Jingga Di Hati Jupiter

Jingga Di Hati Jupiter
Bab 75


__ADS_3

Jingga cemberut mendengar pertanyaan Piter.


"Kok cemberut?"tanya Piter lembut.


Jingga memalingkan wajahnya dari Piter.tapi Piter terus melihat wajahnya.


"Dik...wanita yang kemarin aku ajak makan di restoran itu,teman ku bukan siapa-siapa aku,dia panggil aku sayang itu karena aku yang memang sengaja memintanya berakting di depan mu,sebab kamu masih menutupi siapa diri mu sebenarnya"jelas Piter.


Jingga tiba-tiba memukul dada Piter cukup keras hingga Piter mengaduh.


"Aduh....kok aku di pukul?"Piter bingung.


"Kenapa kakak begitu?kenapa kakak setega itu sama aku?"Jingga cemberut.


"Ku fikir kakak memang sudah benar-benar melupakan aku"


"Bagaimana aku bisa melupakan mu bila cara kepergian mu seperti itu dik?"Piter mulai serius.


Jingga sadar kalau kepergiannya kemarin itu benar-benar sangat menyakitkan untuk Piter,hingga akhirnya malam ini Jingga menceritakan semuanya awalnya pun dirinya menolak dan marah dengan cara anggota tim khusus melakukan hal ini padanya.membuatnya seolah sudah mati padahal dirinya masih hidup tapi kemudian ada satu alasan yang kuat yang membuatnya mau bergabung dengan tim khusus,alasan yang membuatnya mau di latih gila-gilaan oleh Go dan detectiv lain hingga kini dirinya menjadi seorang yang sangat kuat dan tak kenal takut.


"Aku juga dengar kak saat kakak berteriak memanggil aku saat aku di kamar mayat tapi saat itu tubuh ku sama sekali tidak bisa di gerakan jangankan bergerak bernafas saja aku sulit"jelas Jingga.


"Kau dengar aku?"


"Iya...dan suara kakak selalu hadir dalam mimpi ku membuat ku tak pernah lupa dengan mu"


Piter langsung memeluk Jingga.


"Pasti berat sekali semua yang kamu alami selama ini dik,maaf kan aku karena tidak bisa melindungi mu,tapi aku janji pada mu mulai saat ini aku akan selalu melindungi mu"


Jingga pun memeluk tubuh Piter erat,tubuh Piter yang hangat sehangat hatinya membuat Jingga memang selalu nyaman bila bersamanya.


"Kak...terima kasih karena kakak masih mencintai ku walau aku di katakan sudah tiada,terima kasih karena selama ini kakak tak pernah berpaling pada wanita mana pun"


Piter melonggarkan pelukannya dan menatap Jingga membelai wajah tersebut wajah yang sangat ia rindukan.


"Aku tak berpaling dari mu karena aku yakin kau pasti kembali dik,aku yakin kau masih hidup,mangkanya aku memilih bekerja keras agar aku tidak memikirkan wanita lain,walau ibu suka menjodohkan ku dengan wanita lain tapi aku tetap pada pendirian ku"


Jingga tersenyum mendengar perkataan Piter.


Tapi saat mereka sedang serius mengobrol tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.


Tok...tok...tok...


"Edel...kamu sudah pulang?"

__ADS_1


"Ah...itu ibu yang punya kontrakan"kata Jingga yang langsung berdiri dari duduknya dan membuka pintu.


"Ya...bu..."kata Jingga saat membuka pintu.


"Ada orang lain di dalam?"tanya ibu kontrakan.


"Eh...iya aku sedang ada tamu"jawab Jingga ragu.


"Laki-laki ya?"tanya ibu kontrakan mencecar.


"Eh...iya bu"jawab Jingga ragu.


"Jangan berbuat mesum di sini ya"katanya ketus.


"Ah...tidak bu"jawab Jingga singkat.


Tiba-tiba Piter muncul dari belakang badan Jingga ibu kontrakan terkesima melihat Piter.


"Wah...ganteng bener...kamu pacarnya Edel?"tanya ibu kontrakan.


"Bukan saya calon suaminya bukan pacarnya"jelas Piter dengan nada dingin.


