
"Saudara Edward Ganendra Middleton bin Edgar James Middleton saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Mahiswara Agnibrata Candrawati Soerjosoemarno dengan mas kawinnya berupa satu set perlengkapan sholat dan satu set perhiasan berlian seberat tiga puluh lima gram tunai," kata wali hakim Agni lugas dan tegas sambil berjabat tangan dengan Edward.
"Saya terima nikah dan kawinnya Mahiswara Agnibrata Candrawati Soerjosoemarno binti Cipto Hartono Bratadikara Soerjosoemarno dengan mas kawinnya yang tersebut dibayar tunai," kata Edward mantap.
"Bagaimana para saksi? Sah? " tanya penghulu sambil memandang kedua saksi yang berada di dalam acara akad nikah Agni dan Edward.
"Sah," jawab para kedua saksi yakin dengan kompak.
"Alhamdulillah," ucap semua orang yang sedang berada di acara akad nikah tersebut.
Aku sangat bahagia bisa menikahi Agni.
Ucap Edward di dalam hati dengan perasaan bahagia yang luar biasa.
"Kami persilakan Bapak Ustadz Syauqi untuk membacakan dan memimpin doa nikah," ucap MC, kemudian Pak Ustadz itu naik ke podium.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," sapa Pak Ustadz Syauqi ramah.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," balas semua orang yang ada di acara akad nikah.
"Bismillahirrahmanirrahim. Baarakallahu laka wa jama'a bainakumaa fii khairin. Baarakallahu likulli waahidin minkumaa fii shaahibihi wa jama'a bainakumaa fii khairin. Semoga pernikahan kalian selalu diridhoi oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warahma. Semoga mempunyai keturunan yang sholeh dan sholeha. Dan semoga kalian berjodoh di dunia dan di akhirat. Aamiin Ya Robbal'alamiin." ucap Pak Ustadz Syauqi.
"Aamiin.'' ucap yang hadir dalam acara itu, kemudian Pak Ustadz Syauqi turun dari podium.
"Kami persilakan mempelai wanita untuk datang menghampiri mempelai pria." ujar MC ramah.
Tak lama kemudian Agni datang secara perlahan sambil diiringi musik Arbab dan didampingi oleh Tantenya. Saat ini Agni sangat cantik sekali dan pangling dengan riasan bold brows yang dipoles oleh seorang make up artist profesional yang didatangkan dari Jakarta. Memakai jilbab panjang warna putih gading yang dimodifikasi dan dipasangkan dengan gaun gamis pengantin.
Pakaian pengantin yang berwarna putih tulang bermodel simple dengan taburan kristal dan hiasan bordiran tangan memperindah baju pengantin yang dipakai oleh Agni. Pakaian yang sangat cocok dipakai oleh tubuh biolanya Agni. Senyuman manisnya menghiasi wajahnya yang ceria dan sorotan mata yang berbinar memancarkan kebahagiaan yang luar biasa dari hatinya karena telah dinikahi oleh Edward.
Aura kecantikan terpancar dari dirinya Agni. Lemah lembut dan budi pekerti memancarkan kecantikan dari dalam hatinya. Sedangkan wajah cantik alami yang sudah dipoles memancarkan kecantikan Agni dari luar. Badannya yang langsing dan tingginya yang semampai berjalan dengan lembut sambil membawa bucket bunga anggrek bulan yang berwarna putih.
Ya Allah, aku sangat bersyukur atas segalanya yang telah Engkau berikan kepadaku. Rasa cinta ini kepada salah satu mahkluk yang paling cantik di dunia ini. Irene Serafina Herdian, kamu orang yang sangat kucintai dan sekarang kamu sah menjadi istriku di dunia maupun di akhirat. Aku sangat bahagia telah menikahi kamu sayang.
Ucap Edward di dalam hati sambil menatap teduh ke sosok Agni.
Alhamdulillah. Aku sangat bahagia sekali karena sudah menjadi istrinya Mas Edward. Dia lelaki yang amat kucintai untuk selamanya. Kebahagiaan ini sudah tidak dapat kurangkai dengan kata - kata.
Batin Agni.
