Kakak Sahabatnya

Kakak Sahabatnya
Bab 27


__ADS_3

Kalila memijit pundaknya yang terasa pegal, dirinya menghela nafas berat. Begitu banyak tamu undangan yang hadir membuat Kalila benar-benar kelelahan. Dipijitnya juga telapak kakinya yang terasa berdenyut karena high heels nya.


"Sejak dulu kau sangat tak tahan dengan sepatu high heels itu. Kenapa kau memaksanya?" ucap suara seorang pria yang tiba-tiba datang langsung memijit kaki Kalila.


Kalila yang tak menyangka perlakuan pria itu dan hapal betul siapa dia tersentak kaget. Dan refleks Kalila bangun menjauh darinya.


"Pergilah!"pinta Kalila setengah memerintah tanpa menatap siapa wajahnya yang dikenali sebagai Fredy mantan kekasihnya.


"Ternyata kau memilih menjadi adik ipar ku?" ucap Fredy yang tak lain adalah Derrick, kakak Theo, pria masa lalu Kalila.


"Sekarang aku sudah menikah. Dan kuharap kakak bisa menghormatiku sebagai adik ipar." sahut Kalila masih tak mau menatap wajah Derrick.


"Aku tak bisa."jawab Derrick menggelengkan kepalanya perlahan menatap Kalila tak percaya.


"Tapi kak..."


"Aku mencintaimu... hanya kamu...sejak dulu sampai sekarang."seru Derrick memotong ucapan Kalila.


Kalila menoleh menatap wajah Derrick yang terlihat hancur dan sendu. Kalila selalu tak tega menatap mata sedih itu, bagaimanapun Derrick pernah hadir dalam hidupnya yang tidak hanya setahun atau dua tahun, 7 tahun mereka menjalin hubungan setelah 2 tahun saling mengenal.


Itu bukanlah waktu sebentar. Baru beberapa bulan Theo datang mengisi hatinya, meyakinkan dirinya akan cinta tulus Theo, baru Kalila bisa membuka hatinya kembali untuk menerima cinta Theo.


"Apa sekarang kakak tega menghancurkan pernikahan adikmu. Tak bisakah kau biarkan kami bahagia?"ucap Kalila memelas dengan air mata yang mengalir di pipinya.


"Lalu, bagaimana denganku? Hatiku? Perasaanku?" ucap Derrick lirih.

__ADS_1


"Semua sudah berlalu kak, kau sudah menentukan pilihan saat itu. Kau lebih memilihnya dan memilih meninggalkannku." sahut Kalila lemah, air matanya semakin mengalir deras, membuang pandangannya ke arah lain.


"Kalian sedang...apa... kak, sayang...?"sela Theo yang tiba-tiba masuk yang mengejutkan Kalila membuatnya gelagapan segera mengusap air matanya dan menghampiri Theo.


"Kakimu sudah tak apa? Kau... baik-baik saja?" tanya Theo menatap Kalila dingin dan tajam meski suaranya terdengar lembut.


"Aku hanya memberi selamat padanya, bagaimanapun dia akan menjadi adik iparku." ucap Derrick.


"Ah, tentu ... kakak kan belum pernah bertemu 'istriku'." jawab Theo penuh penekanan pada kata terakhirnya.


Ya, Theo mendengar semua obrolan kakaknya dan Kalila istrinya saat ini, saat kakaknya bilang masih mencintainya Theo sangat marah, tangannya terkepal, rahangnya mengeras ingin memukul wajah kakaknya, tapi jawaban Kalila membuat hatinya kembali menghangat... tapi saat kakaknya seolah memaksakan perasaannya pada Kalila, Theo kembali marah dan menerobos masuk.


Tapi saat melihat air mata 'istrinya' hati Theo mencelos. Apa Kalila masih mencintai kakaknya? batin Theo.


"Kita pulang, kau pasti capek."ucap Theo lembut.


Kalila hanya mengangguk, perasaannya berkecamuk, raut wajah Theo masih belum baik. Seolah ingin menelanjanginya bertanya tentang apa yang terjadi barusan. Kalila pun gugup bukan main, dia cemas jika Theo tau tentang hubungannya dengan kakaknya dulu.


Haruskah aku mengatakan sejujurnya padanya? Lalu bagaimana jika dia jadi membenciku?


Kalila gugup bukan main, apalagi saat Theo menarik menuju lift yang mengarah ke lantai atas hotel itu. Theo hanya diam tak bicara apapun, Kalila merasa tak nyaman. Theo yang biasanya banyak bicara kini mendadak diam tak bicara apapun, membuat Kalila takut.


"Sayang...aku..."belum selesai Kalila bicara, bunyi lift berhenti di lantai teratas hotel itu.


Kamar bulan madu mereka. Kalila diam lagi, hanya mengikuti langkah Theo yang semakin cepat, sedang baju pengantin Kalila membuatnya susah untuk mengikuti langkah cepat Theo.

__ADS_1


"Aduh..."seru Kalila hendak jatuh tersandung baju pengantinnya, untungnya dirinya tak jatuh tapi menabrak punggung Theo.


Theo tak menggubris Kalila yang hampir terjatuh hingga membentur punggungnya. Theo memasukkan password kamar presiden suite hotel milik keluarganya. Kalila masih mengekor di belakang Theo tak banyak bicara.


Theo masuk kamar utama melepaskan semua pakaiannya meninggalkan celana boxernya masuk ke dalam kamar mandi membersihkan diri. Suara shower kamar mandi terdengar dari luar kamar membuat hati Kalila tercubit atas perlakuan Theo yang tiba-tiba berubah.


Kalila menghela nafas panjang dan berat, entah kenapa hatinya begitu sakit mendapat perlakuan cuek Theo. Theo yang selalu perhatian kini mendadak berubah dingin padanya.


Kalila mencoba membuka resleting bajunya, tapi agak kesulitan karena tangan pendeknya tak sampai. Hingga suara pintu kamar mandi terbuka menampilkan sosok Theo dengan hanya berbalut handuk di pinggangnya. Kalila menatap terpesona pada dada bidang Theo hingga membuatnya menelan ludah kasar.


Kalila tak menampik kekekaran tubuh Theo. Theo yang rajin berolahraga dan merawat diri membuat otot-otot perutnya membentuk sixpack. Theo hanya menatap sekilas Kalila dan langsung menuju lemari pakaian mengambil di dalam koper yang belum dibongkar yang ditaruh dalam lemari. Theo mencari-cari pakaiannya dan menemukan celana kain dan kemeja bergaris berwarna putih dan segera memakainya.


"Kau mau kemana?"tanya Kalila lembut merasa tak diperhatikan Theo sejak masuk lift menuju ke kamar ini mencoba mengalah mengajaknya bicara terlebih dahulu.


Theo yang hendak membuka pintu kamar tak menjawab dan pergi meninggalkan Kalila sendiri. Kalila terduduk lemas di sisi ranjang masih memakai pakaiannya pengantinnya yang tak berhasil dibukanya. Air mata tak henti-hentinya mengalir, perasaan kecewa di hatinya membuatnya merasa kesakitan.


bersambung


Mohon dukungannya 🙏🙏


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2