
Alarm di ponsel Jingga berdering menunjukan pukul 03.30 dini hari,mata Jingga sungguh berat untuk terbuka,tapi akhirnya dia pun bangun dari tempat tidur dan langsung berjalan ke kamar mandi dengan perasaan kantuk,di nyalakan kran air di kamar mandi dan di basuhnya wajahnya kesegaran di rasakan saat air dingin di pagi hari masuk ke dalam pori-pori kulitnya.
"Aaaa segarnya..."gumamnya.
Jingga pun berjalan keluar kamar mandi dan menuju lemari pakaian dan mengambil baju judo dan langsung dia kenakan,setelah siap Jingga pun keluar dari kamarnya,saat dia melewati kamar Piter dia sempat berhenti.
"Apa kak Piter sudah bangun?"katanya sambil menatap Pintu kamar Piter.
"Ah...aku turun duluan saja lah nanti juga dia akan ke sana bukan kah dia yang mengatur jadwal ku semalam"Jingga pun berjalan turun ke bawah dan langsung menuju ke ruang latihan.
Jingga memulai pemanasan,dia mulai berlari mengelilingi ruang latihan,tak lama Piter muncul dari pintu masuk.Jingga melihat rambut Piter basah.
Aish....dia tampan sekali kalau berpenampilan seperti itu,ow..ow...kenapa aku jadi terpesona dengannya pagi-pagi begini hehehe.
Piter melihat Jingga cekikikan sendiri sambil berlari.
"Hei...kenapa tertawa sendirian begitu?mentertwai ku ya?"Piter ketus.
Coba kalau dia itu tidak ketus dan suka marah-marah mungkin aku akan jatuh cinta padanya hahaha.
"Adik...."Panggil Piter kesal.
"Iya...kak"Jingga menjawab santai.
"Kakak tanya kamu kenapa tertawa sendirian?"Piter kesal.
"Tidak apa-apa aku hanya sedang senang" Jingga mengelak.
"Senang kenapa?"Piter penasaran.
"Itu rahasia..."Bisik Jingga saat dirinya berada di hadapan Piter.
Piter kesal dan berlari mengejar Jingga yang sedang berlari,dan akhirnya mereka berkejar-kejaran seperti anak kecil.
Piter pun memulai latihan berawal dari latihan fisik lalu kemudian mereka melakukan sparing,dan Piter pun melihat perkembangan pada Jingga.para pelayan yang mendengar keributan di ruang latihan melihat ke dalam ruang latihan,dan mereka terkejut karena tuan muda mereka sedang berlatih judo dengan calon istrinya sepagi ini.
Tubuh Jingga seolah sudah kebal dengan rasnya bantingan,Piter sempat membanting badannya beberapa kali dan Jingga bangkit lagi dan membalas membanting Piter,para pelayan asik menonton latihan mereka berdua.
__ADS_1
Jingga dan Piter pun kelelahan dan berbaring berdampingan di lantai ruang latihan,dengan nafas yang masih ngos-ngosan dan keringat membasahi tubuh mereka hingga menembus baju judo yang mereka gunakan.
"Kak apa latihannya sudah selesai?"kata Jingga yang masih berbaring di lantai.
"Iya...kamu boleh kembali ke kamar mu dan bersiap-siap pergi ke kantor"Piter pun masih berbaring di lantai.
Jingga langsung bangun dari pembaringannya dia melompat dan berlari ke luar ruangan.
"Kenapa buru-buru begitu?"tanya Piter.
"Jojo dan Momo belum di beri makan,aku beri mereka makan dulu ya kak"Kata Jingga sambil berlari.
Piter tersenyum dan menggelengkan kepalanya.Piter pun berdiri dan berjalan menuju kamarnya,dia mempersiapkan dirinya untuk pergi ke kantor.
Setelah memberi makan Jojo dan Momo Jingga berlari ke kamarnya,untuk bersiap pergi ke kantor bersama Piter.
Tapi sebelum mereka pergi mereka pun sarapan terlebih dahulu,sarapan sudah tersedia di meja makan,Jingga hanya meminum jus buah dan memakan pisang karena menu sarapan hari ini semuanya tjdsk bisa dia makan karena roti lapis yang di sediakan pelayan rumah berisi telur dan daging untungnya pelayan menyediakan jus buah dan pisang jadi Jingga bisa mengisi tenanga dengan mengkonsumsi itu.
