Jodohku, Asisten Papa Ku

Jodohku, Asisten Papa Ku
Malam pertama.


__ADS_3

Setelah mengantar sang Papa ke teras rumah, akhirnya Aksa naik menuju kamar, menyusul Sang Istri tercinta. Dia sudah merasa rindu sama wanita yang baru beberapa jam resmi menjadi Istrinya itu.


Aksa masuk ke kamar Mayang, yang kini juga sudah menjadi kamarnya. Sebelum masuk Aksa mengucap salam. Beberapa kali ia mengucap salam dan mengetuk pintu, tapi tak kunjung mendapat jawaban dari Mayang.


''Mm ini 'kan udah menjadi kamar aku juga. Masuk aja langsung ah,'' gumam Aksa dengan rasa grogi.


Aksa membuka pintu yang tak di kunci itu pelan, saat dia sudah tiba di dalam, dia menatap dengan perasaan campur aduk. Wangi khas kelopak bunga mawar begitu dominan. Pun di atas tempat tidur, kelopak bunga mawar merah bertaburan. Lalu diantara banyaknya bunga mawar di kasur, Aksa tersenyum ke arah wanitanya. Dia berjalan pelan menghampiri Mayang. Lalu dia duduk di pinggir kasur.


''Sudah tidur ternyata, pasti kamu capek banget.'' gumam Aksa. Aksa membelai kepala Mayang yang tanpa hijab. Aksa menatap wajah polos Mayang, mata indah itu tertutup. Bulu mata Mayang nampak sangat indah, begitu lentik alami.


''Mas tidak menyangka, akhirnya Mas bisa juga berada satu kamar dengan dirimu Sayang. Mas sangat bersyukur. Mas janji Mas akan menjaga kamu. Kamu adalah titipan yang sangat indah dan begitu berarti dari yang maha kuasa. Akan Mas jaga dan bimbing dengan sebaik-baiknya.'' Aksa terus berbicara dengan tatapan matanya tidak pernah lepas dari wajah cantik Mayang. Setelah itu Aksa menarik selimut, menutupi setengah tubuh Mayang.


Aksa beranjak ke kamar mandi, dia akan membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum tidur.


***


Mayang tiba-tiba terbangun dari tidur nya, dia heran melihat tubuhnya sudah di tutupi selimut. Suara air dari kamar mandi juga sedikit mengagetkan dirinya. Dia bertanya- tanya di dalam hati tentang siapakah gerangan yang ada di sana.


''Oh ya lupa, kok aku jadi linglung begini ya. Aku 'kan udah jadi Nyonya Aksa sekarang.'' gumam Mayang seraya menepuk jidatnya.


Mayang bangun, berjalan beberapa langkah, dia berdiri di depan pintu kamar mandi. Berjalan mondar-mandir di sana.


''Bagusnya aku ngapain ya?''


''Kok aku jadi grogi begini?''


''Apa yang harus aku kerjakan?''


Gumam Mayang, jari telunjuk ia pukul kecil ke bibir.


''Apa aku pura-pura tidur aja lagi, ya.''


''Ah, enggak deh.''


''Lebih baik aku menyiapkan baju ganti aja untuk suami ku.'' Mayang berbicara sendiri dengan senyum malu-malu. Setelah itu ia berjalan menuju lemari.


Mayang bingung harus mengambil baju yang mana, lemari pakaian itu sudah penuh sama pakaian Aksa yang memang sudah Mayang persiapkan terlebih dahulu.


Derit kamar mandi terdengar terbuka memecah kesunyian, tubuh Mayang tiba-tiba menegang di depan pintu lemari yang terbuka. Ini bukan kali pertama, tetapi ia masih saja merasa salah tingkah berada satu kamar sama pria.


Aksa yang keluar dari kamar mandi di buat kaget melihat Sang Istri yang sudah berdiri di depan lemari.


''Sayang, udah bangun ternyata. Ke ganggu ya sama gemericik suara air.'' kata Aksa lembut. Dia berjalan ke arah Mayang.


''Mm iya, Mas. Mas kamu mau pake baju apa?'' tanya Mayang. Aksa pun sudah berdiri tepat di samping Mayang.


''Kain sarung sama baju koko ada enggak Sayang?''


