Jingga Di Hati Jupiter

Jingga Di Hati Jupiter
Bab 80


__ADS_3

Sah...sah...sah...


Setelah ijab kabul di ucapkan oleh Al dan para saksi mengucapkan kata sah...maka resmi sudah Al dan Lita menjadi suami istri.


Lita memilih Al karena Lita merasakan Al sangat menyangi Naina.


"Akhirnya sah juga"kata Jingga sambil tersenyum di samping Piter.


"Iya...kita kapan nyusul?"tanya Piter.


Jingga hanya tersenyum dan menunduk karena malu,dirinya memang ingin menyusul pasangan pengantin baru ini tapi,misi utamanya belum selesai.jadi untuk sementara dia mengundur tujuan baik dari Jupiter.


Kejadian sebelum pernikahan.


Pria yang memaksa Lita menikah dengannya tidak terima Lita lebih memilih Al dari padanya,pria itu pun secara lantang mengancam di hadapan mereka semua akan menghancurkan kehidupan orang tua Lita dan mereka di ancam tidak akan pernah bahagia karena dia adalah penguasa di desa tersebut.


Ini sungguh membuat Piter dan Jingga semakin geram hingga akhirnya Jingga sekarang yang turun tangan untuk menghajar orang tersebut.


Brugh...


Jingga langsung menendang wajah wajah pria tersebut dan pria tersebut pun tersungkur semua yang ada di ruangan rumah Lita pun terkejut dengan aksi Jingga.


Dan Srek...


Jingga mencengkram kerah baju pria tersebut dan mengeluarkan pistolnya yang ia sembunyikan di balik jaketnya,di arahkan pistol tersebut ke kepala pria menyebalkan itu.


"Berani lu ngancem keluarga ini lagi gue pastiin elu nggak akan mengirup udara lagi setelah keluar dari rumah ini"Ancam Jingga dengan nada dan wajah yang sangat dingin.


Piter sempat terkejut melihat aksi Jingga yang sekarang,pasalnya baru kali ini Piter tahu kalau Jingga selalu membawa pistol kemana pun.


Pria itu langsung pucat melihat senjata api menempel di kepalanya.


"Elu fikir cuma elu yang bisa ngancem hah?gue peringatin sekali lagi berani elu ngerusak pernikahan ini dan menghancurkan keluarga ini gue jamin kepala elu ini nggak akan menyatu dengan badannya lagi ngerti lu?"Ancam Jingga semakin menakutkan.


Pria itu semakin pucat mendengar kata-kata kejam yang keluar dari mulut Jingga dia nggak menyangka gadis berpenapilan culun ini sungguh mengerikan,bahkan tendangannya begitu kuat lebih dari tenaga laki-laki fikirnya.


"Si...siapa kau sebenarnya?"tanya Pria itu gugup.

__ADS_1


"Gue Edeleweis detectiv gue bisa menjarain elu atas tuduhan pengancaman disini banyak saksinya dan gue pun udah merekam omongan lu sedari tadi elu ngoceh sebagai alat bukti kejahatan elu"


Pria itu semakin takut dengan Jingga.


"Elu pilih mana penjara,mati sia-sia atau pergi baik-baik dari sini tanpa mengancam keluarga ini lagi?"Jingga benar-benar terlihat dingin dan kejam.


Adik kau sungguh berbeda sekarang ini,pria itu benar-benar di bawah tekanan mu.begininkah bila kau sedang mengahadapi penjahat di luaran sana?atau lebih parah?pastinya lebih parah ku yakin itu.


Batin Piter.


Pria itu pun akhirnya meminta di lepaskan oleh Jingga dia berjanji tidak akan mengancam keluarga Lita lagi dan tidak akan berani menghalangi pernikahan Lita dan Al,Jingga pun melepaskan pria itu dan pria itu pun lari terbirit-birit ketakutan saat melihat wajah dingin Jingga.memang wajah dan aura Jingga saat ini benar-benar menakutkan bukan hanya untuk orang itu tapi seluruh orang yang ada di ruangan tersebut pun takut padanya terkecuali Piter.


