Kamu Adalah Jodohku

Kamu Adalah Jodohku
Rasa Cintaku Ini


__ADS_3

Di like ya guys 😁


Di vote ya guys 😁


Di komen ya guys 😁


Happy reading πŸ€—


πŸŒΊπŸ’πŸŒΉπŸŒΊπŸ’πŸŒΉπŸŒΊπŸ’πŸŒΉπŸŒΊπŸ’πŸŒΉπŸŒΊπŸ’πŸŒΉπŸŒΊ


Jangan cium Shafira! Dia itu wanita baik-baik.


Batin Edward.


Edward tersentak dari apa yang ingin dia lakukan terhadap Shafira. Dia menjauhkan wajahnya dari wajahnya Shafira. Shafira merasakan sesuatu yang janggal. Dia membuka matanya dan melihat Edward sedang melepaskan kedua tangannya dari tubuhnya Shafira. Shafira merasa malu sekali karena dia mengharapkan Edward yang mau menciumnya.


"Maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk melecehkan kamu, aku β€”," ucap Edward menggantung sambil menundukkan kepalanya karena malu.


Deg


Apa maksudnya?


batin Shafira.


"Aku lancang karena mau mencium Anda," ucap Edward sambil melepaskan high heels dari kaki kanan Shafira.


"Tidak usah meminta maaf, menurut aku, kejadian tadi karena perasaan kamu ke aku. Sebuah perasaan tidak pernah salah Boy. Aku juga mempunyai perasaan yang sama kepada kamu."


"Maksud kamu apa?" ucap Edward bingung.


"Apakah kamu mencintai diriku?"


"Apa itu? Aku nggak ngerti?" ucap Edward bingung sambil mengerucutkan keningnya.


"Sudahlah, lupakan ucapanku yang tadi," ucap Shafira yang kecewa.


"Aku carikan obat dulu," ucap Edward sambil meletakkan salah satu sepatu high heels Shafira di atas lantai.


"Obatnya ada di kotak P3K," ujar Shafira.


"Kotak P3K di mana?" tanya Edward sambil beranjak berdiri.


"Di pantry Boy."


Kemudian Edward berjalan ke pantry rumah Shafira untuk mencari kotak P3K. Setelah dia menemukan kotak itu, dia membuka kotak itu dan mencari obat keseleo. Akhirnya dia mendapatkan obat keseleo yang berupa salep. Dia menutup kotak P3K. Lalu berjalan ke Shafira. Dari kejauhan Agni melihat sosok Edward yang sedang berjalan menghampiri dirinya. Edward menghentikan langkahnya ketika sudah berada di depan Shafira.


Dia berjongkok lagi. Membuka tutup wadah obat itu dan menaruh tutup wadah obat itu di atas lantai. Mengeluarkan obat itu dari wadahnya, lalu mengoleskan obat salep itu secara perlahan. Ada getaran halus di relung hati Shafira yang sangat besar saat kulit mereka bersentuhan. Namun cinta dia bertepuk sebelah tangan. Dia malu setelah mengetahui bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan.


"Assalamu'alaikum," sapa Kakak kandung Shafira yang bernama Sulaiman di ambang pintu rumahnya Shafira yang sudah terbuka.


Wa'alaikumussalam A," ucap Shafira sopan.


Kamu kenapa Dik?" tanya Sulaiman khawatir sambil berjalan cepat menghampiri Shafira.


"Kakiku keseleo A. Ada kesini sendiri atau sama anak-anak?"


"Sendiri. Memangnya kenapa bisa keseleo kakimu?" ucap Sulaiman yang ikutan berjongkok di depan Shafira.

__ADS_1


"Aku lagi jalan terburu-buru A."


"Siapa pria ini?" tanya Sulaiman nenyelidik sambil menoleh ke Edward yang membuat Edward menundukkan kepalanya karena grogi.


"Namanya aku tidak tahu, karena itu aku panggil dia dengan nama Boy. Dia salah satu pasien rumah sakit yang hilang ingatan. Sekarang masih tahap terapi."


"Kamu sudah lapor ke pihak berwajib?"


"Sudah A."


"Perkembangan laporan kamu gimana?"


"Belum ada perkembangan A."


Edward menoleh ke Sulaiman, lalu mengulurkan tangan kanannya ke Sulaiman sambil berucap, "Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumussalam," ucap Sulaiman ketika Edward menyalim tangan kanannya.


"Oh ya besok kamu ke Jakarta," ujar Sulaiman sambil beranjak berdiri.


"Memangnya ada acara apa A?" ucap Shafira ketika Sulaiman menduduki tubuhnya di sofa panjang.


"Keluarga Pak Wardana ingin bersilaturahmi. Sekalian ingin memperjelas perjodohan kamu dengan anak beliau. Apakah kamu masih ingat dengan Ilham?" ucap Sulaiman ketika Edward beranjak berdiri, lalu berjalan menuju ke ruang keluarga.


What? aku mau dijodohin? Aku tidak mencintai pria itu. Dia kan teman kecilku, sudah kuanggap sebagai saudara, kenapa pula kami dijodohkan. Aku nggak suka dijodohkan. Aku hanya mencintai Boy.


