
''alhamdulillah sah! sah ya semuanya?!'' ucap pak penghulu bernafas lega.
''sah ... Sah ... Sah ...!'' suara orang beramai-ramai mengucap kata sah ketika Ibnu baru selesai mengucapkan ikrar nikahnya, dia baru saja mengikat dirinya dan Anggia di dalam ikatan pernikahan, sekarang mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri yang sah, bukan hanya di depan umum atau di depan manusia banyak tetapi juga telah berjanji kepada sang pencipta.
Anggia meneteskan air mata bahagia, dia merasa lega dan amat bahagia. Setelah menjadi kekasih simpanan selama kurang lebih dua tahun, akhirnya sekarang Ibnu sudah sah menjadi miliknya seutuhnya.
Seluruh keluarga Ibnu juga tersenyum lega, begitupun Ibnu. Mereka sekarang bagai di atas angin karena sudah berhasil menjadi besan dari keluarga Kuncuro yang di kenal sebagai pengusaha sukses dan kaya raya.
''selamat menjadi menantu di keluarga kami, sayang'' ucap mama Reni bangga memeluk tubuh langsing Anggia.
''iya, Ma. Semoga aku bisa menjadi menantu yang baik di keluarga kalian'' sahut Anggia balas memeluk tubuh sang mama mertua.
Setelah itu Anggia dan Ibnu duduk saling berhadapan, Ibnu mengecup kening Anggia dengan penuh cinta. Anggia balas menciumi tangan Ibnu dengan perasaan yang sama.
Sari terlihat sibuk dengan ponselnya, dia menyalakan kemera dari ponsel bermerek nya itu. Dia membuat siaran langsung, yang tersambung langsung ke akun aplikasi bewarna ungu miliknya.
''duh senangnya bisa mendapatkan Ipar yang cantik dan kaya raya'' tulisnya di caption vidio tersebut, tidak lupa dia kasih emot love dan tertawa ngakak, setelah vidio selesai di rekam. Dia meng-upload vidio ke akun yang berlambang F dan tidak lupa ke histori WA juga.
Tidak berapa lama sudah banyak yang meninggal kan like dan komentar di sana.
''Ibnu kemanakan istrinya yang jelek dan kucel itu, Sari?'' tulis seseakun.
''sudah mas Ibnu depak dari keluarga kami, nggak selevel sama keluarga kami wanita jelek dan kucel seperti itu'' balas Sari tersenyum sempurna.
Lalu dia membaca lagi komentar yang lain.
''nah yang ini baru pantas untuk kakak kamu yang tampan itu Sari. Yang datang keacara hajatan di rumahmu waktu itu sudah mirip pembantu sama majikannya saja, sungguh jelek dan kucel. Tidak ada pantas-pantasnya berdampingan sama kakakmu yang keren lagi macho!'' tulis salah satu seseakun yang merupakan teman dekat Sari.
''iya, kakak aku waktu itu khilaf soalnya. Sekarang matanya sudah terbuka, dia sudah dapat hidayahnya. Besok pesta pernikah kakak aku di adakan, datang ya, di hotel bintang lima, yang di ...... Itu'' balas Sari lagi dengan bangga.
********
Hari pun berganti, sekarang Ibnu dan Anggia sudah berada di kamar pengantin yang mereka booking di hotel. Mereka sedang bersiap-siap untuk acara pesta. Mereka tengah di make-up oleh MUA ternama, termasuk anggota keluarga nya.
''kamu sangat cantik sayang'' puji Ibnu, dia memeluk tubuh Anggia dari belakang, melingkarkan tangannya ke perut langsing Anggia. Mereka ada di depan cermin menatap pantulan tubuh mereka. Sekarang hanya ada mereka berdua di kamar itu. Yang lain sudah keluar.
''terimakasih sayang, kamu juga sangat tampan'' balas Anggia mesra.
''terimakasih untuk yang tadi malam sayang, kamu sungguh luar biasa. Permainan mu sungguh memuaskan, kamu yang pertama sayang'' ucap Ibnu, dagu nya bertumpu pada bahu Anggia.
''sama-sama, mas. Aku senang melakukan itu bersamamu.
__ADS_1
Aku yang pertama? Bukankah si Fitri itu yang pertama untukmu sayang?'' heran Anggia.
''mas melakukan itu dengannya hanya sebagai bentuk tanggung jawab mas sebagai suami dia saja, sayang, yang sama sekali tidak ingin mas lakukan, dia sungguh tidak bergairah sama sekali seperti diri mu''
''ah sudah, lupakan wanita jelek itu sayang. Sekarang hanya ada kita berdua. Nanti malam aku akan memberikan pelayan yang terbaik untukmu''
''kalau begitu ayo kita bertarung nanti malam, sayang'' ucap Ibnu bersemangat.
''ayo sayang, aku akan mengimbangimu'' sahut Anggia.
Kemudian mereka tertawa bersama-sama.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Di kediaman tuan Aditama, pukul 10 siang.
''kamu sungguh sangat cantik sayang'' puji Aditama, begitu Mayang turun bersama putranya Raihan.
''benar, putri kita sangat cantik pa,'' sambung mama Hanum.
''iya, begitupun cucu kita, Raihan kamu sangat tampan''
''terimakasih opa, atas pujiannya'' balas Raihan.
Kemudian mereka berempat berjalan berdampingan menuju kendaraan roda empat yang telah di siapkan.
Begitu melihat kedatangan sang tuan besar, pengawal membuka pintu dengan cepat untuk sang majikan.
Tuan Aditama duduk di depan bersama Raihan dan Aksa, sedangkan mama Hanum dan Mayang duduk di belakang.
