Kamu Adalah Jodohku

Kamu Adalah Jodohku
Jangan Sampai Ketahuan


__ADS_3

Diklik like ya guys 😁.


Divote ya guys 😁.


Dikasih hadiah ya guys 😁.


Dikasih bintang lima ya guys 😁.


Dikomentari ya guys 😁.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


"Untuk wilayah Bintaro dan sekitarnya, Brata development mencatatkan marketing sales yang relatif stabil yaitu di angka empat koma lima triliun atau naik nol koma lima persen YoY setara dengan empat puluh lima koma delapan persen dari total realisasi. Proyek terbaru kami di daerah Darmawangsa juga berkontribusi enam ratus lima puluh miliar dengan rata - rata harga di tiga koma lima miliar per unit. Pendapatan Brata development sempat mengalami turun naik di akhir tahun kemarin. Tapi, untuk secara keseluruhan neraca Brata development masih di dalam kategori sehat, dimana kami memproyeksikan net gearing ratio di nol koma dua puluh lima koma x, masih di bawah rata - rata peers yang sebesar nol koma empat koma x. Revisi terbaru kami memperkirakan pendapatan dan laba bersih di tahun ini sebesar delapan koma lima triliun dari sebelumnya di angka tujuh koma tiga triliun Pak Felix," ucap Hendra yang sedang berdiri mempresentasikan semua keunggulan proyeknya di depan seorang investor baru.


"Saya rasa sudah cukup penjelasannya Pak Hendra. Tolong segera berikan berkas kontrak kerja samanya," ucap Felix yang membuat Hendra senang.


"Baik Pak Felix yang budiman" ucap Hendra sopan. "Marina tolong berikan berkas kontrak kerja sama perusahaan ini ke Pak Felix," lanjut Hendra sambil menduduki tubuhnya di kursi kebesarannya.


"Baik Pak," ucap Marina, lalu Marina memberikan berkas itu.


"Terima kasih Bu Marina," ucap Felix sambil menerima surat perjanjian itu, lalu membuka beberapa lembar dan menandatangani berkas itu.


"Terima kasih Pak Felix atas kepercayaan anda terhadap perusahaan ini, semoga kerja sama kita berlangsung lama," ucap Hendra sopan ketika Felix memberikan berkas itu ke Marina.


"Sama - sama Pak Hendra," ucap Felix sambil berdiri, lalu Hendra ikut berdiri. "Ok Pak Hendra saya pamit mengundurkan diri karena jadwal saya padat," lanjut Felix.


"Sudah tentu karena anda adalah salah satu pengusaha yang sangat sukses. Kerja sama dengan perusahaan anda merupakan suatu kehormatan bagi saya maupun perusahaan ini," ucap Hendra ramah.


"Anda terlalu berlebihan Pak Hendra, selamat sore Pak Hendra," ucap Felix, lalu dia mengulurkan tangan kanannya ke Hendra.


Hendra membalas uluran tangan kanannya Felix, lalu berucap, "Selamat sore Pak Felix."


Tak lama kemudian Felix melepaskan uluran tangan kanannya. Hendra tersenyum ramah sambil menganggukkan kepalanya ke Felix. Felix membalas senyuman Hendra, lalu, melangkahkan kakinya menuju pintu ruang kerjanya Hendra yang mempunyai nama lengkap Hendra Kurniawan. Pintu ruang kerja dibuka oleh Marina.Hendra melihat kepergian Felix melewati pintu.


Setelah kepergian Felix, Marina menutup pintu ruang kerjanya Hendra, lalu mengunci pintu ruang kerjanya Hendra. Marina berjalan menghampiri Hendra sambil membuka kancing kemejanya satu persatu. Hendra duduk di kursi singgasananya ketika Marina membuka kemejanya, lalu membuangnya ke sembarang tempat. Marina duduk di atas pangkuannya Hendra sehingga mereka berhadapan.

__ADS_1


"Pak Juan langsung balik pulang setelah bertemu dengan klien ?" ucap Hendra lembut.


"Iya Pak," bisik Marina sensual sambil menggerakkan pinggulnya.


"Bagaimana perkembangan rencana kita yang ingin menyingkirkan Agni dan Edward dari muka bumi ini?" ucap Hendra lembut sambil menahan gejolak hawa nafsu.


"Tinggal sembilan puluh lima persen, mereka akan beraksi jika Agni dan Edward sudah balik ke Jakarta," bisik Marina yang menggoda sambil menyentuh senjata pamungkasnya Hendra dengan menggunakan tangan kanannya.


Tiba - tiba Marina mencium bibirnya Hendra dengan lembut. Hendra menyambut ciuman itu. Kedua tangan Marina membuka kancing kemeja yang dipakai Hendra satu per satu. Tangan kanan Marina menjelajah tubuh yang masih kekar milik Hendra. Tangan kirinya meremas benda pusaka milik Hendra dengan lembut. Ciuman mereka menjadi panas dan menuntut.


Tangan kanan Hendra menelusuri paha kirinya Marina sampai ke pangkal pahanya. Sedangkan tangan kirinya menelusuri dua gundukan dibalik kacamata kuda milik Marina. Marina mendongakkan kepalanya ketika James menciumi leher jenjang miliknya, lalu menghisapnya hingga membekas dan Marina mengeluarkan suara *******. Hendra melepaskan ciumannya dengan nafas tersengal - sengal, lalu mengangkat tubuhnya Michelle ke meja.


Mengatur posisi duduknya Marina supaya pas dengan posisinya. Hendra membuka rok, lalu kain segitiga milik Marina. Daging tak bertulang milik Hendra menggila di bagian inti tubuh Marina. Tubuhnya Marina menggeliat ke sana kemari seperti cacing kepanasan sambil mengeluarkan suara *******.


