Junior CEO And Bodyguard Mei

Junior CEO And Bodyguard Mei
Cari Aman


__ADS_3

Kenzo? Apa dia mencari Kenzo? "Memangnya ada apa dengan pemuda itu?"


"Eh, mungkin dia sudah dewasa. Aku ingin kepastian saja, apa berita itu benar."


"Kau ada masalah dengan pemuda itu?"


"Eh, suamiku. Dia merasa seperti ada yang memata-matainya."


"Memata-matai? Maksudnya gimana?"


"Ia merasa ada yang mencoba membunuhnya. Karena itu sekarang dia sedang mengecek semua korban-korbannya, dan memastikan bahwa mereka habis sampai ke anak cucunya jadi tidak ada dari pihak korban yang mencoba mengincar keluarga kecil kami."


"Kamu sudah punya anak?"


"Iya, 2 orang. Sepasang."


"Oh, alhamdulillah." Syukurlah dia rukun dengan suaminya.


"Kimiko dan Tomiyo."


"Mmh, nama yang bagus."


"Anak kembar."


"Senangnya ...." puji Arya.


"Jadi?"


"Apa?"


"Kau tahu sesuatu tentang gosip itu?"


Bagaimana menjawabnya ya? "Bukankah orang Jepang sekarang sedang tren mewarnai rambutnya sedikit kecoklatan? Aku lihat begitu di tv. Rasanya sulit membedakan mana yang asli dan yang palsu, tapi apa benar ada orang Jepang yang rambutnya asli pirang? Rasanya tak mungkin," Arya berusaha menyangkalnya.


"Katanya sih orang tuanya bule, sehingga ia sedikit pirang. Tapi iya juga ya, kalau memang ada orang Jepang yang asli pirang itu susah mencarinya karena orang Jepang sekarang banyak yang mewarnai rambut. Bahkan lebih berani. Terlebih wanita. Warna kemerahan cukup laku di pasaran."


"Nah, itu. Aku rasa itu cuma gosip murahan. Tidak mungkin ada orang Jepang yang rambutnya pirang asli. Rasanya impossible(tak mungkin)." Arya berusaha meyakinkan.


"Well, anyway,(ya sudah) nanti Kak Chyntia akan datang ke sana memaparkan kerja samanya. Jadi ditunggu saja."


Setelah menutup teleponnya, Arya langsung mengirim pesan pada Kenzo yang sedang dalam pelariannya keluar negri melupakan Leka. 'Jangan lupa, warnai rambutmu hitam'.


'Iya Yah.' Itu jawaban pesan singkat Kenzo.

__ADS_1


Sampai suatu saat Arya terjatuh di proyek dan dibawa ke rumah sakit oleh stafnya. Ia sebenarnya hanya terkilir tapi Tama membuat berita yang membuat Kenzo segera pulang. Arya, berusaha menutupi jejak proyek Chyntia agar Kenzo dan mereka tidak saling kontak. Saat pria Jepang itu kembali ke luar negri, Arya melanjutkan proyeknya.


Ayah Mariko kemudian datang berkunjung ke Jakarta, dan saat hendak pulang Mariko ingin mengantarnya sampai ke Nagoya tempat kampung halamannya. Arya mau tak mau ikut menemani Mariko mengantar Ayahnya. Sempat tertunda karena Kenzo kecelakaan tapi rencana kemudian berubah.


Tanpa di sangka, yang tadinya berniat menghadiri pernikahan Aska dan Leka, mendadak Kenzolah yang menikah dengan Leka dengan Chris yang menjadi saksi acara pernikahan itu sehingga Arya bisa mengantar Ayah Mariko sesuai jadwal. Ia juga memperpanjang jadwal perjalanannya di Nagoya karena mendengar Koshino Hiro terbunuh. Jadi tidak ada kekhawatiran, pikirnya waktu itu.


Namun apa yang terjadi, saat sampai di Nagoya Arya malah mendengar kasus kematian Koshino Hiro diselidiki karena meninggalnya mirip dengan iparnya yang meninggal 15 tahun lalu. Hitoshi Mori. Hitoshi Mori meninggal dalam mobil yang terbakar, begitu pula Koshino Hiro. Bedanya Koshino sudah lebih dulu meninggal sebelum mobil itu dibakar sedang Hitoshi Mori, suami Kakak Koshino pingsan dalam mobil sebelum mobilnya terbakar.


