Kamu Adalah Jodohku

Kamu Adalah Jodohku
Berada Di Dekatmu


__ADS_3

Di like ya guys 😁


Di vote ya guys 😁


Di komen ya guys 😁


Happy reading πŸ€—


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Secara pelan - pelan kedua kelopak mata milik seorang pria yang bernama Edward Ganendra Middleton terbuka. Dia mengerjapkan kedua matanya agar bisa menyesuaikan bias sinar matahari yang menyeruak masuk menembus kornea kedua matanya. Dia pun menegakkan badannya untuk merubah posisi badannya dari tidur telentang ke posisi duduk.


Mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya. Pria itu terkejut melihat hamparan pasir putih di pinggir pantai dan pantai dengan kombinasi air warna hijau dan warna biru yang membuatnya mempesona. Edward mengucek - ngucek kedua matanya untuk memastikan penglihatannya. Menatap lagi hamparan pemandangan alam yang sangat indah.


Edward Ganendra Middleton adalah seorang pilot yang belum memiliki seorang kekasih. Dia adalah salah satu pilot yang membawa salah satu pesawat jet pribadi milik Cipto dengan gaji yang sangat besar. Sebelum kerja di Cipto, dia pernah bekerja di salah satu maskapai penerbangan swasta di negara Indonesia.


Pria blasteran itu baru tiga hari bekerja di Cipto sebagai pilot pribadi ketika dia baru menginjak usia tiga puluh tahun. Sungguh sial nasib, baru tiga hari bekerja sudah mendapatkan musibah ketika sedang bertugas mengendarai pesawat yang membawa anggota keluarganya Cipto.


"Apa aku masih hidup?" ucap Edward bermonolog.


Edward beranjak berdiri sambil menatap ke laut. Pakaiannya yang basah kuyup sehingga badannya menggigil ketika angin laut bertiup. Memikirkan kejadian yang mengerikan. Kebakaran pada mesin pesawat jet pribadi sehingga membuat pesawat hancur lebur, meninggalkan tanda tanya di otaknya.


"Aku benar - benar beruntung bisa selamat dari kecelakaan itu sehingga aku bisa menyelidiki faktor penyebab terjadinya kecelakaan itu. Beberapa jam yang lalu aku mengendarai pesawat jet pribadi milik keluarga Pak Cipto. Tiba - tiba mesin pesawat terbakar ketika pesawat sudah melewati wilayah perairan kepulauan Mentawai tanpa adanya gangguan dari luar. Keadaan cuaca saat itu bagus. Aku harus menemukan kotak hitam pesawat itu," ucap Edward bermonolog sambil mengelus dagunya. "Tapi aku berada di pantai mana sekarang?" lanjut Edward sambil mengedarkan lagi pandangannya.

__ADS_1


Tak sengaja Edward melihat seseorang terbaring lemas di pinggir pantai, lalu berkata, "Aku harus menolongnya."


Tak lama kemudian Edward berlari menghampiri seseorang yang yang sedang terbaring lemas di pinggir pantai. Edward menghentikan langkahnya setelah menempuh jarak sekitar tiga belas meter. Ternyata seseorang itu adalah sosok wanita yang bernama Agni. Edward terpana melihat wajah cantik alami milik Agni yang terlihat pucat. Lambat laun Edward merasakan getaran di hatinya melihat kecantikan yang dimiliki oleh Agni.


Cantik sekali wanita ini, ingin rasanya memiliki dia. Tapi siapakah wanita cantik ini? Apakah salah satu anggota keluarganya Pak Cipto yang masih bisa diselamatkan?


Batin Edward.


Pandangan Edward beralih ke tubuhnya Agni yang telentang. Edward menelan salivanya berulang kali ketika melihat tubuhnya Agni dalam postur yang sangat menggoda. Menelisik tubuhnya Agni yang telentang dari ujung kaki sampai ujung kepala. Karena seretan ombak laut, pakaian yang dipakai oleh Agni basah kuyup hingga membuat kaos putih longgar itu menempel erat di tubuhnya Agni.


Kaos putih yang dipakai oleh Agni lebih seperti kasa putih yang tipis sehingga memperlihatkan cetakan bra dan bentuk badannya Agni yang ideal di mata Edward. Agni terlihat sangat memikat dan menggoda jiwa lelakinya Edward. Tapi segera mungkin Edward menyadarkan diri dari nafsunya. Edward menduduki dirinya di samping kanannya Agni. Memperhatikan lagi wajah cantiknya Agni yang mempunyai magnet tersendiri untuk hatinya Edward.


"Hidup dan matinya gadis ini belum jelas dan aku harus menolongnya," ujar Edward yakin.


Sesaat setelah menyentuh dadanya Agni, Edward merasa bergairah lagi karena kedua balon milik Agni kenyal. Edward segera membuang pikiran kotornya karena dia harus menolong Agni. Di tengah upaya Edward menolong Agni, Edward menyadari bahwa kedua balon milik Agni seperti spons. Setiap kali Edward menekannya, kedua balon itu akan kembali ke bentuk aslinya ketika Edward melepasnya.


