
Yuki sempat bertanya pada pemilik toko tempat Jingga dan kawan-kawannya berbelanja tadi,entah kenapa dia jadi tertarik pada anak-anak itu setelah mendengar salah satunya mirip dengan suara murid kesayangannya.
Pemilik toko menjelaskan kalau mereka itu adalah murid akademi detectiv yang ada di kota sebelah mereka biasanya berbelanja mingguan dan di hari yang sama mereka selalu berbelanja di toko itu,tapi yang berbelanja orangnya berbeda-beda tidak selalu orang yang sama.
Yuki berharap bisa melihat orang yang suaranya mirip dengan murid kesanyangannya itu,mungkin rasa penasarannya akan hilang dan rasa rindunya pada muridnya juga akan sedikit terobati saat bertegur sapa dengan anak itu fikir Yuki.
"Semoga minggu depan aku bisa bertemu dengan anak itu"gumam Yuki.
Di dalam mobil.
Edel alias Jingga bersama Muti dan Helga asik bercerita tentang detectiv Go yang sangat memperhatikan Edel.
"Del...kamu itu kenapa siih kalau memberi julukan detectiv Go itu gorila gila,padahal dia detectiv yang paling tampan loh diatara detectiv yang lain?"tanya Muti.
"Hehe tampan...iya sih dia tampan tapi tetap saja kalau berkelahi seperti gorila gila tenaganya"ucap Jingga asal.
"Hahaha jangan seperti itu Del nanti jatuh cinta loh,detectiv Go juga aneh kenapa kalau melihat mu itu selalu memanggil mu ya ada ajah gitu alasannya buat mengerjai mu Del,atau benar dia itu sebenarnya menyukai mu Del"kata Helga dari bangku belakang.
"Apaan sih...nggak mungkin dia tahu siapa orang yang paling aku cintai"jawab Jingga asal.
"ck...janur kuning belum melengkung Edel... masih banyak kesempatan detectiv Go bersama mu hahahaha"tawa Helga lepas.
"Sial nggak aku nggak mau sama dia"elak Jingga.
"Eh...kamu ingat nggak waktu misi pertama kita waktu itu,waktu kamu jadi pancingan buat mancing si pelaku pelecehan itu"tanya Helga karena saat itu mereka berdua yang mendapatkan misi di dampingi Go.
"Ingat kenapa?"tanya Jingga.
"Waktu kamu pura-pura jadi orang nggak berdaya detectiv Go panik banget loh Del,pas dengerin suara kamu di earphone"kata Helga.
Jingga hanya tertawa saja mendengar cerita Helga.
Flash back.
Saat itu hari sudah menjelang malam,Jingga yang sudah menemukan pelaku pelecehan mencoba memancingnya dan dia berhasil dia dia ajak oleh orang tersebut ke sebuah gudang di kampus tersebut.
__ADS_1
Gudang di kunci tubuh Jingga didorong hingga jatuh tersungkur ke lantai,saat itu Jingga memakai rok.
"Pak...apa yang anda lakukan pak,kenapa pintunya di kunci?"tanya Jingga cemas.
"Sudahlah nikmati saja ini hanya antara kita berdua"kata pelaku tersebut yang tak lain adalah salah satu dosen dikampus tersebut.
"Pak...jangan bilang pelaku pelecehan tiga mahasiswa yang kemarinnya bunuh diri itu akbibat perbuatan anda?"tanya Jingga cemas sambil menghindar dari serangan laki-laki gila itu.
Jingga mencoba menghindar dan menyeret tubuhnya di lantai tapi laki-laki itu terus mengejarnya dan akan memakan tubuh Jingga,matanya benar-benar sudah terlihat kelaparan melihat Jingga.
Sial laki-laki ini benar-benar kurang ajar tidak bisa aku maafkan.
"Kau benar cantik aku yang melecehkan mereka semua karena mereka sangat menggoda membuat ku lapar dan kehausan sama seperti mu sayang"laki-laki itu berjongkok di hadapan Jingga.
Edel hati-hati (kata Go di earphone yang di pasang menjadi anting-anting di telinga Jingga).