Arya baru tahu siapa yang membunuh Hitoshi dari Irene. Suaminya pernah cerita bahwa Kakak Iparnya dibunuh oleh Kenji Aratami, pria yang pernah menculik Mariko dulu. Demi mengetahui keberadaan Arya dan Mariko di Nagoya, Irene mengundangnya ke rumah. Arya panik dengan keterangan Irene dan mengatakan ia dan istrinya akan segera pulang ke Indonesia. Ia mendaftarkan segera tiket pesawat Nagoya-Jakarta dan mendapat kursi esok paginya, karena itu ia memberi tahu Kenzo jadwal kepulangannya.


Entah kenapa Arya ragu bisa cepat pulang, karena ia merasa dimata-matai seseorang di hotel. Ia kemudian membuat surat yang ditujukan pada Kenzo, seandainya ia tidak bisa pulang. Ia curiga itu suruhan Irene karena itu ia berusaha membuat rentang waktu 2 minggu karena harus membujuknya. Ia tidak tahu bisa pulang sebelum atau sesudah waktu itu tapi ia berharap sebelumnya karena Kenzo pasti akan mencarinya bilang ia tidak pulang tepat waktu. Itulah yang ditakutinya. Kenzo muncul di publik.


Arya kembali ke kamar, tapi saat ia berdiri tepat di depan pintu kamarnya, seseorang menodongkan pedang pendek ke arah belakang lehernya. Tanpa menoleh, Arya tahu kedatangan mereka. "What do you want?(apa yang kau inginkan?)"


"E ... to. You come with us,(Eh, kamu ikut dengan kami)" jawab pria itu dengan dialek Jepang.


Arya terpaksa tidak melawan, karena Nagoya ada daerah tempat tinggal Yakuza. Saat ini ia bisa menghindar, esok akan lebih banyak lagi Yakuza yang akan mencarinya dan ia sekarang bersama istrinya, tentunya ia mengkhawatirkan keselamatannya. Terpaksa ia menyerah. Ia mengetuk pintu. Pintu terbuka sedikit dan terlihat wajah Mariko.


"Oh, Mas ...." Namun wanita itu melihat 2 pria asing berpakaian hitam-hitam di belakang Arya. "Eh, dengan siapa?"


"Kita terpaksa mengikuti mereka Mariko, tolong buka saja pintunya."


Mariko membukanya. Mereka bertiga kemudian masuk. Pria itu tetap bersikeras Arya dan Mariko ikut dengan mereka. Mereka tidak akan bertindak kasar selama mereka menurut. Walaupun Mariko sudah menanyakannya baik-baik siapa yang telah menyuruh mereka, tapi kedua pria itu bergeming tak memberi tahu. Juga seberapa lama mereka pergi karena itu Arya memohon untuk meninggalkan pesan pada management hotel, bila ia tidak kembali dalam waktu seminggu, anaknya akan datang dan membayar biaya sewa hotel kamarnya.


Saat di dalam mobil yang membawa mereka, Arya menggenggam tangan Mariko. Mariko sudah tahu apa yang harus dilakukannya karena Arya sudah pernah mendiskusikan ini beberapa kali padanya. Ini semua demi Kenzo. Pria itu tidak tahu apa-apa tentang kejahatan Ayahnya dan sepantasnya diberi kesempatan untuk hidup.


Mereka akhirnya sampai di rumah Koshino. Namun yang menyambutnya adalah Ayako Hiro, Kakak dari Koshino.


"Ah, Neechan ....(Kakak Perempuan)" Mariko datang dan memeluknya. "Ojama shimasu(maaf mengganggu)" Ia kenal dekat dengan Kakak Koshino.


"Go syujin desu ka? Ohisashiburi desu ne?(suamimu ya, sudah lama sekali rasanya)"


Arya bingung melihat kedua wanita di depan menatapnya tanpa tahu apa yang mereka obrolkan.


"Dia bilang, sudah lama sekali tidak bertemu." beri tahu Mariko.


"Oh ...." Arya memberi senyum.


Ayako membawa mereka berdua masuk ke dalam rumahnya.


Di dalam klan keluarga Hiro, Ayakolah ketua Yakuza yang sesungguhnya. Ia mengambil alih pekerjaan suaminya, Hitoshi, karena Ayako adalah keturunan keluarga Yakuza itu. Koshino pun sejauh ini hanya mengemban tugas yang diberikan padanya, di luar itu Kakaknyalah yang berkuasa.


Di dalam, saat mereka duduk di ruang tamu, Irene turun dari lantai atas lewat tangga sendirian. Ia masih menggunakan pakaian hitam-hitam tanda ia masih berkabung dengan kematian suaminya. Ia terkejut melihat keberadaan Arya dan Mariko. "Arya? Mariko? Naze kokoni iru no?(Kenapa ada di sini?)"

