
Di like ya guys π
Di vote ya guys π
Di komen ya guys π
Dikasih hadiah ya π
Dikasih bintang lima ya π
Happy reading π€
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Langit malam dengan gagah memperlihatkan bintang - bintang yang bertaburan. Cahaya terang datang dari Dewi malam yang berbentuk bulat sempurna seakan menambah romantis bagi jiwa - jiwa yang sedang jatuh cinta. Seperti yang telah dilakukan oleh Edward dan Agni saat ini. Mereka pergi sedang makan buah kelapa berdua setelah Edward memetik lima buah kelapa sambil bercanda gurau setelah makan pisang dan kelapa. Kegiatan mereka mengisi keheningan malam di sebuah pulau antah berantah.
"By the way, kamu lulusan dari mana?" tanya Edward untuk memulai pembicaraan yang serius.
"SMA M.H. Thamrin Mas."
"Wow keren. Terus mau ngelanjuti sekolah di mana?"
"Di Oxford University Mas, aku telah mendapatkan beasiswa dari sana."
"Widihhhh ... keren banget, kapan kamu berangkat ke sana?"
"Awal bulan Januari Mas."
"Enam bulan lagi dong."
"Iya Mas."
"Semoga kita bisa diselamatkan oleh tim penyelamat secepatnya."
"Aamiin Ya Robbal Alamiin. Aku sangat mengharapkan itu Mas. Aku tidak mau kehilangan kesempatan mendapatkan beasiswa dari kampus yang sangat kuinginkan. Susah banget untuk mendapatkan beasiswa dari sana Mas. Kalau Mas lulusan dari mana?"
"PPI Curug."
"Berarti Mas seorang pilot. Mas pilot pesawat jet pribadi milik ayahku?"
"Iya."
"Kenapa pesawat itu bisa terjadi kecelakaan Mas?"
"Karena di bagian mesin pesawat ada yang konslet, sepertinya salah satu kabel di mesin di potong. Kecelakaan itu terjadi karena disabotase oleh seseorang. Besok pagi aku harus mencari kotak hitam pesawat itu dan kotak hitam itu harus ditemukan. Apakah kamu curiga sama seseorang sebagai dalang kecelakaan pesawat itu?"
__ADS_1
"Nggak Mas."
"Ada nggak yang benci sama keluargamu?"
"Kayaknya nggak ada Mas. Kenapa kotak hitam harus ditemukan Mas?" ucap Agni polos.
"Setelah terjadi kecelakaan pesawat, tim penyelidik akan selalu berusaha menemukan black box. Pasalnya, black box menjadi kunci utama untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan. Black box berfungsi untuk mencatat percakapan kru pesawat dan memonitor setiap suara yang terjadi pada kokpit. Black box juga memiliki peran penting saat pesawat mengalami kecelakaan, salah satunya mampu merekam semua kejadian sebelum terjadinya kecelakaan. Selain itu, ada beberapa fungsi black box lainnya, di antaranya adalah, merekam pembicaraan pilot dan pemandu lalu lintas. Fungsi kotak hitam saat pesawat melakukan perjalanan adalah merekam semua pembicaraan pilot dan pemandu lalu lintas udara atau air traffic control. Rekaman suara itu disimpan dalam teknologi bernama Cockpit Voice recorder di dalam kotak hitam. Mengetahui Tekanan Udara. Dalam kotak hitam, ada teknologi yang dinamakan Flight data recorder. Tugas FDC adalah merekam tekanan udara, sekaligus memantau informasi percepatan, kecepatan, ketinggian, posisi kontrol kokpit, termometer, pengukur mesin, aliran bahan bakar, permukaan atur posisi, status autopilot, beralih posisi, dan berbagai parameter lainnya. Kebanyakan parameter direkam beberapa kali per detik. Memudahkan Pencarian Lokasi. Kotak hitam didesain memiliki Crash Survivable Memory Unit yang berisi papan memori dikelilingi oleh isolasi termal baju besi dan baja yang dapat menahan dampak kecelakaan ribuan kali gaya gravitasi, dan bertahan di laut pada kedalaman 14.000 - 20.000 kaki. Selain itu, untuk memudahkan pencarian lokasi kecelakaan pesawat, terutama pencarian di bawah air, kotak hitam pesawat dilengkapi underwater locator beacon yang berfungsi memancarkan perekam ultrasonik dan Sinyal dapat mencapai permukaan dari kedalaman 14.000," cerocos Edward mengenai kotak hitam.
"Kalau gitu cari aja sekarang kotak hitam itu," ujar Agni polos.
Edward tersenyum manis, lalu berucap, "Kalau sekarang aku mencarinya, aku mengalami kesulitan karena tidak adanya pencahayaan di kedalaman laut, lagi pula aku harus makan dan istirahat dulu supaya besok bisa fokus mencari kotak hitam itu."
"Benar juga yang diucapkan oleh Mas, hehehe."
"Kamu sudah punya kekasih?"
"Belum punya lagi. Kemarin baru putus."
"Kenapa bisa putus?"
"Dia selingkuh padahal sebentar lagi kami akan bertunangan dan menikah. Kalau Mas sudah punya kekasih?"
"Udah lama banget belum punya lagi."
"Jomblo sejati dong Mas," ledek Agni ketika Edward mengalihkan pandangannya ke api unggun.
"Siapa calonnya Mas?" tanya Agni kepo.
Edward menoleh ke Agni lagi, lalu berkata lembut, "Kamu."
"Ah Mas bisa aja, kita kan baru kenal masa langsung jadian," ucap Agni malu - malu.
"Nanti juga kita akan saling mengenal lebih dalam lagi. Kamu pernah kemping?"
