Jingga Di Hati Jupiter

Jingga Di Hati Jupiter
Bab 49


__ADS_3

Malam itu pertemuan keluarga akhirnya di adakan kembali membahas perjodohan Jingga dan Jupiter.


Seluruh keluarga berkumpul di satu ruangan restoran Kakek Cahya sudah kembali sejak kemarin dan langsung membahas hal ini dengan kakek Andro hingga mereka mengadakan pertemuan kembali.


Kakek Andro sempat terkejut ketika mendengar penjelasan kakek Cahya karena seharusnya yang di jodohkan sejak awal dengan Jupiter itu adalah Sandra karena perbedaan usia mereka tidak terlampau jauh.Tapi kakek Andro sudah terlanjur menyangi Jingga menganggap Jingga seperti cucunya sendiri di tambah lagi Jingga punya bakat judo.


Dan yang kakek Andro lihat di hati Jupiter sudah terukir nama Jingga.


"Apakah Piter akan melepaskan Jingga atau tetap memilih bersamanya?"kakek Andro menggelengkan kepalanya.


Mengingat cucunya selalu tersenyum bila bersama Jingga dia khawatir bila hubungan ini di akhiri Piter menjadi sedingin es seperti dulu lagi.


Seluruh anggota telah berkumpul Jingga duduk di samping neneknya sedangkan Sandra duduk di samping mamahnya,Jingga tidak berharap kalau Piter memilihnya karena yang dia tahu Piter masih mencintai Sandra,ya contohnya saja dia bisa terjebak dengan Sandra tempo hari hingga di foto seperti itu dan yang lebih meyakinkan hati Jingga adalah Piter sudah mengetahui bahwa Sandra yang mencelakakan Jingga tapi dia tidak mengambil tindakan apa pun pada sepupunya itu.


"Baiklah pertama-tama saya memohon maaf pada keluarga semuanya terutama pada Jupiter dan Jingga,disini saya akan menjelaskan hal yang sebanarnya"kakek Cahya menjelaskan.


"Bahwa perjanjian kita sebagai sahabat dulu untuk menjodohkan cucu kita itu akan terlaksana,dulu saat Delima melahirkan Sandra saya sudah memutuskan untuk menjodohkannya bersama cucu sahabat saya cucu tertuanya,dan beberapa tahun setelah itu Delima menghilang bersama anak dan suaminya mereka pindah keluar kota dan sama sekali tidak ada kabar,dan mengingat janji itu harus di tepati maka saya mengganti peran Sandra dengan Jingga"jelas kakek Cahya.


Wajah Piter sudah tidak bisa menutupi kekecewaannya.kakek Andro sudah membaca hal itu.


"Tunggu Cah...sebaiknya kita jangan memutuskan secara sepihak saja,kita tanya saja kepada anak-anak ini bagaimana?"kata kakek Andro.


"Apa yang mau di tanyakan lagi kek?"Piter mulai bicara nadanya sudah dingin dan tidak bersabahat.


Kakek Andro tahu Piter sudah kecewa berat dengan hal yang satu ini.


Piter berdiri dari kursinya melepaskan cincin yang melingkar di jarinya dan meletakannya di meja.


"Maaf saya tidak mau meneruskan hubungan ini,saya harap kakek berdua mengerti ini hati bukan mainan"Piter menunjuk dadanya sendiri.


"Sejak awal saya memang tidak menyetujui perjodohan ini dan satu hal lagi saya tidak akan mau di jodohkan dengan wanita licik dan jahat seperti dia"Piter menunjuk Sandra.


"Dan saya pun tidak akan memaksa Jingga untuk bersama saya bila dia tidak ingin melanjutkan ya lebih baik di akhiri sampai disini saja"


"Jingga bagaimana dengan mu?apa kau masih ingin melanjutkan ini semua atau tidak?"tanya kakek Andro.


Jingga menunduk lalu menegakan wajahnya lagi.


"Bila kak Piter tidak ingin meneruskan lebih baik akhiri saja seperti apa yang kak Piter mau"

__ADS_1


Bukan itu yang ingin aku dengar dari mulut mu dik...


"Tunggu maksud Kamu bilang anak saya ini licik dan jahat itu apa ya"mamah Delima tidak terima perkataan Piter tadi.


Piter mengeluarkan ponselnya dan menyetel rekaman pembicaraan antara dirinya dengan Sandra tempo hari sebuah rekaman yang menyatakan bahwa Sandra mengakui kalau dialah yang menyuruh orang mengirim paket berisi ular beracun pada Jingga.


