
Saat Mayang baru mendudukan pantat nya di atas kursi kantin, tiba-tiba ponsel miliknya berdering. Mayang mengangkat nya cepat, ''iya, hallo ada apa, Ren?'' tanya Mayang, berbicara sama sang resepsionis.
''ini bu ada CEO dari perusahaan CAKRA group, katanya dia mau ketemu ibu'' jawab Renita dari seberang sana,
''baiklah, saya akan segera kesana''
''ada apa, non?'' tanya Aksa yang duduk di depan Mayang.
''ini, kata Renita ada CEO dari perusahaan CAKRA group, dia sudah menunggu, apa kita ada janjian sama perusahaan itu?'' tanya Mayang memastikan.
''sepertinya ada, non. Maaf aku lupa! Kalau begitu ayo, non'' ajak Aksa. Karena terlalu terhanyut dengan kebersamaan nya sama Mayang sampai-sampai dia lupa kalau ada janji ketemuan dengan ceo perusahaan cakra group.
Setelah berjalan sedikit terburu-buru dengan langkah kaki lebar, akhirnya Mayang dan Aksa tiba di ruangan Mayang.
''anda?'' ucap Mayang sedikit kaget, saat dia melihat pria yang menabraknya tadi sudah duduk di sofa ruang tunggu.
''oh jadi anda CEO baru di Perusahaan ini?!'' ujar pria tersebut sedikit ketus, dengan sikap dinginnya, dia berdiri melihat kehadiran Mayang dan Aksa.
''anda CEO baru juga, kan? Setahu saya ceo di perusahaan cakra group Adalah pak bagas'' sambung Aksa.
''betul sekali, pak Bagas adalah papa saya, saya putranya'' jawab pria yang belum memperkenalkan dirinya, dia berbicara sedikit angkuh.
''oh baiklah, ayo silahkan duduk. Memang kemarin ada kerja sama antara perusahaan anda dan bu Mayang yang belum selesai, saya akan menjadi perantara nya'' ucap Aksa ramah.
''sebelum kita mulai meeting ada baiknya kita berkenalan terlebih dahulu'' usul Aksa lagi. Setelah itu mereka berkenalan, saling berjabat tangan satu sama lain.
kemudian setelah itu mereka di sibukkan dengan meeting dan berkas-berkas penting, yang sedikit membuat Mayang pusing, beruntung nya ada Aksa yang selalu siap membantu Mayang, mengerjakan semuanya.
*******
''ada apa, ma?'' tanya Mayang, sore menjelang magrib Mayang baru pulang, dia tampak sangat lelah. Tetapi karena Raihan yang terus meminta di gendong olehnya membuat Mayang bertanya-tanya, karena tidak biasanya Raihan bersikap manja seperti itu.
''ini sayang, tadi mantan mertua mu dan mantan ipar mu datang kesini! Mereka sempat mencegat mobil mama, katanya mereka ingin ketemu sama Raihan'' jelas mama Hanum.
__ADS_1
''terus ma apa yang terjadi?''
''tidak mama hirau kan mereka, begitu juga Raihan. Tapi mantan martua mu tadi nekat, dia sempat menarik tangan Raihan dari luar karena mama membuka pintu mobil, dan tangan Raihan bisa di jangkau olehnya. Itu, tangan Raihan ada memar sedikit sayang, akibat cengkraman dari si Reni itu!
Maafin mama ya, mama terlambat memanggil security, papa kamu tidak ada, lagi keluar kota karena ada pekerjaan mendadak'' ungkap mama Hanum.
''keterlaluan, padahal mereka kan tahu kalau hak asuh Raihan sudah ditangan aku, awas saja!'' geram Mayang, kemudian dia membawa tubuh sang putra ke kamarnya, setelah pamit dan dia mengatakan tidak apa-apa sama sang mama.
***
''Sepertinya aku memang harus bertindak cepat supaya keluarga mas Ibnu tidak mengganggu aku dan Raihan lagi.
Mereka memang tidak punya rasa malu, setelah apa yang mereka lakukan dulu, bisa-bisa nya sekarang mereka mengaku-ngaku Raihan sebagai cucu mereka. Rasa sakit itu masih membekas di hatiku, saat anakku tak di anggap.'' batin Mayang, sambil membelai wajah Raihan yang sudah terlelap di kasur Mayang. Tatapan Mayang sesekali melihat ke arah tangan Raihan, bekas memar yang diakibatkan oleh sang mantan mertua.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Beberapa hari sudah berlalu, kini Mayang dan keluarga nya sudah berada di hotel berbintang. Malam ini adalah pesta peresmian Mayang sebagai CEO baru.
Tamu-tamu undangan tampak sudah hadir di pesta itu, tamu undangan yang merupakan para petinggi perusahaan berserta anggota keluarga mereka. Mereka memakai pakaian terbaik mereka, semua tamu tampak sangat tampan dan anggun. Tidak tertinggal dengan para wartawan dan juru kamera, malam ini peresmian ceo baru perusahaan Aditama grup akan di siarkan secara langsung di stasiun televisi, sebentar lagi semua orang akan tahu siapa Mayang yang sebenarnya. Dari penjual kue menjelma menjadi seorang ceo.