Tok ... tok ... tok ...


Bunyi ketukan pintu yang berulang kali telah menghentikan kegiatan panas mereka. Hendra menegakkan badannya sambil mengancingkan kemejanya. Sedangkan Marina mengambil kain segitiga dan roknya yang tergeletak di atas lantai, lalu memakainya dengan tergesa - gesa.


"Jam segini aku masih ada ketemuan sama seseorang?" tanya Hendra bingung dan sedikit panik.


"Lalu siapa yang datang di jam segini?" tanya Hendra ketika Marina mengancingkan kemejanya satu persatu.


Tok ... tok ... tok ...


"Mas!? Kamu masih ada di dalam kan?!" teriak Sri dari luar ruang kerjanya Hendra.


"Aku harus ngumpet di mana?" ucap Marina panik.


"Di kamar sebelah," ucap Hendra sambil berjalan menghampiri pintu ruang kerjanya.


Sedetik kemudian Marina berlari kencang ke kamar tidur yang berada di sebelah ruang kerjanya. Kamar tidur itu dikhususkan untuk tempat istirahat atau pun untuk tempat menginap jika ada kerjaan lembur. Marina masuk ke dalam kamar tidur ketika Hendra membuka kunci pintu ruang kerjanya. Menekan handle pintu ke bawah, lalu menariknya sehingga pintu ruang kerjanya Hendra terbuka.


"Assalamu'alaikum Mas," ucap Sri lembut sambil melengos masuk ke dalam ruang kerjanya Hendra.


"Wa'alaikumussalam," ucap Hendra sambil menutup pintu ruang kerjanya.

__ADS_1


"Kamu masih sibuk Mas?" tanya Sri lembut sambil menduduki tubuhnya di sofa panjang.


"Yah, begitulah, emangnya ada apa?" ucap Hendra datar sambil menduduki tubuhnya di sofa single.


"Sulis dari kemarin sakit, dia selalu ngigau memanggilmu. Pulanglah ke rumah Mas."


"Kamu tahu sendiri kan, sudah sebulan lebih aku harus mengurus perusahaan ini sampai harus ke luar kota supaya bisnis perusahaan ini lancar dan terkendali sejak Mas Cipto meninggal. Malam ini aku ada lembur Sri dan mau nggak mau aku harus menginap lagi di sini," ucap Hendra ketus.


"Tapi kan dia itu anak kita Mas, dia butuh perhatian lebih darimu yang sudah jarang pulang ke rumah. Bisa kan habis kerja kamu pulang Mas?" ucap Sri memelas.


"Mana mungkin aku pulang ke rumah! Kerjaanku lagi banyak Sri!! Ngerti dikitlah!!!" gertak Hendra yang membuat Sri terluka.


"Baiklah kalau begitu," ucap Sri datar, lalu dia beranjak berdiri dari sofa.


Tak berselang lama Sri melangkahkan kakinya ke pintu ruang kerjanya Hendra dengan hati yang terluka. Menekan handle pintu ruang kerjanya Hendra ke bawah, lalu menariknya ke dalam sehingga pintu itu terbuka. Sri melangkahkan kakinya keluar dari pintu ruang kerja itu, lalu menutupnya. Berjalan dengan lemas melewati meja kerjanya Marina.


Kringgg ... kringgg ... kringgg ...


Bunyi dering dari blackberry milik Marina ketika Sri melewatinya. Sontak Sri menghentikan langkahnya. Membalikkan badannya, lalu melanjutkan langkahnya ke meja kerjanya Marina. Sri melihat tas kerjanya Marina masih ada di kursinya. Sri melihat ke sekeliling koridor lantai, tapi dia tidak mendapati sosoknya Marina. Bunyi dering itu sudah nggak ada lagi. Sri mengerutkan keningnya karena curiga.


"Jangan - jangan Mas Hendra dan Marina lagi pacaran, seperti omongan orang - orang di sini," gumam Sri.


Sebenarnya Sri sudah dengar omongan orang yang bilang bahwa suaminya bermain serong dengan Marina, tapi Hendra dan Marina selalu menepisnya. Selain ucapan mereka yang selalu mengelak tentang perselingkuhan itu, Sri melihat langsung hubungan asmara kakak kandungnya yang bernama Cipto dengan Marina setelah kematian istrinya Cipto. Tapi Sri tidak menyukai sikapnya Marina yang selalu merongrong Cipto.


Sri melangkahkan kakinya lagi ke ruang kerjanya Hendra untuk memastikan kecurigaan dia selama ini. Mengetuk beberapa kali dengan tergesa - gesa. Dia menekan handle pintu ke bawah, lalu mendorongnya tapi pintu nggak bisa kebuka. Mengetuk - ngetuk daun pintu ruang kerjanya Hendra dengan tergesa - gesa.


"Mas! Tolong bukakan pintunya!!" teriak Sri.


Pintu ruang kerja itu terbuka sehingga menampilkan sosoknya Hendra, lalu Hendra berucap dengan nada suara yang kesal, "Ada apa sih?!"


"Mana Marina!?" ucap Sri datar sambil melengos masuk ke dalam ruang kerja itu.


"Mana aku tahu!!" ucap Hendra kesal. "Kamu mau ngapain ke sini!?"


"Handphonenya Marina yang berada di dalam tasnya dari tadi berdering terus. Aku lihat sekeliling koridor lantai ini, aku tidak mendapati sosoknya Marina. Aku kira dia ada di sini," ucap Sri marah.

__ADS_1


Waduh, gimana nich? Aku harus cari cara lagi supaya hubungan asmaraku dengan Marina jangan sampai ketahuan.


__ADS_2