
Di like ya guys 😁
Di vote ya guys 😁
Di kasih hadiah ya 😊
Di kasih bintang lima ya 😊
Di komentari ya 😊
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
Langit malam di kota London dihiasi kerlap - kerlip ribuan bintang dan cahaya rembulan yang mengiringi aktivitas para manusia pada malam hari di kota London. Seperti yang telah dilakukan oleh Agni dan Edward saat ini. Mereka berada di dalam mobil Mercedes Benz milik Edward. Mobil yang ditumpangi oleh Agni menembus hiruk pikuk keramaian kota London dan bisingnya kota London pada malam hari.
Keadaan malam hari di kota London sangat hidup dengan segala hingar - bingar dari aktivitas masyarakatnya. Kota yang yang dikenal dengan kota yang selalu hidup, tak akan ada matinya. Mobil itu terus melaju menyusuri tiap sudut kota London. Melewati beberapa pejalan kaki di trotoar yang sedang sedang berjalan.
Ada beberapa pemuda - pemudi sedang asyik memainkan alat musik dan sebagainya lagi sedang bernyanyi sambil menggoyangkan badannya. Di pojok jalan ada kelompok yang terdiri dari enam wanita yang sedang asyik bersenda gurau. Di dekat kelompok wanita itu ada beberapa para pedagang makanan sedang berteriak dengan suara lantang untuk menawarkan dagangannya.
Agni menghela nafas panjang ketika melewati sebuah restoran yang sering dia kunjungi bersama Hardi. Dia dan Hardi sudah resmi bercerai setelah melewati sepuluh kali persidangan yang hanya diwakili oleh para pengacara mereka. Beberapa hari setelah perceraian itu, Agni cukup drop sehingga dia harus pindah rumah. Setelah dia pindah rumah, dia mampu menjalankan lembaran hidupnya sebagai seorang janda.
Agni mampu menyelesaikan kuliahnya dengan nilai yang sangat memuaskan sehingga dia lulusan dengan predikat suma cumlaude. Saat ini Agni sedang diajak sama Edward ke sebuah tempat untuk merayakan kelulusan Agni. Tadi pagi Agni diwisuda. Yang mendampingi Agni di hari wisudanya adalah Bernard dan istrinya. Setelah diwisuda Agni diboyong ke London oleh Bernard.
"Kamu kenapa?" tanya Edward khawatir ketika melihat Agni sedang termenung.
Agni menoleh ke Edward, lalu bertanya, "Nggak kenapa - kenapa. Kita mau ke mana Mas?"
__ADS_1
"Rahasia. Kamu yakin minggu depan mau pulang ke Indonesia?"
"Iya, aku ingin membantu Tanteku mengurus perusahaan keluarga."
"Sayang, boleh aku minta kamu memejamkan matamu. Aku ingin memberikan kamu kejutan sebagai hadiah kelulusan kuliah kamu."
Agni langsung memejamkan matanya. Edward mengambil sebuah kain panjang warna hitam dari tempat menyimpan barang di sisi dalam pintu. Memakaikan pinta itu sehingga menutupi matanya Agni, lalu mengikat pinta itu di bagian kepala belakang. Roda mobil terus berputar melewati keramaian kota London menuju sebuah taman umum di South Bank, London Borough of Lambeth.
Pinggir jalan yang dilewati mobil itu dihiasi lampu - lampu jalan, gedung - gedung dan beberapa pohon rindang. Rodanya terus berputar dengan kecepatan yang lumayan tinggi hingga berhenti di sebuah tempat parkiran sebuah taman yang dibuat pada tahun seribu sembilan ratus tujuh puluh tujuh. Edward membuka pintu penumpang mobil bagian belakang. Edward keluar dari dalam mobil.
Edward membimbing Agni keluar dari dalam mobil. Edward menutup pintu mobil setelah mereka sudah berada di luar. Edward menuntun Agni berjalan menyusuri taman yang dibuat untuk untuk memperingati Silver Jubilee of Elizabeth II. Menelusuri taman yang dikembangkan kembali dan dirancang oleh arsitek lanskap Belanda West 8. Mereka menghentikan langkah kaki mereka tepat di depan sebuah wahana yang dirancang oleh arsitek David Marks dan Julia Barfield.
