Kamu Adalah Jodohku

Kamu Adalah Jodohku
Masih Suami Kamu


__ADS_3

Di like ya guys 😁


Di vote ya guys 😁


Di komen ya guys 😁


Happy reading 🤗


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


Restauran yang mempunyai bangunan bergaya Tudor yang terletak di pusat kota Stratford - Upon - Avon ramai dengan para pecinta kuliner. Di antaranya adalah Agni dan Edward. Di kota ini, Agni menghadiri dan melakukan persentasi di acara seminar mengenai bahan bakar yang ramah lingkungan. Sedangkan Edward menemani Agni selama Agni berada di kota itu atas persetujuan dari Agni.


Agni sudah tidak mempedulikan lagi mengenai pikiran dan pendapat dari Hardi yang sering menyakiti dirinya sejak foto - foto itu dicetak. Edward sangat khawatir jika Agni bepergian tanpa ditemani. Agni dan Edward makan siang di sebuah restoran yang terkenal di kota tempat kelahiran sang pujangga cinta yang bernama William Shakespeare. Mereka duduk di dekat jendela yang menghadap ke jalanan kota. Edward memandang Agni yang sedang makan santapan terakhir.


"Ni, aku mau ke belakang sebentar, kamu jangan pergi dulu," ucap Edward lembut, lalu dia beranjak berdiri.


"Iya," kata Agni sambil menelungkupkan sendok dan garpu setelah dia selesai makan siang, lalu dia meminum dua tegukan air putih.


Kemudian Edward pergi meninggalkan Agni sendirian. Agni melihat pemandangan yang berada di luar jendela. Pemandangan kota tua kecil yang molek dengan bangunan - bangunan tua bergaya Tudor dari era Elizabeth abad ke empat belas yang berarsitektur khas.


Kebanyakan bangunan rumah bertingkat dua atau tiga, bercat putih dengan aksen kayu warna hitam pada lis pintu, jendela, dan tiang-tiangnya. Bangunan-bangunan tua berusia ratusan tahun itu berderet di sepanjang jalanan tua dan rapi di pusat kota. Selain itu setiap bangunan dihiasi bunga - bunga warna - warni dan beberapa tanaman yang menambahkan kesan asri.


"Rupanya kamu di sini," ucap Hardi yang mengagetkan Agni.


"Kamu ngapain di sini?" tanya Agni jutek sambil menoleh ke Hardi.


"Kamu lagi makan siang sama siapa?" tanya Hardi sambil melihat piring makan bekas Edward.


"Itu bukan urusanmu, kamu ngapain di sini?" ujar Agni datar.


"Itu masih urusanku karena kamu masih istriku. Aku ke sini untuk jemput kamu pulang," ucap Hardi lembut sambil menduduki tubuhnya di sofa bekas Edward.


"Kerasukan apa kamu sampai kamu perhatian kepadaku?"

__ADS_1


"Wajar aku perhatian sama kamu."


"Apa karena di sini nggak ada Valerie sehingga kamu bisa perhatian sama aku?"


"Kamu cemburu sama Valerie?"


"Aku sudah tahu hubungan kamu sama Valerie. Hubungan kalian bukan hanya hubungan pekerjaan, tapi hubungan terlarang. Aku tahu kalian masih suka berhubungan intim. Makanya itu aku minta perceraian kita dipercepat."


"Itu semua karena kamu yang telah mengkhianati diriku."


"Terserah kamu ngomong apa, aku sudah tidak mempedulikan ucapan dan pikiran kamu."


"Itu karena kamu sudah punya hubungan spesial lagi dengan si Ee."


"Sebenarnya kamu ke sini mau ngapain sich?"


"Mau jemput kamu, ayo kita pulang ke Oxford!"


"Kenapa?"


"Besok masih ada seminar," ucap Agni berbohong karena dia tidak ingin pulang bersama Hardi.


"Dasar tukang bohong! Bilang aja kamu mau enak - enakan di sini bersama si Ee!" ucap Hardi kesal. "Ayo kita pulang!" ajak Hardi sambil beranjak berdiri.


"Aku nggak mau pulang bareng kamu!" bentak Agni.


"Pokoknya kamu harus pulang bareng aku!" bentak Hardi sambil menarik tangan kirinya Agni, lalu menyeret Agni keluar dari meja.


