Kamu Adalah Jodohku

Kamu Adalah Jodohku
Untuk Selamanya


__ADS_3

"Tidak!! Jangan pergi!!!"


Dor ... dor ... dor ... dor ...


Bunyi rentetan peluru yang sedang meluncur ke arah Edward. Edward menepis serangan rentetan peluru itu. Dia berlari ke arah pinggiran jembatan. Menaiki pagar jembatan. Menyeburkan dirinya ke kali sambil menepis serangan peluru yang bertubi-tubi.


Byurrrr


Edward menyembulkan kepalanya untuk mengambil nafas dan melihat keadaan di atas jembatan. Ketika hendak melihat ke mobil yang tadi Dia tinggalin dan mobil pengawalnya. Seketika sebuah bom menargetkan ke dua mobil itu dan mengenai ke dua mobil itu.


Ddduuuaaarrr


Bunyi ledakan dari kedua mobil itu yang membahana membelah sunyinya malam yang gelap gulita hingga adanya getaran di sekitar ke dua mobil itu berada. Cahaya ledakan menerangi pekatnya malam. Kedua mobil itu dilahap api yang membara. Edward sedih karena ada seseorang yang dia sayangi berada di dalam mobil yang dia tinggalin ikut terbakar bersamaan dengan mobil itu.


"Tidakkkk!!!" teriak Edward histeris sembari menatap nanar ke tempat kejadian kedua mobil itu meledak,


Bug


Kepala bagian belakang Edward mengenai hantaman balok kayu yang kebawa oleh arus sungai yang deras. Tak lama kemudian pandangan matanya menjadi kabur, menghilang dan akhirnya gelap gulita.


"Hey Boy sadar, sadar, sadar!" teriak Shafira dengan nada suara yang cemas dan panik sampai membangunkan Edward sambil mengguncangkan tubuhnya Edward.


Syerrr


Aih, desiran lembut itu datang lagi


Batin Shafira.


"Astaghfirullah," ucap Edward gelagapan dengan nafas yang memburu setelah membuka matanya.


Ternyata dia seorang muslim.


Batin Shafira.


"Kamu kenapa?" tanya Shafira bingung sambil duduk di sisi kiri tempat tidur.


"Aku bermimpi buruk," jawab Edward sambil menoleh ke Sofia.


"Memangnya kamu mimpi buruk apa?" tanya Shafira penasaran sambil menoleh ke Edward.


"Aku bingung sama mimpinya," jawab Edward dengan raut wajah yang kebingungan.


"Ya udah, nggak usah diceritakan mimpi kamu itu. Hari ini kamu sudah boleh pulang, sebentar lagi Dokter Maryam ke sini ingin periksa kamu lagi sebelum pulang dari rumah sakit ini," ucap Sofia dengan lembut.


"Aku pulang ke mana, sedangkan aku tidak tahu siapa diriku?" tanya Edward bingung.


"Ke rumahku. Selama kamu masih belum mengingat semuanya, kamu tinggal di rumahku."


"Kamu kok nggak pakai jas putih?"


"Hari ini tidak ada jadwal aku untuk praktek."


Pintu ruang perawatan kelas VVIP terbuka lebar, telah memperlihatkan sosok dokter Maryam, lalu dokter Maryam berucap dengan sopan, "Selamat siang."


"Siang Dok," balas mereka kompak sambil menoleh ke Maryam


"Masuk, Dok," ucap Shafira.


Kemudian Maryam melangkah kakinya ke dalam ruangan sambil menutup pintu ruangan itu. Sambil berjalan, dia tersenyum melihat Edward dan Shafira. Dia menghentikan langkah kakinya di samping kanan ranjang pasien. Memasangkan kedua ujung stetoskop ke kedua telinganya untuk memeriksa Edward.


"Aku periksa dulu ya," ucap Maryam dengan sopan.


"Iya, Dok."

__ADS_1


Kemudian Edward membuka beberapa kancing kemeja yang dipakainya. Dia diperiksa sama Maryam. Maryam berjalan ke ujung ranjang pasien yang ada catatan data riwayat medis Boy setelah memeriksa Edward. Maryam mengambil berkas itu, membuka, lalu menulis sesuatu. Dia berjalan lagi ke sisi kanan Boy sambil membawa berkas itu.


"Kamu masih suka pusing?" tanya Maryam sambil menoleh ke Boy.


"Sudah nggak, Dok."


"Masih suka mual?"


"Udah nggak, Dok."


"Badan kamu masih suka nyeri?"


"Udah nggak, Dok."


"Ok. Berarti kesehatan kamu sudah lebih baik dari kemarin," ujar Maryam sambil menulis sesuatu di berkas itu.


"Apakah hari ini aku jadi pulang?"


"Jadi. Nanti ya setelah semuanya sudah selesai."


"Baik, Dok"


"Nanti ada beberapa resep obat, suplemen dan vitamin yang harus ditebus. Walaupun kamu sudah diperbolehkan pulang, kamu harus rutin check up dan terapi ya. Nanti aku kasih jadwal check up dan terapinya."


"Baik, Dok."


"Shafira, nanti tolong diperhatikan semua jadwal minum obat, check up dan terapi ya cantik," ucap Maryam sambil menoleh ke Shafira.


