Kakak Sahabatnya

Kakak Sahabatnya
Bab 29


__ADS_3

Kini mereka sedang di dalam pesawat perjalanan menuju tempat wisata hadiah pernikahan dari mamanya Theo, Kartika. Tiket wisata untuk bulan madu di pulau B. Kalila antusias saat menyiapkan koper mereka tadi.


Setelah pagi tadi Theo 'menyerang' nya menuntut malam pertama yang sempat mereka lewatkan tadi. Theo tiba-tiba menyuruhnya untuk bersiap-siap. Kalila sempat heran, tapi saat Theo menunjukkan tiket bulan madu yang katanya hadiah pernikahan dari mamanya, Kalila berteriak antusias.


Meski masih dengan mata mengantuk dan tubuh lelahnya, Kalila menguatkan dirinya untuk menyiapkan segala keperluannya. Dan sekarang disinilah mereka, duduk di dalam kursi pesawat kelas bisnis dengan tujuan pulau B.


"Tidurlah! Kau pasti capek."ucap Theo lembut mengecup bibir Kalila sekilas.


"Memang karena siapa aku capek?" jawab Kalila cemberut.


"Tapi kau juga suka kan?"bisik Theo di dekat telinga Kalila. Yang membuat wajah Kalila memerah karena malu.


"Hei..."seru Kalila mencubit pinggang Theo yang mengaduh kesakitan tertawa lebar.


"Simpan tenagamu sayang, aku tak akan melepaskanmu nanti disana." ucap Theo yang membuat wajah Kalila semakin memerah.


"Theo..."seru Kalila lucu menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Theo tertawa terbahak-bahak melihat wajah istrinya memerah.


Kalila memasuki kamar yang dipesan oleh mama Theo, Kartika. Kartika memberikan paket lengkap liburan bulan madu sekaligus kamar presiden suite yang paling mewah di hotel yang ada di pulau B.


Kalila menuju arah balkon kamarnya yang terletak di lantai 10 hotel itu yang menghadap ke pantai tak jauh dari balkon kamarnya, dan di bawah sana ada kolam renang fasilitas hotel.


Kalila merentangkan tangannya berusaha menghirup udara sore siang itu, masih terlihat segar meski cuaca panas karena angin pantai yang menghembusnya. Theo mendekati Kalila dan memeluknya dari belakang, mendekap erat tubuh Kalila posesif.


"Kau suka?" tanya Theo berbisik di telinga Kalila dan menggigitnya kecil membuat Kalila mengerang yang malah membuat Theo semakin bernafsu.

__ADS_1


"Sangat indah. Terima kasih." jawab Kalila membalikkan tubuhnya menghadap Theo.


Kalila mengecup bibir Theo sekilas di balas Theo dengan ciuman panas dan liar. Dilumatkan bibir Kalila bernafsu hingga erangan kenikmatan terdengar di telinga Theo semakin membuat Theo tak sabar untuk 'menyerang' Kalila saat itu juga.


Kalila pun tak menolak, bagaimanapun mereka sudah menjadi pasangan sah. Dan hasrat mereka yang sudah dipendam sebelum pernikahan ingin mereka tuntaskan seharian penuh di kamar sampai menjelang pagi besok. Itulah janji Theo saat di dalam pesawat tadi.


Saat itu wajah Kalila bersemu merah malu-malu. Dirinya pun juga tak sabar untuk itu semua. Theo memperlakukannya dengan lembut dan hati-hati seolah sebuah benda porselen yang sedikit saja dikasari akan melukainya jika Theo tak sabaran.


Kamar itu berisik dengan suara-suara desahan sepasang suami istri yang sedang menikmati bulan madu mereka setelah pernikahan mereka. Meski begitu tak menyurutkan semangat kedua manusia itu saling mencapai kepuasan masing-masing.


