Jingga Di Hati Jupiter

Jingga Di Hati Jupiter
Bab 81


__ADS_3

Tengah malam Go dan Jingga mengendap-endap untuk masuk ke sarang mafia itu,sementara Ryuna dan Ester memantau dari kejauhan memantau para penjaga yang sedang berjaga disana.


Saat menyusup masuk Go dan Jingga sempat melumpuhkan beberapa anggota yang sedang berjaga di dalam,Go dan Jingga masuk ke dalam sebuah ruang bawah tanah tapi tak menemukan apa yang mereka cari.


"Go hati-hati beberapa penjaga masuk kedalam"ucap Ester yang berkomunukasi lewat alat kecil yang terpasang ditelinga mereka.


Go yang mendengar hal itu langsung waspada dengan Jingga,dan benar saja para penjaga yang mendapati beberapa kawannya tidak sadarkan diri di atas langsung merangsek mencari keberadaan mereka.


Para penjaga pun menemukan Go dan Jingga di ruang bawah tanah,dan terjadilah pertarungan di antara mereka,bahkan terjadi baku tembak.


Ester dan Ryuna yang mendengar suara tembakan akhirnya ikut masuk kedalam membantu Go dan Jingga.


Dor...dor...dor...


Suara tembakan terdengar seperti hujan peluru di markas itu.


"Kita pergi dari sini beliau tidak ada disini"kata Go pada semuanya.


Tapi Jingga tidak mendengarkan Go dia menarik seorang anggota tersebut untuk di interogasi di markas tim khusus.


Dan mereka pun pergi dari pulau tersebut membawa seorang anggota bersama mereka.Di markas tim Khusus mereka menginterogasi anggota mafia tersebut memang sulit mengorek informasi dari mereka yang setia pada bosnya,tapi Jingga dan Go berhasil mengorek informasi yang sangat mereka butuhkan setelah membuat anggota tersebut tak mampu bertahan hidup segan mati tak mampu.


"Doktor Darma di pindahkan ke gedung W"kata anggota itu yang tak lama anggota itu pun tumbang karena sudah tak tahan menerima pukulan dari Jingga dan Go.


"di Gedung W itu akan ada acara peresmian sebuah perusahaan dari seorang pengusaha di kota ini minggu depan bersabarlah kalian akan menysup kesana dan menyamar menjadi pelayan dan tamu di sana karena pada saat seperti itu biasanya akan ada celah yang lebih besar untuk menyusup "kata pak Edward.


"Siap pak"kata Go dan Jingga.


"Yang ikut misi ini adalah Go,Jingga,Ester dan dokter Ryan"perintah pak Edward.


"Siap"kata mereka.


Ayah...tunggu Ji akan menyelamatkan ayah dari tangan para mafia tersebut.


Batin Jingga.


Seminggu kemudian.


Sudah satu minggu Jingga belum juga memberikan kabar pada Piter,dirinya semakin cemas memikirkan nasib kekasihnya itu.

__ADS_1


"Ku mohon tuhan jaga dia,aku tak sanggup kehilangan dia lagi"lirihnya saat di dalam kantornya.


Al masuk kedalam kantor Piter,Piter yang tertunduk di meja kerjanya tidak menyadari kehadiran Al.


"Bos...bos..."Al menegur Piter.


Tapi tidak ada jawaban dari Piter hingga Al memutuskan untuk menyenggol bahu Piter.


"Pit..."tegurnya sambil menoel bahu Piter.


"Eh...Al maaf ada apa?"Piter terbangun dari lamunannya.


"Kenapa?"tanya Al.


"Tidak aku tidak apa-apa"Piter tidak ingin menceritakan masalahnya pada Al.


"Oiya ada apa kau kesini?"tanya Piter.


"Ini aku mau mengingatkan nanti ada acara di gedung W acara peresmian perusahaan milik Tuan Andy"


"Ooo iya...nanti malam kita datang kesana,tidak enak tidak memenuhi undangan beliau karena dia pengusaha yang baik"


"Kau tolong persiapkan semuanya ya?aku sedang ingin sendiri dulu disini"Pinta Piter.


Al pergi dan sempat menatap sahabatnya yang terlihat tidak bersemangat itu.


Sudah beberapa hari ini dirinya terlihat kurang bersemangat seperti itu,apa yang terjadi kawan kenapa kau enggan bercerita pada ku.


Al jadi memikirkan Piter di ruangannya.