Batin Shafira.


"Iya A, tapi A, kami tidak saling mencintai."


"Seiring dengan waktu kalian akan saling mencintai."


"Itu perjanjian orang tua kita dengan orang tua dia yang ingin menikahkan kalian."


"Bagaimana kalau aku membatalkan perjodohan itu?"


"Janji adalah hutang, kita harus menepati janji itu demi kebahagiaan orang tua kita yang sudah tiada di dunia ini. Memangnya kenapa kamu menolak perjodohan itu?"


"Seperti yang tadi aku katakan, aku tidak mencintainya."


"Seiring dengan waktu kalian pasti jatuh cinta. Oh ya, hari Minggu siang kita juga ada undangan."


"Undangan apa?"


"Ulang tahun rumah sakit Bahtera yang ada di Jakarta."


"Aku nggak mau ah, nanti ketemu sama Hadyan lagi."


"Memangnya kenapa ketemu sama dia?"


"Dia selalu ledekin aku terus."


"Coba ya kalau orang tua kita menjodohkan kamu dengan Hardi, pasti kamu langsung mau," ledek Sulaiman.


"Bodo amat."


"Kamu masih mencintai Hardi?" ucap Sulaiman dengan nada suara yang bercanda.

__ADS_1


"Sudah nggak," ucap Shafira kesal.


"Atau kamu sudah jatuh cinta sama pria yang tadi soalnya kamu kan suka yang blasteran?"


"Ehm ... iya A," ucap Shafira malu-malu.


"Dik, status yang jelas orang itu kan kita nggak tahu karena dia lupa ingatan, jadi Aa berharap kamu bisa menghilangkan perasaanmu terhadap dirinya. Dan menerima perjodohan itu."


"Tapi A aku tidak mencintai Ilham."


"Aa tahu itu, tapi apa salahnya untuk mencoba belajar mencintai Ilham. Yang Aa khawatikan, Jika kamu terbuai dengan perasaan kamu terhadap Boy, kamu akan kecewa jika dia sudah mengingat siapa dirinya. Siapa tahu dia adalah pria yang sudah beristri atau pun seorang penjahat."


"Aa su'udzon aja."


"Aa nggak su'udzon, Aa berpikir yang pahitnya aja, dia kan sekarang lagi lupa ingatan. Lagipula kita nggak tahu asal usulnya pria itu, jadi Aa berharap kamu bisa menghilangkan perasaanmu terhadap dirinya. By the way, paspor kamu masih berlaku?"


"Masih, memangnya Aa mau ajak aku ke mana?"


"Nanti akhir bulan Desember kita ke London."


"Memangnya ada acara apa di sana A?"


"Acara pernikahan Hardi dan Agni."


"Aa tahu dari mana mereka menikah di sana?"


"Dari istri Aa, Bu Pratistha minta bikinin baju kebaya hasil rancangan dia. Dia bilang Bu Pratistha mengundang kita untuk menghadiri acara pesta pernikahan itu. Semua keperluan pernikahan mereka diurus oleh Bu Sri dan Bu Pratistha."


"Kalau nggak salah Bu Sri anaknya almarhum Tuan Brijaya?"


"Iya. Bu Sri kan juga Tantenya Agni."


"Kenapa mereka menikah di sana?"


"Agni dan Hardi sedang menempuh pendidikan di Universitas Oxford."


"Bukannya bulan Desember sudah libur kuliah? Mereka kan bisa pulang ke Indonesia."


"Mungkin mereka sekalian mau liburan di sana," ucap Sulaiman sambil beranjak berdiri dari sofa.


"Aa mau ke mana?"


"Mau ambil minum," ucap Sulaiman sambil berjalan masuk ke dalam ruang keluarga.


Tak lama kemudian Sulaiman menghilang dari pandangan Shafira. Shafira memejamkan kedua matanya untuk menerima saran dari Sulaiman jika dia tidak boleh berharap dengan perasaannya terhadap Edward yang masih hilang ingatan dan harus belajar mencintai Ilham. Edward menduduki tubuhnya di samping kirinya. Shafira membuka kedua matanya, lalu menoleh ke Edward.


"Apakah kamu sudah jatuh cinta kepadaku?" tanya Edward yang tak sengaja mendengar percakapan antara Shafira dan Sulaiman.


"Ehm ... iya," ucap Shafira malu-malu.


"Jatuh cinta itu seperti apa?" tanya Edward polos yang masih lupa ingatan.


"Jika kamu merasakan getaran lembut berada dekat dengan seorang wanita, rasanya ingin selalu dekat dengan seorang wanita, selalu mengingat seorang wanita, tak ingin berada jauh dari seorang wanita, sering memikirkan seorang wanita, rasanya ingin memiliki seorang wanita, merindukan dengan seorang wanita dan detak jantung lebih cepat jika bertatapan dengan seorang wanita. Apakah kamu pernah mengalami seperti itu?"


"Belum," jawab Edward polos.


Yah, Boy tidak mencintai diriku. Sebaiknya aku mengikuti saran Aa untuk menghilangkan rasa cintaku ini

__ADS_1


Batin Shafira.


__ADS_2