Jingga Di Hati Jupiter

Jingga Di Hati Jupiter
Bab 26


__ADS_3

Jingga berlari ka atap gedung lagi,di tatapnya cincin yang melingkar di jari manisnya.


"Aku sadar dan tahu diri hubungan ini sudah di atur sejak lama,dan aku tahu hatinya bukan untuk ku,ya tuhan kenapa kau libatkan aku dengan hubungan yang seperti ini"Jingga menatap langit.


Al datang menyusul Jingga di atap melihat Jingga yang sedang menatap langit biru.


Al duduk di sebelah Jingga.


"Jingga..."tegur Al lembut.


Jingga tidak menoleh dia masih menatap langit.


"Pak...Al...apa bapak pernah berada di situasi yang seperti ini?"Jingga bertanya masih menatap langit.


"Ji...tidak pernah menginginkan semua ini,Ji hanya ingin menjadi gadis pada umumnya,tapi kakek sudah mengatur semua ini sejak Ji masih kecil,Ji...menuruti semua kemauan kakek untuk tidak berpacaran karena kakek bilang Ji sudah di jodohkan dengan seseorang yang Ji tidak kenal dan tidak tahu"


Al mendengarkan curhatan hati Jingga.


"Selama ini Ji menuruti semua kemauan kakek karena kakek dan nenek yang membesarkan Ji sejak ayah tidak ada,pak Al...Ji tahu kak Piter tidak mencintai Ji di hatinya hanya ada kak Sandra,tapi kenapa dia tidak menolak perjodohan ini dan meraih cintanya saja,kenapa dia harus melibatkan Ji dalam hubungannya apa salah Ji padanya"Jingga lalu menunduk dan menangis.


"Jingga Piter sudah tidak mencintai Sandra saat ini dia sedang berusaha mencintai tuangannya yaitu kamu"


Jingga menoleh pada Al.


Al tidak langsung mengatakan pada Jingga kalau Piter telah jatuh cinta padanya sebelum mereka resmi menjadi tunangan,biar Piter sendirilah yang mengatakan isi hatinya pada Jingga.


"Apa kamu mencintai Piter?"tanya Al memancing.


Jingga menggeleng.


"Aku tidak tahu pak Al"


"Apa kau cemburu tadi pada Piter saat melihat dia bersama Sandra?"Al terus memancing.


"Aku tidak tahu pak Al tapi entah kenapa aku seperti di khiyanati tadi"


"Kalau kau cemburu itu artinya kau sudah cinta dengan Piter"Al tersenyum.


Jingga tertawa.


"Hahaha mana mungkin pak Al dia kan orang yang paling menyebalkan di dunia,kalau bicara tidak bisa pelan-pelan berteriak terus seperti bicara dengan orang tuli saja"


Jingga tidak sadar kalau pembicaraannya di dengar oleh Piter yang sedari tadi berdiri di pintu atap gedung.


Piter lega setelah melihat Jingga tersenyum lebar kembali.


"Oke...aku kembali ke ruangan ku dulu ya kamu jangan kelamaan disini banyak angin nanti masuk angin loh"


Al pun meninggalkan Jingga sendirian,dia berpapasan dengan Piter di pintu dan menepuk pundak Piter.


Kini giliran Piter yang menghampiri Jingga dan duduk di samping Jingga Piter terdiam beberapa saat.

__ADS_1


"Adik marah?maafkan kakak karena selalu tidak bisa bersikap manis pada adik"


"Hemf...."Jingga tertawa dan menunduk.


"Kenapa tertawa?"Piter bingung.


"Kak kakak pernah memakan daun saga?"


"Hah...belum kenapa memangnya?"Piter bingung dengan pertanyaan Jingga.


"Daun saga itu rasanya manis,pahit dan sedikit getir dan itu semua mewakili sifat kakak hahaha"Jingga tertawa lepas.


Piter kesal karena sifatnya disamakan seperti daun saga tapi dia senang karena Jingga tertawa lepas.


"Tapi daun saga itu obat loh kak obat batuk,sariawan dan panas dalam"


"Terus aku obat untuk apa dong?"


"Kalau itu aku tidak tahu hihi"


"Aku obat untuk hati mu"Piter keceplosan.


"Hah apa?"Jingga bingung.


"Ah...sudah lah fikiran mu belum sampai kesana ayo kembali bekerja"Piter mengalihkan pembicaraaan dia lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Jingga berdiri.


Jingga pun meraih tangan Piter dan Piter menarik tangan Jingga tapi tarikannya terlalu kuat hingga Jingga menabrak badan Piter dan Piter refleks memeluk Jingga dengan sebelah tangannya hingga kini mereka berada dengan jarak yang sangat dekat.


