Jodohku, Asisten Papa Ku

Jodohku, Asisten Papa Ku
Bersiap-siap


__ADS_3

''telat lagi?'' tanya pria paruh baya yang sudah duduk santai di kursi tunggu di ruang direktur utama dengan pertanyaan menusuk. yaitu diruang baru Ibnu.


Anggia dan Ibnu yang baru masuk ruangan itu merasa kaget, Anggia yang sedang bergelayut manja di tangan kekar Ibnu, melepaskan tangan nya dari tangan Ibnu begitu saja, saat dia menyadari kehadiran sang papa, ''maaf pa, mas Ibnu tadi habis dari sidang perceraiannya. semua sudah beres pa. sidang sudah selesai, mas Ibnu sudah tidak terikat apa-apa lagi sama wanita lain'' sahut Anggia duduk bergabung bersama sang papa, di ikuti Ibnu, Anggia bersuara mewakili sang calon suami yang hanya diam.


''baguslah, papa harap setelah ini, kamu Ibnu, bisa lebih fokus ke perusahaan. Saya tidak mau perusahaan yang telah saya bangun dengan susah payah merugi dan bangkrut. Kamu harus bisa mengembangkan perusahaan ini, papa percayakan semuanya dengan mu, Ibnu'' tekan pak Kuncuro tegas, sambil menunjuk ke arah Ibnu.


''baik pa, Ibnu akan bekerja dengan sungguh-sungguh untuk perusahaan ini, memberikan yang terbaik'' jawab Ibnu yakin.


''oh ya, satu lagi yang harus kamu ingat baik-baik Ibnu. Kamu harus menjalin kerja sama yang baik dengan perusahaan Aditama group. Perusahaan itu telah banyak membantu perusahaan ini, kalau tidak ada campur tangan tuan Aditama yang mau ikut berpartisipasi menanamkan sahamnya, perusahaan ini tidak akan berkembang seperti ini. Jadi, kamu harus pintar-pintar bersikap, mengambil hatinya!''


''ba-ik pa!'' balas Ibnu sedikit gugup, begitu mendengar nama mantan mertuanya di sebut.


Ternyata selama ini, tuan Aditama telah menyembunyikan tentang jati diri putri nya, Mayang. Tidak ada yang tahu tentang pernikahan dini antara Mayang dan Ibnu, kecuali hanya teman dan kerabat dekat tuan Aditama saja. Hingga papa nya Anggia tidak mengetahui tentang siapa mantan istri Ibnu yang sebenarnya.


''baiklah kalau begitu, papa permisi dulu. Oh ya, undangan pernikahan kalian juga sudah di sebar, papa harap kamu Anggia, bersabar lah sayang, jangan terlalu menampakkan keintiman kalian di depan umum,'' nasehat papa Anggia, sebelum keluar.


''iya, pa'' jawab Anggia, sedikit cemberut.


Setelah itu pak Kuncuro berlalu, meniggalkan ruangan yang sebelumnya adalah ruangannya.


Ibnu duduk bersandar di kursi kebanggaan nya, dia menarik nafas dalam setelah kepergian sang calon mertua. Tangannya yang satu memegang kepala.


''kenapa sayang?'' tanya Anggia menghadap kearah Ibnu, dia duduk di atas pangkuan Ibnu.


''Aditama group, kenapa perusahaan ini harus bekerja sama dengan perusahaan itu! Mas takut kalau-kalau suatu waktu ketemu sama tuan Aditama, lalu dia menanyakan tentang keadaan dan keberadaan Fitri, apa yang harus mas jawab, sayang? Ucap Ibnu mendongak ke arah sang kekasih.


''ah tenang saja sayang, si Fitri kan sudah tidak di anggap di keluarganya. Bahkan, setahu aku tuan Aditama tidak pernah sekalipun memperkenalkan putrinya itu di hadapan umum. Jadi, aku pastikan kamu aman sayang. kalau kalian bertemun urusan mu dan tuan Aditama itu hanya sebatas pekerjaan, tidak ada sangkut pautnya dengan urusan pribadi, sayang''


''kamu benar juga sayang, baik lah kalau begitu mas ingin menandatangani lalu memeriksa semua laporan ini dulu'' tunjuk Ibnu ke arah setumpuk berkas-berkas penting.


