
Piter mencari Jingga kesekeliling rumahnya,dia mendengar Jingga sedang mengomel di belakang rumahnya.
"Chiki...kemana saja kamu ini jarang pulang keluyuran terus pulang-pulang hamil"Jingga mengoceh.
"Adik bicara dengan siapa?"tanya Piter bingung saat mendapati Jingga berbicara sendirian.
"Eh...kakak sudah bangun,ini aku bicara dengan kucing ku"Jingga menunjukan seekor kucing belang tiga.
"Dia jarang pulang sekalinya pulang dia hamil hehehe"
Piter tersenyum melihat tingkah laku Jingga seperti seorang ibu yang memarahi anaknya.
"Kamu pasti kawin dengan si garong kan?tempo hari di kejar-kejar terus sama dia"Jingga masih mengomeli kucingnya.
Meong...kucing itu hanya mengengong.
Piter terkejut melihatnya karena sepertinya kucing itu mengerti dengan perkataan Jingga.
Aong...aong..aong...seekor kucing oren mengeong-ngeong.
"Hus...sana kamu chiki sudah hamil sama kamu jangan di kawinin terus"Jingga mengusir kucing oren yang mengeong terus.
Piter tertawa melihat tingkah laku Jingga.
Jingga mengusir si garong tapi Chiki malah mengejar si garong,Jingga ikut berlari mengejar chiki,tapi tangannya di tarik oleh Piter.
"Mau kemana?"tanya Piter.
"Itu Chiki malah nyamperin si garong kak"
"Ya sudah berarti dia suka sama si garong,biarkan dia bersama pacarnya jangan di ganggu"kata Piter.
"Tapi kak dia lagi hamil,eh...kenapa kita jadi ngebahas kucing sih"Jingga baru tersadar.
Piter tersenyum melihat tingkah Jingga.
"Kakak mau sarapan?aku sudah buat bubur"Jingga akhirnya masuk kedalam rumah di iringi Piter.
Mereka duduk di meja makan,Jingga mengeluarkan bubur dari pemanas nasi.dan menyajikannya di mangkuk.
"Makanlah kak setelah itu minum obatnya lagi,oia baju kakak juga sudah bersih dan rapih tadi aku sudah mencucinya dan mengeringkannya setelah itu aku setrika apa kakak mau ganti?"Jingga terus mengoceh.
Piter menarik tangan Jingga yang akan beranjak dari duduknya.
"Duduklah sepertinya pagi ini kamu sibuk sekali"
Jingga pun duduk di samping Piter.
"Adik sudah sarapan?"tanya Piter.
Jingga hanya mengangguk.
"Makanlah kakak sedang demam makan yang lenbut-lembut dulu ya?"kata Jingga lembut.
"Kakak makan ya..."Piter menyuap sesendok bubur ke mulutnya.
Di rasakannya bubur tersebut.ekspresi wajahnya berubah aneh seperti sedang berfikir.
"Kenapa kak nggak enak ya?"tanya Jingga.
"Bukan bukan nggak enak tapi ada rasa yang berbeda gitu loh dik,bukan rasa asin atau gurih tapi enak rasanya tidak berlebihan"
__ADS_1
"Oooh itu rasa jamurnya kak,kaldu jamurnya memberikan rasa umami kalau kata chef yang ada di tv itu"
"Ooo begitu...hehe adik bisa saja"
"Habiskan lah kalau kakak suka,kalau tidak suka makan secukupnya saja agar kakak bisa meminum obatnya"
"Akan kakak habiskan adik sudah susah payah membuatnya,kakak pasti menghabiskannya"kata Piter.
Saat Piter memakan bubur ada suara ketukan pintu.
"Eh...siapa pagi-pagi"kata Jingga.
"Pasti Al dia tadi aku telpon untuk membawakan pakaian ganti"
Jingga pun berjalan ke arah pintu dan membuka pintu,dan memang yang ada di balik pintu adalah Al.
"Eh...pak Al masuk lah kak Piter sedang sarapan di belakang"Jingga mengajak Al ke meja makan.
Al tak bisa menahan tawanya saat melihat Piter mengenakan seragam olah raga Jingga.
"Kenapa tertawa tidak pernah melihat aku berpenampilan seperti ini apa?!"Piter sewot.
"Iya aku tak pernah melihat mu seperti ini kawan hihihi"
"Bajunya semalam basah kena hujan,jadi aku menberikan baju yang ada saja"jelas Jingga.
"Basah kok bisa?"Al bingung.
"Tanya saja padanya kenapa dia harus hujan-hujanan di depan halaman rumah"jawab Jingga malas.
"Kenapa kau hujan-hujanan?"Al penasaran.
"Bukan urusan mu"Piter sewot.
"Sudah pak Al biarkan kak Piter menghabiskan sarapannya dulu dia harus minum obat soalnya hihi"
"Obat?kau sakit?"tanya Al.
"Iya dia demam karena semalam hujan-hujanan selama satu jam"jelas Jingga.
