
Waktu seakan berhenti, Mama Reni ternganga memandang wanita yang berada di atas mimbar dengan begitu kaget sekaligus takjub, ''kenapa baru sekarang? Fitri sekarang sudah menjelma menjadi wanita yang sangat cantik!'' batinnya berkata-kata. Kemudian tanpa dia sadari dia berteriak repleks dengan suara lantang, ''itu menantuku ....'' teriaknya tak tahu malu, menunjuk ke arah Mayang, dia tidak tahu saja kalau Mayang yang sekarang bukanlah Mayang yang dulu yang gampang dibodohi, Mana sudi Mayang menganggap nya begitu saja.
Setelah Mama Reni berkata seperti itu, fokus para tamu undangan teralihkan kepadanya sebentar dengan kening berkerut, mereka merasa heran, ''i--ya dia ... Mantan menantu saya maksud saya, dan putra-nya adalah cucu saya!'' jelas Mama Reni begitu percaya diri dengan tersenyum malu karena menjadi pusat perhatian.
Anggia tampak cemberut dan kesal mendengar pengakuan sang Mama Mertua, kedua orang tua Anggia memandang Reni dengan penuh tanda tanya, sedangkan Ibnu, Sari dan Hamka tersenyum bangga dengan menganggukkan kepala.
Mayang yang ada di atas mimbar menatap tak percaya, ''ternyata aku dulu telah masuk ke kandang kambing, dasar keluarga aneh. Tidak tahu malu! Tapi, ada untungnya juga nenek sihir itu mengaku, mereka belum tahu saja'' batin Mayang.
''baiklah, sekarang bisa fokus lagi kesini tidak!'' teriak Aditama tegas, Aditama juga merasa sangat murka sama ulah kampungan Reni.
Sedetik kemudian fokus para tamu tertuju ke arah Mayang dan Aditama lagi.
''ada-ada saja! Tidak malu apa wanita itu mengaku-ngaku!'' gumam hampir seluruh tamu undangan menggeleng ketika mendengar pengakuan Reni. Mereka tidak ada yang percaya sama apa yang di ucapkan oleh mama Reni.
****
''assalammualaikum wr wb .... Semuanya'' ucap Mayang lembut.
''walaikumsallam ....'' jawab semua orang serentak.
''terimakasih yang banyak saya ucapkan atas kehadiran kalian semua, karena kalian sudah bersedia meluangkan waktu kalian untuk hadir di pesta peresmian malam ini. Baiklah saya tidak akan berbicara bertele-tele, yang pasti kalian sudah mengetahui nama saya dan jabatan saya saat ini. Tapi, maaf ... Kalau di izinkan saya akan menceritakan tentang pengalaman hidup saya selama lima tahun terakhir sebelum saya bisa berdiri di sini, siapa tahu bisa memberikan kalian sedikit pelajaran berharga setelah mendengar cerita saya, apakah kalian bersedia mendengarkan semuanya?!'' tanya Mayang, dia berbicara dengan begitu anggun. Kamera kembali fokus menyoroti nya, melakukan siaran langsung.
''Kami bersedia!'' jawab sebagian tamu undangan, sebagian hanya mengangguk.
Kemudian setelah itu Mayang menceritakan tentang semua kisah hidupnya, dimulai saat dia beranjak dewasa hingga dia menikah dengan Ibnu, dia yang pernah menentang kedua orangtuanya hanya karena cinta. Dia juga menceritakan semua yang di alami dan di jalaninya semenjak menjadi istri dari seorang Ibnu tanpa ada yang di tutupi dan di lebih-lebihkan, tidak terlupakan dia juga menceritakan tentang perselingkuhan Ibnu.
''iya, itulah saya! Saya anak sang pengusaha sukses yang amat disegani, tetapi terlalu di butakan oleh yang namanya cinta. Saya begitu naif! hingga saya pergi meninggalkan kedua orang tua saya hanya karena seorang pria. Beruntungnya saya di lahirkan dan dibesarkan dari orang tua yang begitu bijak dan sangat baik, mereka masih mau menerima saya saat saya dalam keadaan terpuruk,'' ucap Mayang dengan rasa sedih, ketika dia menceritakan semuanya, semua memori tentang dia dan Ibnu serta keluarganya berputar-putar kembali di ingatan nya, menciptakan rasa pilu.
__ADS_1
Mama Hanum berjalan menghampiri sang putri dengan Raihan di gendongan nya, kemudian mereka berempat berpelukan, dengan air mata yang membasahi pipi. Begitu juga para tamu undangan, mereka semua ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Mayang ketika Mayang menceritakan kisah hidupnya yang begitu menyedihkan. Sebagian dari mereka ada juga yang meneteskan air mata.
Ibnu, Anggia, mama Reni, Sari dan Hamka mendadak gemetar mendengar pengakuan Mayang. Sedangkan pak Kuncoro dan Istrinya ikut terhanyut dengan cerita Mayang, karena mereka masih belum tahu siapa yang di maksud oleh Mayang sebenarnya.
''oh, ternyata dia seorang janda, tetapi aku tetap suka!'' gumam Gentala, sang ceo perusahaan cakra. Dia semakin menganggumi sosok Mayang.
