Kamu Adalah Jodohku

Kamu Adalah Jodohku
Mall Ini


__ADS_3

Agni dan Hardi sedang berada di salah satu mall yang beralamat di Ariel Way, Shepherds Bush, London W12 7GF untuk membeli beberapa barang yang akan dijadikan seserahan saat akad nikah nanti. Mereka menyusuri pusat perbelanjaan besar di White City, London barat sambil berpegangan tangan. Melihat - lihat beberapa toko dari luar. Menikmati suasana mall yang cukup ramai pengunjung.


"Bagus banget mallnya. Siapa ya pemilik mall ini?" ucap Agni yang terkesima sambil lihat kanan kiri.


"Setahu aku, mall ini didirikan oleh Westfield Group. Menurut kamu berapa biaya pembangunan ini?"


"Mungkin sekitar satu koma enam miliar poundsterling."


"Seingatku dulu dari pelajaran sejarah di sini bukan mall ya?"


"Iya, dulu di sini adalah rumah pameran Perancis - Inggris."


"Kira - kira berapa meter ya luasnya?"


"Dua ratus empat puluh ribu meter persegi."


"Sayang, kita masuk ke toko itu yuk!" ajak Hardi.


Belum adanya respon dari Agni, Hardi langsung menarik tangannya Agni masuk ke dalam toko pakaian branded dunia. Agni terperangah melihat isi toko. Baru pertama kali dia ke sini. Biasanya dia hanya bisa melihat pakaian - pakaian branded seperti di dalam toko hanya dari majalah dan televisi. Walaupun dia berasal dari keluarga konglomerat, dia belum pernah membeli barang-barang itu secara langsung. Dia seringnya mendapatkan barang-barang mahal itu dari ayahnya sebagai hadiah ulang tahun ataupun hadiah atas prestasinya.


"Untuk apa kita ke sini?" tanya Agni bingung.


"Untuk membeli beberapa pakaian untuk seserahan."


"Benarkah?"


"Iya. Kamu silahkan pilih beberapa pakaian yang kamu suka. Aku tunggu di depan kasir."


"Terima kasih ya Mas Hardi."


Hardi hanya tersenyum simpul menanggapi ucapan Agni. Agni melepaskan genggaman Hardi, lalu berjalan ke rak kemeja wanita. Hardi berjalan ke bagian kasir. Niatnya dia menunggu Agni sambil memperhatikan nilai saham perusahaan contractor dan rumah sakit miliknya.


Tiba - tiba ada seorang yang menarik lembut lengan kirinya Hardi dari arah belakang, sontak Hardi menoleh kebelakang. Dia menatap dengan tatapan dingin ke orang yang sudah menarik lengannya dan ternyata orang itu adalah Valerie. Valerie tersenyum manis ke Hardi.


"Takdir telah mempertemukan kita lagi."


"Mau apa kamu?" tanya Hardi yang kesal sambil menepis tangannya Valerie yang bergelayut manja di lengannya Hardi.


"Apakah wanita itu adalah Agni?"


"Kamu tak perlu tahu karena bukan urusan kamu. Dan perlu aku ingatkan, sejak peristiwa itu jangan ganggu hidupku lagi!" ucap Hardi kesal.


"Apakah kamu tidak mau memberikan kesempatan untuk kita menjalin asmara lagi setelah aku menjelaskan semuanya?"


"Itu tidak akan pernah terjadi. Sekarang jangan ganggu kehidupan pribadiku lagi," ucap Hardi dengan tatapan mata yang tajam dan nada yang serius, lalu Hardi pergi meninggalkan Valerie.


"Kita lihat saja nanti, akan aku hancurkan kehidupan wanita itu," gumam Valerie bermonolog.


Kemudian Valerie melangkahkan kakinya ke Agni yang sedang memilah - milah blouse. Valerie tersenyum sinis melihat Agni yang bebas mengambil beberapa kemeja. Valerie mengedarkan pandangannya melihat situasi toko. Toko kelihatan sepi, lalu Valerie sengaja menyenggol badannya Agni sehingga Agni terjatuh bersamaan dengan beberapa kemeja yang dipegang oleh Agni.


"Eh, maaf Nona, saya tidak sengaja," ucap Valerie dusta sambil menarik tubuh Agni untuk membantu Agni berdiri.


"Iya tidak apa - apa," ucap Agni sambil beranjak berdiri. "Terima kasih," ucap Agni sambil berdiri.


