
Seorang pemuda dan seorang gadis yang memakai dress biru navy selutut berjalan menyusuri hutan.dengan luka lebam di wajah,kaki dan tangan mereka.
"Kita dimana?"tanya Jingga.
Tapi pemuda itu diam saja.
"Hei...pak apa anda tidak bisa berbicara?"tanya Jingga ketus.
Tapi pemuda itu hanya diam saja.
"Huh menyebalkan,pak...kapan kita sampai apa masih jauh,apa anda mengenal daerah ini,sepertinya kita tersesat"Jingga terus mengoceh.
"Apa mulut mu itu tidak lelah berbicara terus"akhirnya pemuda itu pun berbicara.
kejadian sebelum ini.
Mobil menabrak bahu jalan dan langsung jatuh ke dalam jurang pemuda itu dan Jingga segera bergegas keluar dari dalam mobil dan menjauhi mobil sebelum akhirnya mobil itu meledak.
***
Dan berakhirlah mereka sekarang di sebuah hutan.
"Pak anda akan membawa ku kemana?"tanya Jingga.
Pemuda itu kembali diam.
"Anda itu sebenarnya siapa sih?kenapa bisa terlibat baku tembak di pelabuhan tadi?dan kenapa anda membawa-bawa aku sih?"tanya Jingga terus.
Pemuda itu akhirnya menghentikan langkahnya saat mereka sedang berjalan,dia menoleh ke arah Jingga yang ber ada di belakangnya.
"Aku seorang detectiv dan berusaha menyelamatkan mu dari serangan para penjahat tadi"kata pemuda itu.
Jingga melihat ke arah pemuda itu dengan tatapan tidak percaya.
"Yang penjahat itu mereka atau anda?"tanya Jingga ketus.
"Ap...apa kau bilang aku penjahat?"pemuda itu seolah tak percaya dengan apa yang di dengarnya.
Jingga berjalan mendahului detectiv muda itu.
"Hei...tunggu"detectiv itu memegang pundak Jingga dan refleks Jingga menggunakan tekhnik judonya tapi pemuda itu bisa menghindarinya.
"Heh...kau boleh juga refleks mu bagus"kata detctiv muda itu.
"Apaan sih"Jingga ketus.
"Aku tahu kau adalah Jingga Amalia Darma,atlet judo kelas dua SMK dan masih banyak lagi informasi yang aku tahu tentang mu"kata detectiv itu sinis.
Jingga terkejut mendengar hal itu.
"Kau penguntit ya"Jingga protes.
__ADS_1
"Hei...sudah aku bilang aku ini detectiv aku dari tim khusus"pemuda itu protes tidak mau di bilang penguntit oleh Jingga.
"Hah tim usus apa itu?"Jingga bingung.
"Tim khusus bukan usus bodoh"detictiv itu kesal dan meninggalkan Jingga.
Jingga berusaha mengejar detectiv itu,dan terus bertanya padanya,kira-kira kapan mereka sampai dan kapan mereka akan keluar dari hutan ini.
Tapi detectiv itu tidak menjawab satu pertanyaan pun.
"Kasihan kak Piter pasti menghawatirkan ku,di hari ulang tahunnya ada kejadian seperti ini"keluh Jingga.
"Hemf...hahaha"detectiv itu tertawa terbahak.
Jingga bingung melihat pemuda itu tertawa.
"Hei...apa pacar mu itu tidak memiliki tempat lain untuk berkencan?sampai dermaga di pelabuhan jadi tempat kencan kalian hehe"masih tertawa di ujung katanya.
"Dia akan mengajak ku ke sebuah pulau di sebrang sana tahu,dia ingin merayakan ulang tahunnya hanya berdua saja dengan ku"jelas Jingga.
"Hei...gadis bodoh mau saja kau di bohongi pacar mu,apa kau ini sebodoh itu dia mengajak mu ke pulau lain hanya berdua saja memangnya kau ini istrinya?"
Jingga tak terima orang di hadapannya ini menjelek-jelekan Jupiter,dia lalu melepas sandal sepatunya dan melemparkannya ke arah pemuda itu yang berjalan di depannya dan.
Plak....
Sendal sepatu Jingga tepat mengenai kepala pemuda itu,pemuda itu menoleh ke arah Jingga dengan tatapan kesal.
"Apa?"Jingga menantang dengan berdecak pinggang.
Detectiv muda itu menghampiri Jingga tapi Jingga tak kenal takut sama sekali padahal wajah detectiv itu sudah sangat terlihat marah padanya.
"Hei....gadis bodoh kau ini masih polos atau benar-benar bodoh sih,mana ada pria dewasa yang serius menjalin hubungan dengan gadis remaja seperti mu,paling mereka hanya bermain-main saja dengan mu,apa lagi dia banyak uang"detectiv itu ketus.
