
Piter merangkul Jingga sampai kedalam saat di dalam Piter memeluknya dari arah belakang Jingga refleks ingin membantingnya tapi Piter segera menghentikannya.
"Diamlah aku hanya ingin memeluk mu saja"
Jingga masih berontak.
"Diamlah atau kau ingin aku cium lagi"bisiknya di telinga Jingga.
Jingga langsung terpaku saat mendengar bisikan Piter.
"Diam lah dan tenanglah aku hanya ingin memeluk mu saja aku tidak akan melakukan hal yang lain atau sampai menyentuh bagian terlarang aku janji kecuali kau sudah menjadi istri ku,bila kau menjadi istri ku kau tidak boleh menolak bila aku menyentuh setiap lekuk tubuh mu"Bisik Piter.
"Ish...kak...bukankah kakak ini sedang sakit kenapa masih bisa seenaknya sih"Jingga gereget.
Piter masih memeluk Jingga.
"Kak kenapa kakak seperti ini,apa kakak mulai mencintai ku?"tanya Jingga ragu.
"Menurut Adik?"masih memeluk.
Jingga langsung melepaskan pelukan Piter.
"Malas bicara dengan kakak,jangan sentuh aku lagi"Jingga kesal.
karena jawaban Piter menggantung.
Dasar nyebelin mana aku tahu dia itu cinta atau tidak dengan ku kalau dia tidak bilang,tingkahnya saja berubah-ubah kadang baik kadang nggak aaaaaaaa errrhhhhhhh rasanya ingin ku cakar saja wajahnya itu nyebelin.
Saat sedang mengeluh di kamarnya Piter mengetuk pintu kamarnya.
"Dik...adik sedang apa?"tanyanya di balik pintu.
"Kenapa buat apa tanya-tanya"jawab Jingga sewot.
"Adik....keluar dong..."bujuk Piter seperti anak kecil.
"Nggak mau tangan kakak sekarang menakutkan"teriak Jingga.
Piter tertawa mendengarnya.
"Kakak kesepian sendirian ayolah keluar dong"
"Kalau kesepian kakak pulang saja sana di rumah kakak kan banyak orang tidak seperti disini"
"Nggak mau kakak maunya sama adik"teguh pendirian.
"Errrrrhhhhh orang ini nyebin banget sih"Jingga kesal setengah mati dengan Piter.
"Dik...adik...keluar dong..."membujuk.
Jingga diam saja,dia memlilih diam karena kalau di ladeni terus Piter malah makin menjadi.Piter bingung karena Jingga diam saja dia mencari akal agar Jingga mau keluar dari kamarnya.
Beberapa menit setelah diam Piter menemukan cara dan dia berharap ini berhasil.
__ADS_1
"Dik...kita lihat panda yuk...di kebun binatang yang di kota sebelah itu"Piter agak ragu dengan ide nya yang satu ini.
Piter bersandar di pintu kamar Jingga.
Cekrek...Jingga membuka pintu kamarnya hingga Piter hampir terjatuh karena bersandar di depan pintu.
Wajah Jingga terlihat berbinar.
"Kakak serius akan mengajak aku kesana sekarang?"Jingga antusias.
Aish dari tadi saja ya ide ini aku keluarkan dia langsung luluh begini.
Fikir Piter
Piter menganggukan kepala.
"Adik siap-siap ya"kata Piter lembut.
Jingga langsung melompat kegirangan.
"Hore....lihat panda"teriaknya sambil memasuki kamarnya untuk bersiap-siap pergi dengan Piter.
Piter tersenyum melihat tingkah kekanakan Jingga,tapi dia sangat menyukainya,di tambah lagi cara ini bisa melukuhkan hati Jingga yang sedang marah tadi.
Piter pun menghubungi supir di rumah untuk mengantarkan mobil ke rumah Jingga,dia pun berpesan untuk membawakan jaket miliknya.
Jingga bersiap-siap dia mengganti pakaiannya menyisir rambut panjangnya dan memakai topi rajutan,tak ada yang berlebihan dalam dandanannya karena Piter juga tidak suka bila dia berdandan berlebihan Piter lebih suka dia berdandan apa adanya.
Saat Jingga sudah bersiap Piter menunggunya di bawah dia duduk di kursi.
"Iya..."
"Kemarilah"Piter menepuk bagian kursi yang kosong di sebelahnya.
Jingga pun menurut dan duduk di sebelah Piter,Piter membelai rambut hitam dan panjang Jingga.
Tak lama Supir menelpon memberitahukan kalau dirinya sudah ada di depan gang sempit,Jingga pun bersiap-siap dia memasukan kandang Jojo dan Momo ke dalam rumah dan langsung pergi bersama Piter ke depan gang.
"Sepertinya mereka akan pergi"kata Wahyu saat melihat Jingga dan Piter meninggalkan rumah.
Piter meminta supir mengambil motor yang ada di rumah Jingga,dan dia yang akan mengemudi sendiri dia ingin mengahabiskan waktunya hari ini hanya berdua saja dengan Jingga.
