Kakak Sahabatnya

Kakak Sahabatnya
Episode 65


__ADS_3

Kalila merasakan berat pada pinggangnya ketika membuka matanya. Cahaya matahari masuk melalui celah jendela menghantarkan panas pada tubuh mereka yang masih terlelap di dalam kamar. Percintaan panas mereka yang berakhir menjelang pagi tadi membuat Kalila terbangun saat sinar matahari mulai panas.


Kalila menatap jendela kamarnya sudah begitu siang. Melongok jam dinding yang ada di kamarnya menunjukkan pukul sepuluh pagi tidak menjelang siang. Tubuhnya benar-benar dibuat kelelahan semalam suntuk oleh suaminya dan kini suaminya pun masih tertidur pulas di sampingnya dengan tangan mendekapnya.


Kalila mencoba menyingkirkan tangan suaminya perlahan, tapi bukannya terlepas malah semakin erat suaminya mendekapnya seolah tak mau istrinya pergi dari sisinya.


"Mau kemana?" ucap Theo dengan suara serak khas orang bangun tidur tapi dengan mata masih terpejam.


"Aku harus ke kamar mandi." jawab istrinya yang akhirnya dilepaskan dekapannya.


Kalila beranjak ke kamar mandi. Theo masih bertahan dalam selimutnya. Malas untuk bangun karena masih menginginkan tubuh istrinya lagi. Belum puas dirinya semalaman menyentuh istrinya.


Hampir lima belas menit istrinya belum kembali ke ranjang membuat Theo memaksa membuka matanya dan bangun untuk menyusul istrinya di dalam kamar mandi yang ternyata ketiduran di bathtub. Theo segera menghampiri istrinya dan ikut masuk ke dalam bathtub yang membuat istrinya tersentak dan langsung terbangun.


"Sayang..." ucap Kalila.

__ADS_1


"Kau lama sekali makanya aku menyusul." jawab Theo mendekap tubuh istrinya dari belakang dan menyerukan kepalanya ke leher istrinya, mencumbu leher itu mesra membuat Kalila malah mendesah kenikmatan dan membuat Theo tak berhenti disitu saja. 'Adik kecilnya' sudah kembali menegang dan menginginkan tubuh istrinya lagi.


Theo mengangkat tubuh istrinya dan memasukkan 'adik kecilnya' ke dalam milik istrinya membuat Kalila terkejut dan sontak desahan keluar dari mulut mungil istrinya. Membuat Theo semakin bersemangat untuk melanjutkan percintaan mereka dengan hati-hati.


**


Derrick pingsan lagi, membuat Kartika kembali cemas dan menghubungi dokter keluarga mereka.


"Ada apa dengannya? Apa seharusnya dia tidak pulang dulu dari rumah sakit?" tanya Kartika cemas menatap dokter itu yang sudah selesai untuk memeriksa tubuh Derrick dengan detail.


"Bereskan barang-barang Derrick ke tempatnya bi!" perintah Kartika pada pelayan yang sejak tadi berada di sisinya memang untuk berjaga jika setiap saat dibutuhkan.


"Iya nyonya." jawab pelayan itu masuk ke dalam walk-in closet membereskan barang-barang tuan mudanya yang dibawa dari rumah sakit.


Kartika beranjak dari kamarnya setelah memberi pesan pada pelayannya jika terjadi sesuatu pada putranya untuk segera memanggilnya. Dia ingin membersihkan dirinya sebelum putranya sadar.

__ADS_1


**


Kini keduanya sudah duduk di meja makan. Sarapan pagi yang sudah terlewat kini sudah bukan menjadi sarapan lagi. Tapi mereka tetap menikmati makanan mereka dengan penuh cinta. Theo memaksa untuk menyuapi istrinya meski sebenarnya itu tak perlu karena Kalila merasa dirinya sudah sehat.


Tapi dia tetap menerima perlakuan suaminya penuh suka cita. Theo merasa bahagia, entah kapan dia merasa bahagia seperti ini, dia sudah lupa. Kini apapun yang terjadi Theo tak akan meninggalkan istrinya sendiri tanpa pengawasan yang ketat.


Apalagi kabar yang terakhir didengar 'brengsek' itu sudah sembuh dan pulang ke rumah. Meski keadaan hilang ingatan sementaranya membuatnya cemas. Karena yang diingat adalah saat masih kuliah itu berarti saat sebelum dia menikah dan menjadi kekasih istrinya saat itu.


bersambung


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2