"Hah"Al tambah bingung dia penasaran kenapa Piter harus hujan-hujanan sampai selama itu di halaman rumah Jingga.
"Sudah diam kamu jangan kebanyakan nanya"Piter sewot.
"Oia nanti tolong urus semua pekerjaan kantor bersama Indah ya,aku tidak ke kantor hari ini"kata Piter.
"Mau aku panggilkan dokter,untuk memeriksa mu?"tanya Al.
"Tidak usah aku akan sembuh setelah beriatirahat seharian ini"Piter menolak.
"Ooo begitu baik lah"
Al pun pamit dari rumah Jingga menuju kantor.
Di perjalanan Al sebenarnya penasaran dengan permasalahan kawannya tersebut.
"Apa yang sebenarnya terjadi sih ya pada mereka kenapa Piter sampai hujan-hujanan begitu sampai sakit juga hadeuh....Piter sepeetinya Jingga benar-benar membuat mu gilanya kawan"fikir Al.
Mobil yang di kendarai Al pun tiba di area parkir kantor,Al turun dari mobil dan berjalan menuju ruangannya,saat dia melewati meja Indah dia memberitahukan kalau Piter hari ini tidak bisa ke kantor jadi mereka berdualah yang harus mengurus semua pekerjaan hari ini.
"Si bos sakit?"tanya Indah.
__ADS_1
"Iya dia demam"Jelas Al.
"Terus Jingga kemana dari kemarin saya tidak melihatnya?"tanya Indah penasaran.
"Ha...ha...itu juga sulit di jelaskan"Al tertawa,karakter Al memang berbeda dengan Piter meskinpun mereka berteman baik.Al tipe orang yang ceria berbeda dengan Piter yang tertutup dan gampang marah.
"Apa mereka bertengkar sampai bos sakit?"Indah penasaran.
"Ya...gitu deh"Jelas Al asal.
"Ya...ampun si bos beneran sayang ya sama anak itu"
Al menjentikan jarinya.
"Bener banget aku saja nggak nyangka dia bisa jatuh cinta sama anak itu hihi"Al tertawa mengingat sederetan kejadian antara Piter dengan Jingga.
Sederetan kisah berawalnya pertemuan mereka hingga akhirnya berujung perjodohan yang tidak di duga.
Setelah sejenak membahas bos dengan Jingga Al dan Indah pun bersiap meeting di kantor bersama klien.Indah mempersiapkan ruang meeting bersama beberapa staff.
Sementara itu di rumah Jingga.
Piter sedang duduk sendiri di teras rumah sudah berganti pakaian dengan pakaian yang sudah di cuci Jingga sedangkan pakaian yang di bawa Al malah tidak di pakainya,Jingga yang sedang bebenah rumah menghampirinya.
"Dik...apa kakek dan nenek tidak menyewa asisten rumah tangga?rumah ini cukup besar loh bila kamu membersihakannya sendirian?"tanya Piter.
"Ada...tapi si embak tidak menginap disini dia pulang,dan karena kemarinnya kakek dan nenek bilang akan keluar negeri dan aku akan menginap di rumah kakak jadinya dia libur dulu"
"Ooo begitu...kamu panggil saja buat membantu mu"
"Tidak usah kak kalau aku diam saja nanti malah ngantuk badan kita kan harus bergerak apa lagi beberapa hari ini kita kan nggak latihan gara-gara kemarin aku di gigit ular"
"Iya juga,oia adik mau kakak daftarkan ikut turnamen minggu ini?"Piter tiba-tiba bertanya.
"Memangnya ada?"
"Ada bahkan setiap hari ada dia adakan turnamen tapi di kota-kota yang berbeda,kalau adik mau nanti kakak daftarkan kamu perlu mengasah diri mu dengan sering mengikuti turnamen"
"Ooo begitu baiklah aku mau"Jingga tersenyum.
Saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba ada seorang pria masuk ke halaman rumah,seorang pria seumuran dengan Piter,pria manis dan tampan.
"Ji...kamu ada di rumah?"tanya pria itu.
"Eh...dr. Akbar sudah datang?iya aku sedang di rumah dok"jelas Jingga.
"Iya biasanya juga saya datang jam segini kalau tidak ada kakek mu"
dr. Akbar melihat ke arah Piter,sedangkan yang di lihat tidak terlihat senang.
"Apa dia tunangan mu?"tanya dr.Akbar.
"Iya"Jawab Piter ketus.
"Kakak..."Jingga tahu Piter itu tipe orang yang sulit di tebak fikirannya.
"Maaf dok dia memang tidak ramah dengan orang yang baru di kenal tapi sebenarnya dia baik kok"Jingga tersenyum.
"hemf...dia bukan tidak ramah pada orang sayang...dia itu sedang cemburu"
Perkataan dr. Akbar membuat Piter semakin kesal di tambah lagi dia memanggil Jingga dengan sebutan sayang.
__ADS_1
...******************...