Theo yang memang otak mesumnya sudah ada sejak sebelum mereka menikah mewujudkan semua fantasinya pada tubuh istrinya. Theo tak mau memikirkan apapun lagi. Dia hanya ingin menikmati tubuh istrinya sejengkal demi sejengkal dan inci demi inci tanpa terlewatkan satu inci pun. Dia begitu memuja Kalila, sangat mencintainya.


**


Derrick meneguk minuman yang sudah ke berapa kalinya di meja bar club itu. Setelah mendengar tadi pagi keberangkatan adiknya bulan madu. Derrick malamnya menghabiskan waktu dengan minum minuman keras di club malam tak jauh dari rumahnya.


Derrick tak menolak, menatap j***ng itu tanpa ekspresi. Derrick kembali meneguk minumannya berulang kali. Hatinya sakit dan hancur. Sekarang kesempatannya untuk memiliki Kalila sudah hilang. Dan Kalila sudah menjadi istri adiknya lebih tepatnya adik iparnya.


Wanita yang selalu bertahta di hatinya. Wanita yang sangat dicintainya baik dulu sampai sekarang. Meski kini dirinya sudah beristri dan punya anak, tapi tetap tak bisa melupakan perasaannya pada Kalila.


Perjodohan yang dilakukan orang tua Derrick membuatnya harus mau tak mau memutuskan hubungan mereka di masa lalu. Saat itu selain menurut, Derick tak punya kekuatan yang cukup untuk membereskan masalahnya. Dia berharap bisa bertemu lagi dengan Kalila dan menjadikannya pasangan sah nya meski semua itu terlambat. Tapi sekarang semua itu benar-benar terlambat.


Ini sudah minuman yang ke sekian kalinya yang diteguk Derrick.


"Bagaimana kalau kita menyewa kamar?" rayu j***ng itu lagi mengusap paha Derrick mencoba memberi rangsanganagi. Tapi Derrick benar-benar tak bergeming.

__ADS_1


Hubungan intim dengan istrinya tak pernah terjadi selama ini. Jika itu sampai terjadi, pasti setelah Derrick pulang dari mabuk. Kadang dirinya mendesahkan nama Kalila saat terakhir pelepasannya dengan istrinya, membuat istrinya mendiamkannya untuk beberapa hari.


Tapi Derrick tak mau tau, juga tak merasa bersalah. Sejak awal perjodohan istrinya Kamila sudah ditolak secara baik-baik oleh Derrick kalau Derrick tak bisa menerima perjodohan itu. Tapi Kamila tak peduli. Dia tetap memaksa perjodohan itu tetap terjadi.


Bahkan Kamila memaksa orang tua Derrick agar tak membatalkan perjodohan itu. Karena Kamila terlanjur jatuh cinta pada Derrick sejak pertama kali mereka dikenalkan saat pertemuan perjodohan.


**


"Sayang..."sapa Kalila yang baru bangun dari tidur panjangnya.


Setelah tiba di hotel jam 2 siang Theo benar-benar tak melepaskannya sampai jam 7 malam. Hingga tengah malam Theo menggodanya kembali dengan 'menyerang' kembali saat dirinya terlelap. Kalila bahkan tak bisa menolaknya. Sentuhan Theo benar-benar membuat tubuhnya bereaksi lebih dari pikirannya.


Theo yang sudah berkali-kali mencapai kepuasan juga seolah-olah tak puas dengan tubuh Kalila.


"Maaf... aku membangunkanmu?"sesal Theo tapi terus menggoda tubuh Kalila menginginkan Kalila berada dalam dirinya lagi.


Kalila malah mendesah kenikmatan karena perlakuan Theo lagi. Kalila tak bisa menolaknya, bagaimanapun Theo sudah menjadi suami sahnya, berhak atas tubuhnya. Percintaan panas pun terulang lagi entah sampai kapan, sepertinya tak segera berhenti.


bersambung


Mohon dukungannya untuk karya keduaku 🙏🙏


Terima kasih 🙏🙏


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2