Semua orang yang mendengar sangat terkejut.


"Jadi kamu yang mengirim ular itu pada Ji hingga dia hampir mati"Pluto langsung angkat bicara.


Seluruh keluarga menoleh padanya.


Jingga melihat ke arah Piter.


Wajahnya seolah berkata kenapa kau tidak sedari awal kemarin mengeluarkan bukti itu pada ku,kenapa setelah aku berbicara baru kau mengeluarkannya.


"Kini kau percaya pada ku"Piter menatap tajam Pada Jingga.


Dan tak lama polisi datang menjemput Sandra,mamah Delima sempat berontak mengahangi anaknya di tahan oleh polisi begitu pun Sandra dia tidak terima dirinya di permalukan begini oleh Piter.


"Aku tidak akan tinggal diam Piter aku pasti akan membalas perbuatan mu"teriak Sandra.


"Kak...kakak mau kemana bukankah kakak mencintai Jingga?"tanyanya sambil berteriak hingga semua orang mendengar perkataannya termasuk Jingga.


"Tapi dia tidak mencintai ku Plu...aku akan perjuangan cinta ku sendiri tanpa bantuan keluarga oke"Piter berlalu dari hadapan Plu dan keluarganya.


Jingga meremas tangannya sendiri di bawah meja.


Kenapa kak kenapa kakak setega ini pada ku.


Jingga salah faham dengan Piter lagi.


"Nek....apa urusan ini sudah selesai bukankah sebaiknya kita pulang?"kata Jingga lembut.


Nenek melihat raut wajah sedih di wajah cucunya.


"Eh...iya kek sepertinya semuanya sudah selesai bukan?sebaiknya kita segera pulang takut kemalaman"kata nenek pada kakek Cahya


"Oh...iya kami pamit lebih dulu terima kasih atas semua waktunya"

__ADS_1


"Ya...hati-hati lah...dan Jingga kakek harap kamu masih mau latihan bersama kakek setiap minggu di rumah kakek"kata kakek Andro.


"Iya kek"Jingga tersenyum lebar walau sebenarnya dia tidak ingin tersenyum.


Jingga berserta kakek dan nenek nya pun meninggalkan ruangan,dan saat meninggalkan ruangan Pluto tidak sengaja melihat wajah sedih Jingga.


Dia bersedih apa dia sebenarnya tidak menginkan hubungan ini berakhir.huft....cinta memang rumit ya...


Pluto mengeluh dalam hatinya.


Sementara itu Piter melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah Anton,dirinya saat ini benar-benar kecewa dengan semua keputusan yang telah mereka sepakati bersama tadi.


Mobil sampai di depan rumah Anton terdengar suara dencitan saat mobil Piter berhenti.


Anton segera membuka pintu saat mendengar suara mobil berhenti di depan pintu rumahnya.


"Piter...kenapa kau?"Tanya Anton saat melihat mobil Piter berhenti.


Piter keluar dari dalam mobil dan membanting pintu mobil dengan keras,dia langsung masuk kedalam rumah kawannya ini walau Anton belum mempersilahkan dirinya masuk.


Piter duduk di sofa ruang utama dia menundukkan kepalanya.


"Ada apa kawan?"tanya Anton yang langsung duduk di sampingnya.


"Semua sudah berakhir Ton...anak itu benar-benar tidak ingin di sisi ku,malam ini sudah dia adakan pertemuan keluarga dan aku mengakhiri ini semua dan di setujui oleh dia,padahal aku sudah mengeluarkan bukti kejahatan Sandra tapi anak itu masih tidak mengubah keputusannya"


"Diri mu sebenarnya juga salah kawan kau yang membuat semua ini menjadi rumit,seharusnya bila tidak ingin mengakhiri katakan saja,jadi menyesal sendiri kan?"


"Bukan begitu Ton maksud ku aku itu ingin dia menarik kembali kata-katanya saat aku sudah membuktikan semuanya pada dia bahwa aku itu sudah tidak mencintai Sandra"Piter ngotot.


"Ya tapi itu tidak mungkin Piter seorang wanita tidak mungkin merubah fikirannya secepat itu apa lagi di hadapan banyak orang"


"Apa lagi dia masih remaja yang hatinya pasti masih labil Piter,mengeetilah kawan"


"Mau sampai kapan aku harus mengerti dia"Piter kesal.


Anton hanya menggelengkan kepalanya saja,masukan pendapatnya tidak di dengar saat ini,lebih baik dia diam dan tak banyak bicara lagi.


...**************...

__ADS_1


__ADS_2