"Belum pernah, baru kali aku tidur di alam terbuka."
"Berarti kamu belum pernah merasakan hidup susah?"
"Belum pernah Mas," ucap Agni polos sambil menggelengkan kepalanya berulang kali.
"Kamu pernah mengalami kesulitan?"
"Pernah, waktu ngerjain soal di lomba olympiade math tingkat Asia," ucap Agni jujur. "Oh ya Mas, malam ini kita begadang atau tidur beralaskan pasir?"
"Kamu tidur beralaskan daun pisang, sedangkan aku begadang, besok setelah aku mencari kotak hitam dan makanan, kita akan mencari kayu yang lebih banyak lagi untuk membuat gubuk."
__ADS_1
"Sekalian kita cari sungai buat mandi Mas. Aku nggak biasa nggak mandi, kalau nggak mandi, badan pada lengket."
"Ok. Kenapa nggak mandi di pantai aja?"
"Air laut nggak bagus untuk mandi Mas. Pokoknya besok kita harus cari sungai juga."
"Ok. Besok kita mandi di sungai berdua."
"Nggak ah, mandinya gantian aja Mas."
"Memangnya kenapa mandinya gantian?"
"Aku malu Mas," ucap Agni malu - malu, lalu dia mengalihkan pandangannya ke laut di dalam naungan cahaya rembulan. "Mas ada sesuatu di sana," lanjut Agni sambil menunjuk ke dua benda yang sedang terombang - ambing mengikuti gerakan ombak.
Sontak Edward menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Agni. Dia memicingkan kedua matanya untuk memperhatikan dua buah itu. Edward yakin bahwa dua buah benda itu adalah koper. Edward beranjak berdiri lalu berlari kencang sampai ke tengah pantai. Berenang menghampiri dua buah benda itu. Agni memperhatikan gerak - gerik Edward yang sedang mau meraih dua benda itu. Ternyata dugaan Edward benar bahwa dua buah benda itu adalah dua buah koper.
Akhirnya Edward mampu meraih dua buah koper itu, lalu membawanya ke daratan. Dengan sekuat tenaga Edward mendorong dua buah koper itu ke daratan sambil berenang. Agni beranjak berdiri untuk melihat lebih jelas lagi benda apa yang telah dibawa oleh Edward. Ketika sampai di pantai yang cetek, Edward menjajakan kedua telapak kakinya di atas pasir. Mendorong sambil berjalan di dalam air.
Agni berjalan menghampiri Edward. Membantu Edward membawa dua buah koper. Edward dan Agni mendorong dua buah koper itu. Menghentikan langkah kaki mereka ketika sudah berada di depan api unggun. Edward langsung menduduki tubuhnya. Edward merasa senang karena dia menemukan kopernya, lalu dia membuka kopernya sendiri dengan menggunakan kata sandi. Sedangkan Agni langsung memperhatikan salah satu koper yang masih tertutup rapat dengan beberapa angka di sebuah alat kunci yang menyatu dengan koper. Koper itu berwarna merah menyala.
"Mas tahu kata sandi dari koper ini?" tanya Agni sambil menoleh ke Edward.
Sedetik kemudian Edward melihat koper itu, lalu berucap di dalam hatinya, Itu kan kopernya Mawar dan aku pernah membukanya.
"Dua, lima, delapan, sembilan, dua," ucap Edward yakin.
Tak lama kemudian Agni menoleh lagi. Mencari dan memasang lima buah angka yang disebutkan oleh Edward tadi di tempatnya. Akhirnya Agni bisa membuka koper itu. Agni menduduki tubuhnya di depan koper yang sudah terbuka itu. Membuka ikatan di atas beberapa pakaian wanita. Agni mengambil salah satu baju. Membuka lipatan baju itu. Agni melebarkan kedua matanya melihat sebuah lingerie hitam yang sedang dipegang olehnya.
"Mas koper ini punya siapa ya?"
"Punya Mawar," jawab Edward sambil membuka ****** ********.
"Siapa Mawar?" tanya Agni, lalu dia menoleh ke Edward. "Astaghfirullah aladzim," ucap Agni kaget karena melihat Edward sedang naked, lalu dia mengalihkan pandangannya ke lingerie lagi.
"Maaf, aku lagi ganti celana dalamku, Mawar itu salah satu pramugari yang bekerja di maskapai penerbangan milik Pak Cipto," ucap Edward sambil memakai ****** ******** yang baru.
"Ooo, tapi kok baju - bajunya seksi semua," ucap Agni sambil menggeledah isi kopernya Mawar.
"Dia memang suka pakai baju seksi. Kamu pakai baju dia aja," ucap Edward sambil mencari celana trainingnya.
"Iya aku pakai walaupun risih memakainya," ucap Agni sambil mengambil salah satu ****** ***** milik Mawar. "Kok semua ****** ******** berbentuk t string?" lanjut Agni.
Ucapan Agni telah membuat Edward menelan salivanya. Dengan waktu yang cepat, otaknya Edward langsung berfantasi membayangkan Agni memakai ****** ***** dengan model t string. Namun segera mungkin Edward menepis pikiran kotornya. Edward dengan gerakan cepat memakai pakaiannya. Setelah selesai memakai pakaiannya, Edward menoleh ke Agni yang masih mencari pakaian.
"Pakai aja yang ada," ucap Edward lembut.
__ADS_1
"Pakaiannya terbuka semua, aku nggak biasa pakai baju yang terbuka Mas," ucap Agni sambil memilah pakaian.
"Udah ikutin saranku yang tadi, dari pada kamu pakai baju yang basah atau hanya pakai cd dan bra doang. Nggak ada salahnya mengikuti ucapanku."