__ADS_1


Ternyata Irene semakin hari semakin pintar berbahasa Jepang. Apalagi setelah menikah dengan Koshino Hiro, pria Jepang yang sama sekali tidak bisa bahasa Inggris, apalagi bahasa Indonesia. Irene rela belajar bahasa Jepang demi Koshino agar bisa berkomunikasi dengan pria itu.


Irene sendiri adalah anak pengusaha kaya keturunan China-Indonesia yang tinggal di Amerika. Awalnya ia mengejar Chris, cinta pertamanya, tapi takdir mempertemukannya dengan Arya. Setelah mati-matian mengejar cinta Arya, ia malah di tangkap Koshino dan menjadi tawanannya. Cinta kemudian tumbuh di antara keduanya, padahal mereka kesulitan berkomunikasi tapi cinta menyatukan mereka. Tak lama kemudian mereka menikah di gereja.


"Atashi,(aku)" jawab Ayako.


"Neechan?(kakak)" Irene terkejut.


"Eh.(iya)"


Irene mendatangi ruang tamu. "Kalian di undang Ayako?"


Mariko dan Arya tersenyum tipis.


"Since everyone's here, I'll tell you why I invited both of you to come.(Karena semua orang hadir di sini, aku akan mengatakan mengapa aku mengundang kalian berdua untuk datang)"


"Neechan?" Mariko terkejut Ayako bisa berbahasa Inggris. Demikian juga Arya.


"I have to learn English because I have a sister in law who speak English. Also her family. (Aku harus belajar bahasa Inggris karena aku punya Adik Ipar yang berbicara bahasa Inggris. Juga keluarganya.)" Ayako melirik Irene. "I actually need Mariko to help me find the person who kill my brother.(Aku sebenarnya membutuhkan Mariko untuk menolongku menemukan pembunuh adikku)"


"Why me?(kenapa aku?)" tanya Mariko heran.


"Because the way he died is similar with my husband's. They're burned the car. My husband's murdered while you're missing, Mariko. So, I think the murderer is the same person who kill my brother.(Karena meninggalnya mirip dengan suamiku. Mobilnya dibakar. Suamiku terbunuh saat kamu hilang itu Mariko. Jadi aku berpikir pembunuhnya adalah orang yang sama yang telah membunuh adikku.)" Mata Ayako berkaca-kaca. Ia sudah kehilangan suami, kini ia juga kehilangan adik laki-lakinya. Begitulah dunia Yakuza. Kalau tidak membunuh, mereka akan terbunuh, ia paham itu. Namun tak ayal, ia hanya manusia biasa yang bisa menangis saat kehilangan, dan itu manusiawi. Pembunuh juga manusia.


"Demo ....(tapi ....)" Mariko bingung. Ia tidak mengetahui tentang kematian Hitoshi, suami Ayako hingga ia kembali lagi ke Jepang 4 tahun kemudian, tapi ia menduga kematian Hitoshi pasti karena kenji Aratami karena Koshino lalu membunuhnya.


Ia bimbang, bagaimana kalau lama-lama penyelidikan polisi mengarah pada Kenzo karena sepengetahuannya anaknya itu bukan tipe pembunuh. Semua kesalahan masa lalu orang tuanya saja selalu ia arahkan pada diri sendiri yang menyebabkan anak itu stres dan ingin bunuh diri. Tidak mungkin rasanya itu Kenzo. Pasti ada orang lain yang berupaya memiripkan cara terbunuhnya Koshino dengan Hitoshi agar orang-orang mengejar Kenzo dan membuka identitasnya. Ia harus melindungi Kenzo.


Ayako menarik Mariko ke tempat lain agar bisa bicara lebih leluasa dan menginterogasinya. Ia butuh keterangan Mariko untuk diberikan pada polisi.


Irene berdehem. Ia mencoba duduk di samping Arya di tempat Mariko tadi duduk. Ia melihat Arya masih dengan pesona yang sama yang membuatnya dulu tergila-gila. Pria itu belum kehilangan cahayanya.


Arya mulai merasa tak nyaman. Ia menggeser duduknya. Aku terlalu berlebihan atau wanita ini tidak tahu posisinya, hah? Aku mulai gerah.


____________________________________________


Halo reader, terima kasih masih membaca novel ini. Jangan lupa untuk terus dukung Author dengan mengirim like, komen, vote, hadiah dan coin agar author terus semangat. Ini visual Ayah yang masih tetep ganteng di usianya yang baru menginjak 41 tahun. Arya Wiraguna. Salam Ingflora.💋



Ada yang baru dari Mama Reni author specialist cinta segitiga. Cinta yang di abaikan judulnya. Sebuah cinta yang terlihat asli ternyata palsu.


__ADS_1


__ADS_2