Agni melangkahkan kakinya sambil menatap ke Edward yang sedang memakai kemeja putih dan setelan jas berwarna putih tulang dengan potongan yang sangat cocok dengan badan kekarnya Edward. Dia memakai kopiah hitam yang mempertajam wajah gantengnya. Penampilan Edward sekarang ini membuat semua orang terpesona. Raut wajahnya Edward memancarkan kebahagiaan yang amat luar biasa dari hatinya.
Agni menduduki badannya di samping kiri Edward sambil melihat mahar pernikahan mereka. Tak terasa air mata kebahagiaan keluar dari kedua matanya mereka. Mengalir lembut di pipinya mereka. Tantenya Agni yang bernama Sri memberikan beberapa helai tisu ke mereka. Edward mengambil beberapa helai tisu itu. Mengambil dua lembar tisu, lalu menyeka air matanya Agni penuh dengan kelembutan.
__ADS_1
Agni tersenyum bahagia menerima perlakuan manis dari Edward. Agni mengambil dua lembar tisu dari tangan kanannya Edward. Menyeka air matanya Edward. Edward sangat senang diperlakukan dengan manis oleh Agni. Suasana jadi terharu bahagia melihat pasangan pengantin yang baru saja menikah. Mereka menaruh tisu itu di atas meja.
"Silahkan ditanda tangani berkas surat keterangan menikah secara agama," kata penghulu sambil menyodorkan surat keterangan menikah tersebut ke Edward dan Agni.
Tak lama kemudian Edward dan Agni menanda tangani surat keterangan menikah secara agama tersebut secara bergantian. Agni dan Edward saling memandang dengan rasa cinta yang teramat dalam. Tak berselang lama Agni dan Edward berdiri ketika Sri sudah mempersiapkan cincin kawin mereka yang terbuat dari emas putih yang dipadukan dengan indahnya susunan berlian dan titanium yang dipadukan dengan indahnya susunan berlian.
Syerrrrrr... getaran halus dan lembut mengalir pelan dengan syahdunya ke setiap relung hatinya yang dirasakan oleh Edward ketika dia memegang jemarinya Agni dan mengangkat tangan kanannya Agni. Kemudian Edward memakaikan cincin kawin di jari manis tangan kanannya Agni sambil merasakan getaran - getaran halus dan lembut yang sedari tadi menyelimuti hatinya.
Huyssss... seperti hembusan angin yang lembut dan halus menerpa seluruh relung hatinya Agni ketika tangan dan jemarinya disentuh oleh sang pujaan hati. Kemudian dia memakaikan cincin kawin Edward yang terbuat dari titanium ke jari manis tangan kanannya Edward dengan perasaan yang sedang diterpa hembusan angin lembut dan halus.
Sedetik kemudian Agni menyalim tangan kanannya Edward dengan perasaan yang dari tadi dia rasakan bagaikan hembusan angin yang lembut dan halus. Dan spontan Edward mencium puncak kepalanya Agni sambil merasakan getaran - getaran halus nan lembut yang sedari tadi menyelimuti dirinya. Setelah itu mereka memperlihatkan cincin kawin mereka ke para tamu dengan wajah yang sangat bahagia. Mereka difoto oleh seorang photographer profesional yang dibawa oleh tantenya.
Edward dan Agni menurunkan tubuh mereka untuk melakukan sungkeman ke para tetua keluarga mereka secara bergantian. Air mata mereka mengalir lagi dengan lembut di pipinya mereka selama proses sungkeman. Seseorang telah memberikan beberapa helai tisu ke mereka. Mereka menyeka air matanya mereka sendiri sambil berdiri.
Setelah prosesi sungkeman, mereka melakukan proses seserahan yang dibawa oleh keluarganya Edward. Keluarga kedua belah pihak berdiri. Keluarganya Edward memberikan seserahan ala kadarnya ke mempelai wanita satu persatu. Lalu Agni mengoper seserahan itu ke keluarganya satu persatu. Edward menggenggam telapak tangan kanannya Agni, lalu mereka melangkahkan kaki mereka untuk menghampiri para tamu.
"Assalamu'alaikum, Mbah," sapa Agni sopan ke Mbahnya Hardi, lalu menyalimnya.
"Wa'alaikumussalam Neng cantik, kamu tambah cantik aja pakai jilbab," ucap Batara ramah ketika Edward menyalimnya.
