingga,tapi dia berfikir ke arah yang lain lagi,dia juga ingin di latih oleh guru besar Andro,dia berencana akan mendatangi rumah kakek Andro untuk melatihnya secara pribadi.agar dirinya bisa tetap berada diposisi atas,dia tidak mau dikalahkan oleh anggota baru terlebih itu adalah Jingga yang merebut perhatian Piter darinya.Padahal Piter tak pernah.memperhatikannya dianya saja yang selalu menggoda Piter dengan tidak tahu malu.

__ADS_1


Dan Meya pun masih penasaran kenapa Piter memanggil Jingga dengan sebutan dik.


...************** ...


__ADS_2