Jodohku, Asisten Papa Ku

Jodohku, Asisten Papa Ku
Perubahan


__ADS_3

Di kediaman Ibnu.


''mas, aku nginep disini ya, sama kamu'' ungkap Anggia bergelayut manja dilengan kekar milik Ibnu.


''jangan sayang, kita belum menikah dan mas belum ada sejam yang lalu menjatuhkan talak kepada Fitri. Malu sama tetangga, bersabar lah sayang'' sahut Ibnu sambil membelai rambut sang kekasih. Mereka duduk di sofa ruang tamu.


''benar yang di katakan Ibnu, Anggia. Ibnu sekarang sudah menjadi milikmu seutuhnya, yang cepat atau lambat dia akan menjadi suami mu juga. Keluarga besar kami akan segera melamar kamu kepada orang tua mu, kamu yang sabar, ya sayang?!'' ungkap mama Reni lembut. Dia sudah tidak sabar ingin memiliki seorang menantu anak pemimpin perusahaan berkelas seperti Anggia.


''baiklah, ma'' jawab Anggia manut, dia begitu bahagian mendengar penuturan mama Reni.


Sedangkan Sari lagi kerepotan menimang sang buah hatinya, bayi Meisya menangis kencang setelah Fitri melangkahkan kakinya meninggalkan rumah itu. dan sampai saat ini tangis bayi Maisya masih belum reda, kadang diam beberapa saat setelah itu kembali lagi menangis. Membuat Mama Reni, Ibnu, serta Anggia merasa terganggu. Mereka sempat bergantian menimang bayi Meisya, tetapi setelah hanya diam sesaat lalu bayi Meisya menangis lagi.


''Sari, anakmu kenapa, sih?'' Celetuk Anggia.


''aku nggak tahu juga ini kak, biasanya Meisya tidak pernah serewel ini, jangan-jangan ini ulahnya si gembel itu'' tuduh Sari.


''kamu ada benarnya juga, sayang. Meisya rewel semenjak di asuh oleh Fitri''


''iya ma, awas saja ma, kalau sampai anakku Kenapa-napa aku akan mencari Fitri hingga keujung dunia pun, lalu aku akan melaporkan dia ke polisi''


''mama setuju itu''


''ya sudah. Malam sudah semakin larut. Lebih baik kalian pulang ya, kasihan Suamimu dirumah sendirian Sari''


''ihh, mas Ibnu mengusir kami, ya? Kan ada pembantu dirumah bersama mas Hakam''


''ya, beda dong Sar. Kalau di rumah kamu dan Meisya kan bisa beristirahat total'' terang Ibnu. Sementara Sari hanya mengangguk.


''mas, aku kepengen sayang'' bisik Anggia lirih ketelinga Ibnu sambil membusungkan dada berisinya.


''besok ya sayang, okey. Sekarang mama dan Anggia ada disini''


''okey, baiklah sayang''

__ADS_1


Setelah itu Anggia, mama Reni serta Sari pamit pulang. Mereka pulang dengan perasaan teramat bahagia karena Fitri sudah berhasil mereka depak dari rumah itu.


Mereka pulang di saat hujan sudah reda. Anggia mengemudi mobil, mama Reni dan Sari duduk di belakang dengan bayi Meisya yang tangisnya sudah berangsur reda.


Setelah kepergian anggota keluarga nya. Ibnu menutup pintu utama, menguncinya dari dalam. Lalu setelah itu dia berjalan ke arah kamarnya. Dia membaringkan tubuhnya, menarik selimut lalu meringkuk dibawah selimut itu.


Ibnu mencoba untuk memejamkan matanya, tetapi entah kenapa malam ini dia merasa begitu sulit untuk tidur.


Dia beralih kekanan lalu kekiri dan terlentang tapi pikirannya merasa tidak tenang. Ibnu duduk, menyandarkan kepalanya di kepala sofa. Lalu mengambil kotak rokok yang ada di atas laci, mengambil satu batang, membakarnya satelah itu dia menghisap nya dengan penuh kenikmatan.