"Kamu tidak apa - apa kan Nona?" tanya Valerie berpura - pura.


"Iya tidak apa - apa. Jangan panggil aku Nona, panggil aja Agni, aku merasa tidak pantas dipanggil Nona."


"Lagi borong pakaian?" tanya Valerie basa - basi.


"Nggak juga. Anda mau borong pakaian juga?" tanya Agni sambil menoleh ke Valerie.


"Iya," jawab Valerie sambil menatap intens ke Agni sehingga membuat Agni merasa tak nyaman.


"Aku ke rak celana ya," pamit Agni dengan sedikit kikuk karena tatapan tajam dari kedua matanya Valerie.

__ADS_1


"Iya," jawab Valerie yang mengetahui gelagatnya Agni yang merasa tidak nyaman.


Aku akan mencari tahu tentang wanita itu supaya aku bisa merusak kehidupannya.


batin Valerie.


Kemudian Agni merenggangkan lakinya ke bagian rak celana, namun dia belum tahu rak celana itu. Dia clingak - clinguk mencari rak celana. Dia belum mendapatkan rak celana, malah mendapatkan rak blazer, rak dress, rak tank top, rak rok. Dia berjalan ke rak rok. Dia memilah - milah rok yang sesuai dengan keinginannya.


"Roknya juga bagus - bagus," gumam Agni pelan bermonolog.


"Is there anything I can help Miss?" said one of the shop employees who suddenly approached Jane.


"Uh, yeah. Just call me Agni, not Miss. I'm confused about matching tops with bottoms. I like these shirts, the bottoms that go with these shirts, skirts or pants huh?" said Agni while showing five shirts of his choice.


"All these shirts have a pair, the three shirts that Miss has chosen, the partners are skirts," said the employee, then she looked for three skirts which were shirt pairs.


"The two, his partner is pants?"


"Yes Miss," said the employee who was still looking for the third pair of blouses.


"Where's the pants rack next to it?"


"On the right corner of this store, near the cashier."


"Have you met?"


"Okay, here's the skirt. It's really nice to wear it with Miss," said the employee while holding out three skirts to Agni.


"Um, thank you," said Agni while accepting three skirts.


"Ma'am, is there a basket or not, I want to put all of these," said Agni.


"Let me take it miss," said the clerk while spreading his arms.


Kemudian Agni dan pegawai itu berjalan ke rak celana panjang sekalian menghampiri meja kasir. Dia sangat senang bisa mendapatkan lima setel pakaian bermerk dengan kualitas kelas dunia sesuai dengan keinginannya. Dia melihat Hardi fokus melihat layar smartphonenya. Di sebelah kanan Hardi ada beberapa rak celana panjang. Agni langsung mendekati beberapa rak celana panjang. Pegawai itu mencari celana panjang yang merupakan pasangan dari dua kemeja pilihan Agni. Agni berjalan menuju ke Hardi, lalu menduduki tubuhnya di samping kanannya Hardi.


"Kamu sudah mendapatkan semua pakaian pilihan kamu," ucap Hardi sambil memegang smartphonenya.


"Sudah, tinggal cari dua celana panjang."


"These are Miss' trousers," said the employee while showing them to Hardi and Agni.


Agni stood up from the bench and said, "Thank you, Ma'am. Please put it in the cashier, I want to pay."


"Hanya segitu belanjaan kamu," ucap Hardi yang ternyata memperhatikan belanjaan Agni


"Iya."


"Miss, put it first at the cashier and please find one mini dress, one long dress, five blazers, five sweaters, one bag that matches the mini dress, one shoe that matches the mini dress, one bag that matches with a long dress, one shoe that matches the long dress, lingerie and bikinis from this brand."


"Okay sir," said the clerk, then he went to carry out Hardi's orders.


"Untuk apa beli bikini?" tanya Agni bingung.


"Nanti kita akan bulan madu di pantai."


"Ngapain ke pantai pada musim dingin?"


"Nanti pas musim panas kita ke salah satu pantai yang ada di Inggris. Setelah nikah kita bulan madu ke tempat lain. Kamu mau ke mana?"


"Hotel Lumley Castle. Mas, lima setel pakaian kuliah bagiku sudah cukup," ucap Agni sambil menoleh ke Hardi.


"Tapi bagiku belum cukup," ucap Hardi sambil menatap lembut ke Agni.