"Iya kakakku yang cantik," ucap Shafira dengan sopan.


"Jaga kesehatan kamu, semoga ingatan kamu kembali lagi dalam waktu yang cepat," ujar Maryam sambil menutup berkas itu. "Aku pamit keluar."


"Iya, Dok. Terima kasih ya, Dok. Aamiin," ucap Boy.


Maryam tersenyum ke mereka berdua. Kemudian berbalik dan berjalan ke pintu untuk keluar dari ruangan itu sambil membawa berkas riwayat kesehatan Edward. Maryam menekan gagang pintu untuk membuka pintu. Pintu kamar itu terbuka. Maryam melangkah kakinya keluar ruangan. Tak berselang lama pintu tertutup. Shafira menatap ke Edward, Edward pun menatap ke Shafira. Tatapan Sofia dan Boy saling mengunci. Mendalami isi hati mereka masing-masing.


"Terima kasih atas pertolongan dan bantuan kamu," ujar Edward dengan lembut.


"Sama - sama," ucap Shafira dengan lembut.


"Aku beruntung sekali telah dipertemukan dengan dirimu. Jika waktu itu kamu tidak menemukan aku, mungkin aku tidak akan selamat."


"Setiap manusia mempunyai hati nurani untuk menolong sesama, karena itu, aku menolong kamu."


Selebihnya karena aku mencintaimu.


Batin Shafira.


"Apakah orang tua kamu mengizinkan aku untuk tinggal sementara di rumahmu?"


"Orang tua aku sudah meninggal. Aku tinggal bersama beberapa maid di rumah."


"Maid?"


"Iya, maid itu pelayan."


"Nanti jika aku di rumah kamu, apakah kamu masih mau menceritakan sesuatu kepadaku dan mengobrol denganku?"


"Iya, aku pasti menceritakan sesuatu ke kamu dan kita pasti mengobrol."


"Apa yang harus aku lakukan jika kamu bekerja?"


"Kamu hanya melakukan istirahat, mandi, makan, minum obat, minum vitamin, minum suplemen, check up dan terapi atau melakukan sesuatu yang sudah dilatih dan diterapi selama kamu dirawat di sini."

__ADS_1


"Ok. Jika aku sudah mengingat siapa diriku, aku tidak akan bisa melupakan kamu dan berada jauh dari kamu."


"Wah, sekarang kamu sudah sangat lancar bicara. Semua kata - kata itu, kamu dapat dari mana?"


"Dari novel yang kamu pinjami ke aku."


"Ooo ... pantesan kalimatnya manis banget."


"Emangnya kalimat itu gula? Kok kamu tadi ngomong kalimatnya manis banget."


"Hehehe, itu hanya kiasan. Nanti aku ajarin tentang kiasan."


"Kenapa nanti?"


"Memangnya kamu mau belajar tentang kiasan sekarang?"


"Iya," jawab Edward yang semangat.


"Ok. Kita mulai ya belajar tentang kiasan."


"Ok. Apa itu kiasan?"


"Kiasan adalah pertimbangan tentang suatu hal dengan perbandingan atau persamaan dengan hal yang lain atau bisa jugaย kata yang diperindah tetapi tidak menggambarkan makna yang sesungguhnya. Hanya sekedar kiasan dari makna kata. Kata kiasan ataupun dipakai untuk memberi rasa keindahan dan penekanan pada hal yang akan disampaikan. Contohnya, seperti kalimatnya manis banget. Itunya artinya kalimatnya bagus banget. Bukan kalimat itu adalah gula."


"Selain kalimat yang tadi diucapkan oleh kamu, apalagi contoh kiasan?" tanya Boy.


"Soni adalah anak yangย ringan tangan, maksud dari kalimat itu adalah Soni suka memukul orang. Karena krisis moneter, perusahaan itu gulung tikar, maksud dari kalimat itu adalah perusahaan itu bangkrut."


"Aku butuh kamu seperti tubuh butuh darah. Kalimat itu artinya apa?"


"Kamu tahu kalimat itu dari mana?"


"Dari novel yang kamu pinjami ke aku. Ayo jawab, itu artinya apa? Apakah mereka drakula?"


"Hahaha, mereka bukan drakula. Mereka adalah sepasang kekasih yang saling membutuhkan."


"Ok, sekarang aku mengerti maksud dari kalimat itu. Kalau kalimat ini artinya apa? Kamu mungkin memegang tanganku untuk sementara waktu, tetapi kamu memegang hatiku selamanya."


Deg


Waduh, kok aku jadi gugup begini untuk menjawabnya.


ucap Shafira di dalam hati sambil merasakan getaran halus di dirinya karena grogi.


"Kalau itu ... orang yang telah mencintai seseorang untuk selamanya."


"Apakah ada orang yang mencintai seseorang untuk selamanya?"


Ada, contohnya diriku yang akan mencintaimu untuk selamanya.


Batin Shafira.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Terima kasih sudah membaca novelku yang ini ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ.


Semoga para readers suka membaca novelku. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam novel ini karena novel ini masih jauh dari kata sempurna ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š.


Di like ya ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ


Di komen ya ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ


Di vote ya ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ

__ADS_1


Love you all


__ADS_2