"Aku nggak mau pulang!!" bentak Agni sambil menghentakkan tangan kirinya.


"Kita harus pulang bareng!!" bentak Hardi sambil Agni keluar dari restoran itu.


"Nggak mau!! Lepaskan!" bentak Agni sambil menghentakkan tangan kirinya.

__ADS_1


"Tolong lepaskan dia!" bentak Edward yang sedang berjalan menghampiri mereka namun tidak digubris sama Hardi.


"Lepaskan!" bentak Agni tapi tidak digubris sama Hardi yang masih berjalan sambil menyeret Agni.


Edward menarik tangan kanannya Agni sehingga mereka berhenti melangkahkan kaki mereka. Hardi menoleh ke Edward dengan tatapan mata yang penuh dengan kebencian. Hardi melepaskan pergelangan tangan kirinya Agni. Hardi berjalan cepat menghampiri Edward. Hardi melayangkan tonjokan ke wajahnya Edward.


Bug


Edward tersungkur ke lantai setelah mendapatkan tonjokan dari Hardi. Edward membersihkan darah di sudut kiri bibirnya dengan ibu jari tangannya. Hardi menduduki tubuhnya Edward. Menarik kerah kemejanya Edward dengan kasar. Kedua aura wajah mereka memancarkan sejuta kemarahan dan kebencian. Tapi Edward menahan gejolak emosinya karena mereka berada di tempat umum. Edward tidak mau membalas tonjokan Hardi karena dia tidak mau berkelahi di tempat umum.


"Jangan ikut campur urusan kami Gigolo! Jauhi Agni!" bentak Hardi.


"Mas, sudah!" ucap Agni sambil menarik tubuhnya Hardi supaya Hardi tidak memukul Edward lagi.


"Awas jika kamu masih mendekati Agni lagi!" ucap Hardi ketus sambil melepaskan kerah kemejanya Edward.


Hardi beranjak berdiri dari tubuhnya Edward, lalu membalikkan badannya. Menarik pergelangan tangan kanannya Agni. Hardi membawa Agni keluar dari restoran itu dengan kasar. Mau tak mau Agni harus ikut pulang bersama Hardi. Semua pengunjung di restoran itu cuek atas kejadian mereka sehingga tidak ada yang membantu Agni. Hardi dan Agni berjalan terburu - buru sampai jalannya Agni terseok - seok.


Beberapa kali Agni menoleh ke Edward yang mengalami luka di area bibirnya. Tak terasa air matanya Agni mengalir lembut setelah melihat kondisi Edward. Hardi dan Agni berjalan keluar dari restoran itu melalui pintu otomatis. Mereka berjalan menuju halte. Hardi memberhentikan sebuah taksi ketika mereka berada di halte. Hardi membuka pintu belakang taksi, lalu mendorong Agni masuk ke dalam taksi dengan kasar. Hardi masuk ke dalam taksi setelah Agni masuk.


"Where do you want to go?" tanya supir taksi itu.


"Double Tree hotel."


Sedetik kemudian taksi itu bergerak sesuai keinginan Hardi. Hardi mendekatkan wajahnya ke wajah Agni yang sedang termenung. Hardi mengambil kesempatan itu untuk mencium bibirnya Agni. Hardi ******* bibirnya Agni dengan lembut. Sedetik kemudian Agni mendorong bahunya Hardi agar menjauh. Tapi apa daya kedua tangannya Agni digenggam kuat oleh tangan kanannya Hardi. Agni berusaha memberontak, namun sia - sia karena Hardi menahan tengkuk lehernya Agni dengan kuat.


Supir taksi itu mengaktifkan pembatas bagian taksi sehingga adegan ciuman itu tidak bisa dilihat lagi. Agni tidak membalas ciuman Hardi sehingga membuat Hardi kesal. Hardi menggigit bibir bawahnya Agni sehingga Agni membuka mulutnya. Hardi menelusuri rongga mulutnya Agni dengan penuh nafsu. Hardi melepaskan ciumannya karena kehabisan nafas. Nafas mereka tersengal - Senegal.


"Kamu harus melayaniku sekarang," ucap Hardi dengan suara yang serak.


"Aku tidak mau, karena kita akan bercerai," ucap Agni dengan nafas yang masih ngos-ngosan.


"Nanti kamu dosa. Aku ini masih suami kamu. "

__ADS_1


__ADS_2