Mereka saling memandang dengan intens sehingga saling mengunci. Hardi menatap mata hitam legam milik Agni. Seakan terhipnotis dengan tatapan Agni, Hardi mendekatkan wajahnya ke wajahnya Agni. Tanpa sengaja, Valerie melihat kedekatan Hardi dan Agni yang hendak berciuman. Hatinya Valerie bergemuruh marah, dengan langkah cepat mendekati Hardi. Valerie sengaja langsung memeluk punggungnya Hardi dengan mesra.

__ADS_1


"Aku kangen kamu," ucap Valerie yang telah mengganggu Hardi.


Sontak Hardi melepaskan kedua lengannya Valerie, lalu berucap dengan nada sinis, "Jangan ganggu aku lagi!"


Bukannya itu perempuan yang tadi tidak sengaja menabrak aku. Dia siapanya Mas Hardi?


batin Agni.


"Aku benaran kangen, udah lima hari kita tidak bercinta," ucap Valerie yang sengaja ingin menyakiti hatinya Agni.


"Jaga ucapan kamu!" ucap Hardi geram.


"Apa karena wanita itu, kamu menjauh dariku?"


"Hey, kamu jangan ngomong yang ngaco!"


"Ya, aku yakin karena wanita j*l*ng itu, kamu jauhi aku!" ucap Valerie marah. "Hey wanita j*l*ng, kamu sudah merebut kekasihku!" sarkas Valerie yang ingin mempermalukan Agni.


Plak


"Jangan lagi kamu ngatain calon istriku!! Yang wanita ****** itu adalah kamu!!!" bentak Hardi setelah menampar pipi kanannya Valerie.


"Dasar penjilat! Kamu menikahinya karena tidak mau dikeluarkan dari anggota keluarga si kakek tua itu " lirih Valerie sambil memegang pipi kanannya yang membuat Hardi naik pitam, lalu dia berlari cepat untuk menghindari amukan dari Hardi


"Jangan dengarkan ucapan wanita gila itu," ucap Hardi lembut sambil menoleh ke Agni.


"Aku tidak mempedulikan itu. Sebaiknya kita bayar dulu, lalu pergi dari mall ini."


___________________________________________


Translate


"Ada yang bisa dibantu Nona?" ucap salah satu pegawai toko yang tiba - tiba menghampiri Jane.


"Eh, iya. Panggil aja aku Agni, jangan Nona. Aku bingung mencocokkan atasan dengan bawahan. Aku suka kemeja-kemeja ini, bawahan yang cocok untuk kemeja-kemeja ini, rok atau celana ya?" ucap Agni sambil memperlihatkan lima buah kemeja pilihan dirinya.


"Semua kemeja ini ada pasangannya, tiga kemeja pilihan Nona itu, pasangannya rok," ucap pegawai itu, lalu dia mencari tiga buah rok yang merupakan pasangan kemeja.


"Yang dua, pasangannya celana?"


"Iya Nona," ucap pegawai itu yang masih mencari pasangan ketiga blouse itu.


"Kalau rak celana di sebelah mana ya?"


"Di pojok kanan toko ini, dekat sama kasir."


"Udah ketemu?"


"Udah, ini roknya. Bagus banget jika dipakai sama Nona," kata pegawai itu sambil menyodorkan tiga buah rok ke Agni.


"Ehm, terima kasih," ucap Agni sambil menerima tiga buah rok.


"Mba, ada keranjang nggak, saya mau taruh ini semua," ucap Agni.


"Biar saya yang membawanya Nona," ucap pegawai itu sambil merentangkan kedua lengannya.


"Ok," ucap Agni, lalu dia memberikan semua kemeja dan rok pilihannya.


"Ini celana panjangnya Nona," ucap pegawai itu sambil memperlihatkannya ke Hardi dan Agni.


Agni beranjak berdiri dari bangku, lalu berucap, "Terima kasih ya Mbak. Tolong taruh di kasir, mau dibayar."


"Mba, taruh dulu itu di kasir dan tolong carikan satu buah mini dress, satu buah long dress, lima blazer, lima sweater, satu buah tas yang cocok dengan mini dress, satu buah sepatu yang cocok dengan mini dress, satu buah tas yang cocok dengan long dress, satu buah sepatu yang cocok dengan long dress, lingerie dan bikini keluaran dari branded ini."


"Baik Tuan," ucap pegawai itu, lalu dia pergi untuk melaksanakan perintah Hardi.

__ADS_1


__ADS_2