Ibnu menarik nafas panjang, matanya menyapu setiap sudut ruangan dengan teliti tanpa terlewat sedikitpun. Setelah itu tatapannya beralih ke samping kirinya.


''Biasanya disaat jam-jam seperti ini Fitri sudah terlelap tidur, dengan tarikan nafas yang terdengar nyaring.'' gumamnya teringat akan mantan istri, Ibnu membelai sprei lembut itu dengan penuh perasaan, sudah beberapa malam ini mereka tidak tidur bersama semenjak peristiwa Fitri di usir oleh Sari di rumahnya waktu itu.


Biasanya, di malam-malam sebelumnya Ibnu Akan tertidur lelap tanpa memikirkan Fitri, tanpa beban pikiran dan rasa bersalah. Tapi malam ini ada sedikit yang berbeda.


''Rindu, apakah mungkin ini rindu? Ah, tidak ... dia tidak pantas untuk aku rindukan. Fitri pasti sudah menjadi gembel sekarang. palingan dia sekarang lagi tidur beralaskan karton.'' gumam Ibnu lagi tersenyum sinis, asap rokok mengepul di depannya.


Dulu, di awal-awal Ibnu bertemu dengan Fitri dia merasa sudah tertarik dan jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Fitri, tapi begitu dia tahu Fitri anak orang kaya dan pengusaha sukses yang sombong dan dingin, keinginannya untuk memiliki dan menguasai harta orang tua Fitri semakin besar dibandingkan rasa cinta nya. Sehingga dia menghalkan berbagai cara untuk mendapatkan muka, berharap tuan Aditama akan jatuh hati dan memujinya. Tapi, apa yang dia dapat, Aditama malah menghinanya habis-habisan, menolak dengan lantang. Dengan lantangnya Aditama menolak pernikahan Ibnu dan Fitri. Oleh karena itulah Ibnu terus berusaha membujuk Fitri yang masih polos waktu itu untuk menikah dan ikut dengannya, berharap Aditama akan luluh, tapi kenyataannya sungguh tidak sesuai harapan. Aditama malah acuh. Mereka menikah tanpa di wali oleh Aditama. Hanya ada wali bayaran waktu itu.


Dan salah satunya karena kehadiran Anggia, wanita cantik nan seksi yang sudah hadir mewarnai hari-hari nya selama 2 tahun terakhir. Pelayanan yang memuaskan dari Anggia membuat Ibnu merasa semakin candu.


*************


Ditempat yang berbeda, mama dan papa Mayang membimbing Mayang berjalan masuk kerumah yang mewah dan megah itu. berjalan melewati para pelayan yang berbaris rapi. Raihan berada di gendongan sang kakek. mata kecil Raihan bergerak lincah menatap setiap sudut rumah yang begitu indah dan mewah.


''mama, ternyata oma dan opa Raihan sangat hebat. oma dan opa sangat kaya, rumah tante Sari tidak ada apa-apa nya di bandingkan rumah oma dan opa.'' celoteh Raihan.


''tante Sari siapa, sayang?'' tanya mama Hanum lembut.


''iya, tante Sari yang sering galak dan membuat mama menangis oma, tante Sari sama kayak papa dan nini suka membuat mama nangis.'' tutur Raihan.


Mayang mencoba memberi kode untuk Raihan agar diam, tetapi Raihan tidak mau. Raihan mencoba mengeluarkan unek-unek yang dia rasakan selama ini, Raihan merasa sekarang dia sudah menemukan orang yang tepat untuknya mengadu tentang kesakitan sang mama.

__ADS_1


''sungguh?'' sahut mama Hanum.