Jingga tersenyum kembali auranya kejam dan dinginnya hilang berganti kehangatan di pandangan mereka.


"Hehehe maaf membuat semuanya jadi tegang begini"ucap Jingga seolah kejadian tadi itu hanya lelucon saja.


"Edel..."tatap Lita seolah tak percaya Edel yang terlihat polos dan lugu ini bisa berubah 360 derajat untuk membela dia dan keluarganya.


"Hehehe kak tak perlu setegang itu,aku masih diri ku kok,itu tadi hanya akting saja"


Bisa-bisanya dia bilang itu akting padahal semuanya sudah tegang super tegang malah.


Jingga melihat ke arah Piter yang terdiam,dia pun tersenyum kepada Piter,dan Piter pun tersenyum padanya.


...***...


"Kak...aku pamit duluan ya...aku ada misi"ucap Jingga pada Piter.


"Hah...kamu mau bekerja?"


Jingga hanya mengangguk.


"Mungkin aku tidak bisa di hubungi dalam beberapa hari ini,bila misi ku selesai aku akan menghubungi kakak lebih dahulu"


"Memangnya dimana dan misi apa itu?"Piter khawatir.


"Di suatu tempat yang tidak bisa aku sebutkan,doa kan saja aku kembali secepatnya"

__ADS_1


Perkataan Jingga membuat Piter semakin cemas.hatinya berat melepas kepergian Jingga.


"Dik"Piter memanggil Jingga yang bersiap berjalan menuju mobil.


"Ya..."Jingga menoleh.


"Berjanjilah pada ku kau akan kembali dengan selamat dan kita akan menyusul Al dan Lita"


Jingga hanya tersenyum dan mengangguk,dia pun masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya.


Deg....


Piter memegangi dadanya yang tiba-tiba berdebar tak karuan,perasaan yang tidak enak di hatinya.


Semoga ini bukan firasat buruk,kembalilah dengan selamat dik...ku mohon.


Batinnya ketika menatap mobil Jingga yang akhirnya menghilang di ujung jalan desa itu.


Piter kembali kedalam pernikahan Al dan Lita dia memberitahu Lita kalau Edel pamit pulang lebih dahulu karena ada pekerjaan,dia pun menghubungi Anton untuk datang ke kampung Lita sekalian menjemputnya untuk kembali ke kota bersamanya nanti.


Malam hari di rumah Piter.


Piter melamun di taman belakang rumahnya,memikirkan Jingga dia hanya berharap dan berdoa kekasihnya akan kembali secepatnya dan dalam keadaan baik-baik saja,karena tadi saat pamit Jingga terlihat begitu berbeda dari biasanya.


Ya tuhan lindungilah dia.


Piter lalu menatap gelang merah yang selalu dia kenakan gelang buatan Jingga lima tahun yang lalu.


Di sisi lain.


Jingga,Go,Ester dan Ryuna sudah ada di sebuah pulau misi mereka kali ini adalah masuk kedalam markas mafia dan menyelamatkan ayah Jingga,ya...ayah Jingga seorang ilmuan doktor Darma masih hidup sebenarnya dan kematiannya di palsukan seperti Jingga oleh para mafia dia di manfaatkan ilmunya untuk membuat senjata yang mutakhir hingga bisa melawan musuh-musuhnya.


Itulah alasan Jingga mengapa dirinya akhirnya mau bergabung dalam tim khusus ini walau awalnya dia bersih kukuh tidak mau berhabung tapi karena mendengar ayahnya sebenarnya masihnhidup dan di tahan mafia dia pun akhirnya mau bergabung dengan tim khusus.


Doktor Darma bukan tidak menolak untuk bergabung bersama mafia dia sempat menolak tapi bila dia menolak bergabung bersama kumpulan mafia ini Jingga akan kehilangan nyawanya Jingga yang saat itu masih berusia lima tahun akan di habisi begitu saja bila doktor Darma tidak mengikuti kemauan ketua mafia tersebut.


Dan dengan terpaksa demi melindungi putri semata wayangnya akhirnya dia pun bergabung dan di asingkan di sebuah pulau terpencil.

__ADS_1


...************* ...


__ADS_2