"Wah....Edel diam-diam udah punya calon?hebat kamu calon suami mu ganteng banget dah gitu sepertinya kayanya"tebaknya.


Jingga tersenyum tapi Piter yang pusing menghadapi ibu-ibu yang seperti ini.Jingga masuk kedalam kamarnya sebentar dan keluar lagi dia lalu memberikan sejumlah uang pada ibu kontrakan.


"Loh...kok pindah?"tanya ibu kontrakan bingung.


"Iya kerjaan saya sudah selesai disini"


"Ooo begitu"


"Iya..."


"Ya sudah kalau begitu ibu pamit dulu dan ingat jangan berbuat mesum"


"Iya..."jawab Jingga sambil tersenyum.


"Adik mau pindah kemana besok?"tanya Piter langsung.


"Ke apartemen ku yang ada di kota kak"


"Kau punya apartemen?"


"Iya itu hadiah dari klien yang kasusnya berhasil aku pecahkan,nanti tolong antar aku ya kak biar sekalian kakak tahu tempat ku"pinta Jingga.

__ADS_1


Piter tersenyum dan mengangguk.Dia lalu menatap Jingga dirinya tak menyangka gadis yang otaknya sebesar kacang hijau ini bisa berubah drastis selama ini.


Jingga ke kamarnya dan merapihkan pakaiannya di masukannya pakaiannya kedalam tas ranselnya,Piter hanya memperhatikannya dari ujung pintu kamarnya.


"Kak malam ini saja lah aku pindahnya,besok takut kakak sibuk"kata Jingga yang sudah bersiap.


"Oke....kapan pun kamu mau aku siap"


"Apaan sih hehe aku itu tahu kakak itu sibuk besok pasti ada meeting sama klien atau meeting prodak baru dari perusahaan atau apalah banyak lagi kerjaan kakak"


Piter tersenyum mendengar penjelasan Jingga.


"Ya sudah yuk kak"ajak Jingga.


Mereka berdua pun meninggalkan kontrakan itu dan menuju apartemen milik pribadi Jingga.di perjalanan Jingga banyak bertanya pada Piter tentang Alan dan Lita dan Piter cerita sepertinya Alan menyukai Lita dan itu membuat Jingga tertawa.


"Serius kak pak Al menyukai kak Lita?"tanya Jingga seolah tak percaya.


"Ya...yang ku lihat memang seperti itu,sekarang saja dia pasti langsung pulang ke rumahnya tak pernah makan di luar lagi katanya Lita pasti memasak di rumah"jelas Piter.


"Hah....hahaha wah...pak Al...tapi nggak memungkiri juga sih kak Lita itu cantik dan lembut sih cowo mana juga yang nggak tertarik sama dia"


"Aku tidak"jawab Piter asal.


"hehe ya kalau kakak kan berbeda"


Piter tersenyum.


"Oiya kamu sudah selesai menyelidiki Ranus?"tanya Piter.


"Sudah...semua yang di minta kak Meya sudah aku berikan padanya tinggal dia usaha sendiri buat mendapatkan hati kak Ranus"


"Tapi kok bisa sih ya Meya diam-diam mencintai Ranus?"


"Katanya dia jatuh cinta saat kak Ranus datang ke klub bersama kakek Andro saat itu kak Ranus menjadi lawan sparingnya dan kak Meya tertarik dengan kak Ranus karena dia lebih dingin dari kak Piter membuatnya tambah penasaran begitu di tambah lagi saat kak Meya makan di restoran kak Ranus dia memakan masakan kak Ranus yang sangat membuat hatinya semakin meleleh katanya haha aku juga nggak ngerti seleranya anak konglongmerat itu emang seperti itu kali ya"


"Ooo begitu ceritanya"


"Kenapa kakak cemburu karena penggemar kakak diambil oleh adik kakak sendiri?"ledek Jingga.


"Apaan sih aku bersyukur malah dia jatuh cinta sama yang lain jadi tidak mengganggu aku sama kamu lagi"


"Memangnya kak Meya tahu kalau aku sama kakak?"


"Ya tahu lah seluruh negeri ini juga tahu aku hanya cinta sama kamu,kamunya saja tidak peka"

__ADS_1


"Apaan sih lebay banget"Jingga malu mendengar pernyataan Piter.


...***************** ...


__ADS_2