''iya, oma. Waktu itu mama dan Raihan di usir dari rumah tante Sari, saat acara hajatan adek bayi Meisya. Tante Sari mengusir mama dan Raihan di depan orang banyak, papa hanya diam. Raihan ingin melawan dan membantu mama, tapi Raihan masih kecil. setelah itu mama menangis di jalanan, Raihan begitu sedih melihat mama menangis'' jelas Raihan dengan suara begitu jelas, dia menunduk setelah mengatakan itu, mama Hanum dan tuan Aditama yang mendengarkannya membuat mereka merasa murka, kemarahan Aditama kini bertambah menjadi berlipat-lipat ganda.


mama Hanum kemudian kembali memeluk tubuh kurus sang putri, rasa bersalah nya semakin dalam kepada sang putri.


***********


Mayang sudah berada di kamar miliknya. Kamar yang luas dan begitu lengkap dengan fasilitas. Kamar itu telah mama Hanum persiapkan jauh-jauh hari sebelum kepulangan Mayang.


Sementara Raihan tidur bersama oma dan opa nya. Raihan gampang sekali menurut sama kedua orang tua Fitri.


Tadi Raihan tertawa riang melihat setumpuk mainan mobil-mobilan serta robot-robotan yang memang telah di persiapkan untuknya di ruang khusus untuk bermain. Mayang merasa sangat lega.


Mayang melangkahkan kaki berjalan pelan mengelilingi setiap sudut kamarnya. di dalam kamar itu terdapat lemari pakaian besar dengan bermacam-macam model dan jenis pakaian tergantung di dalam nya, sandal dan sepatu serta perlengkapan mewah lainnya.


Mayang menatap semua itu dengan senyum manisnya. Lalu dia berdiri di depan meja rias, menatap dirinya dari pantulan kaca cermin, lalu tatapan dia kemudian tertuju ke bingkai foto yang terdapat di atas meja rias, foto dirinya semasa masih gadis dulu terpajang di sana, Mayang mengusap foto itu, menatapnya lekat.


''Tidak lama lagi, Mayang yang begitu cantik jelita dulu akan kembali. Aku akan membuat orang-orang yang pernah menghinaku dulu merasa menyesal dan bertekuk lutut di bawah kakiku.'' gumam nya pasti.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


tidak terasa sebulan telah terlewatkan.


Mayang menghabiskan waktunya selama sebulan dengan berolahraga, merawat dirinya ke salon dan perawatan di klinik kecantikan ternama, dia mengkonsumsi jenis vitamin dan makanan-makanan penambah berat badan lainnya, dia perlahan-lahan kembali kebentuk dirinya yang dulu, tapi kali ini dia sudah semakin dewasa, yang semakin menambah keanggunan nya.


Raihan juga telah banyak berubah, dia sekarang telah menjelma menjadi pangeran kecil yang sangat tampan, tubuhnya semakin berisi serta kulit nya juga telah putih bersih.


bagaimana tidak, mereka berdua sekarang sudah bahagia. kedua orang tua Mayang begitu menyayangi Mayang dan Raihan, setiap menit perhatian mereka selalu tertuju kepada Mayang dan Raihan. rumah mewah dan megah yang sempat kehilangan kehidupan itu dulu sekarang telah berubah menjadi lebih bewarna, suara kecil dan tawa Raihan selalu menggema di dalamnya. para pelayan juga selalu siap siaga setiap saat untuk membantu Raihan dan Mayang. tiada lagi yang membuat Raihan dan Mayang merasa bersedih dan stress. Raihan sama sekali tidak merasa rindu sama sosok sang papa yang menurut nya sangat galak.


surat perceraian Mayang dan Ibnu juga sudah di urus oleh tuan Aditama, dengan di bantu oleh pengacara ternama. tuan Aditama ingin semua urusan putrinya selesai bersama Ibnu.


setelah itu tuan Aditama akan memperkenalkan Mayang sebagai CEO baru di perusahaan besar miliknya.

__ADS_1


nantikan .... pertemuan pertama Mayang dan keluarga Ibnu setelah mereka berpisah.


__ADS_2