Kamu Adalah Jodohku

Kamu Adalah Jodohku
Nafsu Sesaat


__ADS_3

Langit gelap dengan berjuta - juta kemilau bintang dan cahaya rembulan di langit gelap. Malam yang semakin larut telah menaungi aktivitas Edward dan Agni. Agni masih sibuk mencari baju untuk dia pakai. Sedangkan Edward sudah memakai pakaian yang baru. Edward menoleh ke Agni yang sedang mengaduk - ngaduk isi koper milik Mawar untuk mencari pakaian yang layak dipakai menurut Agni.


"Udah ikutin saranku yang tadi, dari pada kamu pakai baju yang basah atau hanya pakai cd dan bra doang. Nggak ada salahnya mengikuti ucapanku," ucap Edward lembut.


"Ya udah deh, aku pakai hotpants, T string, bra sama kaos crop ini aja," ucap Agni yang pasrah menerima nasibnya sambil memegang pakaian yang dia maksud.


"Ya udah pakai aja."


Agni menoleh ke Edward, lalu berucap, "Tutup matanya Mas, aku mau pakai baju."


"Iya," ucap Edward.


Sedetik kemudian Edward menutup kedua matanya dengan kedua telapak tangannya. Agni dengan gerakan cepat Agni berdiri, lalu membuka ****** ***** dan bra yang dia kenakan. Menaruhnya di atas pasir putih. Membungkukkan tubuhnya untuk mengambil pakaian yang ingin dia pakai. Memakai t string, bra bertali, hot pants dan kaos crop satu persatu. Mengambil pakaian dalamnya yang masih basah. Berjalan cepat menghampiri tempat jemuran.


Menaruh pakaian dalamnya di samping kanannya pakaian milik Edward. Agni memutarkan badannya. Berjalan cepat menghampiri api unggun ketika Edward membuka kedua telapak tangannya. Edward tercengang melihat sosok Agni yang memakai hotpants dan kaos crop. Pakaian itu memperjelas bentuk tubuh ideal milik Agni.


Jiwa lelakinya Edward yang suka melakukan bersenggama di luar nikah dengan beberapa wanita bergejolak. Pikiran kotornya berfantasi liar. Dia membayangkan sedang melakukan hubungan intim dengan Agni sehingga membangunkan burung peliharaannya. Agni berdiri di hadapan Edward yang masih melamun. Memperhatikan ekspresi Edward yang lagi lapar akan hawa nafsu.


"Mas kamu kenapa?" ucap Agni bingung yang nggak tahu Edward lagi pengen berhubungan intim.


Ucapan Agni membuyarkan lamunan Edward. Edward mendekatkan wajahnya ke wajahnya Agni sambil merasakan getaran halus dan gelayar lembut di relung hatinya yang sedang bergejolak. Menatap intens ke Agni yang membuat Agni terlena. Menarik tengkuk leher dan pinggang rampingnya Agni. Agni merasakan sentuhan seringai laba - laba di relung hatinya. Menciumi bibirnya Agni dengan penuh kelembutan.


Agni membalas ciuman Edward sambil mengalungkan kedua tangannya di leher kokohnya Edward. Lama kelamaan ciuman mereka memanas. Tangan kanannya Edward menjelajah area sensitif bagian belakang bawah yang mulus milik Agni. Agni risih dengan sentuhan yang tidak pernah dia rasakan di area itu. Agni merasa dirinya bodoh karena terlalu gampang terlena dengan sosoknya Edward sehingga menggoyahkan salah satu prinsipnya. Agni menghentikan ciumannya sehingga Edward merasakan ada sesuatu yang membuat Agni risih.


Mereka melepaskan bibir mereka dengan nafas yang memburu. Edward mengeluarkan telapak tangan kanannya dari balik hotpants dan menarik tangan kirinya dari tengkuk lehernya Agni. Agni melepaskan kedua tangannya dari leher kokohnya. Agni mundur beberapa langkah sambil mengatur nafasnya supaya kembali normal. Agni memancarkan ekspresi sedih sambil menggeleng - gelengkan kepalanya berulang kali. Suasana menjadi canggung.


"Maafkan aku ya," ucap Edward yang merasa bersalah.


"Jangan lakukan itu lagi Mas. Kita bukan sepasang kekasih Mas. Aku sangat tidak suka seseorang yang bukan suamiku menyentuh area sensitifku," ucap Agni sedih sambil menghentikan langkahnya.


"Maafkan aku," ucap Edward lembut. "Kamu mau makan lagi?" tanya Edward basa - basi untuk mencairkan suasana.


"Nggak, aku mau tidur udah ngantuk."


"Oh ya aku baru ingat, aku bawa sleeping bag. Kamu yang pakai itu ya," ucap Edward lembut, lalu dia menghadapkan tubuhnya di depan kopernya.


"Terus Mas tidur pakai apa?" tanya Agni ketika Edward menjongkokan tubuhnya untuk mengambil sleeping bag.


"Aku mah gampang, pakai daun pisang juga jadi," ucap Edward sambil mengambil sleeping bag.

__ADS_1


"Terima kasih sudah meminjamkan sleeping bag," ucap Agni ketika Edward beranjak berdiri.