Jingga kesal dia lalu ingin memukul wajah detectiv itu,tapi tangannya di tahan oleh detectiv itu refleksnya sangatlah bagus.
Tangan Jingga masih di pegang oleh detectiv itu dan dia berusaha memberontak melepaskan tangannya dari genggaman detectiv itu.
"Kak Piter tidak seperti itu dia pria baik,dia akan menunggu ku hingga aku tumbuh menjadi wanita dewasa"Jingga berteriak kesal pada detectiv itu.
Detectiv itu tersenyum mengejek pada Jingga.
"Kau percaya dengan kata-katanya?ckck benar-benar gadis bodoh"detctiv itu menghempaskan tangan Jingga.
Mereka pun berjalan kembali dan tiba-tiba ada yang bergerak-gerak di semak-semak,mereka berdua waspada takut-takut itu para penjahat yang tadi baku tembak dengan mereka,detectiv mengeluarkan senjata apinya dan bersiap-siap,dia lalu melindungi Jingga di belakang tubuhnya.
Tiba-tiba dari balik semak-semak keluarlah mata menyala dan erangan binatang buas,dan mereka berdua pun waspada,takut-takut binatang buas itu menyerang mereka.
"Babi hutan "ucap Jingga pelan.
"Sesst jangan bergerak tiba-tiba"detectiv memperingatkan.
__ADS_1
Tapi tiba-tiba.
Srek...suara ranting pohon terinjak oleh Jingga hingga membuat babi hutan itu langsung berlari ke arah mereka.
"Lari...."teriak detectiv itu sambil menarik tangan Jingga.
Mereka pun berlari menyusuri hutan dan babi hutan itu masih mengincar mangsanya.
Mereka terus berlari dan detectiv ingin menembak babi hutan tersebut tapi Jingga mencegahnya dia akhirnya meletuskan peluru ke arah yang salah hingga menimbulkan kebisingan saja.
"Kau gila ya...kita ini dalam bahaya tahu"omel detectiv itu.
"Jangan sakiti babi itu dia hanya menjaga teritorialnya saja dia merasa kita mengganggunya mangkanya dia mengejar kita"Jingga menjelaskan sambil berlari dengan detectiv itu.
"Ah....dasar bodoh"detectiv itu kesal.
mereka berlari lagi menghindari babi hutan yang terus mengejar mereka berdua,mereka akhirnya terjebak di sebuah pagar.
"Ah...sial"Kata detectiv itu kesal.
Tapi dia langsung menumpukan kedua tangannya dan menyuruh Jingga menginjak tangannya dan melompat ke keluar pagar,Jingga pun menurutinya dia akhirnya menginjak tangan detectiv itu dan melompat melewati pagar yang cukup tinggi.Jingga selamat dan detectiv itu pun segera memanjat pagar tersebut sebelum akhirnya babi hutan itu menabrak pagar.
"Huft...."mereka bernafas lega setelah terbebas dari kejaran babi hutan itu.
"Tak ku sangaka kau begitu gila,kau sangat berbeda bila sedang bertanding di lapangan judo,kau nampak tak pernah berekspresi bila memenangkan pertandingan tapi hari ini ku lihat dengan mata ku dan ku dengar dengan telinga ku kau sungguh orang yang sangat berbeda Jingga"katanya menahan lelah karena sehabis berlari.
"Kau mengetahui tentang ku?kenapa kau mencari tahu tentang aku pak?"tanya Jingga penasaran.
"Apa kau lupa kita pernah bertemu sebelumnya saat kau bertanding diluar kota"kata detectiv itu.
Jingga menatap lekat wajah detectiv itu,dan akhirnya dia mengingat sesuatu.
"Ah...aku ingat kau pria tampan yang sombong yang pernah tertabrak oleh ku saat di pintu masuk arena"jawab Jingga polos.
Detectiv itu tertawa mendengar Jingga mengatakan dirinya tampan.
"Perkenalkan aku detectiv Go"katanya sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Jingga.
Tapi Jingga tidak membalas jabatan tangan detectiv itu,dia malah pergi meninggalkan Go sendirian.
Go tertawa melihat reaksi Jingga.
"Kau masih tidak percaya kalau aku ini detectiv"Go mengejar Jingga.
"Kalau kau orang baik tolong segera kembalikan aku kerumah,kakek dan nenek ku pasti khawatir dengan ku"kata Jingga pelan.
"Maaf tidak bisa,kau harus bersembunyi karena para penjahat itu sudah melihat wajah mu,kau pasti menjadi incaran mereka untuk di habisi"kata Go.
Perkataan Go membuat Jingga melebarkan matanya.
...******************...
__ADS_1