''Ada, Mas''

__ADS_1


''Ya udah Mas pake itu aja, Mas mau sholat. Kamu juga ya,''


''Aku udah selesai tadi, Mas. Sholat Isya. Lagian ini udah pukul berapa coba.'' sahut Mayang seraya melihat jam di dinding, jarum jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


''Bukan sholat Isya Sayang, tapi sholat Sunnah.'' ucap Aksa seraya memain-mainkan sebelah matanya, menggoda Mayang. Mayang tersenyum malu, dia mengambil sarung dan koko lalu menyerahkan kepada Aksa. Setelah itu Mayang berlalu ke kamar mandi untuk ber-Wudhu. Aksa tersenyum melihat tingkah kaku sang istri.


***


Selesai ber-Wudhu. Mayang mengambil mukena yang telah di siapkan oleh Aksa untuk dirinya, lalu ia memasang di tubuhnya. Aksa pun dari tadi sudah menunggu Istrinya dengan sabar. Mayang merasa amat bahagia, Aksa memperlakukan dirinya dengan begitu istimewa.


''Sudah, udah cantik kok.'' tegur Aksa, saat dia melihat jari lentik Mayang masih sibuk dengan mukena bagian wajah nya.


''Beneran?'' tanya Mayang.


''Iya. Istri Mas selalu terlihat cantik.''


''Ihh kamu bisa aja.''


''Kita mulai aja ya,'' ucap Aksa lembut, Mayang mengangguk. Setelah itu Aksa memulai sholat, Mayang di belakang menjadi makmum.


Mayang begitu menikmati setiap bacaan sholat, dan ayat-ayat Alquran yang keluar dari mulut Aksa. Suara Aksa terdengar begitu merdu, menyentuh kalbu. Hati Mayang begitu tersentuh. Dulu saat masih bersama Ibnu tidak sekalipun Ibnu mau menjadi Imam sholatnya. Di sela-sela sholat, Mayang teringat akan Sang Putra, Mayang menyempatkan diri mendoakan Raihan.


***


"Assalamu'alaikum warahmatullah.''


''Assalamu'alaikum warahmatullah.''


Aksa membalikkan tubuhnya, Mayang mengambil tangan Sang suami, mengecup nya dengan penuh hormat dan cinta. Aksa pun memegang pucuk kepala Mayang, menyematkan doa-doa di sana.


Kedua pasangan pengantin baru itu sudah selesai sholat, mereka membereskan sajadah bersama-sama.


Aksa pun sudah mengganti pakaian dengan kaos oblong dan celana berbahan katun selutut. Mayang duduk di pinggir kasur. Aksa pun menyusul. Kedua jantung pengantin baru itu sama-sama berdebar tak karuan. Mereka bingung harus berbuat apa.


Di luar terdengar suara tumbuhan tertiup angin cukup keras. Tidak lama setelah itu hujan turun begitu deras.


Aksa lalu berdiri lagi, ia hendak memencet seklar lampu.


Tek! Kamar berubah menjadi tamaran. Hanya cahaya Lampu tidur yang menyinari. Semakin menambah indahnya suasana kamar pengantin.


Aksa mendekati Mayang, tubuhnya menghadap ke arah Sang Istri. Aksa mengambil kedua tangan Mayang, lalu mengecupnya lembut. Setelah itu kening Mayang lagi yang menjadi tujuan nya, Aksa mengecup kening Mayang dengan penuh cinta. Mayang hanya bisa pasrah di perlakukan dengan begitu lembut dan romantis. Meskipun susah payah ia menahan bulu-bulunya nya yang terasa meremang.


''Kamu sudah siap Sayang?'' tanya Aksa lirih dan pelan. Mata nya dan Mayang saling tatap begitu dekat, hidung keduanya pun saling menempel.


''Iya Mas, Insya Allah aku siap.'' jawab Mayang mengangguk kecil.


Aksa pun mulai melancarkan Aksinya, menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami.


Bibirnya menyentuh bibir Mayang lembut, awalnya keduanya bermain begitu pelan. Semakin lama semakin berani. Aksa merasa begitu nikmat, ini pertama kali ia rasakan. Tangannya mulai menjelajah, meraba setiap inci tubuh sang Istri tanpa terkecuali.

__ADS_1


Mayang pun mulai mend*s*h. Keduanya sudah menjatuhkan diri di atas kasur, dengan Aksa di atas dan Mayang di bawah. Aksa membuka satu persatu kancing piyama Mayang dengan pelan. Pun dengan dirinya, Mayang juga m*raba setiap inci tubuh Aksa yang kekar. Dengan seketika kaos oblong yang baru di kenakan di lepas lagi.