''sayang, bagaimana kalau kita bersenang-senang dulu'' tawar Anggia manja.


''di sini?'' balas Ibnu.


''iya, sebentar saja, aku sungguh tidak tahan'' jawab Anggia dengan suara tertahan, nafas memburu, nafsu sudah mendominasi dirinya.


Kemudian anggia dan Ibnu berpagut mesra, tangan mereka saling menelusuri, meraba mesra dengan penuh gairah. Mereka kembali melakukan dosa besar, yang terasa nikmat hanya sesaat, tetapi dosanya begitu besar.


Ibnu membawa tubuh langsing anggia kedalam ruang belakang, ruangan khusus untuk beristirahat, didalam ruangan itu terdapat kasur dan perlengkapan tidur lainnya.


Dalam sekejap keduanya sudah bert*lanj*ng bulat, bermain dengan penuh semangat.

__ADS_1


*********


Di tempat yang berbeda, Mayang merasa bosan di rumah. Dia berencana ingin keluar, jalan-jalan menghirup udara segar.


Dia meletakkan bulpennya lalu menyusun berkas-berkas yang ada di atas meja dengan rapi. Dia menuju pintu lemari, membuka lemari yang penuh dengan pakaian bergantungan, memilih pakaian yang di rasa cocok untuknya.


''ah, ini!'' gumamnya denga senyum merekah, ketika dia melihat dress bewarna putih yang tampak indah.


******


''mama, Mayang keluar sebentar ya. Mayang ingin jalan-jalan sebentar, menyusuri kota. Titip Raihan sebentar, ya ma'' pamit Mayang, meminta izin kepada sang mama yang tengah bersantai di ruang keluarga. Raihan sedang asyik bermain mobil-mobilan di temani baby sitter.


''baiklah sayang, hati-hati. Sopir akan menemani mu sayang''


''tidak usah ma, Mayang bisa sendiri''


''kamu yakin, sayang?''


''iya, ma'' jawab Mayang, sambil menyalami tangan sang mama.


Kemudian Mayang berlalu, menuju bagasi, disana tampak berjejer mobil-mobil mewah yang rata-rata harganya ratusan juta rupiah.


Mayang memasuki mobil berwarna silver, mobil yang di kasih sang papa kemarin khusus untuk dirinya. Dia menyalakan mobil itu, lalu berlalu mengendari mobil dengan hati-hati. Mayang dulu memang sudah bisa mengendarai mobil, tetapi karena sudah lama tidak memegang kemudi dia jadi sedikit grogi.


*******


"Mak Iroh'' sapa Mayang, saat dia menginjakkan kakinya di warung kecil itu.


Mak Iroh yang dari awal melihat mobil mewah yang berhenti di depan warungnya merasa heran, begitupun dengan para pembeli yang rata-rata ibu-ibu penduduk di situ, mereka sedang bergosip ria. Saat Mayang keluar dari mobil, mereka memperhatikan penampilan Mayang dari ujung kepala hingga ke ujung kaki.


''si-apa ini teh?'' tanya mak Iroh tampak heran, dia melihat penampilan Fitri yang mengenakan dress putih di bawah lutut, sepatu putih, lalu tas bewarna hitam yang terdapat di bahunya, dengan rambut hitam panjang sepunggung terurai. Fitri tampak sangat berbeda, dia sangat cantik.


''ini aku mak, Mayang!''


''Mayang? Siapa atuh''


''maksud aku Fitri mak. Ini aku Fitri mak!''


''Fitri yang rumahnya di ujung situ?''