Seorang petugas wahana itu membuka sebuah pintu kapsul wahana itu. Edward membimbing Agni masuk ke dalam kapsul tersebut. Edward berdiri di belakang Agni yang menghadap pemandangan kota London. Petugas itu menutup pintu kapsul itu. Wahana itu bergerak berputar. Kapsul yang ditumpangi oleh Agni dan Edward naik ke atas. Wahana itu berputar dengan kecepatan 0,26 meter/detik. Ketika kapsul yang telah membawa Agni dan Edward berada di posisi yang paling tinggi berhenti berputar.
"Buka matamu sayang," bisik Edward setelah membuka ikatan mata di kepalanya Agni.
Agni melihat perpaduan keindahan alam pada malam hari dengan gemerlapnya cahaya lampu yang menyinari kota London di dalam wahana London Eye. Dia mengelilingi salah satu kapsul wahana yang memiliki tinggi seratus tiga puluh lima meter atau empat ratus empat puluh tiga kaki. London eye saat ini diberi hiasan lampu berwarna biru dan merah menambah gemerlapnya taman Jubilee.
Di dalam kapsul hanya diisi oleh Agni dan Edward, Agni menelisik salah satu kapsul yang berada di seberangnya. Di sana tidak ada orang. Di melihat ke bawah ada aliran sungai Thames. Dia menelisik taman Jubilee yang kosong dari pengunjung yang lainnya selain dirinya dan Edward. Taman Jubilee pada malam ini, dihiasi lampu - lampu yang berwarna - warni. Sangat indah untuk dilihat.
"Mas, apakah kamu yang memesan taman Jubilee ini hanya untuk kita berdua?" tanya Agni tanpa mengalihkan pandangannya dari indahnya taman Jubilee.
"Iya. Apakah kamu menyukainya Sayang?"
"Aku sangat menyukainya," jawab Agni dengan raut wajah yang bahagia sambil menoleh ke Edward.
__ADS_1
Kemudian Agni berjalan menghampiri Edward yang sedang berdiri. Agni berdiri di samping kiri Edward. Mereka tersenyum manis ketika pandangan mereka saling beradu. Edward membelai lembut wajahnya Agni Menyingkirkan anak rambut Agni yang menutupi wajahnya Agni dan menyelipkannya di belakang telinga.
"Terima kasih Mas," ucap Agni senang.
"Sama - sama, tapi ini belum selesai, lihatlah ke depan," ucap Edward sambil mengadahkan dagunya ke atas memberikan petunjuk, lalu Agni mengikuti petunjuk dari Edward.
Ddduuuaaarrr... ddduuuaaarrr...
Bunyi kembang api warna - warni yang memeriahkan gemerlapnya malam di taman Jubilee. Agni terperangah melihat kemeriahan di depan matanya. Baru kali ini, dia diperlakukan dengan sangat spesial oleh orang lain. Hatinya berbunga - bunga karena merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Agni membalikkan badannya Agni sehingga mereka saling berhadapan. Edward berlutut dan hadapan Agni. Mengeluarkan sebuah kotak dari saku dalam jasnya. Agni membuka kotak kecil itu. Mengarahkan kotak kecil yang terbuat dari bahan beludru hitam itu di hadapan Agni.
"Maukah kamu menikah denganku lagi?" tanya Edward lembut sambil mengulurkan tangannya sambil memperlihatkan isi dari kotak kecil itu.
"Mas, kenapa kamu ingin menikahiku lagi?"
"Karena aku sangat mencintai dirimu."
"Tapi Mas, nanti hubungan kita long distance?"
"Aku yakin kita bisa menjalani long distance selama beberapa tahun. Setelah aku lulus kuliah di sini, aku langsung pulang ke Indonesia. Kita langsung ijab kabul. Bagaimana? Apakah kamu mau menerima lamaran diriku?"
"Iya Mas," ucap Agni malu - malu sambil menundukkan kepalanya dan meremas ujung baju dress selututnya.
Edward tersenyum manis melihat pipinya Agni yang menampilkan semburat merah. Edward berdiri, lalu mengambil sebuah cincin berlian dari kotaknya. Mengambil tangan kirinya Agni. Menyematkan cincin berlian itu di jari manisnya Agni. Menaruh kotak kecil itu di tempat semula. Edward mengangkat dagunya Agni sehingga mereka saling memandang. Sedetik kemudian terdengar alunan musik waltz. Edward melingkarkan tangannya di pinggang ramping milik Agni. Agni melingkarkan tangannya di leher kokohnya Edward. Mereka berdansa mengikuti alunan musik waltz.
"Kenapa kamu menerima lamaranku?" tanya Edward lembut.
__ADS_1
"Karena aku mencintaimu lagi. Dan aku yakin bahwa kamu adalah jodohku."