
Theo mendorong istrinya ke ranjang, pertemuan dengan Revan yang mencoba merayu istrinya membuat Theo kalap untuk melampiaskan kecemburuannya pada istrinya. Theo tak akan membiarkan Kalila diambil siapapun, Kalila istrinya hanya miliknya.
Kalila hanya mengimbangi percintaan panas suaminya. Kalila tau Theo sedang terbakar cemburu, beruntung dia tidak jadi menceritakan kedipan mata Revan, kalau sampai hal itu diketahui Theo, mungkin mereka tak akan jadi makan makanan yang dipesannya. Karena Theo segera membawanya kembali ke kamar hotel.
Setelah percintaan panas yang tak cukup sekali, Kalila beranjak menuju kamar mandi membersihkan dirinya. Setelah jalan-jalan siang hingga malam, dirinya belum membersihkan diri karena suaminya tak sabar untuk 'menyerang' nya.
Kalila memanjakan tubuhnya sejenak dengan berendam sambil menyalakan lilin aromaterapi yang membuatnya sedikit rileks.
"Kau meninggalkanku sendiri?" ucap Theo yang tiba-tiba saja datang ikut masuk ke dalam bathtub kamar mandi berendam bersama.
Kalila menatap Theo horor pasalnya mandinya nanti tidak akan cukup sebentar saja. Karena Theo pasti meminta lebih. Theo sudah menjelajahi tubuh istrinya perlahan, didudukkannya istrinya di pangkuannya menghadap padanya.
Dan percintaan panas itu terjadi tanpa mengenal waktu yang sama-sama dinikmati keduanya.
**
Perjalanan bisnis ke pulau B, Derrick mengajukan diri pada papanya untuk mewakilinya menggantikan papanya. Mr. Jhon langsung menyetujui tanpa banyak bertanya.
Memang dirinya sudah tak berminat untuk melakukan perjalanan bisnis yang mungkin akan meninggalkan istrinya. Di masa tuanya dia hanya mau berkumpul bersama berdua dengan istrinya. Biarkan bisnis diurus oleh anak-anaknya yang sudah ahli di bidang mereka tanpa perlu dirinya menjelaskan detailnya dan Mr. Jhon yakin Derrick mampu mengatasi masalah yang terjadi di pulau B.
**
Siang itu juga Derrick langsung mengambil penerbangan pertama untuk segera tiba di tempat tujuan. Derrick ingin melarikan diri jika dirinya bisa, hatinya tak sanggup berada di tempat yang sama dengan Kalila. Apalagi istrinya yang tiap hari ngomel-ngomel tak jelas menuduhnya berbuat macam-macam di luar sana.
Padahal apa yang dituduhkan istrinya tak sepenuhnya benar. Meski dia sedikit bermain dengan j****g, tapi 'adik kecilnya' tak mau berdiri meski dirinya berfantasi wajah Kalila yang sering dilakukannya dulu. Derrick seperti seorang impoten saja.
__ADS_1
Perjalanan pesawat yang memakan waktu kurang lebih 2 jam itu membuat badan Derrick kaku. Setelah dirinya tiba di bandara, orang dari kantor cabangnya datang untuk menjemputnya. Mereka mengantar Derrick ke hotel terdekat dari kantor cabang mereka yang memang sudah dipesan oleh perusahaan khusus untuk fasilitas pemilik perusahaan.
Derrick segera check-in dan menyuruh orang suruhan perusahaan meninggalkannya untuk beristirahat sejenak. Baru besok dirinya akan memulai mencari tahu tentang masalah yang terjadi di perusahaan cabang disini. Derrick membuka pintu balkon kamarnya menatap sunset di sore hari. Merasakan sensasi udara segar di sore hari.
Derrick menerawang jauh ke depan menatap pantai yang sudah mulai sepi pengunjung menatap satu persatu pengunjung dan berhenti pada sosok wanita mungil yang sedang merentangkan kedua tangannya menghadap matahari terbenam.