Sedangkan Aksa hanya menatap bangga kearah wanita pujaannya, dia juga merasa sakit di hatinya saat mendengar cerita Mayang.
***
"Kalian mau tahu siapa orang-orang yang saya sebut di dalam cerita saya tadi? Orang-orang yang telah tega menyakiti saya, pria yang menikahi saya hanya karena menginginkan harta dan jabatan, dan orang-orang yang tidak pernah menganggap putra saya sebagai anak dan cucu mereka sendiri, kalian mau tahu siapa mereka?!'' teriak Mayang pasti, di saat keadaannya sudah kembali seperti biasa.
''iya, akan kami kasih pelajaran sama orang yang tidak punya hati seperti mereka!'' jawab sebagian para petinggi perusahaan.
''itu mereka,'' tunjuk Mayang ke arah keluarga Ibnu, ''iya ... Wanita yang mengaku sebagai mantan mertua saya tadi, dan itu yang di sebelah nya adalah mantan suami saya, dan itu adik ipar saya yang saya ceritakan tega mengusir saya disaat acara hajatan dirumahnya. Sekarang pria brengsek itu sudah menjadi menantu dari pak Kuncoro dan dia juga sudah menjadi CEO di perusahaan pak Kuncoro, putri pak Kuncoro adalah selingkuhan mantan suami saya yang tadi saya ceritakan,'' Mayang berkata dengan begitu mantap dan tegas.
Keluarga Ibnu tidak percaya dengan apa yang dilakukan Mayang, mama Heni terdiam dengan begitu syok, dia memegangi dadanya yang rasanya mau copot, Sari dan suaminya gemetaran dengan seluruh tubuh terasa dingin, Ibnu kembali buang air kecil di celana dengan kaki dan tangan gemetaran. Dan Anggia menundukkan wajahnya, dia menutup wajahnya menggunakan kedua tangan.
Pak Kuncoro dan Istrinya merasa tidak percaya, ''apakah bu Mayang punya buktinya?'' tanya pak Kuncoro.
''punya, banyak malahan'' jawab Aditama, membuat Mayang sedikit kaget. Lalu Aditama menyuruh kamera menyoroti beberapa foto pernikahan Mayang dan Ibnu, setelah itu foto perselingkuhan Anggia dan Ibnu yang pernah di abadikan oleh orang suruhan Aditama dulu tanpa sepengetahuan Mayang, beserta dengan waktu di ambilnya foto-foto itu.
Kuncoro dan Istrinya ikut memegang dada setelah melihat foto itu, mereka memandang Anggia tidak percaya.
''Anggia!'' bentak Kuncoro.
''maaf, maafkan aku pa'' jawab Anggia dengan berderai air mata.
__ADS_1
''pak Kuncoro dengan berat hati malam ini saya putuskan kerjasama antara perusahaan saya dan bapak. Mulai malam ini perusahaan kita tidak ada kerja sama apa-apa lagi. Saya tarik semua saham saya dari perusahaan bapak,'' ucap Aditama lantang, mewakili Mayang.
''dan, siapa itu ... Ah ya, Hamka, saya tahu kamu bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan anak cabang milik saya, mulai malam ini kamu saya pecat dengan tidak terhormat!'' sambung Aditama menunjuk ke arah Hamka.
Kuncoro tidak dapat berkata apa-apa lagi, dia hanya bisa pasrah atas apa yang menimpa nya, yang di akibatkan karena ulah sang putri.
''hu dasar, keluarga aneh ... '' teriak orang-orang melempar Ibnu dan keluarganya dengan gelas aqua maupun kue basah yang ada di atas meja.
Kemudian setelah itu para pengawal menarik paksa Ibnu dan keluarganya, memaksa mereka untuk keluar.
''tidak, saya tidak mau ... Saya mau ketemu sama cucu saya, kalian jahat, tega memisahkan saya dan cucu saya sendiri'' teriak mama Reni histeris saat tubuhnya di tarik paksa oleh pengawal.
''jangan pecat suami aku ... Fitri'' racau Sari tidak terima dia memukul-mukul pengawal yang memaksanya untuk keluar.
''jangan pecat saya ...'' teriak Hamka histeris juga.
''maafkan mas, mas menyesal Fitri'' gumam Ibnu. ''habis aku!'' gumamnya lagi.
Sedangkan Anggia hanya diam, dia pasrah saat pengawal menariknya keluar. Dia hanya menundukkan wajahnya dari tadi, dia merasa amat malu dan kasihan sama kedua orang tuanya.
Mama dan papa Anggia juga ikut keluar dengan langkah kaki gontai, ''awas saja kau Ibnu, dasar pembohong'' batin Kuncoro, dia tidak sabar ingin memberi pelajaran kepada Ibnu.
***
Setelah kepergian Ibnu dan seluruh anggota keluarganya, pesta kembali berjalan normal. Banyak yang mendoakan Mayang supaya dia segera bertemu dengan jodohnya secepatnya.
Aksa dan Gentala mengaminkan di dalam hati saat mereka mendengarkan doa dari orang-orang sekitar.
__ADS_1