Kakak Sahabatnya

Kakak Sahabatnya
Episode 77(End)


__ADS_3

Derrick membuka matanya perlahan mengerjai sebentar, menatap sekeliling ruangan. Rumah sakit lagi. batin Derrick merasakan tubuhnya sakit, tangannya terasa berat untuk diangkat dan ternyata sang mama tertidur di atas tangannya yang digenggamnya erat.


Pergerakan Derrick membuat sang mama membuka matanya tersentak melihat putranya sudah duduk bersandar di kepala ranjang kamar perawatan VVIP itu.


"Kau sudah sadar nak?" tanya Kartika dengan raut wajah cemas.


"Hmm." jawab Derrick terlihat raut wajahnya yang cemas merasa bersalah.


Pasalnya dia sudah mengingat semuanya. Mengingat semua ucapan Theo, mengingat pernikahannya, mengingat pernikahan wanita yang dicintainya di masa lalu yang sudah menikah dengan adiknya bahkan kini keduanya sudah dikaruniai seorang putra, mengingat kelakuan bejatnya terhadap wanita masa lalunya yang membuatnya khilaf, bahkan kini dia sudah menjadi adik iparnya.


Derrick sungguh merasa berdosa dan terlalu merasa bersalah namun semua itu sudah terlanjur terjadi. Minta maaf pun mungkin tak akan membuat kesalahan langsung sirna. Kelakuan bejatnya itu pasti membuat wanita masa lalunya yang sekarang menjadi adik iparnya itu pasti trauma dan tak menginginkan untuk bertemu dengannya.


Namun dia akan berusaha mendapatkan maaf darinya dan bertekad akan kembali ke negera kakeknya di Belanda jika sudah mendapatkan maaf darinya.


"Kenapa nak?" tanya Kartika lagi melihat putra melamun.


"Kenapa ma? Kenapa mama tak mengatakan langsung padaku ma?" lirih Derrick terisak mengingat kesalahannya terlalu banyak. Kartika ikut menangis terisak melihat putranya menangis.


"Maaf, maafkan mama nak, mama tak bermaksud menyembunyikan darimu. Kau langsung pingsan jika mencoba mengingat masa lalumu." jawab Kartika semakin terisak.

__ADS_1


"Kesalahanku terlalu banyak ma, kesalahanku terlalu besar. Seharusnya mama tak menyembunyikannya dariku. Aku pantas mendapatkan hukuman itu ma." seru Derrick membuat Kartika spontan menggelengkan kepalanya.


"Tidak nak, tidak, itu tidak benar. Kau hanya khilaf, kau tak sengaja melakukannya..." hibur Kartika.


"Mama salah ma, itu salah Derrick. Derrick terlalu buta tanpa mau tahu kalau sekarang dia sudah tak bisa kumiliki ma. Tapi aku mencintainya ma, aku masih mencintainya." ucap Derrick menunduk menutup wajahnya yang berderai air mata merasa bersalah.


"Jangan salahkan dirimu nak!" jawab Kartika menggelengkan kepalanya masih terus menangis.


"Aku harus minta maaf ma, aku harus mendapatkan maafnya. Aku pun tak akan memaafkan diriku sendiri ma, jika dia tak mau memaafkanku. Dia tak pantas diperlakukan seperti itu ma. Aku yang salah. Dia berhak bahagia dengan laki-laki yang mencintainya dan melindunginya. Bukan seperti diriku yang bejat ma." seru Derrick memukul-mukul dadanya yang terasa sesak yang menyalahkan dirinya sendiri.


Kartika menggelengkan kepalanya dan berdiri memeluk tubuh putra sulungnya. Suara tangis Derrick semakin kencang. Seperti anak kecil yang dimarahi orang tuanya.


Dua orang yang berdiri di luar pintu kamar perawatan itu mengurungkan niatnya untuk membuka hendel pintu. Mereka mendengar semua ucapan rasa bersalah Derrick yang begitu frustasi. Kalila berbalik menatap suaminya lekat dan memeluk tubuh suaminya mencari kehangatan.


Orang yang pernah berjuang bersama saat masa kuliah dulu. Orang yang pernah berarti di masa lalu. Namun sekarang dia sudah bisa menerima kenyataan bahwa hanya suaminya lah sekarang yang ada di hatinya.


Setelah setengah jam keduanya berdiam di luar pintu. Dan tak terdengar lagi tangisan dari dalam kamar perawatan itu. Kalila memberanikan diri untuk membuka pintu dengan sebelah tangannya menggenggam erat jemari tangan suaminya untuk meminta semangat.


Cklek

__ADS_1


Pintu terbuka, kedua orang yang ada di dalam kamar menoleh menatap siapakah gerangan yang datang. Derrick tersentak melihat senyum manis yang tulus di bibir wanita yang masih dicintainya sekarang. Kedua sejoli itu masih mendekati ranjang. Derrick sontak turun dengan dibantu Kartika, dia langsung berlutut dan bersujud di depan Kalila.


"Maaf, maafkan aku. Aku tahu aku tak pantas untuk dimaafkan, tapi percayalah aku tulus meminta maaf padamu. Maaf. Sekarang aku sadar mungkin jodoh kita hanya sebagai kakak dan adik ipar. Maaf." ucap Derrick terburu-buru masih terus bersujud di hadapan Kalila.


Kalila dan Theo yang tersentak melihat perlakuan kakaknya kaget. Dan mendiamkannya sebentar untuk meluapkan perasaannya. Setelah selesai meluapkan perasaannya Theo membantu kakaknya berdiri.


"Kami sudah memaafkan kakak. Aku juga minta maaf kak, telah bersikap kurang ajar tadi siang." ucap Theo.


"Tidak. Kau tak bersalah. Aku memang harus mengakui kesalahan-kesalahan yang pernah kulakukan. Terima kasih." ucap Derrick.


Keduanya pun kini saling berpelukan. Kartika yang menyaksikan kedua putranya sudah akur tersenyum bahagia. Begitu juga Kalila, dia pun merasakan perasaan lega karena kejadian-kejadian telah tuntas.


Cinta tak bisa dipaksakan. Akan menyenangkan jika melihat orang yang kita cintai bahagia Namun beginilah cinta, deritanya tanpa tiada akhir.


End


.


.

__ADS_1


Terima kasih


Maafkan typo


__ADS_2