Melihat Jingga tidak menyentuh roti lapis,Piter memanggil pelayan dia memberitahukan kalau Jingga itu seorang vegan dan memintanya membuatkan kentang goreng untuk Jingga sarapan pagi.
Pelayan pun langsung menuju dapur membuat kentang goreng untuk Jingga.dan menghidangkan kentang goreng tersebut.
"Eh...terima kasih pak"Jingga tesenyum pada pelayan itu.dan pelayan itu pun tersenyum pada Jingga.
"Makanlah...isi tenaga mu setelah latihan tadi pasti banyak menguras tenaga mu"kata Piter.
Jingga pun memakan kentang gorengnya,setelah habis mereka berdua pun berangkat ke kantor,hari ini Piter tidak membawa mobil sendiri mereka diantar supir pribadi Piter sebab Piter khawatir kalau dirinya akan pulang malam dan tidak ada yang mengantar Jingga pulang bila ada supir Piter bisa menyuruh supir mengantar Jingga pulang bila dia tidak di kantor.
Mobil pun berjalan menuju kantor.dan saat sampai di area parkir kantor tiba-tiba Jingga menundukan badannya dan bersembunyi di balik.pintu mobil dia melihat kawan-kawannya berjalan ke dalam area kantor Piter yang melihat hal itu tersenyum.
"Kenapa bersembunyi begitu?"tanya Piter yang pura-pura tidak tahu.
"Ada teman-teman ku kak,bisa gawat kalau mereka melihat ku berada satu mobil dengan kakak"Jingga bicara masih menyembunyikan badannya.
"Hemf"Piter tertawa kecil"mereka sudah tidak ada adik mau sampai kapan disini,kakak mau masuk"Piter mulai membuka pintu mobilnya.
Jingga melongokan kepalanya dia melihat kawan-kawannya sudah tidak ada dan akhirnya dia pun mengikuti langkah Piter.
__ADS_1
Sampai di dalam kantor,Al yang sudah menunggunya sejak tadi membacakan jadwalnya hari ini.
"Hari ini tidak ada meeting diluar?"tanya Piter.
"Tidak ada bos hari ini pekerjaan semuanya dilakukan di dalam kantor"
"Ya kembalilah ke ruangan mu,dan oia nanti malam kita latihan di klub,Jingga sudah mulai latihan disana seminggu ini"
"Apa Yuki masih melatih dia?"tanya Al.
"Ya...kalau aku tidak bisa ke klub Yuki lah yang melatihnya"
"Maksud mu apa aku nggak ngerti?"Al bingung.
"Ya pelatih utama dia adalah aku sendiri"
"Apa!?kamu melatih?bukan kah kamu selalu menolak melatih terakhir kali kamu menolak melatih Meya padahal prestasinya bagus"
Jingga tertawa kecil ketika Al menyebutkan nama Meya.
"Jangan sebut itu,dia suka cemburu"kata Piter penuh percaya diri.
"Yeh...siapa yang cemburu"Jingga protes.
"Nggak cemburu cuma cemberut ajah gitu?"Piter tidak mau kalah.
"Eh...siapa yang nggak cemberut kalau di suruh nunggu lama tapi yang di tunggu asik pacaran"Jingga sewot.
"Siapa yang pacaran dia itu memang menyukai ku"Piter sewot.
"Iya...iya kakak kan orang paling tampan sedunia hingga setiap perempuan menggilai kakak"kata-kata Jingga penuh sindiran.
"Setiap perempuan berarti termasuk adik dong"perkataan Piter seolah seperti peluru yang tertembak tepat mengenai jantung Jingga.
"Nggak aku nggak termasuk"Jingga mengelak.
"Hei...aku ini calon suami mu loh"Piter mulai emosi dan berdiri dari kursinya.
__ADS_1
Al memijat keningnya karena pusing berada di pertengkaran kedua pasangan yang sama-sama gengsi mengakui kalau mereka saling mencintai.
...************** ...