Mobil pun berjalan ke tempat tujuan,di perjalanan yang cukup jauh jenuh juga tidak ada yang berbicara akhirnya Piter menyetel musik di mobilnya.
Saat musik di nyalakan lirik lagunya sungguh menyentil hati Piter,dia ingin menggantinya tapi di cegah oleh Jingga.
"Tunggu kak aku ingin dengar lagu ini musiknya enak di dengar"
"Oh...adik suka"Piter tidak jadi menggantinya dan membiarkan Jingga mendengarkan lagu tersebut.
Sebenarnya lirik lagu itu mewakilkan perasaan Piter saat ini,perasaan jatuh cinta tapi sulit dia sampaikan secara langsung hingga dia hanya bisa berdoa dan berharap tuhan menyampaikan perasaannya pada seseorang yang saat ini sangat di cintainya.
Jingga pun ikut bernyanyi dengan lirik yang sama sebuah lirik yang mewakili perasaan Piter.
__ADS_1
"Adik sedang jatuh cinta ya?"ledek Piter.
Jingga tersipu malu.
"Tuh...kan wajah mu berubah merah begitu,hayo...jatuh cinta dengan siapa?"ledeknya lagi.
"Ah...nggak kok kak"Jingga memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil di sebelahnya.
ku harap kau jatuh cinta pada ku dik bukan dengan orang lain.
Harapan Piter dalam hatinya.
mana mungkin kan aku bilang aku jatuh cinta padanya,walau aku tahu cinta ku tak terbalas tapi dia lah cinta pertama ku hiks kenapa ya cinta pertama ku harus bertepuk sebelah tangan begini.
Keluh Jingga dalam hatinya.
Perjalanan cukup jauh karena mereka harus keluar kota,di sepanjang jalan mereka terus mendengarkan musik dan musik yang berputar itu semuanya lagu-lagu tentang cinta,terutama lagu tentang orang jatuh cinta.
Bahkan ada salah satu lirik lagu yang benar-benar menyentil hati Piter sebuah lirik yang mewakilkan Piter banget,lirik yang mengatakan hidupnya di penuhi warna saat dekat dengan Jingga dan dia selalu mendekati sang pujaan memberikan tanda-tanda cinta dan Jingga itu benar-benar mengalihkan pandangannya dari siapa pun.
Udara sejuk mulai di rasakan,udara dan suasana telah berganti saat memasuki kota yang berbeda,pemandangan gunung dan pepohonan yang rindang membuat sejuk mata yang memandang,mereka hampir sampai ke tempat tujuan.
Wajah Jingga sudah berseri-seri mengetahui dirinya sebentar lagi akan sampai ke tempat tujuan.
Mobil pun sudah memasuki wilayah kebun binatang tersebut yang luasnya entah berapa hektar,Piter memasuki pintu masuk dan mebeli tiket masuk Piter memarkir mobilnya mereka pun turun dari mobil merasakan kesejukan udara yang menyeruak kedalam tubuh.
Piter mengenakan jaketnya yang tadi dia bawakan oleh supirnya.Piter menggandeng tangan Jingga ketika masuk ke dalam tempat hewan-hewan itu berada,beberapa kandang besar yang di diami oleh burung dan hewan-hewan lain mereka datangi.
Jingga terlihat sangat senang dan antusias sat melihat hewan-hewan yang ingin di lihatnya,dan mereka pun menyaksikan atraksi binatang Jingga pun menjadi satu orang pengunjung yang terpilih untuk ikut beratraksi dengan seekor burung elang.
Piter sempat khawatir saat burung elang menghampiri Jingga dan bertengger di lengan gadis itu,tapi tidak ada raut ke takutan di wajah Jingga senyumnya lebar dia sangat senang dan menikmati hal itu.
selesai menyaksikan atraksi binatang mereka pun berjalan kembali mereka melihat panda dan Jingga sangat antusias.
"Ihhh lucu banget... gemesin"katanya saat melihat beberapa panda di kandangnya.
Piter membelai kepala Jingga.
Dia senang sekali padahal hanya di ajak melihat binatang tapi ekspresinya seperti wanita yang di berikan hadiah berlian saja.
Fikir Piter.
"Kak....lihat disana ada panda yang boleh di ajak berfoto kak,aku mau foto dengan panda itu ya kak"Jingga berlari ke seekor panda yang di awasi petugas disana.
Jingga meminta berfoto dengan seekor anak panda Jingga memeluk panda tersebut dengan bahagia dia mengelus-elus kepala panda tersebut dan anak panda tersebut pun menyukai perlakuan Jingga padanya hingga saat sesi foto selesai anak panda itu mengikuti Jingga.
"Dik dia mengikuti kita"Kata Piter.
"Eh...iya..."Jingga terlihat senang.
Petugas yang menjaga panda tersebut pun akhirnya menangkapnya dan menggendong anak panda tersebut tapi anak panda tersebut seperti tidak rela membiarkan Jingga pergi.Jingga pun melambaikan tangannya dan tersenyum pada anak panda tersebut.
Anak panda saja nyaman bersama mu dan tak rela di tinggalkan oleh mu apa lagi aku dik.
__ADS_1
...*****************...