Aksa yang mengemudi mereka, membawa mereka ke pasta pernikahan Ibnu dan Anggia.
Aksa menginjak pedal gas, mobil berjalan sedekit cepat membawa keluarga yang begitu di hormati dan di segani itu.
Sekitar 5 buah mobil berjejer rapi mengikuti mobil mereka dari belakang, mereka adalah para bodyguard dan pengawal keluarga Aditama.
''hore kita akan ke pesta, di sana pasti rame dan banyak makanan lezat'' celoteh Raihan, dengan tangan di gerak-gerakkan.
''Raihan di sana jangan membuat keributan ya sayang, bersikap yang berwibawa seperti opa. Raihan harus mencontohkan setiap pergerakan yang opa lakukan.'' nasehat tuan Aditama dengan lembut.
''siap opa''
__ADS_1
Aksa memandang Mayang secara diam-diam dari spion depan, jantungnya berdegup tak karuan, desir-desir halus itu semakin dalam dia rasakan. Mayang terlihat begitu cantik dengan make-up tipisnya. Sedangkan Mayang tidak menyadari itu, Mayang sibuk dengan pikirannya sendiri, dia tengah mempersiapkan dirinya untuk bertemu Ibnu dan keluarganya.
Tidak berapa lama, akhirnya mobil itu berhenti di parkiran hotel. Beberapa pengawal memberi jalan, agar Keluarga Tuan Aditama bisa berjalan dengan leluasa.
Pak kuncuro sudah menunggu dari tadi kedatangan tuan Aditama, begitu dia tahu tuan Aditama akan segera datang dia sendiri berjalan keluar untuk menyambut tamu yang sangat dia tunggu-tunggu itu.
Kuncuro menyambut kedatang tuan Aditama dengan perasaan sangat bangga dan bahagia, karena pernikahan putrinya bisa dihadiri oleh orang berkelas seperti tuan Aditama.
Mereka berjalan berdampingan kedalam, menuju pesta.
Mayang berdiri di sisi kanan sang papa, tangannya melingkar sempurna di tangan sang papa. Mama Hanum pun sama, dia berjalan di samping kiri sang suami dengan melingkarkan tangannya di tangan sang suami. Sedangkan Raihan berada di gendongan tuan Aditama. Tuan Aditama dan Raihan tampak begitu serasi, dengan pakaian yang sama, kemeja yang dilapisi dengan jas serta dasi kupu-kupu yang menambah ketampan dua pria tersebut, serta sepatu mengkilap bewarna hitam yang sama.
''silahkan tuan dan terimakasih sudah berkenan hadir, saya harap anda beserta keluar anda menyukai pesta ini'' ucap kuncuro sambil berjalan, dia sedikit berbasa-basi.
''iya sama-sama, saya pasti menyukainya pak Kuncuro.'' sahut tuan Aditama ramah.
Begitu keluarga Aditama masuk ke dalam lokasi pesta, seluruh mata tertuju ke arah mareka.
Banyak yang memuji ketampan tuan Aditama dan Raihan, serta memuji kecantikan mama Hanum dan Mayang.
''lihat, itu tuan Aditama sang pengusaha tersukses no 1 di negeri ini, kan? Dia sangat tampan ya, dan itu pasti istri dan putrinya, sedangkan yang di gendongan nya itu pasti cucunya, mereka sama tampannya, ya'' bisik tamu undangan kepada salah satu temannya dengan antusias. Tamu undangan yang merupakan kerabat Anggia.
Keluarga Ibnu dan Ibnu belum menyadari itu, karena mereka ada di kursi paling depan.
''mana sih, bapaknya si gembel itu. Kok heboh bangat sih orang-orang dasar norak'' celetuk Sari ponggah.
''ssstttt, diam sayang'' ujar Hamka dengan bayi Meisya di dekapannya.
Begitu tuan Aditama dan keluarnya sudah di depan, semua mata keluarga Ibnu memandang tak percaya dengan jantung yang terasa ingin keluar.
Kening Ibnu tiba-tiba berkeringat, tangannya terasa dingin, begitupun ujung kakinya.
''ti-dak mungkin'' gumam mama Reni.
''mas, itu si ge-mbel, kan?'' lirih Sari dengan suara terputus, dia rasa tubuhnya akan segera ambruk.
Mereka melihat Mayang yang begitu cantik bak bidadari, mereka hampir tak mengenali sosok wanita yang bergaun mewah bewarna lilac serta Hells kaca yang begitu mengkilap, tetapi karena Raihan yang ada di gendongan tuan Aditama mereka bisa mengenali Fitri dan Raihan dengan cepat. Meskipun Raihan pun juga sudah banyak berubah, Raihan bak pangeran yang sangat tampan.
''mas, bersikap biasa saja mas'' ucap Anggia cemberut dengan mencubit kecil perut sang suami. Meskipun sebenarnya dia juga tidak tenang melihat mantan istri suaminya itu yang terlihat sangat cantik.
Mayang berjalan santai, wajah cantik itu selalu dihiasi dengan senyum yang mengembang, menyapa orang-orang yang berpas-pasan dengannya. Sambil melirik sekilas ke arah keluarga yang sering menghina dan menyakitinya dulu, dia tersenyum sinis ke arah keluarga Ibnu.
__ADS_1
''belum apa-apa kalian sudah memucat seperti itu'' batin Mayang.
Mayang dan keluarganya duduk di kursi yang telah di persiapkan bergabung dengan tamu undangan yang lain, yang ada di samping Sari dan suaminya, beserta keluarga Ibnu. Sedangkan mama Reni berada di pelaminan.