
Theo terlelap di tempat tidur setelah mengalami PTSD ( Post Traumatik Stres Disorder), yaitu reaksi trauma tentang kejadian yang menimpa dirinya di masa lalu.
Entah apa itu Kalila belum tau, Kartika hanya menyarankan untuk jangan meninggalkannya dari sisinya. Dekapan dia dan beri semangat, itulah pesan dari Kartika saat itu. Kalila merasa kasihan, dia tak pernah mengeluh sakit atau mengeluh apapun. Yang dia tau suaminya sangat tangguh, kuat dan mampu mengatasi masalahnya. Tapi, hari ini suaminya menunjukkan kelemahannya.
Kalila menatap wajah suaminya yang terlelap, membelai pipinya perlahan, menatap dengan penuh kasih. Kalila menghela nafas panjang.
Apa seharusnya aku tak bercerita tentang masa laluku? Sepertinya membuatnya shock, takut untuk ditinggalkan. batin Kalila sedih.
**
"Selalu Kalila lagi Kalila lagi, sampai kapan kamu akan terus berharap pada istri adikmu!" seru Kamila malam itu saat Derrick pulang dalam keadaan mabuk lagi dan menyebut-nyebut nama Kalila.
"Aku sudah katakan sejak awal perjodohan, jangan mengharapkanku untuk melupakannya." jawab Derrick ketus, sedikit emosi mendengar Kamila menyindirnya.
Derrick biarpun mabuk dia masih sadar meski tak sepenuhnya. Dia segera masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya.
"Brengsek..." seru Kamila merasa jengah dan mengganti pakaiannya dengan pakaian minim dan keluar rumah, entah mau kemana.
Kamila mencoba menghibur dirinya sendiri setelah gagal merayu Theo, berharap mendapat kenikmatan dari Theo. Tapi, itu malah menjadi bumerang untuknya. Kamila tak tahu jika sebenarnya Theo adalah seorang psyko. Ancaman Theo masih terngiang diingatkannya.
Theo benar-benar berubah, bukan seperti biasanya. Seolah ada yang mengendalikan dirinya dari dalam tubuhnya, tapi entahlah apa itu. Kamila tak berani mencoba-coba lagi merayu Theo, daripada dirinya harus menghadapi kekasaran Theo. Kamila kembali bergidik ngeri mengingat itu lagi.
Hari ini Kamila akan mencari kepuasan di luar saja. Kini dia berada di salah satu club malam yang terkenal di kota itu. Minum minuman keras yang mungkin bisa melupakan semua masalahnya. Kalau harus tak bisa diperbaiki, Kamila pun tak mau peduli lagi. Persetan dengan perasaan cintanya pada suaminya. Dia sudah melupakan itu semua. Baginya dirinya hanya perlu menyenangkan dirinya sendiri.
"Hai cantik... sendirian saja?" sapa seorang pria mendekati Kamila yang sudah setengah mabuk.
Mata pria itu terlihat mesum dan seperti menelanjangi tubuh Kamila yang berbalut dress mini. Kamila sama sekali tak tertarik. Meski dia ingin mencari kenikmatan sesaat, dia ingin mencari pria yang agak bermartabat bukan sembarang pria yang tak jelas.
"Pergi!" ucap Kamila.
__ADS_1
"Bukannya kau butuh dipuaskan?" ucap pria asing itu mulai berani meraba paha Kamila yang memang tak tertutup sempurna karena tersibak. Kamila emosi menepis tangan itu kasar. Membuat pria asing itu kehilangan kesabaran.
"Dasar cewek kegatelan, berlagak sok suci." seru pria asing itu menarik pergelangan tangan Kamila kasar membuat Kamila tertarik membentur dada bidang pria asing itu.
"Auw... lepas!" seru Kamila memberontak. Tangan pria asing itu hendak menampar pipi Kamila yang memejamkan mata.
"Sabar bung... jangan kasar dengan perempuan. Itu tidak benar." sela seorang pria yang sejak tadi memperhatikan mereka.
"Siapa Lo... jangan ikut campur." teriak pria asing itu marah hendak memukul pria yang melerainya itu.
"Bukannya dia sudah menolak. Kau harusnya tak memaksa bung." ucap pria itu yang langsung memelintir pergelangan tangan pria asing itu yang langsung mengaduh kesakitan.
"Ok ok... aku minta maaf, lepaskan!" seru pria asing tadi dan langsung dilepas pria itu dan pergi menjauhi mereka.
"Sama-sama pria brengsek." umpat Kamila meninggalkan club malam itu dengan langkah gontai karena mabuk meski belum parah.
"Nona, biar saya antar. Dimana rumah anda?" tanya pria yang menolongnya tadi di dalam club.
Tapi tak dapat jawaban apapun dari Kamila. Saat pria itu menepuk pundak Kamila perlahan, malah tubuh Kamila jadi limbung dan nyaris terjatuh jika pria itu tak segera refleks menangkapnya.
**
Theo membuka matanya perlahan, menatap sekeliling kamarnya. Menoleh ke arah samping, wajah istrinya yang sedang terlelap menghadapnya. Theo bangun menuju ke kamar mandi.
Kalila merasakan pergerakan di sampingnya. Setelah melihat kesakitan suaminya, tidur Kalila menjadi tak nyenyak malam itu. Berkali-kali terbangun mendengar sedikit saja pergerakan. Kalila membelalak melihat di sisinya tak ada suaminya.
Sontak dia terduduk dan mendengar suara air mengalir dari dalam kamar mandi kamarnya. Kalila tersenyum lega. Dia berbaring kembali menatap pintu kamar mandi menunggu sosok suaminya keluar kamar mandi. Tapi yang ditunggu tak kunjung keluar juga.
Kalila melirik jam dinding kamarnya, sudah lebih dari setengah jam, suaminya tak kunjung keluar. Kalila menjadi sangat cemas. Diapun bangun dan beranjak ke kamar mandi juga.
__ADS_1
Cklek
Tak dikunci, dia masuk perlahan mengintip kepalanya saja. Berharap suaminya tak apa-apa.
Theo yang sedang melamun menatap cermin depan wastafel terkejut melihat istrinya muncul hanya kepalanya saja. Wajah merahnya yang menahan malu karena kelemahannya diketahui oleh istrinya, dirinya yang ingin disembunyikan dari orang yang dicintainya harus melihatnya saat keadaan buruk dirinya.
"Kau mengejutkanku." ucap Theo mengelus dadanya.
Kalila tersenyum manis dan ikut masuk juga ke dalam kamar mandi. Kalila menatap wajah suaminya lekat yang menunjukkan rasa bersalahnya. Kalila masuk ke dalam dekapan suaminya.
"Aku mencintaimu... hanya kamu. Bagaimanapun dirimu." ucap Kalila dalam dekapan suaminya. Theo membalas dekapan istrinya.
"Aku... jauh lebih mencintaimu...sangat. Terima kasih." tak terasa air mata Theo bergulir di pipinya.
Sungguh beruntung dirinya mendapatkan Kalila sebagai istrinya, orang yang mau menerima segala kekurangannya. Begitu bodohnya dirinya meragukan perasaannya pada dirinya. Sekarang Theo semakin yakin, bahwa istrinya hanya mencintainya. Meski dulu pernah punya hubungan dengan kakaknya, itu hanyalah masa lalu, sekarang dia istrinya.
bersambung
Mohon dukungannya
Beri like, rate dan vote nya
Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏
.
.
.
__ADS_1