"Ah, aku pasti kurang waras, apa aku masih mabuk?" ucap Derrick bicara sendiri.
Setelah membersihkan diri di dalam kamar mandi, Derrick beranjak dari kamarnya ingin makan malam di restoran di lantai bawah. Dirinya akan bosan jika berdiam diri di dalam kamar sendiri. Dan entah kenapa bayang-bayang Kalila berada di mana-mana, Derrick tampak menggelengkan kepala tak percaya.
"Begitu frustasinya kah aku, hingga dimana-mana ada wajah Kalila." ucap Derrick lagi meyakinkan dirinya.
"Terima kasih pak, sudah diizinkan untuk meminjamnya!" ucap Kalila pada room service, menundukkan kepalanya berterima kasih.
Dirinya tadi meminjam alat menyelam pada room service. Setelah percintaan panas di dalam kamar mandi, Theo tergolek lemah tertidur pulas di ranjangnya. Sedang Kalila berusaha membangunkannya untuk mengajaknya menyelam dan sekaligus melihat sunset, tapi Theo tak bergeming.
"Suara ini... suara Kalila..."ucap Derrick lirih menoleh ke arah suara.
Kalila berjalan menuju lift untuk kembali ke kamarnya. Sudah lebih dua jam dirinya di luar kamar, padahal Theo melarangnya untuk keluar kamar apapun alasannya, tapi Kalila nekat keluar sendiri.
Entah kapan lagi dirinya melihat keindahan pemandangan pulau ini. Derrick mengejarnya sampai lift keburu tertutup. Dan Derrick berlari ke arah lift sebelahnya dan belum juga lift itu terbuka, setelah beberapa detik menunggu, pintu lift pun terbuka dan Derrick segera masuk dan mengejar lift yang dinaiki Kalila.
Cklek
Suara pintu kamar dibuka, Kalila masuk ke kamarnya dan mendapati Theo sudah duduk di tepi ranjang dengan penampilan acak-acakan dan wajah kusut yang hendak mengambil ponselnya ingin menghubungi seseorang tapi segera diurungkannya setelah melihat istrinya muncul di kamar mereka.
__ADS_1
"Sayang... kau dari mana saja? Kau membuatku khawatir." ucap Theo menghela nafas lega memeluk tubuh Kalila.
Memeluknya erat seolah telah lama dirinya ditinggal pergi.
"Aku sudah bilang padamu ingin mencoba menyelam dan melihat sunset tapi kau tertidur pulas dan tak bergerak sedikitpun saat ku bangunkan, Akhirnya aku pergi sendiri." jawab Kalila cemberut.
" Maaf sayang ... aku ketiduran... Seharusnya kau membawa ponselmu paling tidak, kau tau aku takut terjadi sesuatu padamu." cemas Theo yang tak dibuat-buat.
"Maaf..." ucap Kalila membalas pelukan erat suaminya.
Theo menarik dagu istrinya membelai sudut bibirnya dan mencium bertubi-tubi ingin membuktikan bahwa istrinya benar-benar ada di hadapannya.
Saat tidur tadi Theo bermimpi kalau istrinya pergi meninggalkannya bersama dengan seorang pria entah siapa, dilihat siluet tubuh itu adalah kakaknya Derrick. Theo langsung gelagapan saat bangun tidur tak ada dimanapun istrinya.
Theo mencoba menghubungi ponselnya dan ternyata berdering di meja rias. Theo semakin dilanda kecemasan dan ketakutannya Kalila akan benar-benar pergi meninggalkannya.
"Jangan pergi sendiri. Kalau aku tak bisa menemanimu jangan pergi sendiri." bisik Theo lirih di dekat telinga Kalila. Kalila hanya mengangguk di dalam dekapan Theo.
bersambung
Mohon dukungannya 🙏
.
.
__ADS_1
.