''baguslah'' gumam Mayang, tersenyum penuh arti. ''Disetiap perbuatan pasti akan ada balasan yang setimpal atasnya, sebentar lagi kalian akan merasakan sakit yang aku dan putraku rasakan dahulu'' batin Mayang lagi. Mayang memakai topeng yang menutupi matanya.
Malam ini Mayang tampak sangat cantik dengan gaun panjang menyentuh lantai bewarna merah terang, rambut di sanggul dengan sedikit hiasan. Raihan pun memakai pakaian yang warnanya senada dengan sang mama.
Raihan yang berada di sebelah sang mama juga melihat keberadaan sang papa dan Nini nya, dia memandang mereka dengan perasaan marah dan dendam. Karena terlalu sering melihat mama nya dulu di hina dan di rendahkan di depannya, membuat Raihan yang masih balita menyimpan rasa dendam di usia belia, yang tidak seharusnya dia rasa.
****
"Lama bangat, sih'' celetuk Anggia, dengan segelas wine ditangannya.
''sabar, sepertinya sebentar lagi acaranya akan di mulai'' jawab pak Kuncoro.
''mama penasaran deh, siapa CEO baru di perusahaan Aditama group.'' ujar mamanya Anggia.
__ADS_1
''iya sama, papa juga. Setahu papa ceo baru itu sudah di lantik di kantor perusahaan tuan Aditama beberapa hari yang lalu, sekarang adalah pesta peresmiannya'' ungkap Kuncoro.
''pak besan, kenapa Ibnu waktu itu tidak ada pesta peresmian seperti ini, dia kan juga baru diangkat menjadi ceo?'' tanya mama Reni tidak tahu malu. Anggia, Sari dan Hamka mengangguk, mereka juga setuju sama pertanyaan mama Reni.
''tidak usah, perusahaan kita tidak sebesar perusahaan tuan Aditama yang memiliki perusahaan anak cabang di mana-mana. Lagian saya takut saat sedang di atas mimbar, dia buang air kecil lagi seperti waktu itu, memalukan!'' jawab Kuncoro, sedikit menyindir Ibnu. Membuat wajah Ibnu memerah, begitupun mama dan adiknya Ibnu.
''ih, papa!'' ucap Anggia cemberut dia tidak suka sang papa menghina suami yang begitu di cintai nya.
''sudah, diam. Acaranya sudah mau di mulai'' ucap mama nya Anggia menengahi.
****
Tuan Aditama berdiri dengan gagahnya di atas mimbar dengan jas kebanggaan yang terlihat berkilau dan mewah. Kemudian dia mulai berkata dengan micropon yang berada di dekat mulutnya, setelah mengucap salam dan sedikit beramah tamah kini saatnya tuan Aditama memperkenalkan sang ceo baru.
''baiklah, kalian saya undang malam ini untuk datang ketempat ini sudah pasti tahu maksud dan tujuan utamanya.
Malam ini saya akan memperkenalkan putri semata wayang saya sekaligus ceo baru, pengganti saya.
Yaitu, inilah dia. Visensia Fitri Mayang Sari, tepuk tangan semuanya'' suara Aditama menggema di ruangan tersebut, di ikuti suara tepuk tangan yang riuh saat Mayang berjalan melangkah kan kakinya ke samping sang papa. Mayang masih memakai topeng yang menutupi sebagian wajahnya. Mayang berjalan dengan begitu anggun, semua mata terpokus menatapnya.
''wah ternyata seorang wanita ceo pengganti di perusahaan besar Aditama group''
''iya, itu pasti putrinya. Lihatlah dia pasti sangat cantik, tunggu kita lihat saja saat dia membuka topengnya''
''wah, ternyata memang benar dia sangat cantik sekali''
Ucap tamu undangan yang merupakan para petinggi perusahaan lain, mereka memuji Mayang setelah Mayang membuka topeng.
Aksa yang berada di kursi paling depan juga memandang Mayang dengan perasaan takjub, kecantikan Mayang semakin hari semakin bertambah. ''ah, cobaan ini semakin lama semakin menyiksaku, membuat aku sulit untuk tidur, dia begitu cantik'' batin Aksa memandang lekat ke arah Mayang.
''dia memang begitu menawan, hanya wanita itu yang mampu membuat hatiku bergetar sejak pertama kali berjumpa'' batin pria yang juga berada di kursi paling depan, dia adalah ceo perusahaan cakra. Yang beberapa hari yang lalu bertemu dengan Mayang.
Berbeda dengan keluarga Ibnu yang memandang Mayang dengan mulut menganga, jantung mereka se akan berhenti berdetak saat tuan Aditama menyebut nama Mayang.
__ADS_1
''ca-ntik ... sekali, Fitri'' batin Ibnu sambil menelan ludahnya sendiri.