Setelah melakukan resusitasi jantung beberapa saat, tak ada reaksi dari Agni. Akhirnya Edward berinisiatif untuk melakukan nafas buatan untuk menolong Agni. Ketika melihat bibir pinknya Agni, Edward merasakan tangan kanannya yang sedang memegang dagunya Agni sedikit gemetar. Sedetik kemudian Edward menjepit hidung mancungnya Agni dengan pelan dan menarik dagunya Agni dengan pelan.


Mendekatkan mulutnya dengan mulutnya Agni. Edward mencium bibirnya Agni yang terbuka karena ditarik oleh tangan kanannya Edward. Ketika mencium bibirnya Agni, Edward merasakan sensasi dingin. Tak mau membuang waktu lagi, Edward meniup dengan liar. Setelah beberapa saat, Edward pun merasa sedikit kekurangan oksigen ketika Agni membuka kedua matanya.


Kedua matanya Agni mendelik melihat seorang pria asing sedang menciumnya. Sontak Agni mendorong bahunya Edward dengan sekuat tenaga sehingga Edward melepaskan ciumannya, jepitan tangannya dan cengkeraman tangannya di dagu Agni. Seketika Agni memuntahkan air. Agni mengangkat badannya sehingga dia duduk di atas pasir putih.


Agni menoleh ke Edward yang memiliki wajah yang sangat tampan. Detakan jantungnya Agni bertambah cepat ketika menatap kedua bola matanya Edward yang berwarna biru dengan tatapan mata yang berbinar - binar. Edward tersenyum senang melihat reaksi Agni yang telah jatuh cinta kepadanya. Rona merah menyeruak di pipinya Agni ketika Edward tersenyum manis sambil menatap intens ke Agni. Agni mengalihkan pandangannya karena malu.

__ADS_1


"Kamu jangan salah paham dulu, aku tadi hanya ingin menyelamatkan dirimu."


"Iya aku sudah tahu itu, terima kasih," ucap Agni sambil mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya. "Alhamdulillah, aku masih dikasih hidup sama Tuhan setelah mengalami kecelakaan pesawat itu," lanjut Agni sedih sambil menatap lurus ke depan.


"Siapa namamu?" tanya Edward sambil mengulurkan tangan kanannya ke Agni


Agni menoleh ke Edward, lalu membalas uluran tangan kanannya Edward dan berucap, "Raden Ajeng Mahiswara Agnibrata Candrawati Soerjosoemarno, panggil Agni aja. Namamu siapa?"


"Edward Ganendra Middleton. Kamu salah satu anak dari bapak Cipto?" ucap Edward yang masih betah menjabat tangannya Agni.


Tiba - tiba Agni merasa sedih setelah mendengar nama ayahnya disebut. Agni melepaskan uluran tangan kanannya, lalu menundukkan kepalanya. Tak kuasa menahan air mata yang berada di kedua pelupuk matanya sehingga air matanya mengalir lembut di pipinya. Agni menangis terisak - isak. Tak kuasa melihat Agni menangis, Edward memeluk erat tubuhnya Agni. Agni menangis di dalam pelukan Edward.


"Hiks ... hiks ... hiks ... aku sedih harus berpisah dengan Ayah, Adi, Eyang Kung dan Aya hiks ... hiks ... hiks ..... Aku nggak tahu keadaan mereka sekarang seperti apa? Apakah mereka masih hidup atau sudah meninggal dunia hiks ... hiks ... hiks ... aku nggak mau kehilangan mereka hiks ... hiks ...."


Edward mengecup puncak kepalanya Agni dengan penuh kelembutan, lalu berkata dengan lembut, "Semua ini adalah sebuah misteri Illahi. Kita harus menerima dan mengikhlaskannya. Kamu sebaiknya berdoa untuk kebaikan mereka. Kamu tak perlu berlarut dalam kesedihan."


"Aku harus bagaimana?" Hiks ... hiks ... hiks ...."


"Berdoa untuk kebaikan mereka dan berjuang melanjutkan hidupmu," ucap Edward lembut.


"Hiks ... hiks ... hiks ... aku tak bisa apa - apa tanpa mereka hiks ... hiks ... hiks ..., aku tak biasa hidup sendirian," ucap Agni yang rapuh karena harus kehilangan keluarganya.


Edward melepaskan pelukannya, lalu menangkup wajahnya Agni yang memancarkan kesedihan yang teramat dalam dan berucap dengan serius, "Allah tak akan memberikan cobaan melebihi batas kemampuan kita. Kamu harus yakin, bisa melakukan apa pun tanpa mereka. Kamu tidak sendirian karena mulai sekarang ada aku yang selalu berada di dekatmu."

__ADS_1


__ADS_2