Edward memutarkan badannya, lalu berkata sambil memberikan sleeping bag ke Agni, "Ini sleeping bagnya."


"Sekali lagi terima kasih," ucap Agni lembut sambil menerima sleeping bag itu."


Tak lama kemudian Agni membuka isi tas itu. Membuka ikatan sleeping bag itu. Membuka lipatan tas itu sehingga menjadi seperti sebuah matras empuk. Menggelar sleeping bag itu ke atas pasir putih. Menjongkokan tubuhnya di depan sleeping bag itu. Merapihkan letak matras itu. Membuka perekat bagian atas, lalu membuka reselting sleeping bag itu sampai setengah bagian.


Memasuki sleeping bag itu sampai mentok. Merebahkan tubuhnya sambil menyesuaikan tubuhnya dengan ukuran sleeping bag. Menutup reselting sleeping bag itu. Karena sleeping bagnya kebesaran, akhirnya Agni tidak merekatkan perekat bagian atas sleeping bag itu. Edward tersenyum ramah memperhatikan gerak - gerik Agni yang sedang memakai sleeping bag.


"Apakah kamu nyaman memakainya?"


"Iya," ucap Agni sambil menatap langit malam sambil menikmati hembusan angin laut di wajahnya.


Edward mendongak kepalanya. Edward sangat menginginkan Agni sebagai kekasihnya, tapi dia masih masih menimbang berbagai cara untuk menembak Agni yang masih berusia tujuh belas tahun sebagai kekasihnya. Dari lubuk hati yang terdalam, Edward benar - benar jatuh cinta kepada Agni pada pandangan pertama


Dia ingin sekali memiliki Agni. Edward menoleh ke Agni yang sedang fokus melihat langit.


"Apakah kamu sangat menyukai langit malam?"


"Iya, aku sering melihat langit malam bersama adikku. Ketika melihat langit malam, aku merindukan adikku."


"Sudah, tapi aku yakin doa itu belum dikabulkan karena dari tadi aku tidak sholat. Mas besok kita cari masjid atau musholla ya, aku nggak mau menambah dosa lagi. Aku belum tahu bagaimana caranya sholat dalam keadaan seperti ini. Aku ingin bertanya hal itu kepada pengurus masjid atau musholla yang ada di sini. Aku yakin di pulau ini ada penduduknya."


Waduh kok pembicaraannya jadi seperti ini, padahal kan tadi aku niatnya mau ngegombali dan menyatakan rasa cintaku kepada Agni.


Batin Edward.


"Iya nanti kita mencarinya. Menurut kamu bintang itu apa?" ucap Edward yang ingin mengalihkan pembicaraan.


"Bintang adalah benda langit yang dapat memancarkan atau menghasilan cahaya sendiri. Menurut ilmu astronomi bintang adalah semua benda masif bermasa antara 0,08 hingga 200 massa matahari yang sedang dan pernah melangsungkan pembangkitan energi melalui reaksi fusi nuklir."


Kok jadi seperti ini. Kayak lagi belajar aja. Tapi nggak apa - apalah, hitung - hitung nambah ilmu.


Batin Edward.


"Apakah matahari termasuk bintang?"


"Iya. Matahari adalah bintang di pusat Tata Surya. Bentuknya nyaris bulat dan terdiri dari plasma panas bercampur medan magnet. Diameternya sekitar 1.392.684 km, kira-kira 109 kali diameter Bumi, dan massanya, mewakili kurang lebih 99,86 % massa total Tata Surya."

__ADS_1


"Nama bintang yang paling terang apa?"


"Aldebaran."


"Bukan," ucap Edward yang membuat Agni bingung sehingga Agni menoleh ke Edward.


"Lalu apa namanya?" ucap Agni penasaran.


"Raden Ajeng Mahiswara Agnibrata Candrawati Soerjosoemarno, kamu adalah bintang yang paling bersinar di dalam hidupku," ucap Edward serius.


"Gombal," ucap Agni, lalu dia mengalihkan pandangannya ke langit.


"Aku tidak gombal. Apakah kamu punya niat untuk segera menikah?"


"Waktu kemarin iya, tapi itu juga karena keinginan Eyang Kung. Eyang Kung menginginkan aku menikah dengan Mas Hardi yang waktu itu masih menjadi kekasihku. Eyang Kung sangat khawatir kalau aku tinggal sendirian di negeri orang. Karena itu dia ingin aku segera menikah dengan Mas Hardi sebelum aku kuliah di Oxford."


"Apakah kamu sekarang ini ada niat lagi untuk menikah?"


"Mau menikah sama siapa? Wong aku belum punya kekasih, piye toh kamu Mas."


"Maukah kamu menjadi kekasihku?" ucap Edward serius.


Agni menoleh ke Edward, lalu berucap, "Kamu serius Mas?"


"Iya aku serius," ucap Edward yakin.


"Apakah kamu mau menjadikan aku kekasihmu karena nafsu sesaat?"


"Bukan karena nafsu sesaat."


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih sudah membaca novelku ini 😁


Di like ya guys 😁


Di vote ya guys 😁


Di komen ya guys 😁

__ADS_1


__ADS_2