Jodohku, Asisten Papa Ku

Jodohku, Asisten Papa Ku
Wanita yang menyelinap


__ADS_3

Malam hari.


Sepulang dari panti, mobil yang membawa Aksa dan Mayang melaju lagi menuju rumah. Saat dalam perjalanan tiba-tiba hujan turun dengan begitu deras. Mayang yang duduk di samping sang suami mengeratkan pelukannya, dia memeluk tubuh Aksa erat, kepalanya di letakkan di dada bidang sang suami, ia begitu menikmati aroma tubuh sang suami yang begitu maskulin.


''Mas dingin.'' ucap Mayang dengan suara manja. Aksa pun merasa senang mendengarkannya.


''Iya, sabar ya Sayang. Kamu pasti merasa begitu lelah hari ini. Sini biar Mas peluk dengan lebih erat.'' Sahut Aksa.


Rangga yang melihat dari kaca spion hanya bisa menahan dirinya agar tidak baper melihat pasutri baru itu.


''Rangga nanti berhenti di Apotik depan ya,'' titah Aksa.


''Baik Tuan.'' jawab Rangga mengangguk kepala.


''Mas, kamu mau beli apa di apotik?'' tanya Mayang, Mayang menatap suami heran.


''Mas mau beli ada aja.'' jawab Aksa tersenyum simpul.


''Ih pake rahasia segala sama Istri.'' timpal Mayang kesal.


Tidak lama setelah itu mobil berhenti tepat di depan apotik, di luar hujan tidak deras lagi, hanya tinggal gerimis.


''Tunggu sebentar ya Sayang.'' ucap Aksa, lalu ia keluar dengan cepat. Berlari dengan kedua tangan melindungi kepala dari gerimis.


Mayang menatap ponselnya yang lama tak di sentuh, pesan dari sang Mama nampak sudah menumpuk. Mama Hanum begitu khawatir memikirkan keberadaan Mayang, Mayang pun membalas pesan sang Mama dengan cepat. ''Mayang sebentar lagi akan tiba di rumah Ma.'' send. Pesan berhasil terkirim.


Tidak lama setelah itu Aksa kembali, Aksa seperti tidak membeli sesuatu, karena tidak ada plastik di tangannya.


''Beli apaan sih, Mas?'' tanya Mayang lagi.


''Ada deh.'' jawab Aksa singkat. Mayang pun terlihat makin kesal sama Aksa yang sudah main rahasia-rahasiaan dengan dirinya.


**


Begitu Mayang dan Aksa sampai dirumah, Mama Hanum dan Papa Aditama menyambut mereka, mereka menunggu Mayang dan Aksa untuk mengajak makan malam bersama.


''Kamu tidak apa-apa 'kan Sayang?'' tanya Mama Hanum. Mama Hanum menatap Mayang lekat dari ujung kepala hingga ujung kaki.

__ADS_1


''Aku enggak kenapa-napa Ma.''


''Lain kali kalo kamu mau keluar atau janjian sama orang lain kasih tahu suami mu dulu agar suami mu tidak khawatir.'' nasehat sang Mama.


''Baik Ma. Mayang ke atas dulu ya, Mayang mau mandi. Tubuh Mayang udah acem bau keringat.'' kata Mayang sedikit nyengir. Lalu ia naik ke atas.


''Kamu enggak sholat ya tadi ya?'' tanya Mama Hanum sedikit berteriak karena Mayang sudah berjalan naik tangga.


''Sholat kok Ma.''


***


Mayang membuka gamis panjangnya, sedangkan sang suami sudah mandi duluan, Aksa sedang berada di kamar mandi.


''Mas ... Bantu aku buka resleting baju aku dong. Ini kok nyangkut gini.'' teriak Mayang sambil mengetuk pintu kamar mandi. Aksa yang mendengar dengan cepat membuka pintu kamar mandi.


''Baik istri ku tersayang, mana sini Mas bantu.'' ucap Aksa cepat. ''Asikk kesempatan ini.'' batin Aksa tersenyum jahil.


Aksa membuka resleting baju Mayang pelan, setelah terbuka, Aksa menelan saliva melihat pemandangan di depan mata, punggung putih mulus sang istri membuat jiwa kelelakian nya bangkit. Aksa mendekatkan wajahnya kearah punggung sang istri, setelah itu dengan lembut Aksa mengecupnya pelan.


''Lihat ini, tanggung jawab kamu.'' Aksa melirik matanya kebawah.