"Ah...maaf dik kakak terlalu kencang menarik tangan mu ya?"Kata Piter yang langsung melepaskan pelukannya.


Piter langsung berjalan lebih dulu dari Jingga dia tidak ingin Jingga melihat rona merah di wajahnya juga.


Jingga terpaku sesaat setelah di tinggalkan Piter.dia lalu menggelengkan kepalanya kuat hingga membuat rambutnya ikut bergoyang-goyang.


"Aaa kenapa aku jadi salah tingkah begini"katanya histeris sendiri.


Jingga pun berjalan kembali ke ruangan Piter saat di ruangan Piter ternyata Piter sedang kedatangan tamu lagi,dan itu adalah sensei Yuki.dia datang untuk membahas pelatihan yang akan di berikan untuk Jingga.


"Sensei...."Jingga terlihat senang dia langsung menghambur memeluk Yuki saat melihatnya di ruangan Piter.


Yuki sangat senang dengan tingakah manja Jingga padanya Jingga seolah seperti seorang adik kecil baginya.


"Sensei sedang apa disini?"tanya Jingga masih memeluk.


"Yuki nanti akan menjemput mu untuk latihan di klub malam ini,kakak tidak bisa mengantar mu karena masih ada pertemuan dengan klien"


"Ooo iya kak"Jingga melepaskan pelukannya.


"Tapi adik harus berjanji pada kakak"


"Janji apa?"

__ADS_1


"Janji jangan buat onar saat latihan dan menuruti semua yang di ajarkan dan di arahkan oleh guru yang akan mengajar disana"


"Memangnya aku suka buat onar apa?"tanyanya polos.


Dan itu membuat Yuki tersenyum.


"Tidak suka buat onar hanya melempar sepatu ke arah ku begitu?dan bertengakar dengan Pluto karena masalah kecil kamu fikir itu bukan ke onaran"Piter mulai sewot.


"Itu bukan aku yang mulai itu kakak dan Pluto yang memulai aku tidak akan seperti itu kalau tidak di pancing"Jingga juga sewot.


"Maksud tuan muda nona jangan sampai terpancing bila ada seseorang yang membuat nona kesal nanti"


"Memangnya ada orang yang lebih menyebalkan dari dia dan Pluto?"Kata Jingga Polos.


"Adik..."Piter kesal.


"Tuh kan sensei lihat kan baru begitu saja sudah ya...begitu lah hihi"


"Anak ini"Piter bangun dari kursinya dan ingin menghampiri Jingga.


"Ya...ya...maaf aku janji nanti saat latihan aku tidak akan membuat onar dan menuruti semua yang di ajarkan dan di arahkan pelatih ku"Jingga menghampiri Piter dan mengaitkan kelingkingnya dengan kelingking Piter sebagai ikatan perjanjian.


Piter tertawa melihat itu,dia seperti anak kecil lagi,Bahkan Yuki pun tersenyum melihat tingkah polos Jingga.


Jingga Seolah sudah melupakan kejadian saat Sandra datang tadi.entah sebenarnya apa yang di rasakan di hatinya pada Piter sepertinya cinta belum berkembang di hatinya.


Malam itu Yuki menjemput Jingga ke rumahnya Yuki mengatahui rumah Jingga karena Jingga memberikan alamatnya.


Jingga pun berangkat ke klub bersama Yuki dengan sepeda motor matic Yuki.saat sampai di klub Yuki memperkenalkan Jingga pada teman-teman satu klubnya.Jingga tersenyum ramah pada mereka semua dan berkenalan pada semuanya.


Tapi saat seaeorang datang mereka semua berbisik dan histeris melihat kedatangan seorang pelatih yang jarang melatih di klub.


"Aaaa sensei Piter..."Bisik seorang anak perempuan seusia Jingga.


Jingga menoleh ke arah teriakan tersebut.


Katanya mau ada pertemuan klien sekarang kenapa ada disini.


batin Jingga.


Jingga pura-pura tidak kenal Piter begitu pun Piter.


Jingga berbisik pada seorang teman barunya yang lain.


"Apa dia pelatih disini juga?"bisiknya.


"Iya sensei Piter tampan tapi dingin dia tidak pernah tersenyum kalau latihan dengannya baju pasti basah kuyub karena keringat dan satu lagi dia itu tidak segan dengan anak baru seperti mu"bisiknya.


Aaaa perasaan ku tidak enak nih...


...*****************...

__ADS_1


__ADS_2