Malam pun tiba.


Piter dan Al pergi menuju gedung W,Al sudah bilang pada Lita dirinya akan telambat pulang karena ada acara yang harus di hadiri oleh Piter dan dirinya dan Lita pun memakluminya.


Mobil Piter dan Al sampai di tempat tujuan,sudah banyak mobil yang terparkir disana,gedung W yang megah jadi semakin terlihat bersinar ketika ada acara sebesar ini karena lampu menyala dimana-mana.


Piter berjalan bersama Al memasuki gedung W setelah melewati penjagaan menunjukan kartu undangan,terlihat banyak orang yang memakai pakaian resmi,begitu banyak para pengusaha yang mengahadiri acara tersebut.


Para pangusaha yang saling menjilat satu sama lain bahkan ada pula mafia yang menjadi pebisnis disana demi melancarkan usaha gelapnya.

__ADS_1


Piter pun berbaur disana berbincang dengan beberapa orang yang dia kenal,tapi saat sedang berbincang dengan rekan bisnisnya matanya menangkap sosok yang sangat ia rindukan seminggu ini.Piter pamit pada lawan bicaranya dia menghampiri seorang wanita berpakian palayan yang sedang menyuguhkan minuman disana.


Walau penampilan Jingga kali ini berbeda dari biasanya,kaca mata tebal yang biasa dia pakai untuk menyamar tidak dia kekanakan melainkan wajahnya terlihat lebih cantik karena riasan tipis yang dia gunakan,berpenampilan macam apa pun dirinya tidak bisa bersembunyi dari Piter.


"Dik..."tegur Piter saat menghampiri Jingga.


Jingga terkejut mendengar suara Piter.


Jingga sempat menatap Piter sebentar dan kemudian memalingkan wajahnya lagi.melihat kesekitarnya dan dia mendekati Piter.


"Sebaiknya kakak cepat pulang dari sini karena disini tidak aman"katanya setengah bersbisik saat dirinya mendekat di sisi Piter.


Piter bukannya langsung pergi setelah mendengar ucapan Jingga malah khawatir pada Jingga.


Piter berusaha menahan Jingga tapi Go yang saat itu berada tak jauh dari Jingga langsung mengahampiri mereka.


Go menarik tangan Jingga yang sedang di pegang Piter.Piter sempat melotot pada Go karena merebut tangan Jingga dari dirinya.


"Tuan sebaiknya anda segera keluar dari sini,ini daerah kurang aman"kata Go pelan.


"Aku tidak akan kemana-mana jika tidak dengan dia"Piter keras kepala.


Jingga melepaskan tangannya dari Go dan berjalan ke arah Al yang tidak jauh dari mereka,Jingga memberitahu Al untuk meninggalkan gedung itu bersama Piter segera karena disana kurang aman Jingga takut terjadi sesuatu pada Al dan Piter.


Al sempat tidak mengenali Jingga tapi kemudian Jingga berkata kalau dia adalah Edel dan sedang menyamar dan menjalankan misi di gedung ini.


Mendengar penjelasan itu Al langsung mengerti dia lalu menghampiri Piter yang masih bersih tegang dengan Go,Al mengajak Piter segera keluar dari gedung ini,tapi Piter tidak mau,dia tidak mau membiarkan Jingga dalam bahaya untuk kesekian kalinya.


"Kau saja yang pulang Al kasihan anak istri mu bila terjadi sesuatu pada mu"kata Piter datar.


"Tapi Pit bila terjadi sesuatu pada mu aku akan merasa bersalah"bujuk Al.


"Sudah pulang lah duluan jangan fikirkan aku,aku bisa menjaga diri ku,pulang lah kasihan Lita dan Nai yang menunggu kedatangan mu di rumah"pinta Piter.


"Tapi Pit..."


"Sudah lah Al seumpama aku mati aku akan mati dengan tenang karena aku bersamanya"Piter berkata sambil menatap Jingga yang tengah sibuk membawakan makanan dan minuman ke meja para tamu.


Al pun dengan berat hati meninggalkan Piter,karena percuma membujuk Piter tak ada gunanya Piter pun memaksa dirinya untuk pulang dan tidak tinggal disini bersamanya walau sebenarnya dia selalu ingin berada disisi sahabatnya tapi Piter tidak menginginkannya berada disisinya sekarang ini karena status Al sekarang sudahlah berbeda Piter menyadari itu.

__ADS_1


...*************** ...


__ADS_2