Tapi Jingga semakin menggoda Go dengan terdengar seperti dirinya sangat terancam.padahal dia sudah sangat gatal ingin melibas pria di hadapannya ini.
Go semakin khawatir dengan Jingga karena ini misi pertamanya tapi harus berhadapan langsung dengan pelaku.
"Pak hentikan apa yang anda lakukan pak hentikan"Jingga terdengar ketakutan.
"Tidak pak hentikan jangan lepas baju saya"Jingga terdengar meronta.
Edel...edel...hajar dia ed...jangan takut (Go sudah geram mendengar Jingga yang terdengar kesusahan disana).
Tapi saat Laki-laki itu meraba paha Jingga di rasakan ada sesuatu yang mengganjal di paha Jingga dan ketika dia buka rok yang di kenakan Jingga terlihat pistol menempel di paha Jingga.
Pria itu langsung menjauhi Jingga dan terlihat ketakutan.
"Si..siapa kau sebanarnya?"tanya pria itu ketakutan.
"Hehe ketahuan ya...dasar laki-laki kurang ajar,mesum medekamlah kau di penjara"Jingga langsung menendang wajah pria tersebut hingga babak belur dan beberapa gigi pria tersebut rontok karena tendangan Jingga sangat keras.
"Tendangan ku ini tidak seberapa bila di bandingakan nyawa yang melayang akibat ulah mu dosen gila...bugh...."Jingga memukul wajahnya lagi.
__ADS_1
"Seharusnya torpedo milik mu itu aku iris-iris dulu baru menyerahkan mu ke pada pihak hukum, sialan"Jingga sudah kesal hingga menyebutkan kata-kata kasar.
Go langsung berlari ke arah ruangan tempat Jiingga di sekap dia takut Jingga melukai pelaku berlebihan.
Pelaku yang ketakutakn dengan ancaman Jingga karena ingin mengiris anunya langsung memegangi pertengan celananya.
Brak...
Pintu di dobrak Go masuk bersama beberapa polisi yang telah dia panggil saat Jingga memancing pelaku itu.
"Ed...kau tidak apa-apa?"tanya Go cemas.
"Aku baik-baik saja detectiv"kata Jingga santai.
Pelaku di bawa polisi dengan wajah yang sudah babak belur dan hampir pingsan karena di hajar Jingga.
"Heuf....kau membuatku khawatir Ed...ku fikir kau tidak bisa melawannya"kata Go.
Tapi Jingga tidak bereaksi apa-apa dia hanya diam saja.
Flash back off.
Mengingat misi pertama Jingga yang sukses saat itu dengan Helga dan detectiv Go sangat menegangkan juga buat Helga karena saat itu Jingga hampir saja menjadi korban juga.
Tapi Go saat itu percaya kalau Jingga mampu mengatasi pelaku itu,karena Go tahu Jingga tidak akan tinggal diam saja dan membiarkan dirinya celaka begitu saja,apa lagi Go yang selalu melatihnya bela diri secara langsung.
Mobil yang di kendarai Jingga pun tiba di pintu asrama Akademi,Jingga memarkirkan mobil di area parkir dan mereka bertiga pun turun dari mobil dan membawa belanjaan untuk di serahkan ke tim bagian dapur.
Jingga,Muti dan Helga berjalan beriringan ke arah dapur sambil membawa beberapa barang belanjaan.Go yang tak sengaja melintas karena akan menuju ruangan pak Edward sempat menghentikan langkahnya,entah apa yang ada di fikirannya dia menghentikan langkahnya karena dia biasanya cuek saja.
Tiba-tiba dia tersenyum ketika melihat Jingga membawa barang yang banyak dan agak kesulitan saat berjalan,untung saja salah satu kawan sekelasnya ada yang langsung datang menolongnya.
"Sini biar ku bawa sebagian"kata leon teman sekelas Jingga.
"Oh...terina kasih Leon"ucap Jingga senang karena bala bantuan segera datang di saat yang tepat.
__ADS_1
Go langsung pergi dari sana dan langsung menuju ruangan pak Edward.sepertinya akan ada misi lagi untuk Go.apakah misi berikutnya Go akan mengajak Jingga bersamanya lagi.
...***************...