"Terima kasih Mbah. Mbah sendirian ke sini? Mana Mas Hardi?" ucap Agni sopan.
"Dia nggak mau ke sini karena harapan dia ingin menikahimu pupus. Setelah kalian putus, Hardi sangat menyesali perbuatannya, bahkan dia memutuskan hubungan dia dengan wanita itu. Dia bersumpah ingin menjalin hubungan asmara denganmu lagi dan ingin menikahimu. Tapi yah ... emang takdirnya nggak jodoh, pernikahan kalian tidak ada. Dan akhirnya Eyangmu tidak perlu khawatir lagi sama dirimu karena sudah ada yang jagain kamu. Oh ya, Edward kamu udah dapat pekerjaan lagi?" ucap Batara ramah sambil menatap ke Edward dan Agni.
"Sudah Mbah, aku dapat pekerjaan sebagai bodyguardnya Agni," ucap Edward sopan.
"Posisi saya sudah diisi sama orang lain Mbah, lagipula bulan Desember kan kita ke Oxford."
"Selama Tinggal di Inggris kamu kerja atau lanjutin kuliah?"
"Kerja, bantuin Daddy ngurus anak perusahaannya."
"Usaha Daddy kamu bergerak dibidang apa?"
"Dirgantara, ritel dan pembuatan bahan kimia dan energi Mbah."
"Edward Agni sini!" panggil mommynya Edward yang bernama Wardani Gantari Pramudya Rusady.
Sontak Edward dan Agni menoleh ke Endang, lalu Agni berucap, "Mbah kami permisi dulu."
"Iya, silakan."
Tak lama kemudian Agni dan Edward melangkahkan kakinya menghampiri Wardani. Mereka berdua menyalim kedua tangan kanannya Endang secara bergantian. Setelah itu mereka menyalim tangan kanannya Sri bergantian. Sri memberikan minuman air sirup ke Edward dan Agni. Agni dan Edward menerimanya, lalu meminumnya.
__ADS_1
"Kalian memangnya akan tinggal selamanya di Inggris?" tanya Sri.
"Iya tante," jawab Edward yakin.
"Tuchkan benar, mereka akan tinggal selamanya di Inggris. Wong Daddynya Edward yang meminta mereka tinggal di sana buat bantuin dia."
"Terus siapa yang meneruskan mengurus perusahaan ayah, Ni?"
"Agni serahkan ke Tante dan Om aja," ucap Agni sopan.
"Kalian sudah yakin?"
"Iya Tante," jawab Edward dan Agni kompak.
"Assalamu'alaikum Bu Sri dan Bu Wardani ucap Rizaldi sopan.
"Wa'alaikumussalam Pak Kapten," ucap Sri ramah.
"Boleh saya pinjam Edward dan Agni?"
"Boleh kok," ucap Sri ramah.
"Terima kasih Bu Sri."
"Iya sama - sama."
"Ayo kita keluar!" ajak Rizaldi sambil menoleh ke Edward dan Agni.
Tak lama kemudian mereka keluar dari sebuah ruang serbaguna balai warga desa Sital. Mereka tersenyum sopan ke para tamu undangan jika tatapan mereka beradu. Berjalan melewati pintu balai itu. Mereka menghentikan langkahnya di depan gerombolan para tentara yang sedang asyik makan buah durian.
"Makan sini Edward! Sekalian belajar belajar belah duren," ucap salah satu tentara dengan nada suara meledek.
"Nggak perlu belajar belah duren, Mas Edward sudah ahli belah duren, waktu kita masih tinggal di tengah hutan, dia sering belah duren," celetuk Agni polos dan tidak tahu arah bicaranya tentara itu.
"Hahaha," ketawa para tentara itu.
"Hussss, dia belum ngerti soal begituan Bro, dia mah masih polos," ucap Edward tegas.
"Yah udah sana belah duren sama dia di dalam kamar, biar dia tahu," ucap Rizaldi ngeledek.
"Mas, masa kita belah duren di dalam kamar," bisik Agni.
"Maksud mereka adalah aku membuka anumu dan melakukan hubungan intim denganmu," bisik Edward sambil menahan gejolak hawa nafsunya.
__ADS_1
"Ih pada mesum."
"Wajar mesum, wong kita sudah menikah."