Kakak Sahabatnya

Kakak Sahabatnya
Bab 40


__ADS_3

Kalila menghela nafas, sejak pulang dari rumah Kartika entah kenapa suaminya seperti sedang ada masalah. Seperti ada yang dipikirkannya. Kalila tak mendesak suaminya untuk membicarakan padanya. Kalau dia harus tau pasti suaminya akan cerita meski sekarang bukan saatnya.


Kalila ke dapur menyiapkan makan malam mereka dan tak lama, makan malam siap. Tapi suaminya belum juga keluar dari ruang kerjanya. Sudah lebih satu jam Kalila menunggu tapi tak ada tanda-tanda jika suaminya akan keluar ruangannya. Kalila berdiri melangkah menuju ruang kerja suaminya.


Tok tok tok


"Sayang... boleh aku masuk." ucap Kalila tapi tak ada sahutan dari dalam ruangan.


Kalila mencoba membuka handel pintu dan mengintip sedikit ke dalam mencari-cari keberadaan suaminya yang ternyata tertidur di kursi kerjanya. Kalila masuk menghampiri suaminya yang tertidur lelap seperti tak pernah tidur seharian.


Kalila menatap wajah kelelahan suaminya juga wajah kecemasan entah karena apa.


Jam dinding ruangan menunjukkan pukul 8 malam lebih, sudah 2 jam makan malam terlewatkan. Sejak siang tadi dia tak melihat suaminya makan, pasti terlupa jika mereka sedang bercinta.


"Sayang...sayang..." panggil Kalila menepuk pipi Theo lembut dengan nada lembut juga.


Perlahan mata Theo mengerjap, mengernyit.


Menatap istrinya di dalam matanya yang masih belum sepenuhnya terbuka. Dikuceknya matanya melihat kembali benar-benar istrinya.

__ADS_1


"Sayang, mari, makan malam bersama." ajak Kalila dengan nada lembut tersenyum penuh cinta.


Theo langsung menarik tubuh istrinya, mendekapnya erat hingga Kalila jatuh ke dalam pangkuannya. Theo menyerukkan kepalanya ke dada istrinya. Mengusap-usap wajahnya disana.


"Maaf... maafkan aku..." bisik Theo lirih, yang dibalas elusan di rambut Theo.


Kalila membiarkan suaminya, dia hanya mengelus rambut suaminya seolah memberikan penghiburan dan perhatiannya memberikan ruang untuk suaminya melampiaskan kegalauannya yang entah apa itu.


"Kita... makan malam yuk! Aku... sudah lapar." ajak Kalila setelah lama terdiam dan tak terdengar lagi isakan pada suaminya.


Theo mendongak menatap istrinya, entah hati istrinya terbuat dari apa, dia tak begitu terganggu dengan kekasaran dengan apa yang terjadi padanya, meskipun dia tak bertanya masalahnya, tapi istrinya selalu bisa menghiburnya.


"Kau belum makan malam?" tanya Theo lembut.


"Baiklah, kita makan malam bersama. Aku akan ke kamar mandi sebentar."


"Akan kuhangatkan makan malamnya sebentar." jawab Kalila yang diangguki Theo.


**

__ADS_1


Derrick membereskan barang-barangnya dalam koper, dia sudah memesan tiket pesawat untuk penerbangan pagi. Setelah tahu adik dan adik iparnya check out, Derrick memutuskan untuk ikut pulang. Bisnis yang harus dikerjakan di pulau B pun sudah selesai diurus. Menurut informan yang dibayarnya, Kalila bekerja di perusahaannya. Dan Derrick akan mengejutkan Kalila saat bekerja lusa.


**


"Kau akan pergi sayang?" tanya Kalila dari dapur, niatnya ingin membangunkan suaminya yang masih tidur untuk sarapan pagi tapi ternyata suaminya sudah selesai mandi dan berpakaian formal kantoran.


"Papa menghubungiku kemarin, katanya ada klien dari luar negeri yang mau meeting diajukan hari ini karena besok akan kembali sore karena ada sesuatu yang tidak bisa ditinggal." jelas Theo membenahi dasinya, Kalila segera membantu suaminya memakaikannya.


Mr. Jhon yang berniat menemui besok, akhirnya terpaksa memajukan jadi hari ini. Lagipula untung Theo juga sudah kembali dari bulan madunya kemarin lusa. Sehingga Mr. Jhon tak perlu menemuinya sendiri. Ada perwakilan dari putra bungsunya yang akan menjelaskan dengan lebih rinci tentang proyek-proyek mereka yang sudah akan dimulai.


bersambung


Mohon dukungannya


Beri like, rate dan vote nya


Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2