Aksa menciumi leher jenjang Mayang, lalu turun kebawah. Kedua tangannya ******* benda kenyal milik Mayang dengan lembut. Lalu bibirnya pun ikut berhenti di puncak sana, Aksa bermain-main di sana cukup lama, menikmati aroma tubuh sang istri. D*sahan Mayang semakin terdengar memburu. Mayang ******* rambut Aksa dengan kedua tangannya. Menekan kepala Aksa agar tetap berada di sana.


Setelah merasa cukup bermain di bagian gundukan, bibir Aksa kembali mengecup bibir Mayang. Keduanya b*rpagut mesra cukup lama. Dunia terasa seakan milik berdua.


Sekarang turun kebawah, tubuh bagian bawah keduanya pun sudah terbuka, nampak polos tanpa sehelai benang.


''Sayang, kamu seperti sudah berpengalaman saja?'' ucap Mayang malu di sela-sela permainan.


''Ini kali pertama, Mas hanya melakukan apa yang Mas bisa, agar kamu merasa puas.''


''Aku begitu puas, Mas. Terimakasih.'' Mayang menyembunyikan wajahnya di leher Aksa.


Aksa tak menjawab lagi, senjata andalannya sudah siap di gunakan. Sebentar lagi k*perjakaan nya akan hilang.


''Bismillahirrohmanirrohim.'' ucap Aksa.


''Ah ...'' Mayang dan Aksa melenguh bersamaan. Saat keduanya sudah berhasil menyatukan bagian intim.


Aksa memimpin dengan pelan, gerakan nya terkadang begitu lamban, dan terkadang ia percepat. Hingga tidak terasa akhirnya keduanya sudah hampir mencapai puncak. Keringat membasahi tubuh pengantin baru itu


Permainan mereka selesai dengan sangat memuaskan. Aksa mengecup setiap inci bagian wajah Mayang. Berulang kali Aksa mengucapkan terimakasih.


Setelah itu tubuh Aksa terkapar di kasur, Mayang bersandar di dada bidang Aksa. Aksa memeluk tubuh sang istri dengan erat, dia menarik selimut menutupi tubuh keduanya. Setelah nya mereka tertidur begitu lelap.


Lelahnya sehabis bekerja memproduksi keturunan membuat keduanya begitu mudah menutup mata. Berharap kerjaan mereka malam ini akan membuahkan hasil, berharap malaikat kecil akan tumbuh di rahim Mayang. Kalaupun tidak berhasil malam ini, akan ada hari-hari dan malam-malam selanjutnya. Yang pasti akan selalu hangat dan bergelora.


Karena cinta Aksa telah tumbuh sempurna untuk Mayang seorang. Takkan tergantikan hingga maut memisahkan.


***


Aksa bangun dari tidurnya saat alarm subuh berbunyi. Dia membuka mata, pertama kali orang yang dia lihat adalah sang istri yang berada di dada bidang nya. Aksa tersenyum bahagia. Aksa mengubah posisi pelan, sedangkan Mayang masih betah menutup mata. Aksa menyelusup kedalam selimut, sekarang tubuh nya sudah berada di atas tubuh sang istri lagi.


Aksa menciumi perut sang istri, mengusap perut itu lembut. Berharap kehidupan akan segera tumbuh subur di sana.


Karena merasa gemas, wajah Aksa turun ke bagian yang begitu berharga bagi nya. Aksa mengecup bagian yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu berulang kali.


''Ah ... Mas. Jangan nakal. Aku belum membersihkan diri.'' lirih Mayang berucap.


''Mas cuma ingin bermain sebentar.''


''Udah ah, bangun yuk. Kita sholat bareng. Kamu membuat aku merasa begitu geli.'' gumam Mayang dengan mata masih terpejam.


''Baiklah istriku.'' sahut Aksa. Aksa menyibak selimut, mengambil handuk lalu melilit di pinggang nya. Setelah itu dia menggendong tubuh Mayang, membawa Mayang ke kamar mandi, membuat Mayang kaget. Mayang menjerit protes dengan tingkah jail sang suami.


Bersambung.


Bagaimana tanggapan kalian? 😅ðŸĪ­

__ADS_1


Maaf ya kalau terlalu gimana gitu, soalnya ini atas permintaan kalian sendiri.ðŸĪŠðŸ˜Š


__ADS_2