''iya, mak Iroh''

__ADS_1


''ya ampun, neng Fitri. Neng sekarang geulis pisan atuh, mak sampai tidak mengenali neng Fitri lagi. Mak kangen sekali, kemana saja selama hampir 2 bulan ini, neng?'' ucap Mak Iroh terharu, dia memeluk tubuh Mayang erat. Mayang membalas pelukan mak Iroh, sedangkan ibu-ibu yang lain menatap tidak percaya, mereka tidak suka melihat penampilan Mayang, mereka merasa iri.


''mulai sekarang panggil aku dengan sebutan Mayang aja ya mak. Aku ingin menghapus semua kenangan-kenangan tentang Fitri yang menyedihkan dulu''


''baiklah neng''


Lalu mak Iroh mempersilahkan Mayang untuk duduk di bagian belakang warung yang terbatas dengan warung miliknya. Mak Iroh menceritakan tentang apa yang telah dia alami, tentang dia yang sempat berkunjung kerumah Ibnu. Mayang yang mendengar penjelasan mak Iroh merasa amat marah.


Lalu tidak berapa lama Mayang pamit pulang, dia akan menghampiri warung lainnya, tidak lupa dia menyisip kan amplop putih yang berisi uang tunai kepada mak Iroh, membuat mak Iroh merasa begitu bahagia.


Setelah kepergian nya, Ibu-ibu di situ menggosip Mayang, mengatakan kalau dia telah menjual diri, ada juga yang mengatakan kalau Mayang telah bersekutu dengan mahluk halus untuk mendapatkan kekayaan, mak Iroh hanya bisa mengelus dada mendengar fitnah yang dilontarkan kepada Mayang, dia tahu kalau Mayang adalah wanita yang baik.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Malam hari.


''sayang, lihat ini'' sapa sang papa, memberikan undangan ke pada Mayang. Mereka sedang duduk di ruang keluarga, ada mama Hanum dan Raihan juga.


''apa ini, pa?'' Mayang memperhatikan undangan tersebut. ''undangan pernikahan Ibnu dan Anggia!'' gumam Mayang.


''iya, 3 hari lagi pestanya akan di adakan. Papa ingin kamu dan Raihan ikut datang bersama mama dan papa, sayang. Tunjukkan kepada lelaki itu tentang siapa kamu yang sebenarnya''


''baik pa, Mayang dan Raihan akan ikut. Mayang akan membuat keluarga Ibnu jantungan begitu melihat kehadiran Mayang dan Raihan.


Kalau begitu Mayang masuk ke kantor seminggu yang akan datang aja ya pa, sepertinya Mayang masih perlu merawat tubuh mayang, supaya kelihatan lebih press dan segar saat datang ke pesta itu. Lihatlah tubuh Mayang masih kurang gemuk, Ini tinggal di tambahin 3 kg aja pa biar ideal''


''baiklah, terserah apa katamu saja tuan putri kesayangan papa''


''ah papa bisa saja''


''mama, sudah sangat cantik'' celetuk Raihan tiba-tiba.


Membuat mereka semua tertawa bahagia.


**********


Tiga hari telah berlalu.


Mayang berdiri di depan cermin, melihat penampilan yang terlihat begitu sempurna. Dia menggunakan jasa MUA ternama untuk memoles wajah nya. Wajah cantik Mayang hanya di poles sedikit makeup saja, Mayang tidak mau penampilannya terlihat terlalu menor.


Dia menggunakan gaun bewarna lilac panjang semata kaki, polesan sederhana, rambut indahnya di ikat keatas. Mayang benar-benar telah berubah, dari seorang yang di hina dan kucel kini menjelma menjadi tuan putri yang amat cantik.

__ADS_1


''aku telah siap. Aku akan memberikan selamat secara langsung kepada kalian berdua Ibnu dan Anggia. Sekalian aku ingin bersilaturahmi dengan mama Reni, Sari dan keluarga kalian yang lainnya yang pernah menghinaku'' gumam Mayang terseyum penuh arti.


Yuk bantu follow, subscribe, komen dan kasih love untuk akun author. Nanti malam di up lagi part Mayang datang kepesta pernikahan Ibnu dan Anggia.


__ADS_2