''Hahaha ... Lucu ya itu kalo lagi gitu.'' sahut Mayang tertawa nakal.


Aksa yang tidak tahan lagi lalu menggendong tubuh Mayang, membawa tubuh sang istri ke kamar mandi. Lalu tidak lama setelah itu terdengar lagi suara-suara aneh yang saling bersahutan di sertai suara air yang jatuh dari shower.


Setelah mandi, sholat dan memakai pakaian, Aksa dan Mayang turun menuju meja makan.


Mama Hanum dan Papa Aditama nampak sudah menunggu mereka di ruang keluarga. Mereka lalu berjalan bersama ke arah meja makan. Mayang memasukkan nasi beserta lauk kedalam piring sang suami, setelah itu ia memasukkan nasi lagi kepiring sang Papa. Mama Hanum menatap Mayang senang.


Suapan demi suapan masuk kedalam mulut. Mayang yang sedang makan tiba-tiba merasa begitu mual, lalu setelah itu tanpa bisa di tahan lagi Mayang memuntahkan makanan yang baru saja dia masukkan.


Mama Hanum, Aditama dan Aksa keget melihat Mayang yang tiba-tiba muntah.


''Sayang kamu kenapa?'' tanya Mama Hanum panik dan khawatir.


''Aku enggak tahu juga Ma. Uekk uekk uekkk ....'' lagi-lagi Mayang memuntahkan isi perutnya. Mayang lalu berlari ke atas, menuju kamar mandi yang ada di kamarnya.

__ADS_1


Aksa pun mengikuti dari belakang.


''Bik, tolong bersihin ini sebentar Bik.'' teriak Mama Hanum memanggil Bibik.


Setelah itu Mama Hanum dan Papa Aditama menyusul Mayang ke atas.


''Ma, kayak nya tidak lama lagi kita bakalan punya Cucu.'' Aditama berkata lirih saat mereka berjalan ke atas.


''Kayaknya sih iya, Pa.'' sahut Mama Hanum tersenyum.


***


Aksa memandang penuh cinta kepada sang istri yang telah terlelap, setelah tadi berulang kali Mayang muntah. Kini dia tertidur dengan wajah sedikit pucat.


Aksa mengecup wajah sang istri, di mulai dari kening, hidung pipi dan dagu.


''Semoga saja kamu tidak apa-apa Sayang.'' ucap Aksa lirih. Dia membelai rambut sang istri. Lalu setelah itu Aksa berjalan ke arah laci, dia mengambil sesuatu di sana, sesuatu yang dia beli di apotik tadi.


''Besok pagi sajalah aku bujuk Mayang untuk mencoba ini. Kalau beneran istri ku positif hamil aku kan bisa menjaga istri ku dengan baik.'' gumam Aksa tersenyum simpul.


Saat Aksa tengah fokus menatap istrinya lekat, tiba-tiba ponselnya yang berada di atas nakas berdering. Aksa melihat nya lalu mengangkat nya cepat.


''Assalamu'alaikum Aksa.'' suara Bu Aida terdengar panik dari seberang sana.


''Iya, walai'kumsallam Bu.''


''Aksa ... Tolong, tolong Gendis.'' suara Bu Aida terdengar terisak.


''Gendis kenapa Bu?''


''Gendis tidak ada di kamarnya, dia kabur Aksa. Pintu jendela kamarnya telah terbuka.''


''Ba-baik lah Bu. Aku kesana sekarang.'' jawab Aksa cepat. ''Aih apalagi ini. Gendis tidak ada capek-capek nya bikin masalah.'' Aksa bergumam kesal. Aksa menyelimuti setengah tubuh Mayang. Lalu setelah itu dia keluar. Sebelum pergi Aksa pamit dulu sama Mertuanya, dia mengatakan akan mencari Gendis yang telah kabur dari panti.


Mobil yang di kendarai Aksa melaju keluar dari pagar, dia pergi dengan di temani oleh beberapa orang Bodyguard.


Tanpa Aksa sadari seorang wanita tengah berdiri di dekat dinding pagar. Wanita itu tersenyum sinis melihat mobil Aksa yang telah pergi. Setelah itu wanita itu diam-diam menyelinap masuk kedalam pagar. Para Satpam yang menjaga pagar nampak lengah sedang bermain catur, mereka tidak menyadari seorang wanita telah menyelinap masuk dengan senyum menyeringai.

__ADS_1


__ADS_2